Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Baruna In Action...


__ADS_3

Seorang gadis menjerit kesakitan di tengah gelapnya malam dekat hutan di puncak itu.


Gadis itu tampak lemah terikat. Tubuhnya digerayangi dengan kasar oleh dua pria tua yang selama ini sangat dia hormati.


"Pak. Maafkan Ayu. Tolong lepasin Ayu Pak. Sadar Pak tolong sadar. Ini Ayu anak bapak" Ucap gadis itu lirih.


"Diam. Bapak mau usir setan yang sudah menganggu tubuhmu. Gara-gara setan itu usaha Bapak hancur. Kau juga tidak akan bisa menikah kalau tidak menuruti perkataan Bapak" Ucap pria tua yang ternyata Ayah kandung gadis bernama Ayu itu.


Ayu baru berusia 16 tahun. Daerah mereka maish kental dengan hal hal berbau mistis dan kepercayaan takhayul.


Bapak Ayu salah satunya yang sangat mempercayai hal berbau mistis itu. Saat panen buahnya dirusak semua oleh binatang hutan tanpa tersisa satu buah pun yang selamat, dirinya langsung mencari dukun terkenal di daerah itu. Bukannya mencari alasan dan pencegahan kerusakan buah karena serangan binatang namun malah mencari dukun. Tapi hal itu lumrah bagi masyarakat disana.


Sang dukun menjelaskan bahwa di tubuh Ayu -putri sulungnya itu terdapat mahluk berbahaya yang bisa menghancurkan ekonomi dikeluarga itu. Dan jika tidak segera dibasmi maka Ayu juga tidak akan pernah bisa menikah nantinya.


Hal yang mengerikan adalah Ayu harus ditiduri oleh Bapaknya sendiri lalu juga ditiduri oleh dukun itu di perkebunan yang berdekatan dengan hutan. Agar bisa mengeluarkan mahluk itu kembali ke hutan asal nya.


Tentu saja Ayu yang mendengar hal itu berontak sejadi-jadinya tidak ingin disentuh oleh Bapaknya sendiri. Namun apa daya, tenaga gadis muda seperti Ayu tidak bisa melawak dua pria dewasa yang kuat itu.


Dan begitulah saat ini Ayu terikat dengan kedua kaki dan tangan membentuk huruf X di sebuah gazebo dekat perbatasan kebun teh dan hutan itu.


"Tolong... Tolong...... " teriak Ayu berusaha meminta pertolongan tapi tidak ada satupun warga memperdulikan nya. Bahkan keluarganya sediri tidak berani melawan karena mereka takut jika melawan perkataan kepala keluarganya itu maka mereka semua juga akan celaka.


"Diam cah Ayu. Ini demi kebaikan keluarga mu juga kebaikan mu. Nurut ya" Ucap dukun itu yahg sejak lama mengagumi kecantikan dan tubuh indah Ayu.


Tak lama kemudian Bapak Ayu melepas pakaiannya semua sambil merapal mantra sesuai yang diarahkan dukun itu.


Tanpa memperdulikan bahwa gadis dihadapannya adalah sang putri kandung. Dengan tega dan kasar pria tua itu menyatukan miliknya dengan milik putri kandungnya sendiri.


"Argh... Sakit... To-long.... Ampun Pakkk " teriakan Ayu sunguh mengiris hati siapapun yang mendengarkannya. Namun hal itu tidak menyurutkan perbuatan sang Bapak.


Ayu terus menangis dan mencoba memberontak. rasa sakit inti tubuhnya seolah terkoyak itu membuatnya hampir pingsan. Dirinya tidak siap dan tidak ingin diperlakukan begitu. Ayu terus menangis dan menjerit kesakitan. Hingga sang Bapak dengan gilanya menumpahkan cairan itu didalam tubuh Ayu.


Setelahnya sang Bapak berganti dengan dukun itu untuk menyentuh tubuh Ayu juga. Tentu Ayu terus menangis berteriak dan meronta menolak perlakuan dukun itu.


Tapi apa daya. Tubuhnya terikat dengan kuat hingga dia tidak bisa melarikan diri dari tempat itu. Ayu kembali merasakan rasa sakit yang amat pada inti tubuhnya saat dukun itu menyatukan milik mereka.


