
"Bisa. Aku mengetahui semua. Tentang Mutiara Bulan, Tentang Nona juga Cakra Elang"
"Boleh saya tau rahasia apa yang ada di ketiga benda itu?"
Pertanyaan Baruna membuat si Pertapa Suci itu menatap Baruna lalu tersenyum.
"Apa yang Nona ingin ketahui tentang tiga pusaka itu?" Tanya si pertapa suci.
"Apa saja yang boleh saya ketahui? Dan apa yang tidak?" Tanya Baruna lagi.
Pertapa itu tersenyum lagi dan mulai menceritakan sebuah kisah indah tentang tiga pusaka langit. Dulu pusaka itu hanya di miliki satu makhluk. Dia yang menguasai seluruh Jagad raya hingga suatu saat dia menjadi tamak dan mengacau dunia sesuai apa yang di inginkan.
Akibatnya kehidupan antara darat dan laut, manusia dan gaib, semua menjadi kacau balau tidak teratur. Raja langit kemudian mengutus beberapa pengawal kuatnya untuk menekan dan menghancurkan makhluk itu. Tapi gagal.
Hingga berkat bantuan penguasa laut, Raja para Naga, juga Raja Elang, makhluk itu dapat di binasakan. Karenanya ketiga pusaka itu di bagi kepada tiga pahlawan yang sudah berjasa menyelamatkan kehidupan.
Benda itulah yang di namakan Mutiara Bulan, Mutiara Naga dan Cakra Elang. Kekuatan ketiganya jika di persatukan dapat mengguncang dunia. Akibat kejadian yang terdahulu maka Raja langit tidak mengizinkan ketiga benda itu di miliki hanya satu pemilik. Mereka harus terpisah bahkan antar pemilik tidak seharusnya memiliki hubungan khusus.
Karena raja takut jika dua di antara tiga benda itu saja bersatu dan si pemilik membuat masalah maka dampak besar akan terjadi lagi pada kehidupan.
"Itu artinya Mustika Bulan bisa di taklukkan jika Mutiara Naga dan Cakra Elang bersatu?" Tanya Baruna memastikan.
"Benar sekali. Tapi untuk menyatukannya sama saja mengorbankan salah satu dari pemilik pusaka itu. Karena pusaka itu harus melebur ke dalam kekuatan satu sisi. Hal itu sudah terjadi jauh sebelum saat ini. Tapi itu benar mengejutkan dan dunia menjadi kacau ratusan tahun lalu. Laut mengamuk gunung juga meletus di mana - mana karena pemilik dua pusaka meninggal dan tidak ada yang meneruskan tugas mereka" Ucap si pertapa suci itu.
"Maksud pertapa? Kaimana dan pangeran Arvie seharusnya tidak bersama?" Tanya Baruna memastikan lagi ucapan dari si pertapa suci.
__ADS_1
"Itu seharusnya tidak di lakukan. Mereka memegang dua benda suci. Dan mereka saling mencintai. Saat terjadi sesuatu pada salah satunya maka yang lain juga akan merasa sakit yang sama dan hancur. Akibatnya kekacauan di mana - mana pun terjadi" Ucap Pertapa suci itu.
Baruna terdiam sejenak. Hatinya mendadak merasa ngilu mendengar perkataan si pertapa suci. Baruna meneteskan air matanya tanpa sebab.
"Mungkin kau sudah tau jika kau adalah Kaimana. Kau masih membawa benda itu karena saat Kaimana meninggal dia sudah hamil keturunan pangeran Arvie. Keturunan dari dua darah kuat itu yang membuat mutiara Naga kembali pada dirimu Kaimana. Kau kembali terpilih setelah sebelumnya kau memang penguasa laut yang bertanggung jawab di lautan. Apa yang terjadi dengan kehidupan mu saat ini adalah hukuman atas kelalaian mu yang mengakibatkan ribuan nyawa tidak bersalah melayang"
"Kau membuat kekacauan saat mencintai seorang pria yang kau tau menguasai Cakra Elang. Padahal kau juga tau kalian tidak seharusnya bersama. Saat kau mencintai seseorang maka saat itu pula kau bisa membencinya hingga ingin membunuhnya. Itulah sebabnya langit menentang kalian bersama. Bahkan di kehidupan ini kau kembali bertemu dengannya lagi akibat sumpah yang dia ucapkan. Dia benar - benar menemukan mu setelah berkali - kali reinkarnasi dan penderitaan dia alami. Dia juga sedang menjalani hukumannya harus terjebak dalam dunia mu saat ini"
Baruna menangis. Dia merasa bersalah. Tapi tidak di pungkiri dia masih sangat mencintai Pangeran Arvie ataupun Ethan. Rasanya dia tidak akan bisa melepas cintanya itu.
