Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Hantu Penjaga?


__ADS_3

"Ayo berangkat"


Ucap Zaky penuh semangat.


Mobil yang di bawa Zaky mulai keluar dari kota menuju ke arah gunung tempat dia dan Snowy akan mendirikan tenda untuk camping bersama.


Perjalanan yang cukup jauh dan memakan waktu dua setengah jam untuk tiba di pos pelaporan untuk hiking dan camping di atas gunung itu.


"Kau tunggu saja di sini. Biar aku saja yang turun" Ucap Zaky mengajukan diri untuk melapor ke post keamanan.


Snowy senang mendengar itu. Dia tidak perlu mengubah wajahnya menjadi Zaky di hadapan penjaga post.


Tidak lama Zaky kembali dan membawa mobil menuju ke lokasi parkir yang tersedia.


Setelahnya mereka mulai mendaki ke lokasi camping.


Ternyata medan yang di tempuh cukup menguras tenaga untuk tiba di lokasi tanah lapang dan rata untuk mendirikan tenda mereka.


Hari itu tidak banyak yang mendirikan tenda. Hanya ada 3 tenda termasuk tenda mereka.


"Ayo kita dirikan tenda. Setelah itu kita ke sana. Ada air terjun di bawah sana"


Ucap Snowy pada Zaky. Kedua pria itu tampak sibuk mendirikan tenda. Ternyata walaupun Zaky tampak hedon dan sombong, dia masih bisa mendirikan tenda.


Dan Snowy baru tau jika saat masih sekolah SMA Zaky memang sering ikut camping dengan teman - temannya. Namun setelah tamat dan kuliah. Mama tercintanya melarang dan menyuruh Zaky hanya bergaul dengan anak - anak kaya dan terkenal.


Maka sejak itu Zaky sering berkeliaran dari satu bar ke bar lain. Dari satu cafe hits ke cafe hits yang lain.


.


.


Di Desa Wanjiru~


Kelompok Bansos Baruna memilih untuk menginap semalam lagi karena warga meminta mereka untuk ikut acara syukuran karena si Palasik sudah meninggal dan warga desa bisa merasa lega.


Warga desa sampai menganggap kehadiran orang - orang kota yang membawakan bansos untuk mereka adalah pembawa keberuntungan dan mukjizat yang membuat Palasik bisa meninggal dan desa menjadi aman kembali.


Karenanya Baruna dan yang lainnya tidak kuasa menolak permintaan para warga. Mereka memutuskan menginap semalam lagi terkecuali mobil yang mengangkut barang bawaan akan kembali ke kota karena mereka memang hanya di sewa untuk 2 hari saja.


Hari menjelang sore. Para warga bersiap untuk melaksanakan acara syukuran di aula desa.


Kini anak - anak tampak bisa keluar dan bermain bersama.


Baruna memantau lokasi sekitar. Banyak makhluk di sana yang juga berterima kasih pada Baruna.


"Itu apa?"  Bisik Ethan di telinga Baruna sambil menatap sebuah arah.

__ADS_1


Baruna menajamkan penglihatannya. Terlihat seorang anak kecil yang kakinya terlilit akar pohon. Dan di pastikan itu bukan manusia.


"Sepertinya dia makhluk yang sudah lama di sini. Mungkin dulu dia di jadikan tumbal penjaga di desa ini atau bisa juga tumbal pesugihan. Makanya dia terikat oleh akar - akar pohon itu. Bisa jadi jasadnya ada di bawah pohon itu"


Jelas Baruna pada Ethan.


Ethan tampak mengangguk tanda paham.


"Kasihan"  Ucap Ethan lagi.


Ya memang Baruna juga kasihan pada gadis kecil itu tapi dia tidak bisa mendekat kes ana karena suasana sedang ramai. Setidaknya harus menunggu saat semua sudah kembali ke rumah masing - masing dan tertidur.


"Nanti setelah semua tidur aku akan mengurusnya"


Ucap Baruna pada Ethan.


Mata keduanya saling bertatapan dengan hangat. Hal itu tentu membuat teman - teman Avisa heboh dan menggoda Ethan.


Mereka tampak sangat setuju jika Ethan benar - benar berpacaran dengan Avisa yang mereka kenal itu.


Pasangan yang sangat cocok menurut mereka semua.


Acara syukuran berlangsung dengan khidmat. Doa - doa di panjatkan dengan tulus dengan harapan desa mereka akan semakin aman dan tentram.


Juga para warga berdoa untuk Team Bansos yang sudah datang dari kota untuk membantu mereka. Semuanya tampak saling tersenyum bahagia mendapat doa yang tulus dari warga desa itu bahkan tanpa mereka minta.


Baruna membawakan beberapa makanan menuju ke pohon yang di lihat Ethan tadi.


"Tapi katanya mau tunggu semuanya tidur?"


Ucap Ethan merasa heran pada  Baruna.


"Mereka sedang asyik sendiri dan aku sudah menghalangi pandangan mereka. Kasihan gadis itu sepertinya kelaparan di sana"


Ucap Baruna yang terus berjalan mendekati pohon tua itu.


Benar saja gadis kecil yang terikat itu tampak takut - takut karena aura Baruna sangat kuat.


"Kemarilah. aku tidak akan membunuh mu. Ini makanan untukmu"


Ucap Baruna pada gadis itu.


"Aku tidak bisa makan tanpa ritual doa warga"


Ucap gadis itu dengan lirih.


"Kau bisa makan karena aku yang sudah mendoakannya"

__ADS_1


Ucap Baruna yang membuat gadis itu langsung meraih makanan yang di bawa Baruna.


Baruna dan Ethan menghela nafas melihat hantu kecil itu makan dengan lahap.


Sambil memperhatikan gadis kecil itu makan, Baruna bertanya padanya.


"Kenapa kau bisa terikat di sini?"


Tanya Baruna.


"Aku di tumbalkan oleh Majikan ku untuk menjaga keamanan tanah di sini. Dulu majikan ku pemilik tanah besar di situ"


Ucap hantu kecil itu menunjuk ke arah persawahan yang luas.


"Sekarang ke mana dia?"


Tanya Baruna lagi.


"Sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu. Sekarang semua itu milik cucunya. Anaknya juga sudah meninggal karena kecelakaan. Menantunya meninggal karena palasik yang sudah Nona bunuh semalam"


Jawab hantu kecil itu.


"Kau melihatku membunuh Palasik itu?"


Tanya Baruna lagi.


"Iya. Aku melihat cahaya hijau kekuningan. Karena penasaran aku mendekatinya"


Ucap hantu kecil itu dengan polos.


Hantu itu memang terikat di pohon itu dan hanya bisa berjalan di sekitaran desa tanpa bisa keluar dari sana maupun kembali ke alam baka seharusnya dia berada.


"Aku akan melepas mu hari ini. Jadi segera pergi ke alam seharusnya. Jangan bergentayangan. Paham?"


Ucap Baruna pada hantu kecil itu. Hantu itu mengangguk patuh.


Baruna mengeluarkan pedangnya dan menghancurkan akar yang melilit di kaki hantu itu sehingga hantu itu bisa terbebas.


"Terima kasih nona. Terima kasih Raja"


Ucap hantu itu pada Baruna dan Ethan.


Ethan dan Baruna saling memandang heran dengan ucapan hantu kecil itu. namun hantu itu sudah pergi ke alam seharusnya sebelum mereka sempat bertanya.


"Raja?" Gumam Ethan.


.

__ADS_1


.


__ADS_2