Dan gilanya, entah setan apa yang merasuki kedua pria tua itu. Bukannya berhenti setelah sekali menyentuh Ayu. Mereka kembali mengulanginya hingga lubang belakang Ayu tak luput dari sasaran mereka. Benar biadab manusia-manusia itu.


Suara lirihan kesakutan Ayu terdengar oleh Baruna.


Baruna menatap nyalang pada kedua pria tua yang menyentuh Ayu yang merasa kesakitan hingga kedua lubang di tubuh Ayu mengeluarkan darah segar.

__ADS_1


Baruna merasuki tubuh Ayu saat Bapak Ayu kembali menyentuh tubuh Ayu. Ayu yang dalam keadaan dirasuki itu tampak diam tidak merinta ataupun menikmati. Ayu menatap kosong pada sang Bapak.


"Ah... Gila banget nduk. Milikmu rapet bener. Lebih nikmat daripada punya Ibu mu" Ucap sang Bapak dengan kotornya. Otaknya sepertinya sudah menghilang atau mungkin memang sang Bapak tidak memiliki otak didalam tempurung kepalanya.


Hingga akhirnya sang Bapak kembali menumpahkan cairannya, tubuh Ayu seolah menyedot terus milik sang Bapak membuat awalnya sang Bapak mengerang keenakan. Namun tak lama sang Bapak meringis kesakitan dan berteriak.


"Ahh.. Ahhh... Enakk... Oohhh... Shhh. Aduh... Apa ini Ndukk" Ucap sang Bapak yang terkejut karena miliknya tidak dapat dicabut keluar lagi dari milik Ayu. Selain itu dia merasa miliknya bukan lagi diurut namun seolah diremas dan hendak di patahkan didalam sana. Tubuhnya juga merasa kesakitan seolah seluruh darah dan dagingnnya di sedot oleh milik Ayu.


Bapak Ayu menatap wajah sang anak dengan heran. Namun begitu terkejut. Wajah Ayu berubah menjadi wajah orang lain yang tidak dikenali Bapak Ayu.


"Kau... Kau siapaa...... Argh!!!! ", Bapak Ayu meninggal dalam kondisi mengenaskan. milihnya telah dipatahkan oleh Baruna hingga darah juga keluar dari anus dan mulut pria tua itu. Hukuman kejam yang di berikan Baruna. Roh pria itu pun diseret oleh Naga menuju neraka yang panas.


Melihat kliennya meninggal didepan matanya dengan kemunculan wanita yang entah siapa itu, membuat dukun itu terkejut. Dukun itu membaca beberapa mantra namun tidak ada yang mampu mengusik Baruna.


Baruna yang keluar dari tubuh Ayu lalu berjalan semakin mendekati Dukun itu. Tubuh Baruna tampak bersinar keemasan dengan pakaian putih dan selendang hijau kuning pada pakaiannya.


" Kau siapa???" Bentak dukun itu yang mulai ketakutan melihat Baruna. Dia yakin mahluk dihadapannya itu bukanlah Jin yang bisa dia lawan. Juga bukan manusia meskipun dia sangat cantik.


Baruna hanya tersenyum smrik.


"Kalian manusia kotor sepertinya tidak pantas lagi hidup didunia ini. Kau hanya mengandalkan jin jin rendahan untuk menyesatkan manusia dan memuaskan nafsu bejad mu. Maka hari ini aku akan memberi mu kenikmata sejati hingga kau tidak bisa menikmatinya lagi" Ucap Baruna dan seketika dari tangan kanan Baruna keluar seekor ular hitam yang sangat besar melilit Dukun itu.


" Arghhhhhh.... Ampunnn..... " Ucap Dukun itu meminta pengampunan.


"Sudah terlambat. Apa kau sebelumnya mendengarkan permintaan gadis itu untuk di lepaskan. Tidak bukan? Aku akan membiarkan mu merasakan rasa sakit yang dialami gadis itu" Ucap Baruna dengan tersenyum mengerikan.


Dukun itu merasa ketakutan hingga kencing dicelananya.


Baruna menatap ular hitam itu. Tampak Ular hitam itu menghormat pada Baruna dengan menundukkan kepalanya.


