
Baruna tampak mulai membuat spaghetti Aglio olio dan daging wagyu panggang.
Sedangkan Ethan dan Snowy terlihat dengan setia duduk menunggu di meja makan. Termasuk Kitty yang juga menunggu jatah daging wagyu untuknya.
Sesekali Baruna memperhatikan Ethan yang bermain dengan Kitty dan berbincang dengan Snowy.
Memang mereka sangat akrab bahkan sebelum Ethan dan Baruna saling mengenal satu sama lain sebagai pasangan di masa lalu.
Kini perasaan Baruna menghangat. Hanya untuk Ethan tentunya. Dia merasa ada sesuatu dalam dirinya yang terus mendorongnya untuk dekat dan menjaga Ethan.
Selesai membuat tiga porsi spaghetti dan empat porsi daging wagyu, Baruna menyusun makanan di atas meja.
"Ayo makan"
Ucap Baruna.
mereka mulai makan bersama sambil bercengkrama ringan. Setelah waktu makin larut Ethan di minta untuk menginap saja.
Tentunya Baruna khawatir jika Ethan harus pulang tengah malam.
"Tidur di sini. Kau bisa tidur bersama Snowy" Ucap Baruna yang tampak enggan berpisah dengan Ethan saat ini.
"Kalau aku ingin tidur bersama mu? " Tanya Ethan sengaja menggoda Baruna.
"Hei! Hei! Di sini ada anak bawah umur!" Ucap snowy yang protes dengan arah pembahasan Baruna dan Ethan.
__ADS_1
Hal itu malah membuat Ethan tertawa. Dia senang dengan tingkah Snowy yang selalu bisa menghiburnya.
"Baiklah Aku tidur di sofa saja" Ucap Ethan lalu merebahkan diri di sofa
"Ganti baju mu. Akan aku bawakan kaos ku" Ucap Snowy lalu segera masuk ke kamarnya.
Kini tinggal Baruna dan Ethan ada di ruang tengah.
"Tidurlah. Aku akan tidur di sini" Ucap Ethan pada Baruna.
Ethan mengecup kening Baruna sebelum memaksa Baruna masuk ke kamar untuk segera istirahat.
"Baiklah. Kau tidak masalah tidur di sini bukan? " Tanya Baruna memastikan sekali lagi.
"Iya. Masuk lah. sudah larut. Cepat istirahat. Besok banyak hal yang harus kita kerjakan sebelum Rabu Legi bukan? " Ucap Ethan mengingatkan rencana mereka.
"Iya Aku tau. Kalau begitu Aku masuk dulu. Selamat malam selamat istirahat" Ucap Baruna yang reflek mencium pipi Ethan.
Di perlakukan lembut begitu membuat Ethan tersenyum bahagia. Dia memperhatikan Baruna yang masuk ke kamarnya dan menutup pintu.
Tanya Ethan dan Baruna sadari, sejak tadi Snowy memperhatikan mereka berdua. Snowy hanya bisa berharap jika di kehidupan ini keduanya tak lagi saling melukai.
Dia tidak ingin Baruna ataupun Ethan terluka.
Tapi mengingat Mutiara Bulan yang hilang. Dia sedikit pesimis. Hal itu membuat ucapan Naga Qiulong terus menganggu ketenangan Snowy.
__ADS_1
"Semoga tidak jatuh ke tangan orang itu. Semoga dia tidak pernah bereinkarnasi" Gumam Snowy lalu bergerak mendekati Ethan
Snowy menyodorkan sebuah kaos untuk Ethan berganti juga celana kain yang bisa Ethan gunakan agar lebih nyaman tidur termasuk dalaman yang masih baru belum pernah terpakai.
Ethan menerima barang-barang itu dan berterimakasih pada Snowy.
.
Di dalam Kamar tampak Baruna memandang langit gelap. Dia tersenyum sendiri mengingat bagaimana dekatnya dengan Ethan.
Bagaimana dia dan Ethan pertama kali bertemu hingga saat ini.
Meskipun di awal pertemuan mereka tidak mengenakkan. Namun semakin hari mereka semakin dekat dan terlihat Ethan pria yang penuh tanggung jawab dan cinta.
Mereka seolah sudah di takdirkan bertemu dengan segala cara dan saling membantu.
"Tapi kenapa Pangeran Arvie begitu sedih setelah Kaimana meninggal. Kenapa dia menyiksa dirinya sendiri hingga mati setelah menyelesaikan lukisan Kaimana yang terbaik? "
Gumam Baruna pada dirinya sendiri. Dia belum menemukan jawabannya.
.
.
.
__ADS_1