Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Bagaimana Bisa?


__ADS_3

"Kau bisa melihat ku?" Tanya Baruna dengan raut wajah terkejut.


"Iya tentu Una. Kenapa?"  Tanya Ethan yang heran dengan sikap Baruna.


"Aku tidak membawa raga kasar ku. Aku sekarang dalam wujud roh. Tidak mungkin kau bisa melihat dan menyentuh ku"


Jelas Baruna yang sangat terkejut Ethan bukan hanya bisa melihat wujud rohnya tapi juga bisa menyentuhnya.


"Eh. Kau benar. Aku melihat raga Avisa masih di balai desa. Tapi Aku tidak melihat raut wajah mu di wajah raga Avisa makanya aku keluar mencari mu"


Ucap Ethan jujur.


Ethan kemudian menceritakan apa yang terjadi saat semuanya sudah terlelap. Bagaimana bisa dia keluar ke hutan itu.


Sebenarnya dia sudah terlelah tapi entah mengapa dia merasa ada sesuatu yang mengganggunya. Dia terbangun dan melihat sosok Avisa masih tidur lelah.


Ethan tersenyum dan hendak kembali merebahkan tubuh. Namun sejurus kemudian dia memandang wajah sosok Avisa itu lagi. Dia tidak bisa menemukan wajah Baruna di dalamnya. Karena selama Baruna menggunakan sosok Avisa, Ethan selalu bisa melihat wajah Baruna sekilas muncul di wajah Avisa.


Ethan memegang tubuh Avisa dan sangat dingin seperti tidak ada darah, dia memeriksa denyut nadinya juga tidak berdetak namun terlihat tubuh itu masih bernafas.


Entah apa yang membuat Ethan yakin jika Baruna tidak ada dalam tubuh itu. Dia ingat Baruna tampak serius mendengar pembicaraan tentang hantu Palasik di desa itu. Ethan menerka Baruna sedang mencari palasik itu.


Makanya Ethan keluar mencoba melihat apa dia bisa menemukan sosok palasik itu. Dan di saat itulah dia berjalan menuju hutan dan melihat Baruna ada di sana.


"Aku tidak tau. Itu yang bisa aku jelaskan pada mu. Aku tidak bohong"


Jelas Ethan menceritakan semuanya pada Baruna.


Tentu Baruna percaya Ethan tidak bohong. Memang itu yang akan terjadi pada tubuh Avisa jika roh Baruna keluar dari tubuh itu.


Namun yang membuat Baruna merasa janggal adalah bagaimana cara Ethan bisa melihat rohnya dan menyentuhnya seperti tadi.


Hal yang aneh menurut Baruna.


"Kita kembali dulu. Akan aneh jika orang melihat mu di dalam hutan dan esoknya mereka menemukan jasad pelaku palasik"


Ucap Baruna yang menuntun Ethan keluar dari hutan dengan selamat dan mereka kembali ke aula desa.


Roh Baruna masuk kembali ke tubuh kasarnya. Dia sudah tidak bisa tidur begitu pula dengan Ethan.


Keduanya memutuskan membuat teh hangat dan duduk di luar aula sambil berbincang.


"Ini teh untukmu"


Ucap Ethan menyodorkan segelas teh pada Baruna.


"Terima kasih"

__ADS_1


Ucap Baruna menerima teh hangat itu dan menyesapnya perlahan.


"Aneh sekali. Jika memang harusnya aku tidak bisa melihat roh itu kenapa tadi bisa?"


Tanpa Ethan pada Baruna. Keduanya sama - sama bingung.


Lalu Baruna ingat dia belum menceritakan tentang apa yang dia ketahui tentang Kaimana.


"Ah ya Et. Sebenarnya ada yang ingin aku ceritakan padamu. Dan mungkin aku butuh bantuanmu juga"


"Katakanlah. Apa pun itu akan aku bantu"


Ethan selalu sangat mendukung dan menjaga Baruna. Apa pun yang dibutuhkan Baruna tentu akan dia penuhi.


