
Baruna bangun pagi dan langsung berolahraga. Pikirannya masih berkecamuk. Nama Kaimana dan Arvie terus terngiang-ngiang.
"Siapa mereka. Aku harus mencari tau dari Raja Naga. Tidak mungkin itu hanya mimpi biasa. Rasanya itu terlalu nyata untuk menjadi mimpi" Ucap Baruna pada dirinya sendiri.
Setelah satu jam berlari di sekitaran apartment nya. Baruna kembali ke apartemen untuk menyusun rencana bersama Snowy.
Tiba di dalam apartemen sudah tampak Snowy yang baru selesai memasak sarapan pagi.
"Tumben cepat sekali? " Tanya Snowy heran.
Biasanya Baruna akan menghabiskan waktu lebih dari dua jam untuk berolahraga.
"Lagi enggak mood" Jawab Baruna singkat.
"Ada masalah? " Tanya Snowy heran.
"Aku bermimpi aneh" Ucap Baruna sambil menghela nafas berat.
"Mimpi aneh? " Tanya Snowy penasaran.
"Iya sangat aneh dan terasa nyata. Entah mengapa itu menganggu pikiran ku sekali" Ucap Baruna merasa bingung.
"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan. Hanya mimpi. Kau terlalu banyak pikiran" Ucap Snowy mencoba menenangkan Baruna.
"Baiklah. Akan aku ikuti saran mu" Jawab Baruna.
"Sana mandi dan sarapan" Ucap Snowy.
Snowy fokus kembali menyusun sarapan dan minuman sehat yang untuknya dan Baruna.
Baruna segera mandi membersihkan diri nya dan berpakaian rapi sebelum sarapan bersama Snowy.
Sambil makan mereka menikmati tayangan Youtabe di televisi yang menayangkan podcast dari deni Margo tentang masalah KDRT yang pernah terjadi pada salah satu keluarga artis.
Snowy tampak fokus melihat pembicaraan di podcast itu.
"Sepertinya memang netizen di negara ini hanya melihat satu sisi dan suka ikut campur. Apa semua artis tidak punya privasi untuk kehidupan mereka sendiri ya? Ck! " Komentar Snowy.
"Haha. Kau lupa ini negara yang sangat demokratis? Pastinya netizen nya bebas dan terlalu kepo apalagi masalah KDRT" Ucap Baruna sambil tertawa melihat kekesalan Snowy.
"Sorry Aku bukan nge-bela yang KDRT ya. Itu sangat tidak di benarkan. Tapi tetep aja apa sih yang di komentari Netizen itu sangat tidak pantas. Mereka juga tidak tahu apa yang di alami oleh keluarga seseorang " Ucap Snowy.
"Ya kau benar sekali" Ucap Baruna singkat.
Keduanya fokus kembali menikmati makanan mereka.
Selesai makan Baruna mencuci semua peralatan kotor lalu duduk di sofa ruang tamu bersama Snowy.
"Kau bukannya ingin membuat rencana menghancurkan Zaky? " Tanya Snowy memastikan.
"Tentu. Dan aku butuh kau lagi" Ucap Baruna.
"Apa? " Tanya Snowy penasaran.
"Zaky sangat tergila dengan bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat tanpa harus bekerja keras" Ucap Baruna sambil tersenyum smirk.
"Jadi aku harus menjadi siapa? " Tanya Snowy.
"Jadi sosok yang tampan kaya raya dan muda" Jawab Baruna.
__ADS_1
"Terus? " Tanya Snowy lagi.
"Katakan kau pemilik usaha investasi. Tunjukkan kekayaan kau dan punya koneksi besar serta kemudahan dalam investasi yang menguntungkan. Jangan tawarkan. Biar dia yang sibuk mengejar mu" Ucap Baruna.
"Okey gampang. Tapi wajah siapa yang harus aku contoh ya? " Tanya Snowy.
"Akan aku coba pikirkan. Asal kau sudah paham maksud ku ya" Ucap Baruna.
"Paham. Kau ingin dia yang penasaran dan itu membuatnya sendiri menawarkan diri tanpanbisa menyalahkan siapapun bukan? " Tanya Snowy memastikan.
"Tepat sekali. Kau memang anjing yang sangat pintar. Tidak sisa-sisa aku memberikan mu makanan enak setiap hari" Ucap Baruna meledek.
"Sialan! " Umpat Snowy ikut tertawa.
Keduanya tertawa senang. Mereka memang sangat akrab dan saling menjaga.
"Kapan harus aku mulai? " Tanya Snowy.
"Malam ini. Aku mendengar dari para burung kalau dia malam ini akan menuju sebuah club malam. Tunjukkan dirimu di sana dan buat orang selalu mendekati mu tapi jangan mau mendekati mereka terlebih dahulu. Paham? " Ucap Baruna mengingat kan.
