Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Rumah aneh...


__ADS_3

"Kau mau kemana hari ini?" Tanya Snowy.


"Tidak ada rencana. Kenapa?" Baruna heran sangat jarang Snowy menanyakan aktivitas nya.


" Aku harus melapor ke langit. Tidak masalah bukan aku meninggalkan mu?" Tanya Snowy khawatir.


Baruna memang kuat namun dia masih memiliki tubuh, darah, dan jiwa manusia yang mampu mengasihani orang dan terkadang saat dia tidak fokus maka dia tidak bisa membedakan orang itu sedang berpura-pura lemah.


"Tidak masalah. Pergilah" Ucap Baruna.


"Baiklah. Aku akan secepatnya kembali" Snowy melesat kelangit meninggalkan apartemen Baruna.


Baruna merasa bosan memutuskan untuk berkeliling kota itu.


Tiba disebuah taman kecil Baruna menghentikan mobilnya. Taman yang berdekatan dengan perumahan mewah disana.


Baruna melangkah kecil menikmati udara di perumahan itu. Tampak beberapa satpam menyapa Baruna. Mungkin mereka mengira Baruna salah satu penghuni perumahan mewah itu.


Perumahan yang asri dan mewah, namun terkesan sunyi dan sepi. Mungkin karena pemiliknya merupakan para orang kaya yang jarang bersosialisasi dan hanya mementingkan urusan pribadi masing-masing.


Langkah Baruna terhenti di sebuah rumah di ujung perumahan itu. Baruna melihat kumpulan asap hitam yang menerobos masuk kedalam.


"Mahluk kiriman" gumam Baruna.


Dirinya melihat sekeliling memastikan tidak ada yang melihatnya berubah dan menghilang. Seluruh CCTV di setiap rumah mengalami rusak sementara diwaktu bersamaan agar jejak Baruna tidak tampak.


Baruna menggunakan kekuatannya masuk ke rumah itu tanpa bisa terlihat siapapun.


Mahluk itu tampak hendak menyerang seorang wanita paruh baya.


Baruna langsung menghadangnya dan berdiri tepat didepan wanita itu.


Namun karena kekuatan energi Baruna yang kuat. Wanita itu pingsan.


"Ah sial!" Umpat Baruna.


Dia bertarung dengan mahluk hitam itu. Baruna yang kuat membuat mahluk itu kesulitan menghadapinya.


"Jangan ikut campur!" Suara keras dan menyeramkan terdengar.


"Kau mahluk kiriman bukan? Siapa yang mengutus mu?" Tanya Baruna.


"Bukan urusanmu!" Mahluk itu terus menyerang Baruna.


Saat Baruna menanngkis semua pukulan mahluk itu. Mahluk hitam itu kembali mencoba melukai wanita paruh baya yang tergeletak pingsan. Dengan cepat Baruna melesat dan pukulan itu malah mengenai Baruna yang belum siap.


Baruna terpental membentur dinding dan membuat vas dan hiasan disekelilingnya jatuh tanpa sebab.


Suara keributan itu mengundang para pelayan menuju ruang tengah itu. Mereka terkejut melihat barang berserakan tanpa angin dan siapapun disitu. Bahkan mereka lebih terkejut melihat Nyonya mereka tergeletak tak sadarkan diri.


"Haha. Kau lemah!" Ucap Mahluk itu.


Baruna merasa sangat kesal. Sebuah pedang berukiran Naga muncul di tangannya.

__ADS_1


"Aku sebenarnya berencana mengirimkan mu kembali pada Tuan mu. Tapi sepertinya sekarang aku harus membunuh mu" Ucap Baruna lalu melesat memenggal tubuh mahluk itu.


Mahluk itu berteriak kesakitan. Dia tidak menyangka yang menjadi lawannya adalah pewaris Naga. Kekuatan pedang itu mampu menghancurkan semua mahluk hingga tidak tersisa.