"Aku kemarin hari menuju istana barat. Ratu duyung meninggal di bunuh orang tidak di kenal dan mutiara bulan dalam dirinya di curi"


"Mutiara bulan?"


Ethan terdengar bingung. Banyak sekali hal yang membingungkan dirinya mengenai dunia gaib.


Hal baru apalagi ini. Mutiara bulan? Astaga Ethan sampai kebingungan dengan banyaknya fenomena yang terjadi.


Salah satunya melihat wujud Palasik secara langsung. Wujud kepala yang mengerikan dengan usus jantung dan teman - temannya bergelantungan.


Bisa di katakan Ethan tadi merasa mual melihat makhluk itu. beruntung dia bisa menahan diri agar tidak terlihat lemah di hadapan Baruna.


"Iya itu salah satu dari 3 Mustika besar. Dan itu tidak boleh jatuh ke tangan manusia ataupun makhluk lain secara sembarangan. Itu bisa membawa bencana jika di salah gunakan"


"Dan kau ingin aku bantu mencari benda itu di dunia manusia?" terka Ethan.


"Iya benar. Kau banyak mengenal orang. Mungkin saja ada orang iseng yang membunuh ratu duyung dan mengambil mutiaranya untuk di jual sebagai barang antik kepada orang - orang kaya"


Jelas Baruna kemudian.


Ethan mengangguk paham. Dia menyanggupi permintaan Baruna.


"Kau bilang tadi itu salah satu dari 3 mustika besar. Jadi yang 2 lagi apa?"


Tanya Ethan penasaran.


"Kata Raja Naga. Itu ada Mutiara Naga dan Cakra Elang. Jika ketiganya di gabungkan akan menjadi kekuatan yang sangat besar yang bisa menguncang bumi laut dan langit"


Jelas Baruna.


"DAn yang lainnya aman?"


Tanya Ethan penasaran.

__ADS_1


"Ya. Mutiara Naga ada di dalam tubuhku ternyata"


Ucap Baruna yang membuat Ethan juga terkejut.


"Apa??"


Ethan terpekik terkejut. Hal aneh yang baru dia dengan lagi. Semua terdengar mustahil.


"Kau tidak percaya bukan? Aku juga"


Jelas Baruna.


"Bukan begitu. Maksud ku kalau benda itu harusnya ada di makhluk yang memang gaib bukan? Sedangkan mutiara bulan juga ada di ratu duyung. Jadi kenapa mutiara naga ada di tubuh mu yang manusia. Dan kenapa malah kau bisa mengalami masalah berat dan harus menjadi begini. Harusnya benda itu bisa melindungimu bukan?"


Tanya Ethan dengan kritis. Benar adanya perkataan Ethan. Bukan hanya Ethan yang bingung. Baruna juga bingung.


"Aku juga tidak paham" Jawab Baruna singkat.


"Dan cakra elang ada pada dewa elang?"


Tanya Ethan memastikan.


"Entah lah. Katanya tidak ada yang tau di mana benda itu berada. Tugas ku adalah menemukan mutiara bulan dan mengamankannya"


Jawab Baruna lagi.


"Baiklah Aku akan membantu mu sebisa ku. Bentuknya seperti apa?"


Tanya Ethan pada Baruna lagi.


"Terlihat sekilas seperti mutiara biasa, namun di setiap jam jika di perhatikan warnanya selalu berubah - ubah"


Ucap Baruna menjelaskan seperti apa mutiara bulan itu.


"Dan saat malam purnama maka dia akan memantulkan sinar purnama yang indah. Kekuatannya bisa meningkat hanya saat bulan purnama"


Jelas Baruna lagi.


Ethan tampak menghela nafas berat. Mau tidak mau dia harus percaya dan membantu karena Baruna menceritakan hal itu padanya. Tandanya Baruna mempercayai Ethan sepenuhnya.


"Aku akan membantu mu. Percayalah"


Ucap Ethan sambil tersenyum manis.


Keduanya kemudian membahas hal lain hingga ayam mulai berkokok.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2