Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Menyembuhkan Ethan


__ADS_3

"Bertahanlah"


Ucap Baruna saat melihat Ethan mulai tertidur karena lelah.


Baruna menggunakan kekuatannya untuk membersihkan setiap jalan yang mereka lalui agar mampu menembus waktu lebih cepat.


Hingga tiba di apartemen tentu Baruna membawa mobil terparkir di basement khusus penghuni.


'Snowy! Turun!'


Panggil Baruna melalui batin.


Tanpa perlu menunggu lama Snowy sudah turun ke basement menemui Baruna dalam wujud manusianya.


"Ada apa?"


Tanya Snowy sambil melihat ke dalam mobil.


Mata Snowy membola terkejut. Melihat kondisi Ethan yang penuh luka lebam dan perut yang berdarah.


"Astaga! Kak Et!"


Seru Snowy terkejut.


"Bantu aku bawa dia ke dalam"


Ucap Baruna memerintah.


Tanpa di suruh dua kali, Snowy langsung membopong tubuh Ethan yang lebih besar dari padanya itu.


"Ada apa sebenarnya? Kenapa tidak bawa ke gua saja?"


Tanya Snowy sambil membopong tubuh Ethan masuk ke dalam lift mengikuti Baruna.


Baruna hanya menghela nafas berat. Pintu lift tertutup dan menuju ke lantai unit apartment Baruna.


"Uhuk! Uhuk!"


Terdengar suara batuk dari Ethan yang mengeluarkan sedikit darah.  Sepertinya dia terluka dalam akibat pukulan dan tendangan yang mengenai perut dan dadanya.


Lift tiba di lantai unit apartemen Baruna. Mereka segera langsung menuju pintu unit dan masuk ke dalamnya.


Baruna membaringkan tubuh Ethan di kamarnya dan membuka seluruh pakaian Ethan dan menyisakan celana panjangnya saja.


"Snowy. Pergi ke gua. Bawa air kolam untukku dan setangkai teratai. Dia terluka dalam"


Ucap Baruna memerintah.

__ADS_1


Snowy langsung menjalankan perintah Baruna dan berubah menjadi seekor anjing yang melesat di kegelapan malam itu.


Baruna membersihkan darah di sekitar bekas luka tusukan.


Luka itu sudah tidak mengeluarkan darah lagi namun masih tampak terbuka.


Akan hilang jika Ethan berendam dalam air kolam teratai.


Ethan kembali terbatuk dan mengeluarkan sedikit darah.


Baruna meletakkan tangannya di atas dada Ethan dan menggunakan tenaganya untuk memberi sedikit pengobatan bagi luka - luka Ethan. Dan agar Ethan tak lagi batuk darah.


Tubuh Ethan terasa panas dan mengeluarkan energi seperti listrik saat Baruna menggunakan tenaga dalamnya menyentuh permukaan dada Ethan.


"Apa itu?"


Gumam Baruna heran.


Ethan tampak meringis. Sepertinya dia merasakan tubuhnya mulai sakit akibat pukulan itu. Efek kekuatan dari tetesan darah Baruna pasti sudah berkurang.


Baruna berharap Snowy segera kembali. Dia tidak tega melihat Ethan terluka parah begitu. Apalagi karena melindungi Baruna.


"Kau bodoh, kau hanya manusia lemah. Kini kau semakin lemah"


Ucap Baruna dengan posisi tangannya masih menyentuh dada Ethan. Semua tenaga dan rasa hangat dari tubuh Baruna mulai menyelubungi Ethan hingga dia tidak lagi meringis kesakitan.


Dia tau jika Ethan tidak akan mati. Tidak karena Baruna sudah menyembuhkan lukanya. Namun cedera dalam Ethan tetap harus di obati agar tidak ada organ dalam tubuhnya yang rusak.


Hingga sejam kemudian Snowy kembali. Dia membawa banyak air kolam dengan kendi ajaib yang di pinjamnya dari raja ubur - ubur di pantai dekat Gua ( Goa - red).


Snowy menyerahkan setangkai teratai yang di minta Baruna.


"Keluarlah. Biar aku yang urus selebihnya"


Ucap Baruna yang di patuhi Snowy. Dia memilih membiarkan Baruna mengurus takdirnya itu.


Begitu istilah Snowy untuk hubungan Baruna dengan Ethan. Keduanya memang di pertemukan takdir, di persatukan takdir, dan juga di pisahkan oleh takdir.


"Mungkin salah satu dari mereka akan hancur dan harus musnah di kehidupan ini. Tapi aku perintahkan kau agar jangan lagi Baruna mengorbankan dirinya, Paham Snowy?"


Ucapan Naga Qinglong kembali terdengar di telinga Snowy. Tugasnya menjaga Baruna. Hal yang sudah di takdirkan dalam hidupnya. Setelah sang Kakek yang gagal menjaga Kaimana dulu. Di kehidupan ini Snowy harus menjaga Baruna. Takdir yang aneh namun itu yang harus Snowy lakukan demi menyelamatkan jiwa sang Kakek yang terkurung dan tidak bisa bereinkarnasi akibat kelalaiannya dulu.


.


.


Baruna membangunkan perlahan Ethan.

__ADS_1


"Et. Ethan. Bangun. Ayo, Kau harus berendam di air kolam"


Ucap Baruna perlahan membantu Ethan untuk turun dari tempat tidur.


Namun respons Ethan membuat Baruna terkejut. Ethan tiba - tiba memeluk Baruna.


"Terima kasih. Sudah menyelamatkan ku lagi. Jika nanti sesuatu besar terjadi, percayalah, aku akan mengorbankan diriku demimu"


Ucap Ethan yang membuat Baruna terkejut. Ucapan itu benar - benar tidak di sangka oleh Baruna. Dan Baruna tidak pernah berharap Ethan melindunginya. Baruna tidak selemah itu.


Bahkan bisa di katakan Baruna makhluk terkuat saat itu. Belum ada yang bisa mengalahkan Baruna dengan mudah.


"Baiklah aku paham. Sekarang Ayo berendam dulu"


Ucap Baruna sambil melepas pelukan Ethan. Dia memapah Ethan menuju kamar mandi. Membantu pria itu melepas celana panjangnya hingga hanya tersisa kain pendek yang menutupi area pribadinya.


Tanpa rasa malu dan tanpa pikiran kotor di  otak keduanya. Memang murni hanya untuk menyembuhkan bekas luka Ethan dan organ dalam tubuh nya yang kemungkinan mengalami memar juga.


"Muka mulut mu"


Ucap Baruna yang di  patuhi Ethan. Perlahan Baruna memasukkan satu persatu kelopak teratai untuk di lean Ethan.


"Ini akan membantu mu cepat pulih dan tidak ada benda tajam yang bisa melukai mu lagi ke depannya"


Ucap Baruna sambil menyuapi sehelai demi sehelai kelopak teratai itu hingga habis.


Tanpa keduanya sadari. Sesuatu di dalam tubuh Ethan bereaksi. Mereka sudah memicu sesuatu yang besar hendak berontak muncul dari tubuh Ethan.


"Berendam lah minimal satu jam"


Ucap Baruna hendak meninggalkan Ethan di dalam sana.


Ethan meraih tangan Baruna tidak membiarkannya beranjak.


"Temani Aku. Baruna"


Ucap Ethan lirih menatap Baruna.


Mata keduanya terpaku satu sama lain.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2