Bersamaan dengan itu, tempat orang yang mengirim mahluk itu mengalami goncangan hebat hingga terjadi kebakaran. Si pengirim begitu terkejut. Dia belum pernah gagal dalam menjalankan aksinya.


Dia tidak menyangka sebuah kekuatan besar mampu meluluh lantakkan tempatnya dalam sekejap.


Baruna melihat ke arah wanita paruh baya itu. Tampaknya wanita itu mulai menyadarkan diri. Samar samar dia bisa melihat Baruna. Namun saat matanya mampu memandang dengan jelas, sosok Baruna sudah tidak ada di hadapannya.


Baruna segera meninggalkan tempat itu. Dirinya muncul langsung didalam mobilnya.


"Arghh.... " Baruna merasa kesakitan di bagian dadanya yang terkena pukulan mahluk itu.


"Sial. Aku harus lebih fokus lagi lain kali" Ucap Baruna.


Dirinya membawa mobil ke arah timur menuju rumah di pinggir laut.


"Aku harus kembali ke goa. Sepertinya memarnya cukup parah untuk tubuh manusia" Gumam Baruna. Beruntung dia masih memiliki kekuatan untuk menempuh perjalanan yang lumayan jauh ke arah timur.


Baruna segera menyimpan mobilnya didalam garasi dan berjalan menyusuri pantai untuk masuk ke gerbang dunia lain. Dunia antara darat dan laut. Goa tempatnya hidup selama beberapa bulan ini.


Baruna melepas pakaiannya dan segera memasuki kolam teratai miliknya yang di bangun oleh para Naga. Dia mengusap dada nya yang memar dengan air teratai itu. Perlahan rasa sakit itu berkurang dan memar itu mulai menghilang.


Snowy tiba-tiba muncul dengan tergesa-gesa.


"Baruna!! Barunaa!! Kau dimana??" Panggil Snowy dalam wujud manusia. Dia tampak khawatir seakan tahu sesuatu terjadi pada Baruna.


Snowy melihat Baruna sedang mengobati dirinya menggunakan air teratai. Ternyata benar instingnya yang mendadak buruk. Snowy yang sedang menunggu panggilan raja langit meminta ijin untuk kembali mengecek keadaan Baruna. Dia merasa sesuatu yang buruk terjadi.


"Kau terluka?" Tanya Snowy khawatir.


"Sedikit. Aku lengah saat menolong orang yang hampir di celakai mahluk kiriman" Ucap Baruna menahan perih yang masih tersisa.


"Kemarilah. Aku akan membantu mengobati mu" Ucap Snowy.


Snowy menggunakan kemampuan tenaga dalamnya untuk memasukkan air teratai itu tepat pada bagian yang terluka.


Sontak Baruna memuntahkan darah hitam. Setelahnya Baruna merasa lebih baik dan tubuhnya lebih segar.


"Kau seharusnya tidak akan terluka saat para Naga berada didalam tubuh mu. Kenapa bisa terjadi seperti ini? Apa kau melanggar aturan?" Tanya Snowy heran.


"Tidak. Tapi entahlah. Aku memasuki sebuah rumah dan aku tidak bisa mengeluarkan para naga untuk langsung membunuh mahluk itu. Aku juga heran" Ucap Baruna yang memang sebnarnya ingin mempercepat urusan didalam rumah itu dengan memanggil satu Naga keluar. Tapi entah mengapa dia tidak bisa melakukan itu. Maka dia menggunakan pedangnya untuk bertarung.


"Jangan sembarang masuk ke rumah orang lagi. Kau tidak tau mereka memiliki penjaga apa didalam sana. Jangan sampai malah kau yang celaka" Ucap Snowy yang benar-benar khawatir.


Sudah beberapa bulan dia hidup bersama Baruna dan dia merasa Baruna adalah orang yang sangat baik dan memperhatikan temannya. Snowy sangat senang hidup bersama Baruna dan membantunya setiap saat. Dia merasa menemukan Tuan lnya kembali. Begitulah insting dan kesetiaan seekor anjing. Terlebih dia adalah anjing langit.


