Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Perampokan


__ADS_3

"Akhh!! Sial!!"


Umpat Ethan yang menahan sakit akibat terjatuh karena tendangan preman - preman itu.


Sepertinya mereka adalah begal yang kebetulan melintas atau memang mereka memiliki markas di daerah sepi itu.


"Serahkan harta Loe kalau mau selamat dari sini"


"Sialan! Jangan harap!"


Ethan merasa kesal dengan serangan itu. Tentu dia tidak akan membiarkan orang - orang itu menyerangnya begitu saja.


Dia melawan preman - preman yang berjumlah 4 orang itu.


Meskipun Ethan tidak kalah kuat tenaganya, namun dia tentu kalah jumlah.


Preman - preman bertubuh besar dan kuat terus memukuli Ethan. Salah satunya mengeluarkan pisau mencoba menusuk Ethan.


Beruntung Ethan bisa menghindari serangan mendadak itu.


Perkelahian Ethan melawan empat preman bertubuh besar tak terelakkan. Dia cukup kuat namun hanya kalah jumlah.


Tapi Ethan tidak menyerah. Dia terus melawan dan berusaha menjauhkan preman - preman itu dari mobil.


Ethan tidak ingin mereka menyadari ada Baruna di dalamnya dan menyerang seorang Baruna.


Baruna yang berada di dalam mobil menatap Ethan yang sempat menoleh padanya seolah berkata jangan keluar.


Baruna menghela nafas berat. Dia tahu Ethan pasti akan kalah dan terluka karena kalah jumlah. Ethan hanya orang biasa yang menghadapi 4 pria bertubuh besar sendiri pasti akan kewalahan.


Dalam sedetik Baruna mengubah dirinya dengan wujud aslinya sebagai Baruna. Dia melangkah turun dari mobil.


Hal itu tentu membuat Ethan terkejut. Namun tidak dengan preman - preman itu tampak senang dan merasa mendapat jackpot gadis cantik yang bisa mereka ajak bermain sebelum merampok mereka.


"Wah cantik sekali. Sini main sama kita"


Ucap salah satu preman itu yang menegak salivanya kasar melihat kecantikan Baruna.


Baruna hanya tersenyum tipis lalu memelintir tangan preman yang mencoba menyentuh wajahnya itu.


"Akh!!"


Jeritan kesakitan preman itu menggema.


"Sialan Loe!!"


Salah satu yang lainnya mencoba menyerang dengan pisau ke arah Baruna.


Namun Ethan dengan segera menahan tangan preman itu hingga pisaunya menusuk sedikit di perut Ethan. Tidak dalam namun mampu membuat darah mengalir dari bekas tusukan kecil itu.

__ADS_1


Baruna cukup terkejut dengan gerakan Ethan yang melindunginya. Padahal Ethan tau jika Baruna tidak akan bisa terluka. Namun pria itu tetap melindungi Baruna.


"Kau-"


Baruna menatap heran pada Ethan.


"Masuk ke mobil. Biar Aku urus mereka. Cepat!"


Perintah Ethan yang terdengar tegas meskipun dia menahan sakit di bekas tusukan itu.


Ethan berusaha memukul mundur preman - preman itu hingga dia kembali di tendang lagi oleh salah satu di antara mereka.


Baruna yang sudah tidak sabar tampak memancarkan aura mengerikan. Seketika suara gemuruh bersahut - sahutan di langit malam di dalam hutan itu.


Hujan rintik mulai turun dan membuat preman - preman itu terkejut menatap Baruna.


Mata Baruna berubah warna menjadi hijau dan kuning di sertai cahaya merah keemasan menyelubunginya. Kemarahannya memuncak mana kala melihat kondisi Ethan yang terluka.


Dia memang tidak mau ikut campur dengan urusan para manusia, namun Ethan sudah menyentuh kolam teratainya juga Ethan berkorban hingga terluka demi Baruna.


Otomatis dia yang sudah memiliki sumpah akan melindungi orang - orangnya dan itu termasuk Ethan di dalamnya.


Tanpa menyentuh, Baruna mampu mencekik ke empat orang itu bersamaan dan membanting mereka dengan keras ke tanah.


"Hah... Hah... I-Iblis"


Ucap salah satu di antara mereka saat melihat wajah Baruna seperti berubah sangat mengerikan.


Yang lainnya berhamburan hendak kabur. Baruna membuat sebuah batu besar terbang melayang dan menghantam preman kedua hingga tidak bernyawa.