Snowy menganggukkan kepalanya tanda paham.
Keduanya kembali fokus menikmati tayangan podcast yang marathon mereka tonton untuk membuang waktu.
Setiap manusia punya kesalahan. Setiap manusia selalu belajar. Dan manusia yang berani mengakui kesalahannya dan memperbaiki semua kesalahannya itu adalah manusia yang kuat dan berhasil.
Tidak ada manusia tanpa masalah ataupun beban. Semua manusia memiliki masalah sekecil apapun. Hanya bagaimana cara manusia itu menyikapinya.
Tuhan tidak akan pernah menutup mata. Tuhan selalu punya caranya menolong umat-Nya dan manusia lah yang harus lebih peka menjalani masalah dan memperbaikinya.
.
.
.
" Kau ikut? " Tanya Snowy.
" Ikut tapi dalam wujud lain. Bukan Avisa. Berbahaya nanti" Ucap Baruna jujur.
"Baiklah" Jawab Snowy lalu mengambil kunci mobil dan menuju parkiran apartemen.
Snowy mengendarai mobil melaju stabil menuju club malam itu.
45 menit kemudian Snowy tiba di club malam itu dan langsung masuk ke dalam.
"Semakin bagus club malam sekarang" Gumam Snowy.
Dia masuk dan mencari tempat duduk di meja bar.
"Pesan apa Tuan" Sapa bartender di hadapannya.
"Bisa buatkan aku segelas cocktail yang terenak? " Tanya Snowy sambil tersenyum.
"Tentu bisa Tuan. Harap ditunggu sebentar" Ucap bartender itu.
"Silahkan" Snowy tersenyum lembut.
Snowy menajamkan mata dan telinganya mencari tempat Zaky berada.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama yang sulit untuk Snowy karen Baruna sudah menandai Zaky.
Hal itu untuk mempermudah mereka menemukan Zaky di tempat seramai apapun.
"Itu dia" Gumam Snowy.
Snowy tersenyum tipis. Buruannya ada di depan mata.
Seperti yang Baruna katakan. Seorang Zaky memang sangat glamour dan selalu ingin tampak keren dan kaya di hadapan orang-orang.
Snowy hanya menggeleng kan kepala heran melihat sikap dan penampilan Zaky.
Tampak Bartender sudah selesai membuatkan cocktail pesanan Snowy.
"Silahkan Tuan" Ucap Bartender itu menyajikan minuman di hadapan Snowy.
Snowy menyodorkan selembar uang 100.000 sebagai tips.
Tentu Bartender itu tersenyum bahagia dan sangat berterima kasih atas tips sebesar itu.
"Terimakasih Tuan" Ucap Bartender itu sambil membungkuk menghormat kepada Snowy.
"Sama-sama" Ucap Snowy dengan santai.
"Boleh saya tau nama Tuan " Ucap Bartender itu.
"Hans. Panggil aku Hans. Aku akan sering kemari" Ucap Snowy tersenyum.
Dia sudah memberi umpan agar namanya di ingat dan di akui sebagai tamu VVIP di club itu. Tentu hal itu akan mempermudah membuat Zaky semakin percaya dan ingin mengenal Hans.
Bartender itu tersenyum. Terlebih Snowy tampak tampan, muda, dan juga kaya serta rendah hati. Terlihat dari pakaiannya juga kunci mobilnya berlambang segitiga. Tentu tamu pria yang baru di layani nya bukan orang sembarang.
"Aku sepertinya butuh whiskey lainnya. Bisa berikan macallan untukku? " Tanya Snowy.
"Tentu bisa Tuan dengan senang hati" Ucap Bartender itu lalu segera membawakan sebotol Macallan baru untuk Snowy dan meletakkan sebuah gelas serta batu es di dalam gelas.
Bartender itu juga menyajikan sepiring buah buahan segar untuk Snowy.
"Ini compliment nya Tuan. Semoga Tuan betah datang ke tempat ini" Ucap Bartender itu.
"Tentu terima kasih" Ucap Snowy sambil tersenyum.
Ketampanan Snowy menjadi pembicaraan kaum hawa di sekitaran sana. Apalagi selain tampan penampilan Snowy menunjukkan dia pria kaya yang berkelas.
Bisik-bisik kaum hawa terdengar hingga telinga Zaky yang membuat Zaky penasaran.
Zaky menatap ke arah Snowy yang tersenyum dan berbincang dengan bartender dengan akrab.
Tentu Zaky memperhatikan segala sesuatu yang di pakai Snowy. Ber-merk tapi tetap elegant. Bukan orang sembarangan. Apakah artis?
Seperti biasa Zaky yang selalu ingin tampil di atas dan di kenal akrab dengan banyak artis dan orang hebat membuat Zaky tidak tahan mendekati Snowy.
'Kena kau! ' Batin Snowy.
.
.
.
__ADS_1