Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Sebuah Rencana...


__ADS_3

"Acara?" Tanya Baruna penasaran.


"Ya, acara yang tampak biasa tapi terdapat transaksi gelap yang tersembunyi" Jawab Ethan.


"Dimana?" Tanya Baruna manatap Ethan.


"Di sebuah tempat khusus dan kau tidak bisa masuk tanpa ijin" Ucap Ethan jujur.


"Baiklah kalau begitu. Tapi seperti yang aku katakan. Jangan berharap apapun. Aku hanya akan menjamin nyawa mu tidak dalam bahaya selama kau tidak mencoba mengkhianati atau merugikan ku" Ucap Baruna.


Baruna teringat perkataan Naga Qiulong yang akan membantai siapapun yang berani membuka rahasia dunia lain. Apalagi Ethan yang sudah melihat semuanya dan tau rahasia Baruna, tentu itu menjadi ancaman tersendiri.


"Aku tau. Percayalah. Aku hanya ingin membantu mu. Meskipun nyawaku akan menjadi taruhannya" Ucap Ethan tanpa ragu.


Baruna hanya diam tidak ingin menanggapi Ethan lagi. Pikirannya kini tertuju pada rencana untuk menghancurkan Frans hingga Frans memilih untuk mati. Hal yang pernah dirasakan Baruna saat dihancurkan oleh Frans dan menjadi budaknya.


Selesai makan Ethan mengantar Baruna kembali ke apartemennya.


Dirinya merasa cukup senang karena Baruna sudah mau menerima bantuannya meskipun masih tetap dingin dan menjaga jarak dengannya.


Sedangkan Baruna merasa semakin sakit dadanya karena terlalunlama bersama Ethan.


Baruna merasa sesak dan sakit di hatinya setiap menatap wajah Ethan. Seolah sesuatu yang ada pada Ethan pernah mencabik cabik jantungnya.


Kepala Baruna tiba-tiba merasa sakit. Kepalanya terbesit sebush ingatan yang tidak jelas.


Seseorang dengan pedang berukiran elang mencekiknya dan melemparnya. Dia terjatuh. Tubuhnya lemah. Hingga dia melihat pisau itu menusuknya.


Sekelebat ingatan itu membuat tubuh Baruna merasa bergetar.


'Sial. Ingatan apa itu' Batin Baruna tidak nyaman.


Ethan yang melihat Baruna tampak tidak nyaman dan berkeringat dingin.


"Ada apa Una?" Tanya Ethan merasa cemas.


"Tidak ada apa apa" Ucap Baruna menenangkan dirinya sendiri.


Tiba di apartemen Baruna, segera Baruna turun dari mobil.


"Terima kasih atas makan malamnya" Ucap Baruna sebelum masuk ke gedung apartemen nya itu.


"Sama-sama. Besok bisa kau menemui ku di kantor ku?" Tanya Ethan.


"Untuk?" Tanya Baruna heran.


"Menjalankan rencana agar semua percaya kalau kita memiliki kerja sama bisnis dan aku bisa dengan mudah membawa mu turut ke setiap pertemuan yang di lakukan Frans" Ucap Ethan.


"Baiklah. Besok siang aku akan ke kantor mu. Apa anjing boleh di bawa masuk?" Tanya Baruna memastikan.


"Jika kau sudah tiba di parkiran langsung hubungi aku saja. Maka tidak ada yang bisa melarang mu" Ucap Ethan memberitahu.


"Baiklah" Ucap Baruna lalu berjalan masuk kedalam apartemen.

__ADS_1


Setelah memastikan Baruna masuk ke gedung apartemen dengan selamat, Ethan baru melajukan mobilnya kembali ke rumahnya.


Tiba di rumah tampak Nyonya Christian sedang menunggu Ethan.


"Ada apa Ma? Kenapa belum tidur?" Tanya Ethan heran melihat sang Mama masih duduk menunggunya di ruang tengah.


"Kemarin teman Mama datang. Dia ingin mengenalkan putrinya padamu sayang" Ucap Nyonya Christian.


"Sudah Et bilang kalau Et tidak suka di jodohkan" Ucap Ethan menjaga nada bicaranya sesopan mungkin.


"Mama tahu tapi usia mu juga sudah layak memiliki pasangan" Jelas Nyonya Christian membujuk.


"Et tidak mau di jodohkan Ma. Keputusan Et sudah bulat" Ucap Ethan tidak ingin di bantahkan.


"Apa kau menyukai seseorang? Apa dia gadis yahg tempo hari menolong mu?" Tanya Nyonya Christian menyelidik.


Ethan menatap heran pada Mamanya itu yang sangat penasaran.


"Jika benar maka segera lamar dia. Mama lihat dia anak yang baik dan sopan" Ucap Nyonya Christian.


"Bukan, Ma. Dia teman ku. Aku memang mencintai seseorang. Jadi aku mohon jangan lagi memaksa ku" Ucap Ethan jujur.


Tentu dia tidak menyukai sosok Avisa yang di lihat sang Mama. Yang dia cintai adalah Baruna.


"Baiklah.Tapi Mama harap kau benar-benar bisa mendapatkan seseorang yang mencintaimu dan menua bersamamu" Ucap Nyonya Christian tulus.


"Terima kasih Ma. Aku mau istirahat dulu ya" Ucap Ethan lalu menuju kamarnya.


.


Sedangkan di apartemen, Baruna sedang duduk memakan sebuah apel sambil menatap langit malam yang cerah.


