Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Semakin berbahaya


__ADS_3

Baruna tampak sedang mencuci wajahnya di aliran air sungai yang jernih. Dia mencoba menenangkan dirinya untuk beberapa hari ke depan. Karena dengan kekacauan saat ini maka akan sulit untuknya melawan Rico.


Baruna baru terdasar dia tidak membawa pedang Kaimana bersamanya. Namun dia yakin Snowy pasti sudah menyimpankan Pedang Kaimana. Karena bagaimana pun Snowy tau jika Baruna membutuhkan benda itu.


"Aku harus makan apa hari ini?" Gumam Baruna yang belum menyentuh makanan selain camilan semalam dari Pertapa Suci.


Cling... Cling... Cling...


Suara gemerincing kereta kuda terdengar dari arah belakang Baruna. Refleks dia membalikkan tubuh melihat siapa yang datang ke tempat itu.


"Kanjeng Ratu...."


Ucap Baruna terkejut dan langsung berlutut. Sudah lama dia tidak mengunjungi Kanjeng Ratu Kidul padahal di keturunan keluarga Baruna memiliki ikatan dan hutang budi pada penguasa laut selatan itu.


"Bangunlah anakku. Kau terlihat risau"


Ucap Kanjeng Ratu Kidul sambil tersenyum lembut pada Baruna.


"Maaf Kanjeng Ratu. Sudah lama Baruna tidak mengunjungi Kanjeng Ratu"


Ucap Baruna merasa sungkan pada Penguasa laut selatan yang kini berdiri tepat di hadapannya itu.


"Kau lupa aku menyuruh mu memanggil ku Eyang Putri?"   Ucap Kanjeng Ratu Kidul pada Baruna.


"Ah iya. Maaf Eyang Putri" Baruna merasa semakin sungkan.

__ADS_1


"Aku tau kau sedang sibuk dan banyak masalah. Aku hanya ingin meminta tolong pada mu untuk mengurus sesuatu. Beberapa Abdi ku terluka karena pria yang bernama Rico. Dia mencoba menarik energi dari laut selatan untuk dia gunakan. Hingga bertarung dengan para Abdi ku. Aku ingin kau melenyapkan manusia itu. Dia berbahaya. Sebagai gantinya Aku sudah menyuruh pasukan ku melindungi seluruh keluarga mu. Mulai saat ini tidak ada yang bisa lagi menyakiti keluarga inti mu dan keturunan - keturunan mereka"


Ucap Kanjeng Ratu Kidul pada Baruna.


"Baik Eyang Putri. Hamba laksanakan" Ucap Baruna yang memang sejak awal bertugas mencari kembali Mutiara Bulan dan harus menghukum Rico.


Dengan permintaan dari Kanjeng Ratu Kidul tentu dia akan semakin memiliki tambahan bala bantuan saat bertarung dengan Rico.


 "Dia memiliki seorang paman. Pamannya lah yang mengacau Goa pertapaan para Naga" Lanjut Kanjeng Ratu Kidul.


Mata Baruna berubah menjadi menyeramkan. Mendengar hal itu dia begitu marah.


"Tenangkan dirimu. Lebih baik Kau bergerak saat bulan purnama hampir penuh. Di saat itu kekuatan laut juga bertambah itu akan memaksimalkan dirimu untuk melawan mereka" Ucap Kanjeng Ratu Kidul memberi arahan.


"Benar tapi leluhurmu juga sudah menjanjikan mu sebagai bagian kami di laut selatan. Secara tidak langsung kau memiliki kuasa atas itu. Hanya Aku tidak memaksa mu. Sebagai gantinya Kau cukup membantu menjaga lautan saja dan aku akan melindungi keluarga mu dari semua hal buruk mulai saat ini. Kau tidak perlu lagi cemas akan mereka" Jelas Kanjeng Ratu Kidul.


Baruna pun mengangguk setuju dan paham dengan apa yang di katakan Kanjeng Ratu Kidul.


Setelah pertemuan singkat itu Kanjeng Ratu Kidul kembali ke kerajaan selatan dan Baruna duduk di bebatuan sungai untuk menenangkan diri agar lebih fokus.


Baruna mencoba mencari penglihatan di mana Rico berada..


.


.

__ADS_1


.


Di apartemen Baruna tampak Ethan dan Snowy baru selesai makan bersama. Seekor burung pipit tampak mengetuk pintu kaca di beranda ruang tamu.


Snowy bergegas mendekati ruang tamu untuk melihatnya. Itu burung pipit yang bertugas untuk berpatroli dan melaporkan apa yang dia dengar dan lihat.


"Ada apa?" Tanya Snowy pada burung pipit itu.


Cit.... Cit... Citttt. Citttttt.


Suara burung itu seolah berbicara dengan Snowy sambil mengepakkan sayapnya perlahan.


"Sial. Dia sudah bergerak. Baiklah. Aku paham, terima kasih. Tetap pantau dia tapi dari jauh. Mengerti?" Ucap Snowy.


Burung pipit itu langsung terbang menjauh setelah mendapat arahan dari Snowy.


"Ada apa?" Tanya Ethan pada Snowy.


Snowy menatap Ethan dengan pandangan khawatir akan sesuatu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2