
"Hai Avisa" Sapa Ethan yang mendatangi meja Avisa dan teman temannya.
"Siapa dia?" Tanya Oliv Margo penasaran.
Baruna hanya tersenyum membalas sapaan Ethan.
"Teman aku. Ah Ethan kenalin ini Kak Oliv dan Kak Rina" Ucap Baruna mengenalkan mereka.
"Hallo. Aku Ethan" Ucap Ethan menyalami Oliv Margo dan Rina Runissa bergantian.
"Hallo. Aku Jio" Sapa Jio mengenalkan diri sebagai teman Ethan.
"Maaf kalau aku menganggu" Ucap Ethan pada Baruna.
"No problem" Baruna tersenyum ramah.
Tak lama pesanan untuk meja mereka tiba. Ethan kemudian pamit kembali ke mejanya bersama Jio.
Rina Runissa dan Oliv Margo pun mulai dengan mode on kepo to the max.
"Ganteng banget. Siapa tuh Avisa. Kenal dimana?" Tanya Rina Runissa penasaran.
"Iya. Ganteng, kayaknya anak baik baik juga" Timpal Oliv Margo.
"Ah kebetulan kenal aja kemarin. Ya gitu deh" Jawab Baruna yang tidak mungkin mengatakan bagaimana mereka saling mengenal.
"Wah. Rey ada saingan nih" ceplos Rina Runissa.
"Kalah telak mah om Rey" ceplos Nadin -anak sambung Rina Runissa.
"Hush enggak boleh gitu ngomongnya anak gadis" Tegus Rina Runissa pada Nadin.
"Haha. Apaan sih Kak. Udah yuk makan. Entar dingin enggak enak makanannya" Ucap Baruna mengalihkan pembicaraan mereka.
Selesai makan mereka memanggil pelayan untuk memberikan bill mereka.
"Ah maaf Kak. Sudah dibayar billnya" Ucap Pelayan itu dengan sopan.
"Hah? Siapa yang bayar?" Oliv terkejut mendengar bill meja mereka sudah di bayar.
Baruna reflek memandang kearah Ethan.
Ethan tampak tersenyum pada Baruna.
Baruna mengambil ponselnya dan menuliskan chat untuk Ethan.
'Makasih sudah bayarin makan siang kami' -tulis Baruna.
'Sama-sama. Sampai jumpa lusa nanti Avisa' -balas Ethan-
"Yuk Kak. Kita jalan" Ucap Baruna mengajak mereka untuk beranjak.
"Eh tapi ini siapa yang bayar. Kita belum tahu loh" Ucap Oliv Margo.
__ADS_1
"Aku tahu siapa yang bayar. Aku juga sudah bilang makasih sama dia" Ucap Baruna sambil tersenyum.
Rina Runissa dan Oliv Margo saling berpandangan. Namun mereka tetap mengikuti Baruna yang keluar dari restoran. Baruna memasuki satu persatu toko yang menjual baju maupun tas mewah untuk memilih satu hadiah yang cocok untuk Ethan.
"Eh beli ini aja kalau enggak. Sekarang lagi trend bawa tas beginian nih cowok cowok" Ucap Oliv Margo.
"Iya nih. Tapi si Dedy sama nih anak lakiknya nih kagak doyan tas beginian, padahal keren loh, lagi ngetrend lagi." Ucap Rina Runissa heran dengan selera suami dan putranya.
"Ini ya? Bagus ya?" Tanya Baruna memastikan lagi.
"Beneran bagus tuh. Lagian kualitasnya juga ok" Ucap Oliv Margo.
"Ya sudah. Mbak yang ini aja ya. Tolong sekalian bungkus rapi ya untuk kado soalnya" Jelas Baruna kepada pelayan toko barang mewah merk L itu.
Selesai memilih dan membayar kado untuk Ethan. Mereka kembali menjelajahi seisi Mall dan membeli beberapa keperluan. Tak lupa Baruna berbelanja daging wagyu kesukaan Snowy yang stoknya sudah menipis di kulkasnya.
"Bye Kak. Makasih ya hari ini" Ucap Baruna berpamitan.
"Bye Avisa. Hati hati ya" Seru Oliv Margo dan Rina Runissa bersamaan.
Baruna memasuki mobilnya dan kembali ke apartement.
Tampak Snowy sedang asyik menikmati cemilan sambil menonton drama korea yang sedang viral. Drama yang menceritakan pembalasan dendam wanita yang keluarganya di hancurkan oleh keluarga kaya yang jahat. Wanita itu menjadi duri dalam keluarga orang jahat itu bahkan merebut perhatian suami dan anak wanita jahat didalam film itu. Hebatnya dia mampu berteman dengan wanita jahat itu dan menipunya mentah-mentah.
"Asyik sekali nontonnya? " Tanya Baruna sambil menyusun barang belanjaannya ke kulkas.
"Iya seru nih episode ini" Ucap Snowy yang tanpa menoleh ke arah Baruna.
"Belum nanti aja. Aku yang masak. Apa kau sudah lapar?" Tanya Snowy.
"Aku masih kenyang. Ya sudah aku ke kamar dulu. Bersihan remahan snack mu. Jangan sampai semut malah datang" Ucap Baruna mengingatkan.
