
Baruna kembali ke apartemen saat hari menjelang malam. Tubuhnya merasa gerah setelah seharian diluar
Snowy tiba-tiba menemui Baruna dengan tergesa-gesa.
"Baruna. Kita harus segera menuju perbatasan" Ucap Snowy yang tampak kelelahan.
"Ada apa? " Tanya Baruna heran.
"Kerajaan kecil di serang mahluk entah dari mana. Mereka mencoba mengacau habitat laut" Ucap Snowy.
Mata Baruna seketika membara. Berani mengacau di laut sama saja menantang kematian di tangan Baruna.
"Siapa yang memulai?" Tanya Baruna yang mulai emosi.
"Seekor monyet kecil. Entah bagaimana tapi bisa dipastikan dia hanya suruhan yang mencoba mengacau hingga kerajaan kecil penyu membunuhnya karena di anggap keterlaluan" Jelas Snowy.
"Yakin jika itu hanya ulah monyet kecil? " Tanya Baruna memastikan.
"Harusnya ada lagi mahluk lebih kuat yang memang menggunakan nyawa monyet kecil sebagai pemicu. Dan tentu kerajaan penyu kalah kuat jika melawan di darat. Kita harus bagaimana? Tidak mungkin mahluk darat boleh hidup di laut" Ucap Snowy.
Peraturan tak tertulis dan tak kasat mata yang memang harus di pahami setiap mahluk di muka bumi. Hidup lah sesuai peradaban dan habitat asli. Jangan mengacau dan mengambil habitat yang lainnya jika tidak ingin di serang suatu saat nanti.
"Aku akan membuat status berangkat ke luar negeri. Kita harus menyelesaikan semua hingga akar. Bersiaplah" Ucap Baruna yang langsung mengambil ponselnya dan langsung membuat status.
Hal yang selalu di lakukan Baruna untuk mencegah orang-orang mencarinya saat dia sedang sibuk di dunia lain.
Setelah itu Baruna menelepon Ethan. Agar Ethan bisa menjaga kedua orang tua Baruna saat Baruna tidak ada di dunia manusia.
"Halo" Suara Ethan terdengar senang menerima panggilan telepon dari Baruna.
"Kau sibuk? " Tanya Baruna sebelum memulai pembicaraan
"Tidak. Ada apa? Kau butuh sesuatu? " Tanya Ethan.
"Bisa tolong kau jaga keluarga ku dengan baik? Serta masalah kantor yang aku minta kemarin? " Tanya Baruna.
"Tentu akan aku lakukan itu semua untukmu. Tapi ada apa? Kau tiba-tiba berbicara seperti ini" Tanya Ethan heran.
"Mungkin aku akan seminggu berada di dunia lain. Ada sedikit masalah di perbatasan. Itu wilayah ku. Ada yang mencoba mengacau. Aku harus menghabisi mereka" Ucap Baruna tanpa menutupi apapun. Jika Ethan tau mungkin pria itu bisa membuatkan alasan yang baik juga membantu Baruna.
__ADS_1
"Baiklah. Kau berhati-hati lah. Jangan sampai terluka" Ucap Ethan yang tidak bisa menyembunyikan ke khawatiran nya.
"Aku tau. Tolong urus semua dengan baik. Jika sesuatu urgent kau bisa memanggilku" Ucap Baruna.
"Memanggil mu? Apa di dunia lain kau bisa menggunakan ponsel mu? " Tanya Ethan heran.
"Tidak. Kau cukup lukai ujung jari mu. Darah mu sudah di tandai sejak kau berendam di kolam teratai ku. Aku akan langsung tau saat kau terluka" Jelas Baruna.
Ethan cukup terkejut mendengar hal itu. Baruna sudah menandainya dan akan selalu ada saat Ethan terluka.
"Aku merasa mendapat sebuah kehormatan" Ucap Ethan yang tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.
"Tapi jangan macam-macam! Jangan coba-coba melukai diri hanya agar aku datang jika tidak ada hal penting! " Tegas Baruna.
"Aku tau. Mana mungkin aku melakukan hal gila itu. Aku yang akan menjaga mu. Bukan kau yang menjaga ku di dunia manusia ini" Ucap Ethan yang terdengar serius.
"Bagus jika kau paham. Dua hari lagi kantor yang ku minta harus berjalan. Aku sudah mengurus mahluk yang akan menjelma ke sana. Kau bisa mengenali mereka karena sudah ku tandai. Hanya kau yang bisa membedakan mereka adalah suruhan ku" Ucap Baruna.
"Akan aku urus dengan baik. Ingat berhati-hati lah. Aku takut kau terluka" Ucap Ethan yang tiba-tiba teringat mimpi buruknya itu.