"Bawa dia ke istana kegelapan. Silahkan kalian bermain-main dengan tubuhnya sama seperti dia melakukan hal itu pada gadis tadi. Setelah itu aku akan membunuh dan menyeret rohnya ke neraka" Ucap Baruna sambil tersenyum.


Ular besar itu membawa dukun itu dan menghilang dalam gelapnya malam.


Setelah itu Baruna melangkah menuju gazebo itu. Dengan sekali kipasan tangannya, seluruh tali yang mengikat tubuh Ayu hilang. Baruna membuat hujan turun hanya di daerah gazebo itu untuk membersihkan seluruh tubuh Ayu yang penuh keringan, cairan kotor kedua pria tua itu juga darah yang mengalir.


Ayu yang merasakan tubuhnya tersiram air, perlahan membuka matanya.


"Ahhh. Shhhhh... " Ayu merasa kesakitan pada seluruh tubuhnya terutama inti tubuhnya.


Ayu berusaha bangun dari tempatnya terlentang, begitu terkejut dirinya melihat sang Bapak sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuhnya yang hanya tinggal tulang berbungkus kulit namun masih tampak darah segar mengalir keluar dari mulut dan lubang bawah tubuhnya.

__ADS_1


"Ba--Bapak.... " Ayu menangis melihat kondisi kematian sang Bapak yang begitu tragis.


Menyadari ada seseorang yang menatapnya membuat Ayu terkejut dan malu. Dirinya berusaha menutupi tubuh polosnya itu dengan tangannya.


Baruna hanya menghela nafas melihat kondisi gadis itu lalu membuat angin meniupkan beberapa lembar daun pisang yang tampak besar hingga menutuoi tubuh gadis itu.


Baruna tidak bisa membantunya lebih dari itu. Tugasnya hanya menghukum manusia yang sudah sangat diluar batas kemanusiaan. Dan tujuannya sudah dia selesaikan. Baruna kembali melesatkan diri kembali ke villa tempatnya menginap bersama yang lainnya.


Snowy melihat Baruna yang sudah kembali dengan kondisi bersih cukup terkejut.


"Aku kira kau akan membuat darah berceceran dimana mana" Ucap Snowy dengan santai.


"Sedang malas. Susah bersihkan aroma busuknya nanti. Tahu sendiri darah manusia seperti itu sangat berbau busuk" Ucap Baruna lalu masuk kedalam kamar mandi untuk menyeka wajahnya sebentar.


"Segeralah kembali ke bawah. Telinga ku mendengar mereka sudah bertanya-tanya dimana kau berada" Ucap Snowy.


Baruna langsung segera merubah wujud menjadi Avisa kembali dan turun ke dekat kolam renang.


"Hei. Kok lama? Kata Ariel, Kau tadi ke kamar mandi?" Tanya Bunga Cantika saat melihat Baruna berwujud Avisa yang baru kembali bergabung dengan mereka.


"Maaf. Perutku agak kurang enak tadi Kak" Ucap Baruna sambil tersenyum.


"Oh kau enggak kenapa kenapa kan, Avisa? Baru saja tadi Oliv mau nyusul kau ke kamar. Ya sudah sini duduk dekat aku" Ucap Bunga Cantika dengan ramahnya.


Baruna langsung duduk di sebelah Bunga Cantika sambil menuang segelas whiskey dan menikmati kembali acara mereka itu.


'Beruntung aku cepat. Hah. Malas sekali harus sembunyi sembunyi begini' Batin Baruna. Jika dia berada di gua (baca:goa-red) atau sedang tidak dalam wujud Avisa maka dia dengan mudah dan bisa bersantai serta bersenang-senang mengerjai para manusia yang benar-benar membuatnya gerah.


Acara kian malam kian membuat semua orang hanyut dalam canda tawa. Meskipun ada musik dan minuman beralkohol tidak berarti pesta itu berubah menjadi s*xparty atau yang sejenisnya.


Semua orang di sana benar-benar hanya ingin bersantai mendengar lagu sambil menikmati minuman di tengah udara dingin puncak.


Karena kalau pesta itu berubah menjadi pesta pertemuan antar k*lamin terbuka di pastikan Baruna akan membantai mereka semua. Langit tidak akan membiarkan Baruna ikut dalam hal buruk seperti itu.


.


.


.


Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.

__ADS_1


-linalim-


__ADS_2