Preman ketiga berlari masuk ke dalam hutan. Namun dengan sekali bergerak Baruna sudah ada di hadapan preman itu dan mencekiknya hingga leher preman itu patah.


Sisa satu lagi. Preman itu berlari dikejar oleh beberapa potongan kayu yang tajam dan..


Jleb!!!


Tubuh preman ke empat itu tertusuk oleh 10 kayu tajam dan membunuhnya seketika.


Setelah membunuh semua preman - preman itu, Baruna kembali ke tempat mobil mereka terhenti dan memapah Ethan yang terluka.


Hujan menjadi semakin deras. Baruna langsung memasukkan Ethan ke dalam mobil dan Baruna menggantikannya mengemudi.


"Kau terluka. Tapi aku tidak bisa membawa mu ke dunia sana. Mobil mu tidak ada tempat untuk di sembunyikan"


Ucap Baruna yang cukup khawatir pada Ethan. Dia takut luka itu malah nantinya infeksi.


"Tidak masalah.. Aku baik - baik saja. Kau tidak apa - apa bukan?"


Tanya Ethan yang tampak terengah - engah menahan sakit. Dia masih saja mengkhawatirkan Baruna saat dia sendiri terluka.

__ADS_1


"Aku baik - baik saja. Kau yang terluka"


Ucap Baruna yang cukup cemas dengan Ethan.


Tampak tubuhnya Ethan juga penuh luka memar. Baruna merasa itu adalah kesalahannya. Karena Ethan berusaha melindunginya yang tidak butuh perlindungan dari manusia biasa itu.


"Tidak masalah. Kau tadi sedang menjadi Avisa. Kenapa malah berubah menjadi Baruna. Apa itu tidak berbahaya untuk mu? Kau tidak akan di hukum?"


Tanya Ethan cemas. Dia tau Baruna tidak di perbolehkan menunjukkan wujud aslinya. Dia bisa di hukum. Itu yang Ethan tau dari cerita Snowy.


Hanya di saat tertentu Baruna di ijin kan menjadi dirinya sendiri di hadapan manusia lain. Terkecuali Ethan yang sudah tau siapa dia.


"Jangan khawatirkan itu. Itu tidak penting"


Ucap Baruna sedikit kesal. Lebih penting menurutnya kondisi Ethan. Dan dia memang tidak bisa menjadi wujud Avisa jika mau membunuh preman - preman tadi.


"Maafkan aku merepotkan mu. Harusnya aku yang melindungi mu"


Ucap Ethan sambil menahan luka di perutnya yang masih mengalirkan darah.


"Aku yang harus melindungi mu. Kau lupa sudah masuk ke kolam ku??"


Tanya Baruna setengah kesal melihat Ethan yang terkesan bodoh di matanya.


"Aku sudah berjanji akan melindungi mu Baruna. Di masa lalu, sekarang ataupun masa depan"


Ucap Ethan lirih. Dia mulai kehilangan kesadarannya dan menahan rasa sakit di perutnya itu.


Melihat kondisi Ethan yang tidak baik - baik saja membuat Baruna semakin takut terjadi sesuatu. Ethan hanya manusia biasa. Luka kecil yang membuat darahnya terus mengalir tentu berbahaya. Dia bisa mati kehabisan darah.


Jika mengurus laporan karena membunuh preman - preman itu tidak sulit untuk Baruna karena mereka orang - orang jahat. Namun jika sampai Ethan terluka parah dan amit - amit meninggal. Maka Baruna akan mendapat hukuman.


Karena Ethan sudah menyentuh kolamnya dan itu sudah mengikat dia dan Ethan. Bila terjadi sesuatu pada Ethan otomatis Baruna akan mendapat hukuman keras karena gagal menjaga sebuah nyawa yang sudah terikat dengannya.


"Kita ke apartemen ku. Aku tidak bisa membiarkan kau pulang dalam kondisi begini"


Ucap Baruna yang melukai jarinya hingga meneteskan darah.


"Ini akan membuat mu tertidur dan menahan luka mu sementara"


Ucap Baruna yang meneteskan darahnya di atas luka perut Ethan. Tanpa Baruna sadari, hal itu memicu sesuatu yang tersembunyi dalam tubuh Ethan akan bereaksi nantinya.


Darah mereka menyatu seperti di kehidupan sebelumnya. Baruna tidak sadar itu akan membuat kejadian masa lalu terulang kembali.


Mereka berdua akan menghadapi hal yang lebih besar dan berbahaya. Sama seperti Pangeran Arvie dan Kaimana hadapi. Salah satunya harus mengorbankan nyawa mereka dan hancur.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2