Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Rico Semakin Mendekat


__ADS_3

"Lain kali aku akan mengajaknya jika bertemu dengan mu" Ucap Ethan dengan santai.


"Baiklah. Akan aku tunggu hari itu tiba"  Jawab Rico.


Keduanya tampak duduk saling bersulang. Mata Ethan  sesekali melirik ke arah Frans yang mulai beringas menciumi gadisnya di tempat umum.


Bukan hanya Ethan. Beberapa teman mereka juga mulai berciuman dengan perempuan yang mereka bawa. Bahkan ada yang menyewa penari striptis di club itu.


Ingin heran tapi itulah fakta dari kebiasaan serta hiburan anak muda di kota itu. hawa nafsu di mana - mana sudah menjadi sebuah hal yang lumrah.


"Lain kali aku akan mengundang mu makan bersama. Apa bisa?"  Tanya Ethan pada Rico.


"Kapan?" Tanya Rico antusias.


Ethan berpura - pura mengecek jadwal kegiatannya melalui note dan kalender di ponselnya seolah dia benar - benar berusaha mencari waktu untuk bertemu dengan Rico.


"Rabu besok bagaimana?"  Tanya Ethan yang sengaja memilih hari Rabu Legi untuk melancarkan niat Baruna membalaskan dendamnya.

__ADS_1


"Rabu besok?" Tanya Rico memastikan.


Rico tampak berpikir sejenak. Karena Rabu yang di pilih Ethan adalah Rabu Legi dan dia bertugas menjaga Frans di kediamannya setiap hari itu tiba.


"Ya aku hanya punya waktu kosong itu dan ada banyak hal yang membuat ku penasaran serta mau aku konsultasikan pada mu" Ucap Ethan memulai memancing Rico lebih jauh lagi.


Rico menatap wajah Ethan, terlihat Ethan serius dan tidak berpura - pura. Rico menimbang - nimbang. Sejujurnya jika dia dekat dengan Ethan itu jauh lebih menguntungkan Rico dari pada dia terus menerus menjaga Frans yang hanya mampu memberinya uang dan wanita,.


Jika dengan Ethan sudah pasti uang akan mengalir, wanita tentu akan mudah karena Ethan sangat tenar, terlebih Rico ingin berlindung di balik aura Ethan yang kian luar biasa menurutnya.


Rico berencana menguasai diri Ethan agar dia bisa turut menguasai aura Ethan dan mengendalikannya.


"Baik. Kita bertemu rabu depan" Ucap Rico dengan yakin.


"Terima kasih" Ucap Ethan bersopan santun.


"Aku yang harus berterima kasih kau sudah mau meluangkan waktu mu"  Ucap Rico lagi.

__ADS_1


Ethan merasa tenang. Akhirnya umpan dia berhasil. Dia akan memberitahu hal itu pada Baruna nanti.


Semakin larut pesta semakin menggila. Suara detuman musik juga semakin kuat. Semua orang juga tampak mulai tipsy bahkan sudah ada yang mabuk parah.


Ethan memutuskan pulang terlebih dahulu, entah mengapa dia begitu muak melihat orang - orang di dalam berpelukan dan bercumbu. Padahal dulu dia tidak risi dengan hal itu dan merasa biasa saja hal itu terjadi di dalam club.


Entah lah apa yang terjadi yang pasti Ethan ingin segera menuju apartemen Baruna. Dia merindukan gadisnya itu dan ingin memberi tahu jika dia sudah berhasil membuat Rico mau keluar bersamanya Rabu Legi nanti.


Sepanjang perjalanan Ethan bersenandung senang. Dia tidak menyadari seekor burung Elang bertengger di atas mobilnya selama dia mengemudi.


Burung Elang itu tampak berbeda, ya dialah Raja Dewa Elang. Dia adalah leluhur Ethan yang selama ini menjaga Ethan. Ah lebih tepatnya menjaga keturunannya yang terpilih yaitu pangeran Arvie, yang kini telah bereinkarnasi menjadi Ethan.


Dan Ethan juga tidak menyadari dirinya membawa sesuatu dalam tubuhnya yang merupakan pusaka dari kerajaan Elang. Cakra Elang yang legendaris dan di takuti itu.


Entah lah apa yang akan terjadi setelah ini, Apakah Ethan bisa mengendalikan dirinya atau mengulangi kesalahan yang lalu seperti pangeran Arvie. Semoga saja tidak.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2