Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Waktu Tenang


__ADS_3

Di sebuah rumah yang minim cahaya. Seorang pria muda dan pria paruh baya duduk menatap benda berbentuk mutiara yang indah di hadapan mereka.


"Ini benda luar biasa. Energinya mengerikan. Kau hebat sekali bisa mendapatkan ini, Rico"


Ucap pria yang ternyata merupakan paman Rico.


Rico yang ada di sana tersenyum mendapatkan pujian dari sang paman. Dia sangat bangga berhasil mencuri Mustika milik ratu laut.


Ya menurut Rico itu adalah Mustika ratu laut. Hanya saja dia tidak tau jika Mustika itu tidaklah sehebat mutiara Naga milik Baruna.


Untuk bisa menggunakan mutiara Bulan harus di dampingi dengan cakra elang barulah bisa melawan mutiara naga milik Baruna.


Dan begitu pula untuk bisa menghancurkan orang yang memegang mutiara Bulan maka harus ada darah dari si pemilik cakra elang atau pun pemilik mutiara naga untuk di satukan. Sehingga mutiara naga bisa tetap di selamatkan dan yang memilikinya akan terlepas dari kekuatan itu.


Siapa pun yang memiliki mutiara bulan akan di lindungi secara otomatis dan tidak bisa di sakiti. Maka dari itu mutiara bulan sudah lama di jadikan mutiara pelindung para  penghuni lautan dengan keberadaan ratu duyung.


Dan Mutiara Bulan itu kini malah jatuh ke tangan cenayang yang jahat seperti paman Rico yang bernama Reihan.


Kedua pria berbeda generasi itu tertawa senang memiliki sesuatu yang akan melindungi mereka dari serangan musuh dan bisa melakukan apa pun terhadap siapa pun tanpa takut di serang balik.


"Simpan ini baik - baik. Ini benda penting"


Ucap Reihan pada Rico.


Rico mengangguk tanda paham dan langsung menyimpan kembali Mutiara Bulan ke dalam kotak kayu dan di taruh di ruangan khusus di rumah itu.

__ADS_1


Rumah yang di jaga berbagai makhluk mengerikan dari gangguan orang lain.


"Pasti pemiliknya akan mencari ini. Aku harus menambah mantra agar menyamarkan benda ini" Gumam Rico yang mencoba memantrai seisi rumah itu agar cahaya dan aura Mutiara Bulan tidak di ketahui pemilik seharusnya.


Rico tidak tau jika ratu duyung yang memuntahkan Mutiara Bulan sudah tewas karena perbuatannya. Rico tidak tau jika apa yang dia lakukan adalah sesuatu yang berbahaya.


Dia sudah terlalu terobsesi akibat ajaran salah dari Reihan selama ini tanpa bisa membedakan lagi mana baik dan mana buruk.


Selama dia bisa memiliki segala yang dia mau maka dia tidak akan pernah berhenti. Bahkan kedua orang tua Rico sudah menyerah untuk mengembalikan Rico ke jalan yang benar.


Sebagai cenayang yang baik dan bertindak di dalam kuasa Tuhan. Rico  bahkan sepertinya menganggap Tuhan itu tidak ada. Hal yang mengerikan untuk pria seusia Rico dengan energi dan semangat yang menggebu - gebu.


Hal yang sudah di ramalkan oleh Kakek Rico yang takut jika kelak Rico akan membawa kehancuran. Bukan hanya untuk keluarga mereka. Namun juga untuk masyarakat di Bumi.


.


.


.


Baruna dan Snowy sedang menonton bersama sambil menikmati snack.


"Jadi dia di lindungi. Akan sulit mendekat gitu?"


Tanya Snowy lagi memastikan.

__ADS_1


"Sepertinya dari kapan kemarin sudah Aku ceritakan. Menurut Ethan jangan terburu - buru. Dia di lindungi dan kita tidak tau berapa banyak yang melindungi dia dengan kekuatan gelap. Takutnya saat memburunya malah melukai orang lain yang tidak bersalah"


Jelas Baruna dengan santai.


"Masuk akal sih. Walau pun sebenarnya jika Kau tanya pada ku maka Aku akan menyarankan mu langsung membunuhnya saja tanpa bermain dengan aturan manusia. Terlepas dari siapa pun yang akan terluka nantinya karena toh kalau orang lain terluka itu sudah karma dan ajal mereka saja"


Snowy tampak tidak setuju untuk bermain - main dengan Frans jika sudah tau dia di lindungi. Menurut Snowy menyerang langsung adalah yang terbaik.


Baruna menatap Snowy dengan pikiran yang berkecamuk.


"Tapi ya Ethan juga tidak salah. Dia adalah manusia wajar dia memiliki pemikiran seperti itu. Tentu baginya yang salah yang harus di hukum"


Tambah Snowy yang kembali menatap layar televisi sambil mengunyah popcorn.


"Kita juga harus mulai mencari Mutiara Bulan"


Ucap Baruna pada Snowy.


"Mau mulai menyusuri semua sudut kota malam ini?"


Tanya Snowy bersemangat. Itu merupakan kegiatan menyenangkan baginya.


"Oke"


Baruna kembali fokus menonton.

__ADS_1


Sedangkan Kitty tampak bermain dengan mainan bola yang di beli Snowy untuknya.


Siang itu menjadi siang tenang dan  waktu istirahat untuk Baruna dan Snowy setelah menyelesaikan 1 urusan mereka.


__ADS_2