
Kediaman keluarga Christian~
Ethan tampak tidak tenang dalam tidurnya. Tubuhnya terus bergerak ke kiri - kanan.
Di dalam mimpinya dia melihat seseorang yang membawa tombak berusaha membunuh Kaimana.
Itu orang yang berbeda bukan pangeran Arvie yang memburu Kaimana. Dimana pangeran Arvie. Entah lah, Ethan tidak menemukannya.
Di hadapannya kini ada Kaimana yang berusaha melindungi seseorang. Entah siapa yang sedang dia lindungi namun akhirnya dia kalah. Kaimana tampak sedang lemah saat itu.
Hampir saja tombak pria itu mengenai Kaimana jika seekor naga tidak segera keluar dari bahunya dan menyerang pria itu.
Pria itu mundur dan tersenyum puas saat melihat orang yang di lindungi Kaimana sudah terluka parah. Ethan tidak paham apa tujuan pria itu.
Suara Kaimana terdengar cemas memanggil pria yang dia lindungi.
"Tuan.. Tuan Raja!!! Tuan!!! Bertahanlah!!!"
Suara Kaimana terdengar menggema hingga menusuk hati Ethan. dia begitu bingung dengan apa yang dia lihat dalam mimpi itu.
Tidak lama Ethan merasa dirinya di tarik hingga terbangun. Dia melihat sekelilingnya, Dia ada di kamar dan kondisi masih gelap.
Jam baru menunjukkan pukul 3 dini hari. Ethan menyesap wajahnya dengan kasar. Dia cukup pusing memikirkan tentang mimpi anehnya itu.
"Mimpi apalagi ini. Aku tidak paham"
Gumam Ethan.
Meskipun dia sudah tau jika kemungkinan besar dia reinkarnasi dari pangeran Arvie tetap saja dia merasa masih banyak teka teki yang belum terjawab.
__ADS_1
Dan perasaannya setiap melihat Kaimana dalam mimpi masih selalu sama. Dia masih merasa sakit dan sangat terluka setiap mengingat wajah gadis cantik itu di dalam mimpinya.
Ethan mencoba kembali merebahkan tubuhnya dan tidur. Masih terlalu pagi untuknya beraktivitas hari itu.
Begitu matahari menyambut, Ethan sudah bersiap untuk ke kantor. Ethan menuruni tangga menuju ke arah ruang makan menyapa Papa dan Mamanya.
"Pagi Pa, Ma"
Sapa Ethan pada Tuan dan Nyonya Christian yang sedang menikmati sarapan bersama.
"Pagi Et"
"Pagi sayang"
"Sarapan dulu"
Kedua orang tuanya memang sangat menyayangi Ethan.
"Aku jalan dulu Pa, Ma. Ada meeting penting"
Pamit Ethan pada kedua orang tuanya.
"Hati - hati sayang"
Ucap sang Mama yang di balas dengan senyuman manis dari Ethan.
Ethan segera masuk ke dalam mobil dan mulai bergerak menuju ke arah gedung perusahaan keluarganya.
Begitu tiba tentu saja Ethan langsung di sambut dengan hormat oleh karyawan di sana.
__ADS_1
Segera Ethan menuju ruang rapat bersama asisten setianya. Dia tampak sangat fokus mengerjakan segala hal yang ada di perusahaan.
Beberapa kali telepon masuk dari teman-temannya yang sering mengajaknya untuk mabuk dan mengisi waktu dengan bermain wanita juga dia abaikan.
Bukan kesukaan Ethan sebenarnya, namun jika wanita itu menawarkan diri maka Ethan akan membayarnya dan tentu semua perlakuan Ethan akan kasar hingga wanita itu menangis dan menyesal menawarkan layanan ranjang pada Ethan.
Namun sejak mengenal Baruna dan kasar pada Baruna, Ethan mulai berubah. Dia tidak lagi bermain wanita meskipun di tawarkan secara gratis pun.
Entah lah, Ethan ingin menjaga penilaian Baruna tentang dirinya. Lebih tepatnya dia sudah jatuh cinta pada Baruna, dan dunianya kini berpusat pada Baruna.
Hari menjelang sore, pekerjaannya kini sudah selesai untuk urusan perusahaan.
"Yon, Aku akan pergi ke satu tempat setelah itu Aku akan langsung pulang. Jika ada yang urgent kabari ya"
Ucap Ethan pada asisten pribadinya itu.
"Baik Tuan Muda"
Jawab Asisten Ethan dengan patuh. Memang sudah tugasnya mengurus kantor saat Ethan tidak ada di sana.
Mobil Ethan melaju menuju ke rumah orang tua Baruna. Ethan melepas jasnya dan menggulung lengan kemejanya. Dua kancing kemeja juga dia buka dan dasi nya dia lepaskan.
Dia menyempatkan diri membeli beberapa makanan untuk di bawa ke rumah orang tua Baruna. Kini baginya orang tua Baruna juga adalah orang tuanya. Dia memperlakukan mereka dengan sangat baik dan tulus.
Sama seperti dia menyayangi orang tua kandungnya sendiri. Mobil kini mulai memasuki desa tempat orang tua Baruna tinggal.
.
.
__ADS_1
.