Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Mencari Mutiara Bulan


__ADS_3

Malam mulai tiba. Baruna, Snowy dan Kitty tampak makan bersama.


Malam ini Baruna dan Snowy akan berkeliling di setiap sudut kota itu untuk menemukan petunjuk tentang Mutiara Bulan.


Sesaat sebelum mereka berangkat, Kitty terus mengeong dan menyentuh kaki Snowy dengan tubuhnya seolah tidak ingin di tinggal.


"Sudah bawa saja dia di dalam baju mu. Kita harus mengelilingi setiap sudut kota sebelum pagi tiba"


Ucap Baruna dan alhasil si Kitty turut di bawa lagi bersama mereka.


Mata Kitty tampak berbinar senang dengan hal itu. Ketiganya menyusuri seisi kota bersama - sama tentu dalam wujud tidak terlihat.


Langkah mereka menyusuri dari satu rumah ke rumah lain yang di curigai memiliki aura berbeda namun belum bisa di temukan juga Mutiara Bulan itu.


"Sepertinya itu di sembunyikan"


Ucap Baruna pada Snowy.


"Aku juga merasa begitu. Auranya samar - samar bisa Aku rasakan ada di kota ini tapi susah sekali menemukannya"

__ADS_1


Ucap Snowy jujur. Instingnya yang kuat bisa merasakan keberadaan Mutiara Bulan. Namun tidak bisa di temukan di mana pun mereka mencarinya. Aneh dan tidak bisa di terima akal sehat tapi itu yang terjadi.


Maka kesimpulan yang bisa mereka katakan adalah Mutiara Bulan itu di simpan oleh seseorang yang juga memiliki ilmu gaib.


tiba di apartment keduanya memilih beristirahat. Besok akan di lakukan pencarian lagi mengenaik Mutiara Bulan karena percuma mereka memaksa hari ini untuk mencari benda itu.


Baruna yang mengkhawatirkan benda itu jatuh ke tangan yang salah terus memikirkan satu dan lain hal yang merupakan kemungkinan yang bisa terjadi pada benda itu.


Hanya satu harapan Baruna, semoga benda itu tidak jatuh di tangan orang yang salah.


Walaupun ada yang menyembunyikannya semoga itu orang yang baik yang ingin melindungi benda itu.


Penglihatan kecil yang harus dia buat setajam mungkin. Karena dia yakin itu bisa membantunya mencari titik letak benda itu.


Agar bisa memastikan Mutiara Bulan tidak akan di salah gunakan oleh siapa pun.


Lain Baruna lain pula dengan Snowy.


Di dalam kamar Snowy tampak sedang bermain dengan Kitty. Kucing kesayangannya.

__ADS_1


Meskipun tangannya sedang mengajak Kitty bermain, tapi pikirannya tertuju pada ingatan sebuah rumah yang mereka lewati.


"Aku rasa itu ada di sana. Tapi aura tempat itu terlalu gelap" Gumam Snowy sambil menghela nafas.


Ya dia bisa merasakan sesuatu yang sangat berbeda walaupun samar dari sebuah rumah yang mereka lewati tadi.


Hanya Snowy tidak bisa gegabah. Aura kelam di rumah itu sangat terasa untuk anj1ng sepertinya.


Dia tidak mau membuat Baruna dalam masalah apalagi dia tau Mutiara Bulan akan melindungi siapa pun yang memilikinya.


Sekuat apa pun Baruna meski tidak akan kalah dia tetap tidak bisa melukai si pemilik jika pemilik benda itu sadar dia dalam kondisi terancam.


Mereka akan kehilangan jejak lagi jika menyerang tanpa berhati-hati.


"Eh tapi kenapa Ratu duyung bisa di serang ya? Ada sesuatu yang aneh. Atau sudah lama Ratu di uncar? " Gumam Baruna lagi.


Dia merasa aneh dengan semua kejadian. Tidak ingin berandai-andai tapi kondisi sekeliling jelas mendukung apa yang dia andaikan.


"Besok harus Aku cari tau dari binatang di sekitar Ratu meninggal"

__ADS_1


Snowy kemudian memutuskan untuk tidur saja agar besok bisa mulai mencari dan bertanya ke sekitar tempat jasad kasar Ratu Duyung di temukan.


__ADS_2