
Malam tiba. Baruna tampak sudah bersiap mengenakan dress hitam yang indah dengan punggung yang terbuka.
Ethan sudah memberi tahu bahwa pesta itu merupakan pertemuan para pebisnis dan orang-orang kaya yang tentunya akan mengenakan gaun dan jas.
Sesuai janji, tepat pukul 7 Ethan tiba di apartemen Baruna.
Baruna sudah bersiap dan menunggu Ethan di loby apartemen.
Ethan terpukau melihat penampilan Baruna, meskipun wajah yang terlihat adalah sosok Avisa namun sesekali Ethan masih selalu bisa melihat wajah asli Baruna yang tersirat.
Ethan tersenyum senang melihat Baruna memakai kalung pemberiannya.
"Ada apa? " Tanya Baruna yang heran melihat tatapan Ethan.
"Kau cantik sekali. Ah maksud ku memang selalu cantik" Ucap Ethan merasa gugup.
"Benarkah?" Tanya Baruna tersenyum tipis.
"Iya. Sangat cantik" Ucap Ethan.
"Berarti aku juga bisa memancing perhatian orang-orang itu?" Tanya Baruna memastikan.
"Tentu. Mereka pasti tertarik dengan kehadiran mu. Apalagi kau sangat terkenal di kalangan artis" Jelas Ethan.
' Cantik. Dia memang cocok dengan kalung itu ' Ucap Ethan dalam batinnya.
"Ayo berangkat" Ucap Baruna.
Ethan langsung mempersilahkan Baruna masuk ke dalam mobil sedangkan dirinya memutar masuk ke kursi pengemudi.
Ethan melajukan mobil dengan stabil menuju ke tempat pesta yang di adakan.
Baruna tampak tersenyum memikirkan kesempatan mendekati orang-orang yang sudah menghancurkan nya.
Ethan yang melihat Baruna tersenyum lalu bertanya apa yang ada di pikiran Baruna saat ini.
"Apa ada yang menyenangkan? " Tanya Ethan penasaran.
"Ya. Sangat menyenangkan bisa mendekati orang-orang itu lagi dengan wujud berbeda. Apalagi bisa menghancurkan mereka" Ucap Baruna antusias.
"Oh~ Ah ya sebelum aku lupa. Terus di sisi ku jika berada di sana. Setau ku ada beberapa orang yang memiliki sejenis khodam" Ucap Ethan mewanti-wanti Baruna.
"Khodam? Dari mana kau tau? " Tanya Baruna heran.
" Sudah menjadi pembicaraan umum di antara beberapa orang pebisnis. Jujur sejak dulu aku tidak percaya hal berbau mistis. Bagi ku semua ada penjelasan ilmiahnya. Namun setelah hal yang aku alami, mau tidak mau aku percaya dan yakin bahwa hal semacam itu benar adanya" Jelas Ethan jujur.
__ADS_1
"Oh ya? Kau tidak takut dengan makhluk sejenis hantu dan sahabat-sahabatnya itu?" Tanya Baruna penasaran.
"Ya begitu lah. Bagi ku semua hal itu ada kaitan ke ilmiah. Hanya Mama ku yang percaya hal mistis. Dia bahkan sering mengundang cenayang jika merasa akan sesuatu yang janggal dan tidak masuk di logikanya" Jelas Ethan sambil tertawa pelan.
Jika Ethan yang dulu pasti akan berkata Mama-nya terlalu banyak berkhayal atau terlalu sering mendengar podcast tentang hal-hal mistis yang bodoh itu.
"Berarti sekarang kau percaya dengan cenayang?" Tanya Baruna memastikan.
Tentu Baruna tidak ingin terlalu dekat jika Ethan memiliki cenayang khusus. Itu bisa menganggu eksistensi dunia yang Baruna jaga selama ini. Juga bisa jadi cenayang itu mencari kesempatan untuk masuk dan mengambil keuntungan dari Baruna.
"Tidak. Biasa saja. Aku tidak mau berurusan dengan cenayang dan aku juga meragukan mereka" Ucap Ethan jujur.
"Meragukan? Bukan kah kau percaya tentang alam selain manusia itu ada?" Tanya Baruna lagi.
"Benar. Aku percaya. Dan aku percaya hanya kepada mu Baruna. Aku tidak bisa mempercayai orang lain yang bisa saja mereka hanya berpura-pura baik dan mau memanfaatkan ku" Jawab Ethan menjelaskan.
"Dan aku memanfaatkan mu saat ini" Jelas Baruna menatap Ethan.