"Okey 👌" Ucap Snowy sambil membulatkan jari jempol dan telunjuknya.
Baruna masuk ke kamar lalu merebahkan diri. Dia masuk ke alam mimpi. Mimpi saat dia bertemu dengan Frans pertama kali. Mimpi yang sangat dibenci Baruna. Jika bisa dia kembali ke masa itu, dia ingin sekali membunuh Frans saat itu juga.
Hari berganti. Tiba di hari ulang tahun Ethan.
Baruna mengenakan pakaian santai berupa kaos crop top dan celana panjang ketat dengan tas selempang kecil. Tak lupa dirinya membawa kado yang sudah dia beli untuk Ethan.
"Aku keluar sebentar. Makanan dan cemilan sudah aku siapkan" Ucap Baruna pada Snowy.
"Siip. Tenang aja. Aku mau menikmati film baru" Ucap Snowy dengan santai.
"Dasar anjing langit aneh. Doyan banget lihat drama korea" Ucap Baruna sambil menggeleng kan kepalanya heran.
Baruna segera turun menuju tempat parkir mobil.
Mobil Baruna melesat ke salah satu club terbesar di kota itu tempat Ethan merayakan ulang tahunnya.
Ethan membooking setengah dari seluruh meja yang ada di club itu untuk tamu-tamu nya.
Baruna melangkah masuk dengan santai. Semua mata memandang kagum ke arah Baruna.
__ADS_1
'Sosok Avisa kenapa begitu kuat mencuri perhatian orang-orang sih. Aku jadi sulit menjaga sikap' keluh Baruna dalam batin.
Baruna tidak sadar, bukan hanya karena wajah dan fisik sosok Avisa yang cantik. Tapi aura Baruna lah yang sangat memikat orang-orang melihatnya. Aura yang membuat siapapun akan terpana bahkan banyak juga wanita yang akan cemburu melihatnya.
"Hei Avisa" Sapa Ethan yang langsung menyapa Baruna dari dekat.
"Hai. Selamat ulang tahun ya" Ucap Baruna lalu menyerahkan kado untuk Ethan.
"Astaga untuk apa repot repot segala" Ucap Ethan yang terkejut Avisa memberikannya hadiah. "Boleh aku buka?"
"Silahkan. Itu kan hadiah mu" Ucap Baruna dengan santai.
Ethan membuka kado itu. Sebuah tas untuk pria. Tas yang sedang ngetrend dan bagus tampak cocok di bawa oleh Ethan.
"Wah bagus sekali. Terima kasih Avisa" Ucap Ethan.
Ethan langsung menggunakan tas itu menyimpan barang bawaannya. Memang benar cocok untuk Ethan.
"Ayo duduklah disini" Ucap Ethan membawa Baruna duduk di sebelahnya.
Baruna hanya tersenyum. Ethan menawarkan whiskey untuk Baruna dan mengajaknya one shoot.
Tanpa ragu Baruna menikmati minuman itu bersama Ethan dan temannya. Banyak gadis yang menatap tidak suka dengan Baruna yang dekat dengan Ethan. Ya tentu karena mereka ingin sekali dekat dengan Ethan namun tidak bisa. Beberapa di antaranya hanya pernah menjadi teman ons (one night stand) dengan Ethan. Dan setelah itu Ethan tidak akan memperdulikan mereka lagi.
Sepasang mata menatap Baruna tanpa henti. Dia adalah Frans. Baruna merasa senang, dia tidak perlu mencari dan menanyakan keberadaan Frans pada Ethan. Ternyata pria itu muncul sendiri. Frans tampak mendekat dan mengajak Baruna untuk menari bersama di bawah alunan musik DJ club itu.
"Frans. Ajak saja yang lain. Mereka menunggu ajakkan mu. Avisa akan bersama ku" Ucap Ethan menahan tangan Frans yang terus memaksa menarik Baruna untuk mau ikut menari dengannya.
"Okey okey. Ini acara mu jadi kau berhak memilih dan enjoy" Ucap Frans yang menyembunyikan kekesalannya tidak bisa mendekati sosok Avisa saat itu.
"Hah. Maaf Avisa. Dia memang seperti itu" Ucap Ethan merasa tidak enak. Terlebih Avisa bukan orang sembarangan setahu dia.
"Tidak masalah. Apa kau ingin menari? " Tanya Baruna yang sengaja mengajak Ethan menari karena ada Frans yang juga menari dengan gadis lainnya.
"Boleh" Jawab Ethan antusias.
Baruna dan Ethan ikut menari menikmati alunan musik DJ. Tiba-tiba orang semakin berdesakan hingga Ethan terdorong dan tak sengaja mencium bibir Avisa.
"Baruna" Ucap Ethan tanpa sadar karena merasa ciuman itu seperti bibir Baruna yang dia cium. Terasa manis strawberry.
Baruna terdiam. Dia bingung saat mendengar Ethan menyebut nama 'Baruna'.
Mata keduanya saling menatap dalam saat musik semakin kencang dan tinggi seolah menyuarakan isi hati keduanya yang sama-sama berdegup kencang.
.
.
.
Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.
-linalim-
__ADS_1