"Tapi yang aku lihat Cakra itu tidak ada pada Ethan. Ah maksud ku reinkarnasi dari pangeran Arvie saat ini. Berarti tidak akan terjadi hal buruk lagi bukan?" Tanya Snowy pada Pertapa suci itu.
"Tidak ada kepastian dalam hidup ini. Tidak ada hal yang bisa di jamin. Apa yang aku anggap benar belum tentu benar. Apa yang aku anggap salah belum tentu salah" Jawab si pertapa suci yang membuat Snowy bingung setengah hidup. Dia tidak paham maksud si pertapa suci.
"Mutiara Bulan ada pada orang yang menjadi musuh kalian di kehidupan lalu. Dia yang membuat kekacauan juga di masa lalu namun dia tidak hancur jiwanya hingga jiwa tamak itu bereinkarnasi kembali dan kini mulai mengacau kembali. Dia akan menyebabkan banyak penyakit aneh dan bencana alam untuk manusia di bumi jika kalian tidak segera menghentikannya" Ucap Pertapa itu mengingatkan Baruna.
"Aku mengerti. Maaf jika kehadiran kami sudah mengganggu pertapa suci" Ucap Baruna sambil memberi hormat sebelum berpamitan.
Baruna dan Snowy melangkah keluar dari Goa itu di antar oleh sang pertapa suci. Sebelum mereka pergi dari tempat itu si pertapa memanggil Baruna lagi.
"Nona"
"Ya?"
"Pilih jalan yang terbaik. Kalian sudah di takdirkan. Tidak akan ada yang berubah hanya hasil akhir yang bisa kalian pilih. Temukan pedang itu kali ini kalian harus menembus jantungnya. Bukan perutnya. Agar jiwanya musnah dan tidak lagi bereinkarnasi kembali" Ucap si pertapa suci.
__ADS_1
Baruna mengangguk paham dengan perkataan si pertapa suci itu.
Baruna dan Snowy kembali menyeberangi lautan dari pulau bangau ke Goa milik Baruna. Sepanjang perjalanan Baruna tampak diam dan berpikir.
"Kau akan melakukan apa? Yang aku lihat cakra itu tidak ada di dia tapi menurut si pertapa Ethan juga di hukum. itu artinya dia akan dalam bahaya juga bukan selama bersama kita?" Tanya Snowy.
Baruna menghela nafas berat. Dia juga bingung karena jika Cakra Elang ada pada Ethan pasti dia bisa merasakannya. Tapi ini tidak, Baruna tidak merasakan apa pun pada diri Ethan selama ini.
Tanpa Baruna sadari jika sebenarnya Cakra itu sedang terkunci dan belum terbangun dari diri Ethan. Raja Elang lah yang menguncinya di dalam tubuh Ethan karena tau jika keturunannya itu sedang menjalani hukuman reinkarnasi penuh dengan penderitaan tanpa memiliki pasangan dan keturunan dan selalu di tangannya membuat keturunan keluarga menjadi putus.
Seperti apa yang sudah dia lakukan yang mengakibatkan banyak keluarga kehilangan penerus keturunan mereka. Begitu pula yang di jalani Ethan selama berkali - kali kelahiran kembali. Dia di cerca dan di katakan sebagai pembawa sial dan membuat keturunan keluarganya putus di tangannya.
Beruntung Raja Elang masih menjaganya dari jauh hanya memastikan Ethan tidak pernah mengakhiri hidupnya dengan tragis dan tetap meninggal dalam kondisi layak. Walau berujung di setiap kehidupan dia meninggal muda tanpa sebab jelas.
"Kita kembali ke apartemen dulu. Jangan katakan apa pun pada Ethan. Kita fokus saja mencari pedang yang di maksud oleh pertapa suci dan mencari cakra elang. Mungkin benda itu tertinggal di kediaman pangeran Arvie dulu" Ucap Baruna pada Snowy.
"Baiklah kalau begitu. Besok saja kita kembali. Aku terlalu lelah hari ini" Ucap Snowy yang langsung merebahkan dirinya di ranjang batu di dalam Goa.
Baruna mengikuti permintaan Snowy. Dia memilih masuk ke dalam kolam teratai untuk berendam sambil bersemadi mencari penglihatan pedang yang dimaksud oleh petapa suci.
.
.
.
__ADS_1