"Aku tidak selemah itu. Pedang setajam apapun tidak bisa membunuhku Ethan! " Tegas Baruna yang merasa Ethan berlebihan mengkhawatirkan nya.
Seharusnya Ethan mengkhawatirkan diri sendiri karena dia hanya manusia biasa. Berbeda dengan Baruna yang memiliki kekuatan dari para Naga..
Baruna langsung memutus sambungan telepon itu. Terlihat Snowy sudah menunggunya.
"Kau sudah siap? " Tanya Baruna menatap Snowy yang sudah memakai jubah perangnya.
"Kau seperti sedang ijin pada pacar atau suami untuk pergi dinas luar kota" Ledek Snowy lagi.
"Tidak ada hal seperti itu Snowy. Jangan mengada-ngada" Ucap Baruna terdengar dingin dan tidak suka perkataan Snowy.
"Ya aku hanya mengatakan hal itu asal-asalan. Tapi bagus juga ada dia yang bisa bantu mengurusi hal yang kau perlukan. Aku tidak menyangka ada manusia tulus yang berani bertaruh nyawa di dekatmu" Ucap Snowy jujur.
"Apa maksud mu? " Tanya Baruna heran.
Snowy menghela nafas berat. Entah Baruna sadar atau tidak, semakin lama Baruna semakin kuat. Tubuh manusianya akan perlahan mati dan Baruna akan berubah menjadi mahluk dari dunia lain. Begitu pula jiwa dan akalnya. Rasa kemanusiaan Baruna akan terkikis perlahan dan Baruna bisa menjadi mahluk yang kejam kepada manusia yang berani mengusik dunia lain.
Hal itu tentu berbahaya bahkan Baruna akan dengan tega membunuh siapapun termasuk orang yang berbagi darah dengannya. Jika samapi orang itu berani mengusik dunia lain dan mengacaukannya.
__ADS_1
"Kau sadar kau semakin kuat? Semakin kau kuat itu tandanya kau semakin menjadi bagian kami. Kekuatan dan Emosi mu itu terlampau besar. Dan Kau bisa menenggelamkan seisi bumi ini dengan kekuatan mu. Kau harus mengontrol nya" Ucap Snowy yang takut Baruna akan menyesal saat dia sadar perbuatannya bisa merenggut nyawa orang yang dia kasihi tanpa sengaja.
Baruna hanya menghela nafas. Dia bukannya tidak sadar jika dirinya semakin kuat. Tapi dia tidak memperdulikan hal itu.
Baruna hanya fokus pada keinginan nya membalaskan dendam.
'Dan aku takut kau dan Ethan akan saling membunuh seperti di masa lalu. Dan kau yang lemah membuat seisi dunia mengalami kehancuran'
Batin Snowy dalam diam tanpa membiarkan Baruna membaca isi hatinya.
"Aku akan bersiap. Kau sudah menyelesaikan urusan manusia mu? Tanya Baruna memastikan.
" Sudah. Kau segera lah bersiap. Kita harus bergerak segera sebelum kerjaan lain di serang. Itu akan berbahaya" Ucap Snowy lalu keluar dari kamar itu.
Baruna langsung membersihkan diri sebentar lalu berubah ke wujud aslinya.
Baruna yang tampak cantik dengan baju dress putih panjang dengan dua selendang hijau dan kuning yang tersampir di tubuhnya
Keduanya kemudian melesat cepat hingga tiba di perbatasan.
Terlihat daerah perbatasan cukup parah porak-poranda.
"Sialan! Siapa yang berani melakukan ini! " Ucap Baruna sangat marah hingga ombak menggulung tinggi menghantam bibir pantai.
"Aku akan mencari tau di sekitar. Kau masuklah dulu ke kerajaan kecil" Ucap Snowy yang laku bergerak mencari petunjuk pelaku.
Baruna perlahan melangkah kan kakinya yang tampak melayang di perbatasan itu.
Baruna terdiam dan menemukan beberapa penyu kecil yang menjadi korban dan terluka parah. Tampak penyu-penyu itu akan segera meninggal.
Hanya dengan usapan lembut tangan Baruna sudah membuat penyu-penyu itu kembali pulih tanpa merasakan sakit apapun.
Ya Baruna memiliki kemampuan khusus menyembuhkan luka apapun jika berada di air dan perbatasan air dan darat.
"Kalian akan aman. Tenang akan aku hancurkan yang berani mengacau di sini" Ucap Baruna yang langsung menuju singasana kerajaan kecil.
Terlihat sesuatu duduk di atas singasana yang indah.
.
__ADS_1
.
.