
"Anak bodoh! Bagaimana bisa uang itu Kau gunakan tanpa ijin! Katakan di mana uangnya kau bawa?!"
Bentak Dea sari saat Zaky sudah pulang ke rumah mereka setelah di rawat. Zaky kini sudah kehilangan kedua kakinya yang terpaksa di amputasi.
Dea sari yang baru mendapat laporan bank dan polisi tentang kehilangan uang Zaky itu merasa malu karena ternyata setelah di selidiki Zaky sendiri yang menarik uang itu secara bertahap dalam jumlah besar.
"Uang? Uang apa?"
Zaky tampak masa bodoh dengan pertanyaan sang ibu yang terdengar membahana di rumah.
Mendengar jawaban Zaky membuat Dea sari semakin berang. Dia hendak menampar Zaky namun pria muda itu langsung menahan tangan ibunya.
"Aku akan membunuh mu jika berani memukul ku! Kau bilang uang? Uang yang kau rebut secara kotor dari keluarga Baruna?! Bahkan kau juga yang sudah membunuh Baruna! Jadi jangan berpikir uang itu bisa kembali!"
Zaky tampak marah dan menghempaskan tangan Ibunya dengan kasar. Sejujurnya Zaky sudah mencari tau kantor tempatnya menginvestasikan uang itu setelah dia bisa bergerak dengan kursi roda. Apalagi Hans yang dia kenal sudah m4ti. Dia juga sudah melaporkan pada pihak SAR dan polisi tentang kejadian yang menimpanya. Namun jasad temannya tidak bisa di temukan.
__ADS_1
Zaky juga pasrah saat mendengar kantor itu tutup lima hari setelah dia berangkat camping bersama Hans. Dia tidak mengira Hans yang akan menipunya karena jelas dia melihat Hans mati di sana. Yang dia pikirkan adalah mungkin Hans juga di tipu jika masih hidup.
Dan Zaky tidak merasa sakit akan kehilangan uang itu setelah Baruna menemuinya diam-diam kala masih di rawat di rumah sakit. Zaky merasa ucapan Baruna benar, dan semua yang terjadi adalah karma yang menghampirinya akibat perbuatan kejam ibu kandungnya sendiri.
"Anak sialan! Pergi kau dari sini!"
Usir Dea sari pada Zaky yang malah di jawab dengan tawa dari Zaky.
"Kau lupa? Rumah ini sudah atas namaku karena kau takut dengan pajak yang harus kau bayar bukan? Jadi kau yang harus pergi dari sini. Kau masih punya rumah lain bukan. Pergilah. Ini rumah ku. Jika tidak akan aku panggil polisi dan mengatakan kau mencoba membunuhku!"
Ucap Zaky mengusir ibu kandungnya sendiri.
Mau tidak mau Dea sari keluar dari rumah itu bersama suaminya. Dia membawa semua uang tunai dan perhiasannya agar bisa membangun kembali hidupnya di tempat lain.
Melihat keributan Dea sari dengan Zaky, sang suami a.k.a Ayah Zaky juga sudah tidak mau ambil pusing. Dia tidak mau terlibat pertengkaran anak dan ibu itu. Lebih tepatnya suami Dea sari sudah sangat muak dengan tindakan Dea sari yang memang dianggap sangat keterlaluan.
__ADS_1
Bahkan setelah ini suaminya merasa enggan hidup bersama Dea sari. Jika pada keponakannya saja dia bisa kejam, pasti dengan suaminya juga bisa dia bunuh demi mendapatkan uang dalam jumlah besar.
Hal itu membuat Suami Dea sari memilih kembali ke rumah orang tuanya sendiri dan membiarkan Dea sari tinggal di rumah lama mereka yang ada di ujung kota. Tempat yang lebih sepi terlebih di malam hari. Jarak antar rumah tetangga juga begitu jauh. Memang terkesan asri dan damai, namun jika malam tentu sangat mengerikan harus tinggal sendirian di sana.
Dea sari tidak bisa bertindak apa - apa karena suaminya tidak mau tinggal bersamanya, dia juga di usir dari rumah mewah yang dia beli dari hasilnya merampas milik Baruna untuk tampil mewah di depan teman - teman sosialitanya.
Apa Dea Sari menyesal? Tentu tidak. Dia malah menyalahkan Baruna sekeluarga yang membuatnya sial. Hal itu tentu terdengar oleh Baruna yang terus memantau Tante iblisnya itu.
Baruna yang awalnya sudah mau melepaskan si Tante kini berubah menjadi amat marah. Sudah sejauh ini hancur dan di tinggalkan masih saja dia menyalahkan Keluarga Baruna dan mau menyakiti keluarganya.
Tentu sebelum itu terjadi Baruna akan menghancurkan hidup Dea sari hingga dia memilih untuk mati.
Dengan sengaja Baruna mengirimkan banyak kehancuran ke rumah itu. Dea sari akan menerima pembalasan Baruna tak lama lagi.
.
__ADS_1
.
.