
"Ada apa?"
Ethan terburu - buru mendatangi apartemen Baruna ketika menerima pesan dari Snowy yang mengatakan ada hal urgent.
Tentu Ethan panik dan berpikir sesuatu terjadi pada Baruna. Dia tidak mau sesuatu sampai terjadi pada kekasihnya mengingat apa yang di lakukan Baruna semua berbahaya.
"Kau sudah datang? Ayo makan dulu" Ucap Baruna dengan santai.
Ethan yang melihat Baruna langsung memeluk kekasihnya itu.
"Aku pikir sesuatu terjadi pada mu" Ucap Ethan yang sangat cemas. Nada bicaranya begitu tidak tenang.
"Tidak ada apa - apa. Hanya ada hal penting yang harus kita bahas tentang Mutiara Bulan. Jadi sekarang lebih baik kita makan dulu karena banyak hal yang akan membuat kita semakin lelah memikirkannya" Ucap Baruna sambil menepuk lembut punggung Ethan.
Perlahan Ethan melepas pelukannya. Dia menatap dalam Baruna seolah mencari kebenaran jika memang Baruna baik - baik saja dan hanya mau membahas masalah Mutiara Bulan.
"Aku benar baik - baik saja. Ayo makan dulu" Ucap Baruna dengan lembut menyentuh pipi Ethan.
Dengan patuh Ethan mengikuti Baruna yang menuntunnya untuk duduk di meja makan. Mereka tampak makan bersama.
Hampir setiap hari mereka akan makan malam bersama ataupun sarapan bersama, sebuah kebiasaan unik yang mereka lewati belakangan tentu sangat menyenangkan.
Selesai makan malam bersama. Baruna, Ethan, Snowy juga Kitty tampak duduk bersama di sofa ruang tamu untuk membicarakan perihal Mutiara Bulan.
"Aku merasa mutiara bulan ada di tangan Rico" Ucap Baruna memulai pembicaraan.
Ethan dan Snowy refleks saling memandang. Snowy cukup setuju dengan Baruna karena Baruna memiliki insting yang kuat jika menyangkut milik makhluk laut.
"Kau merasakan sesuatu?" Tanya Ethan serius.
"Iya. Aroma laut yang sangat kuat. Bukan aroma laut yang biasa. Besar dugaan kalau Rico yang sudah menyelakai Ratu Duyung" Ucap Baruna terdengar serius.
"Ah ya itu. Kemarin kumis dan taring harimau itu dari Rico. Katanya dia dapat itu dari raja harimau. Entah aku kurang paham. Mungkin Kau bisa mencari tau itu" Ucap Ethan yang ingat tentang kumis dan taring harimau yang dia dapat dari Rico.
"Kau serius? Dia mengatakan itu?" Tanya Baruna memastikan ucapan Ethan tidak mengada - ngada.
"Mana berani aku bercanda untuk hal ini" Jawab Ethan sambil tersenyum pada Baruna.
"Berarti raja harimau yang baru turun takhta dan di ganti oleh anaknya besar kemungkinan di bunuh Rico" Sambung Snowy.
Refleks Ethan menoleh ke arah Snowy. Snowy tahu kejadian itu. Kejadian 3 tahun lalu saat dunia di hutan seberang pulau naga gempar karena Raja harimau yang baru turun takhta dan di ganti oleh putranya di temukan tewas dengan luka di sekujur tubuh.
Taringnya seperti di cabut paksa. Kumisnya juga hilang. Bahkan sebagian bulunya tampak sompel dan kulitnya terluka parah.
__ADS_1
Awalnya semua mengira dia di serang warga karena di anggap mau menyerang warga. Namun hal yang membuat bingung adalah bagaimana taringnya bisa hilang.
"Dia benar gila jika berani melakukan hal itu. Manusia yang mengerikan" Lanjut Snowy sambil menggelengkan kepalanya.
"Dia ingin menjadi cenayang abadi jika dia benar melakukan hal gila itu. hanya cenayang yang memiliki keinginan menembus ilmu abadi yang berani segila itu" Lanjut Baruna.
Sedangkan Ethan bergidik membayangkan Rico yang sangat gila dan mengerikan. Jika benar Rico berani membunuh Raja Harimau berarti mudah baginya untuk membunuh sesama manusia juga.
