
Perjalanan ke kediaman Pangeran Arvie cukup jauh dan memakan waktu. Tapi tetap saja mereka bersemangat untuk mencari tau tentang pedang khusus itu. Bagaimana juga mereka membutuhkan pedang itu untuk menghadapi Rico.
Selama perjalanan Kitty tampak tenang dan tertidur di pangkuan Snowy. Sedangkan Baruna menatap jalan di sepanjang perjalanan.
Setelah memasuki hutan yang panjang mereka pun tiba di sebuah rumah lama yang megah dan terawat. Rumah yang sangat kokoh dengan arsitektur jaman rumah pangeran kerajaan masa lalu.
Snowy cukup takjub dengan design tempat itu. Tempat yang indah bagi siapa pun yang melihatnya.
"Ayo turun. Kita masuk dulu ke dalam" Ucap Ethan pada Snowy dan Baruna.
Para pelayan yang menjaga di sana pun di suruh pulang oleh Ethan. Tentu sebagai keturunan dari pangeran Arvie tidak ada yang berani menolak perintah dari Ethan.
Setelah para pelayan pergi, mereka mulai mencari di seisi rumah termasuk di ruangan khusus yang hanya bisa id buka dengan sentuhan tangan Ethan.
"Ruangan ini sudah di mantrai ternyata" Ucap Snowy spontan.
Dia bisa melihat sekeliling ruangan yang sudah di mantrai oleh Pangeran Arvie agar menjaga benda peninggalannya dengan baik. Sehingga hanya Ethan yang bisa membukanya. Sepertinya pangeran sudah yakin dia akan bereinkarnasi dan tempat itu di butuh kan.
"Wah wajah kalian memang copy paste ya" Ucap Snowy membandingkan lukisan pangeran Arvie dengan wajah Ethan.
Ethan hanya tersenyum menanggapi celotehan dari Snowy. Dia masih fokus mencari sebuah pedang. Setiap kotak mereka buka dan ada beberapa pedang di dalamnya.
Hanya saja bukan itu yang di butuh kan oleh Baruna. Bukan pedang itu yang mereka cari.
__ADS_1
"Sebenarnya seperti apa pedang itu?" Tanya Ethan kebingungan.
"Pedang berwarna hitam dengan tulisan - tulisan dari emas yang terukir di pedangnya. Ada lukisan naga di salah satu sisi mata pedang dan gagangnya bergambar Elang" Jelas Baruna.
Ethan mencoba mencari pedang yang di cari oleh Baruna. Namun seketika dia teringat sesuatu yang membuatnya merasa sedih.
Ya pedang itu yang di pegang oleh Pangeran Arvie saat menusuk perut Kaimana. Pangeran Arvie membunuh Kaimana dengan pedang khusus itu. Tanpa Pangeran Arvie tau jika pedang itu bisa menghancurkan jiwa dan membuat orang tidak bisa bereinkarnasi lagi.
Ethan yang termenung membuat Baruna menepuk pundaknya.
"Hei. Kenapa?" Tanya Baruna heran.
Ethan hanya tersenyum kecut dan menggelengkan kepalanya. Dia kembali mencari pedang itu.
Bahkan mereka mencoba mencari di paviliun belakang rumah pangeran Arvie. Dan hasilnya masih zonk. Tidak ada yang mereka dapatkan.
Mau tidak mau Baruna, Ethan dan Snowy tampak beristirahat sejenak. Mereka mencoba menetralkan nafas dan pikiran agar bisa mendapat ide harus mencari dimana lagi.
"Susah sekali. Benda itu di simpan dimana. Pintar sekali si pangeran itu menyimpannya" Ucap Snowy yang sudah kelelahan.
"Entahlah. Aku tidak bisa menembus penglihatan ku itu. Semua terhenti hanya di gambaran Pangeran Arvie membalut pedang itu dengan kain putih. Lalu penglihatan ku langsung buyar" Ucap Baruna jujur.
"Sepertinya semua tempat di rumah ini sudah kita cari. Atau kalian mau coba cari sekali lagi di rumah ini?" Tanya Ethan pada Baruna dan Snowy.
__ADS_1
"Astaga. Ini terlalu luas. Lagi pula masa kau keturunannya bahkan reinkarnasinya tidak bisa tau di mana kau simpan benda itu dulu?" Tanya Snowy pada Ethan.
Snowy sudah kelelahan karena tak kunjung menemukan pedang itu.
"Kalau Aku bisa tau mana mungkin kita harus mencari seperti ini. Lagi pula meski aku keturunan dan reinkarnasi dia tetap saja Aku berbeda. Aku terlahir sebagai manusia biasa. Bukan sebagai pangeran hebat yang punya Cakra Elang. Jika punya maka aku tidak akan hampir mati di bunuh makhluk aneh waktu itu" Jelas Ethan yang memang jujur. Dia tidak punya kemampuan seperti itu saat ini.
"Sudah jangan ribut, kita istirahat dulu sebelum mencarinya lagi. Pasti bisa di temukan hanya kita harus lebih teliti lagi" Ucap Baruna menengahi pembicaraan Ethan dan Snowy.
"Miau" Suara Kitty berbunyi nyaring.
"Hah? Apa?" Tanya Snowy pada Kitty. Hanya Snowy yang bisa paham maksud Kitty.
"Miawwww. Miawww" Kitty kembali mengeong pada Snowy.
"Ah. Begitu. Okey, terima kasih" Ucap Snowy
Baruna dan Ethan kompak menatap Snowy dengan penuh tanya. Snowy tersenyum.
"Kitty bilang dia tau lokasinya tapi kita harus menemukannya sendiri saat tiba di lokasi itu" Jelas Snowy.
"Ayo" Ucap Baruna yang langsung bangkit dari duduknya di ikuti oleh Ethan.
"Tunjukkan jalannya Kitty"
__ADS_1
"Miawww"