"Kau memanfaatkan ku karena aku yang meminta mu melakukannya. Jika tidak kau malah menjauhi ku. Benar bukan?" Ucap Ethan.
Baruna tidak merespons perkataan Ethan lagi karena mereka telah tiba di tempat tujuan.
Ethan membukakan pintu mobil untuk Baruna dan mengulurkan tangan nya.
Melihat sosok Avisa tentu semua orang seolah tersihir. Wajah cantik blasteran Avisa di tambah penampilan nya dengan gaun yang indah malam ini membuat banyak orang terpukau.
Suara orang berbisik membicarakan kedatangan sosok Avisa yang sedang menjadi pembicaraan karena banyak berteman dengan artis dan kaum sosialitanya.
Selain itu Avisa juga terkenal sangat dermawan.
"Kau jangan jauh dari ku" Ucap Ethan lagi mengingatkan.
"Ya aku paham. Jangan terus mengulang perkataan yang sama" Balas Baruna.
Keduanya bertemu dengan pemilik rumah yang juga penyelenggara pesta itu.
Ethan mengenalkan Baruna sebagai Avisa Belenda yang bekerja sama dengan Ethan.
Tentu orang-orang mengenali sosok Avisa namun mereka cukup terkejut sosok Avisa mengenal Ethan yang terkenal tidak mau berurusan dengan orang sosialita apalagi itu jika lawan jenisnya.
Ini pertama kalinya Ethan mengajak secara khusus seorang wanita turut dalam pesta yang dia hadiri.
Tampak Frans mendekati Ethan dan Baruna.
" Hai Bro! Wah Kau datang bersama Avisa?" Tanya Frans dengan nada mengejek.
__ADS_1
"Iya. Aku mengajaknya ikut" Ucap Ethan yang tetap mengalungkan tangan Baruna ke lengannya.
"Mau minum bersama ku? Atau berdansa , Avisa?" Tanya Frans kepada Baruna. Dia tetap berusaha mendekati Baruna meskipun tampat Ethan tidak suka Frans mendekati Avisa.
"Dia datang bersama ku jadi dia akan minum bersama ku juga berdansa bersama ku. Lebih baik kau ajak wanita yang lain Frans" Ucap Ethan dengan tegas.
"Astaga Bro. Jangan sok mengatur. Memangnya Avisa pacar atau istri mu? Lagi pula jika hanya pacar masih bisa berbagi bukan?" Ucap Frans dengan sengaja agar Baruna tidak menyukai Ethan.
Frans berpikir caranya itu bisa menjauhkan sosok Avisa yang dia incar dari Ethan. Karena jika harus bertengkar dengan Ethan dan adu kekuasaan, dia tentu masih kalah berkuasa dari Ethan.
"Tapi aku tidak sebejad orang yang tega menjual kekasihnya sendiri" Ucap Ethan setengah berbisik di telinga Frans.
Frans tampak kesal lalu meninggalkan Ethan dan Baruna.
"Kau sangat provikasif Tuan Ethan" Ucap Baruna berbisik di telinga Ethan.
Ethan tersenyum menanggapi perkataan Baruna.
"Jika kau ingin melihat segila apa Frans. Maka kau harus memprovokasi nya. Dia itu sangat gila dan saat dia tergila-gila dengan sesuatu maka dia akan lengah. Saat itu juga kau bisa menghancurkannya" Jelas Ethan di telinga Baruna agar tidak ada yanb mendengar percakapan mereka.
Baruna tersenyum puas, dia tahu maksud Ethan untuk memecah konsentrasi dan kewaspadaan Frans dengan kehadiran orang baru yang sudah membuatnya tergoda.
Mata Baruna melihat sosok Zaky yang tampak sombong berbicara dengan orang-orang. Sifat angkuh orang tua Zaky menurun dengan baik pada Zaky. Tampak seluruh tubuh Zaky penuh barang branded dan terkesan berlebihan alias norak.
Namun ada hal yang lebih menarik untuk Baruna. Matanya menangkap sosok kepala yang berterbangan di sekitaran pepohonan di dekat kolam renang rumah itu.
' Kuyang? Kenapa di kota ini ada makhluk itu? ' Batin Baruna merasa aneh.
Sangat janggal jika di kota itu ada makhluk sejenis Kuyang.
" Ada apa? " Tanya Ethan yang melihat Baruna terus menatap keluar ke arah kolam renang.
" Ada sesuatu yang janggal. Kau tunggu disini " Ucap Baruna.
" Aku ikut " Ucap Ethan yang tidak mau membiarkan Baruna berkeliaran sendiri.
.
.
.
Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.
-linalim-
__ADS_1