
Malam itu Baruna tidak dapat tidur dengan nyenyak. Entah mengapa dirinya merasa gelisah.
"Ada apa denganku. Kenapa aku gelisah seperti ini?" Tanya Baruna pada dirinya sendiri.
Baruna berjalan keluar kamar. Dirinya mendekati jendela besar dan mengamati bulan sabit yang bersinar indah.
... Dia dalam bahaya...
Baruna mendengar suara entah dari mana.
"Siapa dalam bahaya?" Gumam Baruna kebingungan.
Warna bulan sabit menjadi merah di mata Baruna.
"Pertanda buruk" Gumam Baruna.
Snowy pun terbangun dan mendekati Baruna.
"Ada yang tidak beres?" Tanya Snowy yang paham dengan sifat Baruna jika tidak bisa tidur dengan nyenyak.
"Snowy. Apa kau yakin kedua Kakak ku baik baik saja?" Tanya Baruna memastikan. Dia tidak ingin Kakaknya mendapat kejadian buruk lagi.
"Tentu. Perumahan itu dijaga ketat. Tentu saja tidak mudah orang mau mencelakai mereka. Lagi pula beberapa burung jelmaan sudah aku perintahkan untuk selalu berpatroli di daerah sana agar bisa memberi informasi jika ada sesuatu yang terjadi" Jelas Snowy panjang lebar.
Baruna menghela nafas panjang. Lantas siapa yang dalam bahaya. Bisikan itu begitu jelas dan warna bulan yang merah pertanda orang yang berbagi kehidupan dengan nya sedang dalam masalah.
"Kita harus berkeliling. Perasaan ku tidak enak" Ucap Baruna mengajak Snowy.
Tanpa membantah tentu Snowy mengikuti kemauan Baruna. Keduanya berkeliling dengan wujud tak terlihat mulai dari rumah yang kini ditempati kedua Kakak Baruna.
.
.
.
Di tempat lain seorang pria muda berlari kencang dengan langkah yang tertatih. Sebelah kakinya sakit dan terluka mengucurkan darah segar.
"Hoshhhh.. Hoshhhh. Hoshhhh"
Suara nafas tersengal sengal dari seorang pria muda berpakaian jas yang rapi. Dia menghindari sesuatu yang tak jelas wujudnya. Manusia dengan tubuh besar namun bertaring dan mata merah sedang memburuhnya.
Pria muda itu adalah Ethan. Dia yang saat itu sedang mengikuti jamuan makan malam dari kenalan Papanya tidak langsung kembali ke rumah. Ethan melipir ke sebuah supermarket mini yang menjual alkohol di dekat pantai timur.
Di malam yang gelap saat dia sedang asik menikmati sekaleng bir, seseorang tiba-tiba menyerangnya tanpa aba aba.
Sadar akan bahaya, Ethan lantas berlari menuju mobil. Sialnya mobil itu tidak bisa di hidupkan. Tanpa berpikir panjang Ethan terus berlari sepanjang jalan menuju ke arah pantai.
"Ka-Kau siapa???!!! " Tanya Ethan terbata bata.
Dia merasa heran karena sudah banyak kejadian tidak masuk akal yang dia hadapi belakangan ini.
Mahluk itu tersenyum menyeringai. Dari sela sela gigi mahluk itu tampak tetesan merah menyerupai darah segar.
'Ini tidak benar. Astaga. Mahluk apa itu. Siapapun tolong aku' Batin Ethan yang mulai ketakutan melihat mahluk tidak masuk akal dihadapannya itu.
Mahluk itu semakin dekat. Dengan satu tangan mahluk itu mengangjat dna melempar Etahn hingga tersungkur di pasir pantai. Tubuh Ethan juga terkena air ombak di pantai itu.
"Hahahaha" Suara tertawa yang mengerikan terdengar. Mahluk itu menginjak dada Ethan hingga Ethan kesulitan bernafas.
"Kau siapa? Apa mau mu?" Tanya Ethan di sela-sela rasa sakit pada dadanya.
Mahluk itu semakin kuat menginjak dada Ethan. Ethan hanya manusia biasa yang tak mampu bertahan jika di serang mahluk jadi jadian itu.
"Aku akan mencabut nyawa mu dan nyawa keluarga mu. Tak akan ada lagi yang bisa menghalangi keinginan Tuan ku untuk naik di kursi kebesaran" Ucap mahluk itu sambil tertawa senang.
