Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Tidak Akan Pernah Hilang


__ADS_3

"Loh kau sudah pulang?"


Tanya Baruna terkejut melihat Snowy yang sedang duduk di sofa sambil menonton televisi.


"Lihat dulu sudah jam berapa. Lagian ngapain aku terlalu lama di luar dengan manusia begitu. Kebanyakan flexing sakit kepala aku lihatnya"


Ucap Snowy yang sejak awal memang sangat tidak suka dengan sifat Zaky yang cenderung hedon. Namun tidak ada pilihan lain karena hanya dia yang bisa membantu Baruna mengurus Zaky. Apalagi itu termasuk penipuan, jadi tidak mungkin menyewa orang untuk mengerjakan hal itu.


Baruna menatap jam yang sudah menunjukkan hampir pukul 5 sore. Dia menepuk jidatnya sendiri. Dia merasa baru bersemadi beberapa menit. Namun ternyata sudah pukul 5 sore. Berarti sudah hampir 5 jam dia bersemadi.


"Tidur tadi?"


Tanya Snowy yang tau jika Baruna semalaman pasti menjaga Ethan hingga tubuhnya benar- benar pulih. Jika tidak mana mungkin Ethan bisa secepat itu pulih dan segar seolah tidak ada yang terjadi padanya.


"Tidak. Aku semadi tadi. Sampai lupa waktu"


Baruna tampak meregangkan ototnya yang sudah terlalu lama duduk bersemadi itu.


Lea berjalan menuju ke arah dapur dan mengambil air minum, Dia cukup kehausan karena tidak minum selama 5 jam. Meskipun tidak akan mati tanpa minum namun tubuh manusianya itu masih butuh asupan cairan yang cukup.


Menjadi makhluk setengah manusia setengah gaib memang hal yang sulit. Dia tidak perlu tidur sebenarnya namun demi menjaga fisik manusianya dia tetap harus tidur.


Dia tidak butuh makan seperti manusia pada umunya, dia bisa menghirup sari makanan saja sebenarnya namun tidak bisa dia lakukan hal itu pada tubuh manusianya.


Dan dia juga terkadang seperti binatang berdarah dingin, dia kadang tidak memiliki rasa kasihan. Dia sadari hal itu. Mungkin sebagian darah naga sudah benar - benar menguasai diriĀ  Baruna.


Walau begitu Baruna masih bisa merasa kasihan pada orang yang benar - benar butuh pertolongannya. Dia belum sekejam itu sampai tidak peduli seperti apa yang Snowy lakukan selama ini.


Anj1ng setia itu hanya akan mengorbankan diri demi melindungi Baruna juga binatang lainnya yang di siksa manusia. Jika berhadapan dengan manusia dia tidak memiliki rasa kasihan meskipun manusia itu sudah sekarat di hadapannya.


Terbukti dari Snowy yang di hukum karena membunuh satu keluarga manusia yang tega menghabisi nyawa binatang peliharaan mereka yang merupakan teman Snowy.

__ADS_1


"Jadi bagaimana selanjutnya?"


Tanya Snowy menyadarkan Baruna dari lamunannya.


"Sudah berapa banyak uang yang terkumpul di kantor"


Tanya Baruna memastikan. Snowy tersenyum senang seolah dia sudah di ijinkan bermain lebih.


"Sudah hampir semuanya. Tinggal sedikit lagi. Ah apa bisa aku bermain dengannya sekarang?"


Tanya Snowy tersenyum jahil. Bermain versi Snowy tentunya mengerikan. Sepertinya Snowy tidak sabar ingin menyiksa dan menghancurkan kehidupan Zaky.


Baruna merasa heran dengan Snowy yang lebih bersemangat untuk menghancurkan Zaky ketimbang dirinya sendiri yang memiliki dendam pada Zaky dan keluarganya.


Setidaknya Baruna masih sedikit merasa miris dengan kehidupan Zaky meskipun kaya tapi rasa sayang yang sesungguhnya tidak pernah dia dapatkan. Karena Zaky hanya di doktrin sang Ibu - Dea Sari yang merupakan Tante dari pihak Ayah Baruna. Alias adik dari ayah Baruna itu selalu hanya mengajarkan hidup mewah. Harus kaya dengan cara apa pun.


Termasuk melukai Baruna dan merampas semua yang seharusnya menjadi milik keluarga Baruna.


Ucap Baruna yang tidak mungkin mencegah Snowy menghukum Zaky. Walaupun begitu dia tidak ingin Zaky mati.


"Kenapa? Kalau dia mati kan bagus, Tante iblis mu itu sudah tidak punya keturunan lain selain Zaky kan?"


Tanya Snowy heran dengan apa yang di ucapkan Baruna.


Baruna menatap dalam pada Snowy dan menghela nafas.


"Jangan katakan kalau kau kasihan pada mereka? Kalau kasihan untuk apa sejauh ini kita bertindak Baruna. Ingat tujuan mu. Kau sudah mengorbankan hidupmu sendiri untuk bisa sampai di titik ini"


Jelas Snowy yang sedikit kesal. Dia tidak mau Baruna menyia - nyiakan waktunya mengasihani musuhnya yang sudah begitu kejam dengan Baruna. Bagaimana pun Snowy melihat sendiri penderitaan Baruna termasuk hukumannya setiap bulan purnama penuh.


Jadi dia tidak mau Baruna melepas kesempatan menghancurkan musuhnya dan membuat musuhnya ingin memilih mati saja dari pada mendapat penyiksaan hidup.

__ADS_1


"Akan lebih menyakitkan dan menjatuhkan Dea sari jika Zaky hidup tapi cacat. Dia sangat suka membanggakan putra satu - satunya dan kekayaan mereka"


Jelas Baruna yang membuat Snowy tersenyum. Dia senang Baruna masih sekejam itu pada musuhnya.


"Aku kira kau akan melepaskannya"


"Tidak akan pernah. Bahkan bila aku harus musnah maka aku tetap akan menghancurkan mereka semua"


Baruna menatap Snowy dengan mata penuh kebencian karena mengingat semua rasa sakit yang dia alami dulu. Sangat buruk hingga dia memiliki kebencian sedalam itu.


Ting... Tong....


Bunyi bel apartemen terdengar. Snowy dan Baruna saling menatap.


Mereka tidak memesan makanan dan tidak ada janji dengan siapa pun.


Memang beberapa kenalan artis yang di kenal Baruna tau apartemen Baruna namun tidak mungkin mereka bisa datang dan mengakses lift jika tidak di ijin kan Baruna.


"Siapa?"


Tanya Snowy pada Baruna. Baruna hanya menggeleng tanda dia juga tidak tau.


Baruna berjalan menuju pintu dan membukanya. Dia terkejut melihat seseorang berdiri di hadapannya dengan pakaian yang sangat rapi.


"Kau??"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2