Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Di Serang?


__ADS_3

Baruna dan Ethan berciuman dengan lembut, tanpa mereka sadari Snowy sedang melihat keduanya. Bersama Kitty tentunya.


"Miau"


Suara Kitty membuat Ethan dan Baruna terkejut. Keduanya semakin terkejut tak kala melihat Snowy dengan santai berdiri menatap mereka.


Rasa malu menjalar di wajah keduanya, mereka tidak menyangka akan di perhatikan Snowy seperti itu.


"Astaga. Apa aku perlu pindah apartemen saja? Atau perlukah aku buatkan pernikahan gaib kalian terlebih dahulu?"


Ledek Snowy pada Baruna dan Ethan. Baruna merasa malu namun Ethan malah tampak setuju mendengar kata menikah dengan Baruna.


"Memangnya bisa ada pernikahan gaib? Apa syaratnya?"  Tanya Ethan dengan antusias.


Baruna terkejut melihat Ethan yang sangat serius menanyakan hal itu pada Snowy.


"Ya syaratnya gampang sekali, itu hanya-"


"Stop sudah ayo tidur. Aku lelah"


Baruna menghentikan Snowy yang hampir menjelaskan cara menikah gaib untuk makhluk halus dan manusia. Baruna merasa itu bukan saat yang tepat untuk membahas pernikahan apalagi mengadakan pernikahan.


Urusan mereka masih banyak dan mereka harus fokus. Salahkan pikiran Baruna yang entah mengapa ingin sekali di sentuh dengan intim oleh Ethan malam itu.


Snowy mengedikkan bahunya pada Ethan lalu kembali ke kamarnya bersama Kitty. Sedangkan Ethan mulai melebarkan kursi sofa di ruang tamu untuk tidur.


Baruna segera masuk ke dalam kamarnya sambil terus memegang pipi dan dadanya. Dia merasa pipinya sangat panas dan dadanya begitu berdegub kencang.


Bahkan dulu saat menjalin kasih dengan Frans saja dia belum pernah merasakan hal sebaik ini. Dia benar - benar kembali jatuh cinta pada kekasih di kehidupan lampaunya itu.


.


.


.

__ADS_1


Pagi harinya, Baruna bangun agak siang. Dia mendengar suara dentingan dari luar kamar.


terdengar juga suara dua pria yang seolah sedang sibuk dengan sesuatu.


 Hal itu tentu membuat Baruna segera beranjak turun dari tempat tidurnya untuk melihat apa yang terjadi di luar sana.


Begitu membuka pintu dia mencium aroma masakan yang sangat harum di sertai keributan di dapur. Baruna berjalan perlahan mendekati dapur dan menemukan Ethan dan Snowy sedang memasak.


Mereka juga tampak sedang berargumen hingga Baruna hanya bisa menggeleng heran dengan tingkah mereka berdua.


Pemandangan pagi yang sangat menyenangkan dan ceria bagi Baruna. Dia berharap hal itu akan tetap terjaga hingga nanti. Dia menyukai kebersamaan mereka saat ini. Seperti sebuah keluarga rasanya bagi Baruna yang harus menjauh dari keluarga kandungnya sendiri.


"Kalian sedang apa?"  Tegur Baruna yang membuat Snowy dan Ethan menoleh berbarengan. Sangat kompak bukan keduanya?


"Ah sudah bangun ya. Duduk lah. ini sedang memasak sarapan"  Ucap Ethan sambil tersenyum lembut pada Baruna.


Setelah Baruna perhatikan ternyata Ethan sedang mengenakan apron, terlihat keren sekali tentu di mata Baruna. CEO pewaris perusahaan besar plus pemilik Bengkel besar di negara itu sedang memasak.


Kapan lagi bisa melihat pemandangan langka itu. Jika sampai di posting ke media sosial pasti akan menjadi berita heboh dan viral.


"Aku mandi dulu" Ucap Baruna yang meninggalkan kedua pria itu yang tampak masih berargumen tentang masakan mereka.


Sisik - sisik naga tampak timbul di punggungnya. Bukan hanya lukisan naga yang terpampang nyata, tapi juga sisik yang mendadak muncul membuat Baruna heran.


"Ada apa ini?" Gumam Baruna.


Seketika matanya sebelah berubah menjadi bola mata naga. Baruna mengeram keras. Sesuatu terjadi di Goa pertapaan para calon naga.