__ADS_1
'Dia... Apa suruhan orang itu?? Tapi kenapa dia bisa mempercayai mahluk begini?' Batin Ethan menerka siapa yang ingin membunuhnya.
Mahluk itu tampak mengangkat bongkahan besar batu karang di dekatnya dan melemparkannya ke arah Ethan.
Ethan memejamkan mata tidak mampu lagi menghindar. Dirinya pasrah jika hari itu juga nasibnya berakhir.
Namun semenit berlalu dia tidak merasakan batu itu menyentuh tubuhnya. Malah dia mendengar teriakan marah dari mahluk itu.
Ethan membuka matanya. Di hadapannya berdiri seorang gadis. Di kiri kanannya terlihat batu karang itu sudah pecah menjadi beberapa bagian kecil.
Mata Ethan mengerjap, Dia sampai menggosok berkali-kali kelopao matanya untuk memastikan apa yang di lihatnya nyata atau tidak.
Mahluk itu dalam sekejap terpenggal menjadi beberapa bagian oleh gadis dihadapannya itu.
Mahluk itu mengerang kesakitan dan berubah menjadi abu.
"Berani mengacau di daerah kekuasaan ku. Dasar mahluk sialan!" Ucap gadis itu lalu berbalik melihat ke arah Ethan.
Etahn terkejut. Wajah itu wajah Baruna. Ya, wajah Baryna, gadis yang sudah mencuri hatinya dan menghilang sekian lama.
Baruna juga menatapnya dengan pandangan heran-terkejut-kesal bercampur.
Ethan memegang dadanya yang terasa amat kesakitan akibat injakan keras mahluk itu. Dirinya memuntahkan darah. Lalu dunia menjadi gelap untuknya.
.
.
Disaat itu, Baruna yang berkeliling mencari sebab oerasaannya tidak tenang tidak juga menemukan sebabnya. Kedua Kakaknya baik baik saja.
Baruna merasa sesuatu di laut bergetar. Ombak terasa menderu di telinganya.
"Kita kembali ke lau" Ucap Baruna pada Snowy.
"Ya sudah ambil mobil dulu" Ucap Snowy yang berpikir Baruna ingin kembali ke gua (baca:goa-red) untuk menenangkan dirinya.
Snowy langsung paham, keduanya ber-teleportasi dan tiba di dekat pantai dalam sekejap.
Baruna dan Snowy melihat seorang pria menjadi sasaran mahluk jahat kiriman seseorang.
Dengan satu langkah Baruna berdiir di hadapan pria itu menghalangi batu karangbyang di lempar oleh mahluk itu.
Batu itu terpecah-belah menjadi kerikil kerikil tanpa suara. Ombak tampak menggulung tinggi pertanda amarah Baruna.
Snowy langsung menerkam mahluk itu hingga mahluk itu terpental.
Tak butuh waktu lama. Baruna mengeluarkan Naga menembus jantung mahluk itu. Mahluk itu terpecah menjadi abu dalam sekejap.
Setelah memastikan mahluk itu hancur, Baruna berbalik menatap pria yang hampir saja meregang nyawa itu.
Mata Baruna membola terkejut. Baruna melihat Ethan. Ethan yang hampir terbunuh dan tampak kesakitan memegang dadanya. Ethan memuntahkan darah segar.
Belum sempat Baruna bertanya, Ethan sudah pingsan.
"Astaga.. " Keluh Baruna kesal. Dia harus berurusan dengan Ethan. Tapi dia tidak punya pilihan, tugasnya memang melindungi yang patut di lindungi, tapi dia tidak tahu jika malah Ethan yang harus dia tolong. Dalam wujud asli Baruna pula dia menolong Ethan.
"Sudah jangan banyak berpikir. Dia sepertinya terluka dalam. Kita harus membawa nya Baruna" Ucap Snowy.
"Kemana??" Tanya Baruna bingung. Dibawa ke rumah sakit tapi apa yang harus di jelaskan Baruna nantinya.
"Ke alam kita. Cepat! Dia bisa mati!" Ucap Snowy yang bisa melihat dada Ethan mulai memar biru dan hampir menghitam. Energi jahat itu menempel pada dada Ethan dan ingin membunuh Ethan.
"Hah??" Baruna terkejut.
"Tidak ada waktu! Kau lihat dadanya hampir hitam!!! Energi jahat itu masih ada Baruna!!" Ucap Snowy langsung berubah menjadi manusia dan mengendong Ethan.