"Aku mengerti. Sepertinya ada sesuatu di rumah itu. Semoga saja orang-orang dirumah itu selamat. Aku yakin akan ada serangan lain lagi" Ucap Baruna yang entah mengapa malah mengkhawatirkan wanita paruh baya itu.


"Sudahlah. Kau mau menginap disini atau kembali ke apartemen?" Tanya Snowy.


"Aku ingin disini dulu" Ucap Baruna.

__ADS_1


"Baiklah. Aku akan mencarikan buah untuk kita makan" Snowy lalu keluar dari tempat itu.


Baruna tampak merenung. Dia merasa seperti mengenali wanita paruh baya itu.


.


.


Di rumah Ethan, dirinya sangat terkejut mendengar sang Mama pingsan.


"Mama. Mama kenapa??" Tanya Ethan yang buru buru kembali kerumah saat mendengar sang Mama jatuh pingsan tanpa sebab.


"Entah lah. Mama hanya merasa tubuh Mama tiba-tiba lemas dan seluruhnya gelap. Saat terbangun Mama ada di lantai" Jelas Nyonya Christian.


"Papa sedang dalam penerbangan kembali. Papa sangat khawatir dengan Mama" Ucap Ethan yang benar-benar cemas itu.


"Astaga untuk apa. Papa mu sibuk di london. Kenapa harus kembali?" Tanya Nyonya Christian.


"Karena Papa mencintai Mama. Tentu dirinya khawatir dan langsung kembali" Ucap Ethan yang heran dengan pertanyaan Mamanya itu.


"Ethan. Mama merasa ada sesuatu. Sepertinya ada yang ingin mencelakakan kita" Ucap Nyonya Christian.


"Astaga Ma. Mama jangan mulai lagi deh. Selalu saja percaya hal hal seperti itu" Ucap Ethan yang sangat skeptis mengenai hal berbau mistis. Dia tidak percaya dengan hal hal seperti itu. sangat berkebalikan dengan sang Mama.


"Mama yakin Ethan. Panggil Jill. Mama mau dia melihat rumah ini" Ucap Nyonya Christian bersikeras.


"Iya iya. Nanti saja. Sekarang Mama istirahat. Sebentar lagi dokter akan datang memeriksa Mama" Ucap Ethan membujuk Mamanya untuk istirahat.


Akhirnya sang Mama menurut. Tak lama dokter tiba dan memeriksa Nyonya Christian.


"Hanya kelelahan dan terlalu stress. Ingat makan makanan bergizi dan minum vitaminnya tepat waktu. Untuk seusia Nyonya Christian itu wajar apalagi dia menjelang menopause" Jelas Dokter itu.


"Baik Dok. Terima kaish" Ucap Ethan yang bersyukur sang Mama tidak mengalami masalah kesehatan yang berarti.


Nyonya Christian tampak terlelap setelah menerima suntikan dari dokter.


Ethan berjalan keluar dari kamar orang tuanya menuju ruang tengah. Sebelumnya para pelayan sudah menjelaskan kejadian selengkapnya. Hingga Ethan juga memutar CCTV. Dia bisa melihat sang Mama yang memang tergeletak tak sadarkan diri tiba-tiba. Ditambah vas yang jatuh berhamburan tanpa sebab. Sekilas dia melihat secerca cahaya keemasan yang tampak melindungi Mamanya dari sekelebat tipis asap hitam.


"Apa itu???" Ucap Ethan terkejut. Dirinya berulang kali memutar bagian itu dan masih tidak bisa percaya.


"Apa benar hantu itu ada??" Tanya Ethan pada dirinya sendiri.


Dirinya masih tidak dapat mempercayai hal itu.


.


.


.


Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.


-linalim-

__ADS_1


__ADS_2