"Sial!" Umpat Baruna yang langsung menghilang menembus ruang dan waktu untuk segera tiba di Goa pertapaan calon naga.


Dia melihat beberapa calon naga terkulai lemas. Mereka di serang seseorang.


Baruna langsung menolong satu persatu calon naga itu dan juga dua orang Biksu suci yang ikut bertapa di sana.


Setelah memastikan mereka baik - baik saja, Baruna  menanyakan kondisi dan apa sebenarnya yang terjadi sampai mereka semua bisa terluka.

__ADS_1


"Ada apa sebenarnya?" Tanya Baruna pada dua biksu suci dan para calon naga di sana.


"Kami sedang bertapa seperti biasa. Tiba - tiba seorang pria tua yang sepertinya cenayang. Dia berteriak dan memukuli kami. Kami mencoba menyerang balik tapi dia terlalu kuat untuk kami yang pemula"


Jelas salah satu calon naga di sana.


Baruna menghela nafas kasar. Entah apa gunanya manusia mengacau dunia lain. Sangat keterlaluan.


"Dia mencari sesuatu. Mutiara Naga. Aku sempat mendengar umpatan dia sebelum dia pergi setelah merusak gua dan memukuli kami semua. Dia mengincar Mutiara Naga. Mungkin karena ini Goa khusus pertapaan para Naga maka dia berpikir benda itu ada di sini, Nona Pewaris"


Jelas calon naga lainnya.


Mata Baruna kini memancarkan amarah yang tinggi. Baru saja Mutiara Bulan hilang di curi. Dan sekarang seseorang ingin mencuri Mutiara Naga. Baruna menduga jika cenayang itu jugalah yang mencuri Mutiara Bulan dan Ratu Duyung.


"Aku akan memagari tempat ini dengan darah ku. Kalian masuklah. Goa sudah aku perbaiki. Jangan pergi dari sini sebelum pertapaan kalian selesai. Aku akan mengutus orang - orang ku untuk menyediakan pangan bagi kalian" Ucap Baruna yang membuat para calon naga dan biksu suci bernafas sedikit lega.


Mereka harus menyelesaikan pertapaan mereka di tempat itu. Tentu mereka sangat berterima kasih pada Baruna.


Setelah semuanya masuk kembali ke dalam Goa, Baruna langsung menyayang telapak tangannya dan meneteskan darah mengelilingi seluruh Gua. Dia memagari tempat itu dengan kekuatannya agar para pelaku ilmu hitam tidak akan lagi bisa menembus daerah itu.


Setelahnya Baruna segera kembali ke apartemen. Begitu tiba dia bisa melihat wajah Snowy dan Ethan yang cemas karena Baruna menghilang.


"Kau baik  - baik saja? Kau terluka?" Tanya Ethan sambil memeriksa seluruh tubuh Baruna.


"Tidak. Aku tadi ada urusan" Jawab Baruna sambil tersenyum pada Ethan.


"Manusia gila mana yang berani mencoba mencuri Mutiara Naga? Berani sekali mereka merusak Goa pertapaan Naga. Itu adalah Goa suci" Jelas Snowy yang kesal.


Snowy sudah tau tentang itu karena begitu tau Baruna hilang, dia langsung memanggil para burung yang biasa berkeliaran memberi informasi pada Baruna.


Mereka mengatakan Goa pertapaan Naga di serang. Jadi Snowy menduga pasti Baruna sedang mengurusi hal itu.


"Manusia semakin tamak. Aku berharap Rabu Legi segera tiba. Agar Aku bisa membalas Frans dan fokus dengan Mutiara Bulan. Mereka kini sepertinya mengincar Mutiara Naga juga" Jelas Baruna yang memang terdengar cemas.


"Kau harus berhati - hati. Kau yang membawa benda itu dalam tubuh mu. Dan benda itu tidak bisa sembarang di gunakan. Bencana bisa terjadi dan lebih berbahaya di banding mutiara bulan yang hilang itu"

__ADS_1


Jelas Snowy lagi. Baruna hanya mengangguk paham sedangkan Ethan yang tidak begitu mengerti hanya bisa menjadi pendengar setia.


"Ayo kita makan dulu" Ucap Ethan mengajak Baruna dan Snowy untuk makan. Setelahnya mereka harus melakukan kegiatan masing - masing.


__ADS_2