__ADS_1
Baruna bingung. Bagaimana bisa tempat suci yang di buat oleh para Naga di injak manusia. Itu sama saja dia memberitahu manusia biasa akan alam mereka.
Namun belum sempat Baruna mencegah, Snowy sudah berlari jauh.
'Sialan anjing itu! Cepat sekali dia' Ucap Baruna dalam hatinya.
Ethan di baringkan Snowy di atas ranjang batu tempat biasa Baruna bersemedi.
Tak lama Ethan kembali mengerang dan memuntahkan darah yang mulai berubah menjadi hitam.
Melihat itu Baruna menjadi tidak tega namun dia tidak berani melakukan apapun. Dia takut melakukan kesalahan dan membuat para Naga marah. Dia belum pernah menolong luka manusia dengan kekuatannya. Biasa dia hanya menyelamatkan dan membiarkan manusia itu diselamatkan manusia lainnya. Tapi kali ini berbeda.
Di tengah kebimbangan Baruna, Suara Naga Qiulong terdengar di telinganya.
...Bantu dia. Selamatkan nyawanya seperti janji mu di kehidupan lalu. Jangan melanggarnya Baruna...
Baruna bingung. Janji apa yang dia ucapkan pada Ethan. Dia tidak pernah berjanji apapun pada pria itu, malah pria itu yang sebelumnya berjanji akan melindunginya dari orang-orang jahat sebelum Baruna hampir mati terbunuh.
...Lakukan saja jika kau tak ingin menyesal. Akan ada waktunya kau melihat semua kebenaran kehidupan...
Suara Naga Qiulong kembali terdengar.
Mendapat perintah itu Baruna mulai mengobati Ethan menggunakan kekuatannya.
Dengan terpaksa Baruna melepas kemeja yang di pakai Ethan. Terlihat dada bekas injakan mahluk itu sedikit demi sedikit mulai menghitam dari sebelumnya memar biru.
Baruna meletakkan tangannya di atas bekas injakan itu. Mata Baruna berubah menjadi hijau kuning, kekuatan para Naga membantunya mengobati luka dalam Ethan secara perlahan hingga akhirnya Ethan sekali lagi memuntahkan darah yang bercampur gumpalan hitam.
"Racun bunga Hydrangea. Siapa manusia gila yang memasukkan racun itu?" Gumam Baruna yang bisa mencium aroma bunga itu dari darah yang di muntahkan Ethan.
"Bunga yang indah tapi mematikan. Hanya orang terdekat yang menginginkan kematiannya demi kekuasan. Itu salah satu makna bunga itu Baruna" Ucap Snowy menjelaskan.
Di masa lalu Snowy sudah banyak melihat manusia yang membunuh anggota keluarganya demi menguasai harta dan kekuasaan sendirian.
Ethan kemudian di rebahkan di atas ranjang batu iru. Baruna mengambik selimutnya yang ada di ruang sebelah ranjang batu, kamar tidur Baruna.
Perlahan Baruna menyelimuti Ethan dan menatapnya lekat.
Tiba-tiba hati Baruna merasa oedih. Dia tidak bisa menahan air matanya. Baruna menangis.
"Ada apa denganku?" Ucap Baruna. Hatinya seklah tertusuk hingga merasa sakit. Baruna merasakan rindu-kecewa-marah saat menatap wajah Ethan terlalu lama.
Snowy keluar dari gua (baca:goa-red) untuk mencari beberapa buah dan kelapa segar untuk Ethan.
Sejam kemudian Etahn terbangun. Dia melihat sekeliling. Tempat yang sangat indah yang belum pernah dia temui di mana pun. Sebuah gua (baca:goa-red) yang sangat indah.
"Aku dimana.. " Ucap Ethan lirih. Dadanya masih sedikit terasa sakit.
Ethan terkejut kemejanya sudah terlepas dan tubuhnya ditutupi selimut yang lembut. Aroma bunga teratai menyerbak disekelilingnya.
Sedikit demi sedikit Ethan mengingat kejadian yang hampir mencabut nyawanya itu.
"Baruna" Gumam Ethan sambil tersenyum tipis.
Ethan ingat wajah gadis yang menyelamatkannya adalah Baruna.
"Apakah aku harus diambang kematian baru aku bisa bertemu dengan mu lagi? " Gumam Ethan lirih.
.
.
.
.
__ADS_1
Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.
-linalim-