
-Epilog tidak penting-
Snowy tampak sedang duduk menikmati roti lapisnya hingga seekor kucing kecil yang tampak kusam dan kumal mendekat pada Snowy. Dari rasnya terlihat itu jenis ras kucing kampung atau bisa juga disebut Domestic Shorthair jika di lihat dari bulu kucing itu yang pendek.
"Ck! Ngapain dekat-dekat? Mau aku makan?"
"Meow (Tidak)"
"Ih. Bandel banget. Aku ini anjing. Yakin mau dekat?"
"Meow (Iya)"
Kucing itu terus bergelayut di kaki Snowy. Dalam bahasa si kucing Snowy paham perkataan si kucing kecil itu.
"Aku tidak bisa membawa mu kucing kecil. Shelter ku sudah penuh"
"Meow (Hmmm)"
Kucing itu tampak tertunduk lesu.
Seorang pria tampak berlari mendekat dan meneriaki kucing itu.
"Kucing sialan!!! Kau kan yang mencuri ikan ku??!!"
Pria itu tampak hendak menendang kucing kecil itu. Snowy langsung mencegah gerakan pria itu.
"Jangan coba menyentuhnya atau aku pastikan kaki mu akan patah"
"Siapa kau?"
__ADS_1
"Aku Kakaknya"
Ucap Snowy sambil melirik ke kucing kecil yang tampak bergetar ketakutan itu.
"Hah?"
Snowy melihat sekeliling yang sepi dan juga tidak ada satu CCTV pun langsung menerjang pria itu hingga pingsan.
Snowy hanya memberi beberapa pukulan pada pria itu agar membuatnya jera tidak bersikap kasar pada binatang apa pun lagi. Snowy bisa menghirup aroma pria itu yang penuh darah dan kebencian pada binatang.
Hal yang sangat tidak Snowy suka. Aroma pembenci binatang.
"Hah. Kau sungguh merepotkan"
Meskipun mengeluh Snowy langsung mengendong kucing kecil itu dengan tangannya dan membawanya ke apartemen milik Baruna.
Biarlah kucing itu ikut tinggal bersamanya dulu. Dia yakin Baruna tak akan marah jika hanya menambah seekor kucing di apartemennya.
Rumah keluarga Christian~
Nyonya Christian tampak kesal melihat adik perempuan dari suaminya itu tampak menyebalkan. Terus menerus mengatakan hal yang seolah menjatuhkan dan menganggap Ethan memiliki kelainan seksual hanya karena Ethan masih melajang dan belum mau memiliki kekasih lagi hingga saat ini.
Tak lama tampak Ethan muncul ke tengah ruangan mereka berkumpul.
"Ah itu Ethan. Hei apa kabar. Sudah berumur juga kamu ya" Ucap perempuan yang harusnya di panggil tante oleh Ethan.
Ethan menatap heran pada Tante kecilnya itu lalu beralih memandang sang Mama yang sudah memasang wajah sangat kesal.
Paham jika sang Mama sungguh kesal membuat Ethan sedikit ingin tertawa. Sang Mama memang benci acara kumpul keluarga bersama keluarga sang Papa. Tapi apa daya jika tidak berkumpul maka akan semakin banyak cibiran tidak menyenangkan yang terdengar.
__ADS_1
"Tidak setua tante kok" Ucap Ethan dengan santai.
Nyonya Christian hampir tertawa mendengar jawaban Ethan yang berani itu. Sedangkan beberapa tetua dan anak-anak lainnya sudah tertawa terbahak-bahak.
Wajah sang tante sangat kesal dan mulai memikirkan ide menjatuhkan nama baik Ethan.
"Oh ya. Masih jomblo? Jangan-jangan seperti kata mantan mu itu kalau kamu ada kelainan. Impoten atau jangan-jangan kamu penyuka sejenis???"
Ucap Tante kecilnya Ethan dengan senyuman sinis.
"Ah begitu kah? Dia berkata begitu karena aku jijik menyentuh tubuh murahannya. Dan aku terlalu mahal dan berharga untuk dengan mudah di dapatkan. Jika tante ragu dengan keperkasaan ku apa mau coba? Bukan kah Tante suka daun muda??"
Sarkas Ethan dengan telak membuat wajah Tantenya itu memerah. Siapa pun tahu jika tantenya itu sudah dua kali menikah dan itu selalu mencari pria muda yang jauh usia di bawahnya.
Anggota keluarga lainnya kembali menertawakan Tante kecilnya itu hingga terpingkal-pingkal.
"Wajar sih Tante bisa ngomong begitu. Aku hampir lupa kalau sampah itu anak teman Tante. Ah~ biasanya sampah berteman dengan sampah bukan?"
Ucap Ethan telak lalu beranjak mendekati sang Mama.
Nyonya Christian tersenyum bangga dengan Ethan yang berani melawan mulut pedas dan tidak sopan tante kecilnya itu.
Semua anggota keluarga tampak takut menyinggung adik kecil itu karena dia selalu bersikap stress dan tantrum hingga mau melukai diri sendiri jika orang-orang mengejeknya ataupun yang dia inginkan tidak bisa di dapatkan.
"Oh ya. Kalau mau lukai diri sendiri panggil Ethan ya Tante. Mungkin Tante bisa jadi samsak Ethan buat olahraga. Jadi Tante gak usah capek-capek akting kesakitan karena luka. Biar sakit beneran" Ucap Ethan lagi dengan sengaja.
Dan kini Nyonya Christian tak bisa lagi membendung tawanya. Nyonya Christian tertawa sangat puas.
.
__ADS_1
.
.