
Selesai bertemu dengan Mino, Baruna memutuskan membawa Snowy pergi ke taman didekat restoran itu. Tentu taman yang boleh di masuki oleh binatang peliharaan.
Tampak beberapa orang juga membawa binatang peliharaan mereka. Baruna bermain dengan anjing anjing kecil itu sedangkan Snowy duduk dengan tenang di sebelah Baruna.
Baruna tidak menyadari seseorang sedang memperhatikannya.
"Avisa. Kau kah itu?" Sapa seseorang yang mendadak mendekati Baruna.
Baruna merasa kesal harus bertemu pria itu yang tak lain tak bukan adalah Frans.
"Hai. Kau disini? Kenapa mengabaikan telepon ku?" Tanya Frans.
"Aku lupa ponselku silent" Jawab Baruna singkat.
"Kau sering kemari? Ah apa kau mau memakan sesuatu biar aku belikan" Ucap Frans berusaha mendekatkan diri dengan Baruna.
"Tidak. Aku baru selesai makan" Jawab Baruna sekenanya.
"Setelah ini kau akan kemana?" Tanya Frans yang gencar mencoba mendekati sosok Avisa itu.
"Pulang dan istirahat" Jawab Baruna yang sangat malas bertemu mahluk satu itu.
"Boleh aku mengunjungi tempat mu?" Tanya Frans dengan tanpa malunya.
"Mengunjungi tempat siapa Frans?" Ethan tiba-tiba muncul diantara mereka.
"Hei Bro. Dari mana?" Tanya Frans mencoba mengalihkan pembicaraan. Namun sayangnya Ethan bukan orang mudah di alihkan pembicaraan jika dia belum menemukan kebenaran dan jawaban.
"Aku bertanya kau akan mengunjungi siapa?" Tanya Ethan dengan tegas. Dirinya tidak ingin Avisa atau Baruna di dekati lagi oleh manusia yang sudah tega menjual tubuh Baruna kepada pria hidung belang, dan Baruna juga tidak mendapatkan apapun dari perlakuan kurang ajar itu.
"Kenapa kau sangat ingin tahu Ethan? Apa hubungan ku dengan Avisa?" Tanya Frans penasaran.
"Bukan urusan mu! Ingat, aku sangat tau siapa kau! Jangan coba-coba menyentuh gadis ini atau aku yang akan menghancurkan semua bisnis mu!" Ancam Ethan.
Frans sangat kesal tidak mampu berbicara apapun. Dia tidak ingin sosok Avisa mengenalnya sebagai pria bajingan. Dia sangat tertarik pada gadis cantik itu. Frans memilih mengalah dan mencari kesempatan lain untuk mendekati Avisa.
Melihat dua orang yang sangat tidak ingin dirinya temui membuat Baruna merasa kesal. Dia hanya ingin bersantai dengan tenang bersama Snowy.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Ethan tampak khawatir.
__ADS_1
'Baruna' Ethan berharap Baruna bisa mendengar suara hatinya yang memanggil nama Baruna.
"Memang apa yang bisa terjadi padaku? Kau seolah bertanya pada korban pelecehan saja!" Ucap Baruna sambil tertawa.
"Tidak. Maaf membuatmu merasa begitu. Apa kau masih mau disini? Sebentar lagi akan banyak kupu kupu di sekitar sini" Jelas Ethan.
"Kupu-kupu?? " Tanya Baruna penasaran.
"setiap jam 5 bunga bunga disini serentak bermekaran. Sehingga menarik banyak kupu kupu yang datang. Itu sangat indah" Jelas Ethan yang membuat Baruna cukup penasaran seperti apa pemandangan nantinya.
Baruna melihat jam tangannya. Berhubung sebentar lagi jam 5 maka dia setuju untuk duduk dan menunggu sebentar bersama Ethan.
Ethan memperhatikan wajah dan gerak gerik sosok Avisa itu. Cara duduknya mengingatkan Ethan dengan Baruna.
"Kau apa baik baik saja selama ini?" Tanya Ethan seolah menanyakan kabar Baruna, gadis yang sangat dia rindukan.
"Apa maksud mu? Kita juga baru bertemu lagi" Ucap Baruna tidak ingin terjebak pembicaraan aneh. Dia juga merasa Ethan seperti mengetahui sesuatu Tingkah pria disebelahnya ini sangat aneh.
"Aku sebenarnya menunggu seseorang selama enam bulan terakhir ini. Dia menghilang tanpa kabar" Ucap Ethan tiba-tiba.
Baruna mulai merasa tidak nyaman berbicara dengan Ethan.
"Dia gadis baik. Hanya aku dan pria bajingan lainnya yang sudah menyakitinya. Aku merindukan dia sejak pertemuan pertama kami. Tapi aku tidak bisa menemukan dia dimananya. Bayangan wajahnya selalu muncul dipikirannku. Dan kau tahu apa yang lebih gila lagi?" Tanya Ethan sambil menatap Baruna.
"Aku bisa melihat wajahnya saat aku menatapmu. Senyumannya, cara bicaranya, dan juga bagian wajah mu mirip dengannya. Setiap bersamamu hatiku merasa sedang bersamanya" Ucap Ethan jujur. Ingin sekali dia memeluk Baruna saat itu juga.