Pantas saja saat Frans di rasa tidak berguna langsung di campakkan begitu saja oleh Rico.
"Aku penasaran tentang mutiara bulan itu tapi aku tidak bisa masuk ke daerahnya untuk memeriksa" Ucap Baruna.
"Kenapa?" Tanya Ethan bingung.
"banyak makhluk yang berjaga di sekitar rumahnya. Jika aku mau masuk sudah pasti akan terjadi peperangan dan Rico akan menyadari keberadaanku. Jika dia tidak memiliki mutiara bulan maka aku dengan mudah akan mengalahkannya dan memberinya hukuman. Tapi jika dia memiliki benda itu maka aku tidak akan pernah bisa melukai dia. Percuma jika aku bertempur hingga membuat kekacauan di darat. Efek energi negatif akan memicu penyakit bagi warga sekitar tempat dia tinggal" Jelas Baruna panjang lebar.
Memang banyak sekali pertimbangan Baruna mengingat lokasi rumah Rico ada di ujung kota dan tentu ada tetangga di sekitarnya.
Akan sangat memuakkan untuk Baruna melapor ke langit jika benar dia harus bertarung dengan makhluk - makhluk di sana sampai membuat masyarakat sekitar menderita penyakit tanpa sebab akibat energi negatif dari pertempuran itu.
"Aku kemarin melihat sesuatu di kotak kayu miliknya. Sebuah benda bundar seperti mutiara yang bersinar. Saat aku menyentuhnya aku melihat sesuatu yang aneh. Seperti melihat penglihatan masa depan atau masa lalu yang bukan tentang ku" Jelas Ethan.
Baruna dan Snowy bersamaan menatap Ethan dengan pandangan terkejut. Jika Ethan bisa melihat sesuatu apa Ethan benar memiliki pelindung atau kekuatan gaib seperti cenayang? Manusia biasa tidak mungkin bisa merasakan sesuatu seperti itu jika tidak ada kekuatan yang menyelubunginya.
"Kenapa Kau tidak cerita?" Tanya Baruna heran. Ethan memang tidak mengatakan apa pun di malam setelah Ethan dari rumah Rico.
Dia tidak menyangka hal itu penting untuk di ketahui Baruna. Dia berpikir itu hanya kebetulan dan hal yang tidak berkaitan dengannya maupun Baruna. Apalagi saat itu fokus Ethan hanya membuat Rico tidak peduli akan kondisi Frans agar Baruna benar - benar bisa menyelesaikan misinya membalas dendam.
"Apa yang kau lihat?" Tanya Snowy pada Ethan.
"Ah itu. Seorang wanita yang meninggal di tangan Rico dan darahnya mengenai mutiara itu. Dan bibir wanita itu berkata 'Sang pewaris akan menghancurkan mu kali ini'. Ya hanya itu" Ucap Ethan menceritakan apa yang dia lihat saat menyentuh mutiara itu.
Snowy dan Baruna saling memandang dan menghela nafas berat. Benar dugaan jika mutiara bulan ada di tangan Rico. Dan mereka harus menyusun cara agar mutiara itu bisa di bawa pergi dari sisi Rico.
Jika tidak maka akan percuma saja. Baruna tidak akan bisa meringkus cenayang yang meresahkan dunia lelembut itu.
Melihat ekspresi Baruna dan Snowy membuat Ethan menerka jika benar mutiara yang dia sentuh adalah mutiara bulan.
"Jadi benar itu mutiara bulan?" Tanya Ethan memastikan.
"Kau sendiri bisa melihat penglihatan wanita itu yang berkata kalau nona pewaris akan menghancurkan Rico bukan? Kau kira siapa Nona pewaris yang di maksud? Hanya ada satu di dunia ini yang memiliki gelar itu" Ucap Snowy lalu melirik ke arah Baruna.
Ethan baru ingat jika Baruna merupakan makhluk khusus yang mewarisi lautan dan para naga. Itu artinya hanya Baruna yang bisa memburu Rico dan itu adalah hal yang harus dia lakukan.
__ADS_1
Mengingat RIco adalah cenayang gila yang sudah banyak mengacau dunia gaib. Hal yang seharusnya tidak di lakukan oleh seorang manusia. Karena dunia mu adalah duniamu. Dan dunia ku adalah duniaku.