"Bulan purnama akan segera tiba" Ucap Baruna menatap sinar bulan yang hampir berbentuk bulat penuh itu.


"Besok malam menjelang malam purnama. Jangan berkeliaran besok malam. Lebih baik kau dirumah saja" Ucap Snowy menasehati.


"Besok siang aku akan menemui Ethan. Kau harus ikut" Ucap Baruna memberitahu.


"Untuk apa?" Tanya Snowy heran.


"Sebagai alibi jika kami memiliki kerja sama dan aku bisa masuk kedalam perkumpulannya dengan Frans" Ucap Baruna sambil menatap Snowy.


"Wah. Dia benar-benar akan membantu mu menghancurkan Frans? Niat bener" Ucap Snowy meledek.


"Besok kita ke kantornya. Kau tetap dalam wujud anjing husky saja. Agar orang semakin percaya kalau kami akrab dan memiliki kerja sama" Ucap Baruna.


"Okey. Katakan saja apa yang kalian mau akan aku lakukan asal itu bisa membantu mu" Ucap Snowy.


Baruna mendengar suara teriakan minta tolong. Seorang wanita yang hampir di rampok begal.


"Ah sial. Baru mau istirahat" Ucap Baruna kesal.


"Kau tetaplah di sini. Biar aku saja yang urus" Ucap Snowy lalu melesat keluar.

__ADS_1


Terkadang Snowy memang mengurus beberapa hal kecil yang berkaitan dengan preman dan perampok mewakili Baruna.


Apalagi menjelang malam purnama tubuh Baruna perlahan akan melemah sedikit demi sedikit.


Untuk mencegah sesuatu yang tidak di inginkan maka Snowy yang akan memgantikannya. Karena hanya berurusan dengan manusia.


Lain cerita jika dirinya harus berurusan dengan mahluk astral lainnya yang lebih kuat, tentu dia butuh Baruna yang menangani hal itu.


Tak butuh waktu lama untuk Snowy menghajar hingga pingsan para begal itu dan menyuruh wanita yang hamoir menjadi korban begal segera pergi dari tempat itu.


Snowy kembali ke apartemen dan melihat Baruna yang sudah tidur. Snowy mengambil sekaleng bir. Pikirannya tertuju pada pesan Naga Qiulong tadi sesaat Baruna pergi bersama Ethan.


∆∆∆∆∆∆∆∆


"Entah baik atau buruk. Jika sampai terjadi lagi perang itu maka dunia akan kacau. Mereka kembali bertemu, entah apa akan bisa mereka meluruskan hal yang terjadi dulu" Ucap Naga Qiulong.


"Hal apa raja?" Tanya Snowy penasaran. Dia hanya tahu dari Naga Qiulong jika Ethan dan Baruna berbagi masa lalu yang sangat erat dan tak terpisahkan.


"Sesuatu yang sangat mengerikan. Tapi jika mereka berani ikut campur dan mencelakakan Pewarisku, maka aku tak akan segan segan membunuh keturunan mereka juga" Ucap Naga Qiulong.


"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Snowy.


"Jaga Baruna dengan baik. Jangan sampai dia terluka atau di dekati mereka. Jangan sampai dia menjadi lemah seperti dulu. Dia harus lebih kuat dan tidak lagi mengorbankan dirinya. Selain itu pastikan Ethan tidak melakukan hal berbahaya atau berhubungan dengan mereka lagi" Ucap Naga Qiulong.


"Aku paham raja. Apa mungkin mereka yang belakangan mengawasi Aku dan Baruna?" Tanya Snowy penasaran.


"Mungkin. Tapi belum tentu. Karena yang aku lihat Ethan tidak memiliki cakra itu lagi. Hanya dia masih memiliki darah mereka saja. Terbukti tubuhnya lemah dan hampir mati di tangan mahluk kiriman" Ucap Naga Qiulong.


Snowy hanya diam mendengarkan. Dia tidak bisa dan tidak berani mengomentari apapun.


"Itu saja pesan ku. Kau ku biarkan selamat dan menemani Baruna. Ingat kau harus menjaga pewaris ku dengan baik. Jika terjadi sesuatu padanya. Maka seluruh kekuatan angin air tanah api akan kembali bersitegang dan saling menjatuhkan lagi. Dia adalah penengah di antara semuanya. Jangan biarkan bencana yang sama seperti dulu terjadi lagi akibat kelalaian kakek buyutmu" Ucap Naga Qiulong.


"Maaf. Aku akan melakukan yang terbaik. Apa bisa Kakek berenkarnasi?" Tanya Snowy merasa sedih memikirkan buyutnya yang terperangkap di neraka terdalam karena kelalaiannya membuat banyak korban jiwa manusia yang tidak bersalah.


"Akan aku usahakan. Maka dari itu lakukan yang terbaik untuk menjaga pewaris ku" Ucap Naga Qiulong lalu menghilang.


∆∆∆∆∆∆∆


Setiap perkataan Naga Qiulong terpaku dengan erat di ingatan Snowy. Tugas nya harus menjaga Baruna dengan baik.


Meskipun hati kecilnya berkata Ethan tulus pada Baruna namun dia takut jika benar hal yang buruk terjadi pada mereka dan membuat kekacauan dunia lagi.


"Semoga semua baik baik saja" Ucap Snowy menatap ke arah kamar Baruna.


.


.


.


Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.


-linalim-

__ADS_1


__ADS_2