"Haha. Kau bercanda. Mana mungkin aku adalah orang yang kau cari. Kita juga baru mengenal. Kau aneh" Ucap Baruna berpura-pura. Dia tidak akan membiarkan siapapun tau siapa dirinya, dia tidak akan membiarkan rencana pembalasannya gagal.
"Kau benar. Aku aneh. Aku bahkan berpikir diriku sudah gila. Belum pernah aku mencintai perempuan seperti ini, aku sampai merindukan sosok yang aku cintai itu meski baru bertemu pertama kali. Meskipun pertemuan kami dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Tapi aku paham betul, hatiku sudah jatuh cinta padanya dan aku bahkan bisa merasakan getaran yang sama. Hatiku selalu berkata kalau aku sudah menemukannya" Ucap Ethan yang membuat Baruna terkejut.
Bagaimana mungkin Ethan mencintai dirinya. Itu hal yang mustahil apalagi mereka berjumpa sebagai klien dan wanita yang ditugaskan memuaskan si klien.
Takut ada yang mendengarkan perkataan Ethan membuat Baruna bangkit dari duduknya untuk segera pergi dari taman itu. Bisa runyam jika orang tahu siapa dia.
"Kau mau kemana?" Tanya Ethan heran.
"Aku akan pulang. Aku rasa sudah terlalu lama kita berbicara hal aneh yang tidak masuk akal. Aku permisi" Ucap Baruna, dia harus menghindar dari Ethan. Lagi pula dia sudah menemukan Frans yang dia cari.
Ethan menarik tangan Baruna hingga tubuhnya terhempas ke dada Ethan yang bidang itu. Ethan memeluknya dengan hangat.
__ADS_1
Degub jantung Ethan bisa didengar oleh Baruna. Sejenak Baruna terdiam dan merasa nyaman.
"Baruna, aku tidak tahu kenapa kau menghindar. Tapi aku yakin kau Baruna. Aku berjanji akan melindungimu" Bisik Ethan di telinga Baruna sebelum melepas pelukan mereka.
Baruna yang mendengar perkataan itu terdiam sejenak lalu menatap tajam pada Ethan.
"Aku Avisa. Jangan pernah menyebutku sebagai orang yang entah siapa itu. Ingat, aku Avisa" Ucap Baruna lalu membawa Snowy meninggalkan taman itu..
Snowy menatap Baruna yang tampak kacau. Sedih, senang, marah, kesal semua bercampur menjadi satu.
Ethan hanya mampu menatap punggung Baruna yang berjalan semakin menjauh dan memasuki mobilnya meninggalkan tempat itu.
"Aku akan melindungi mu. Aku berjanji. Aku mengerti kau pasti tidak ingin ada yang tahu. Tapi aku masih tidak paham kenapa bisa begini. Kenapa kau menjadi orang lain" Gumam Ethan lirih. Hatinya merasa senang menemukan Baruna tapi juga sedih karena Baruna menyangkali hal itu.
.
Di mobil mata Baruna menatap tajam. Rasa kesalnya membuat langit berubah mendung dan mulai terdengar gemuruh petir.
"Jaga perasaan mu. Jangan terbawa suasana. Kau mengacaukan cuaca yang seharusnya!" Tegur Snowy yang tidak ingin Baruna merusak cuaca yang seharusnya.
"Maaf. Bagaimana dia bisa tau itu aku?" Tanya Baruna kesal. Dia tidak boleh ketahuan.
"Sudah aku bilang, takdir kalian itu unik. Tapi jika dia menganggu maka habisi saja. Bukan kah itu perkataan mu? Lagian dia salah satu pria yang sudah tega menyentuhmu dan kasar juga dengan mu" Ucap Snowy memancing reaksi Baruna. Dia ingin melihat sekuat apa Baruna memang ingin membalas dendam.
"Tentu akan aku habisi jika dia berani macam macam. Walaupun itu akan sangat bodoh jika dia memberitahau orang lain kalau aku adalah Baruna. Tidak akan ada yang percaya karena test DNA pun aku tetaplah Avisa" Ucap Baruna dengan tegas.
"Baguslah. Maka dari itu abaikan dan jauhi dia. Kau juga sudah menemukan dua target yang kau cari bukan?" Ucap Snowy. Bukan ingin kejam tapi dia tidak mau Baruna menjadi lemah dan lupa tujuan awalnya setelah seluruh penderitaan dan rasa sakit yang harus dia tanggung. Belum lagi hukuman dia yang akan terus menerus dia rasakan tanpa masa selesai.
"Ya. Aku paham. Aku akan membeli daging sebentar. Daging kesukaan mu sudah habis" Ucap Baruna lalu turun menuju supermarket.
Snowy duduk sendiri menunggu di dalam mobil. Dia tidak bisa ikut masuk dalam supermarket dalam wujud seekor anjing husky.
"Maaf Baruna. Tapi aku tidak akan membiarkan mu lemah. Kau sudah pernah dilukai oleh mereka. Semua airmata dan rasa sakitmu selama ini tidak boleh sia sia. Aku akan melapor pada para Naga tentang ini" Gumam Snowy..
.
.
.
__ADS_1
Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.
-linalim-