Semua ketenangan dan komposisi di dunia harus terjaga dengan sama rata. Mahluk gaib tidak boleh melangkah jauh memasuki dunia manusia. Begitu juga dengan manusia tidak boleh melangkah jauh mengganggu peradaban gaib.
"Dia benar memiliki itu berarti kita tidak bisa menyerangnya secara sembarangan" Ucap Baruna yang terlihat memikirkan cara.
"Kita harus tau cara menaklukkan benda itu. Bukan kah kalian bilang jika semua benda pasti ada kelebihan dan kelemahannya. Berarti ada cara yang bisa di lakukan untuk menaklukkan benda itu" Ucap Ethan sambil menatap Baruna dan Snowy.
"Kau benar. Kalau begitu besok Aku dan Snowy akan mencari tau tentang itu. Kau harus berhati - hati selama aku tidak ada. Jauhi Rico jangan terlalu dekat. Aku takut dia mencoba mengambil keuntungan dari mu. Kemarin aku melihat banyak jiwa gadis perawan terperangkap di mobilnya. Sepertinya dia mengorbankan banyak darah" Ucap Baruna yang khawatir jika Ethan di lukai dan malah menjadi boneka dari Rico.
Seperti yang dilakukan Rico terhadap Frans. Meskipun Frans bejat, tentu saja Rico juga sama buruknya. Tidak mungkin Frans dengan mudah menaklukkan siapa pun selama ini jika tanpa bantuan Rico juga.
"Bawa saja Kitty. Dia pembawa keberuntungan dan bisa menghalau semua hal buruk" Ucap Snowy.
Ethan menatap heran pada Snowy dan Kitty bergantian. Si kucing kecil itu seperti paham dengan ucapan Snowy langsung melompat dan duduk di atas pangkuan Ethan.
"Cukup beri dia makan dan minum saja. Dia tidak akan merepotkan mu. Dia bisa buang air di kamar mandi" Jelas Snowy lagi yang khawatir Ethan akan menolak karena takut mengurusi kotoran kucing kecil itu.
"Tidak masalah bagiku untuk membersihkan kotorannya. Tapi kau tidak masalah jika aku membawa teman kecil mu ini?" Tanya Ethan pada Snowy.
"Tidak. Dia lebih baik tinggal bersama mu karena Aku harus menemani Baruna dan tidak bisa kembali setiap saat untuk mengurusinya" Jelas Snowy dengan santai.
"Baiklah. Kau ikut bersama ku ya Kitty. Kita akan tidur satu kamar dan kau ikut bersama ku di kantor ya" Ucap Ethan sambil mengendong Kitty.
"Miaawww" Kitty tampak senang dan nyaman bersama Ethan. Padahal sebelumnya kucing itu sangat takut dan anti dengan manusia lain.
Bahkan sampai sekarang jika Snowy membawanya jalan - jalan maka Kitty tetap akan meminta di gendong dan takut melihat manusia lain. Dia masih trauma dan tidak percaya pada manusia yang pernah hampir membunuhnya.
Hanya dengan Ethan saja Kitty tampak tenang dan suka bermain. Mereka sudah akrab sejak lama.
"Baiklah kalau begitu aku pulang dulu bersama kitty. Kalian berhati - hatilah. Jika sudah kembali ke dunia manusia tolong kabari aku" Ucap Ethan yang paham Baruna dan Snowy akan mencari petunjuk di dunia lain.
"Kau juga harus hati - hati" ucap Baruna yang memang sangat cemas dengan kondisi Ethan. Dia takut Ethan di lukai Rico saat dia tidak ada.
Namun melihat Kitty si kucing pembawa keberuntungan membuat Baruna sedikit lega.
"Aku tau. Aku pergi dulu sayang" Ucap Ethan lalu mengecup kening Baruna.
Setelah Ethan pergi dari apartment Baruna,
Baruna dan Snowy bersiap untuk bersemadi untuk mencari tau siapa yang bisa memberi mereka saran. Karena mereka tidak punya banyak waktu untuk berkeliling terus demi mencari tau tentang kelemahan Mutiara Bulan.
.
__ADS_1
.
.