
"Ada apa?" Tanya Ethan pada Snowy yang tampak cemas.
"Kita harus cepat membunuhnya sebelum malam menjelang purnama nanti" Jelas Snowy.
"Kenapa?" Tanya Ethan bingung.
"Dia sudah menyiapkan segala sesuatu untuk menyempurnakan ilmunya dan melebuhkan Mutiara Bulan dengan dirinya. Itu akan berbahaya jika sampai Mutiara Bulan melebur dalam jiwanya" Jelas Snowy.
Ethan yang mendengar itu ikut terkejut. Tapi harus dengan cara apa mereka bisa menghentikan Rico. Pria itu cerdik dan memiliki feeling yang kuat.
"Aku akan mencuri Mutiara itu" Ucap Snowy tiba - tiba.
"Jangan. Percuma. Tempat dia menyimpan benda itu memiliki energi kuat. Kau akan mati sebelum masuk ke dalam. Aku yang hanya manusia biasa saja bisa merasakan energi yang sangat negatif yang terpancar dari rumahnya" Ucap Ethan yang khawatir pada Snowy.
"Jadi bagaimana? Dia terlalu kuat untuk aku hadapi sendiri" Ucap Snowy.
"Apa tidak ada masa saat dia melemah?" Tanya Ethan penasaran.
Jika Frans bisa lemah tanpa makhluk peliharaannya dari Rico tentu Rico dengan tubuh manusia dan hanya jiwa iblis pasti ada kelemahan juga.
"Setiap makhluk atau orang yang memiliki ilmu seperti Baruna, akan lemah saat mereka hendak meleburkan sesuatu ke dalam tubuhnya. Atau setelah mendapat hukuman seperti yang kau lihat terjadi pada Baruna kemarin dulu" Ucap Snowy menjelaskan.
"Itu artinya kita harus menyerang saat dia mau melakukan ritual. Dia pasti lebih lemah dan kau bisa mengalahkannya. Lalu Aku meski manusia biasa juga tidak akan kalah tenaga dari dia" Ucap Ethan memberi ide.
__ADS_1
Snowy menatap takjub dengan Ethan. Pintar sekali pria itu membeli saran. Snowy saja tidak terpikirkan hal itu.
"Aku akan menemuinya" Ucap Ethan tiba - tiba.
"Untuk apa?" Tanya Snowy cemas.
"Untuk mengetahui kelemahan musuh kita harus dekat dengannya. Aku harus mengambil segala resiko" Ucap Ethan dengan yakin.
"Berhati - hatilah" Ucap Snowy khawatir jika Ethan malah terluka sebelum bertarung.
Ethan hanya tersenyum dan hendak pergi dari tempat itu. Namun seketika Kitty mengitari kaki Ethan seolah tidak mengizinkan.
Ethan tersenyum dan menggendong Kitty. sambil perlahan mengelus kepala kucing kecil itu.
Ethan menyerahkan Kitty pada Snowy dan langsung pergi dari apartemen itu. Dia melajukan mobilnya dengan yakin menuju ke rumah Rico.
Tiba di sana tentu suasana sangat sunyi dan tidak banyak pergerakan manusia. Ethan memberanikan diri mengetuk pintu rumah Rico. Tak lama pria itu keluar. Dia tampak setengah basah.
"Loh? Ethan? Ada apa kau kemari?" Tanya Rico yang terkejut melihat kehadiran Ethan.
"Maaf mengganggu. Aku ingin mengajak mu makan bersama sebagai ucapan terima kasih" Ucap Ethan sambil tersenyum.
"Untuk? Ah. Masalah mu sudah selesai?" Tanya Rico sambil tersenyum ramah.
__ADS_1
"Iya benar. Ayo kita pergi makan" Ucap Ethan pada Rico.
"Masuklah. Tunggu sebentar biar aku ganti pakaian" Ucap Rico.
"Pakaian mu? Kenapa?" Tanya Ethan dengan penasaran.
"Bukan apa - apa. Sudah tunggu dulu ya" Ucap Rico lalu setengah berlari menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
Ethan melihat ada noda darah dan air di pakaian Rico sebelum pria itu berbalik. Aroma bau laut tercium di hidung Ethan. Dia tampak lebih sensitif saat ini. Mata Ethan melihat ada sebuah mutiara kecil berwarna pink lembut yang terjatuh saat Rico berlari ke kamarnya.
Dengan cepat Ethan menyimpan benda itu dalam sakunya sebelum Rico tau. Tak lama Rico keluar dengan kondisi sudah wangi dan bersih.
"Ayo" Ucap Rico dengan semangat. Dia merasa berhasil sudah mendekati kehidupan Ethan.
Selangkah lagi baginya untuk bisa masuk ke dalam kehidupan Ethan dan mengendalikan pria itu.
"Ayo" Jawab Ethan lalu keduanya menaiki mobil Ethan menuju salah satu restoran di tengah kota untuk makan bersama.
.
.
.
__ADS_1