
Di desa Wanjiru~
Baruna dan Ethan tampak duduk bersama menatap bintang.
Malam itu langit sangat cerah. Mereka bisa melihat begitu indah bintang yang bertaburan di langit di malam hari.
"Kau sudah mengurus Zaky?"
Tanya Ethan tiba - tiba.
Baruna menatap heran pada Ethan namun dia hanya mengangguk pelan.
"Snowy yang akan menghukumnya, Aku cukup menunggu kabar"
Ucap Baruna pada Ethan yang tampak paham.
"Ah ya. Aku masih bingung dengan sebutan Raja dari hantu kecil tadi"
Ethan memang sangat penasaran apa yang membuat makhluk kecil itu memanggilnya dengan sebutan Raja.
Bahkan di pikiran Ethan apa hantu kecil itu tau tentang kisah Pangeran Arvie dengan Kaimana.
Ingin bertanya tapi hantu kecil itu sudah pergi begitu saja tanpa sempat Ethan membuka suaranya.
Mau di cari ya Ethan tidak tau harus mencari ke mana. Sedangkan Baruna saja berkata dia tidak bisa memasuki alam baka.
Alam baka merupakan alam para arwah yang meninggal sudah saatnya atau belum saatnya. Dan alam itu di jaga dengan baik oleh makhluk - makhluk mengerikan dan tidak akan bisa di masuki manusia atau makhluk lain terkecuali mereka ingin mati atau musnah.
Baruna menatap Ethan, dia sebenarnya juga penasaran tapi dia bisa mengerti maksud hantu kecil itu. Mungkin benar Ethan adalah reinkarnasi dari Pangeran Arvie. Jika itu benar maka apa sebenarnya yang terjadi antara Pangeran Arvie dan Kaimana. Apa yang membuat mereka terpisah dan Pangeran Arvie sangat bersedih menderita hingga membuat banyak lukisan Kaimana hingga kematiannya.
Baruna tidak tau jika Kaimana meninggal di tangan Pangeran Arvie. Karena selama dia berminta dia hanya memimpikan hal yang indah antara Kaimana dengan Pangeran Arvie.
Berbeda dengan Ethan yang bermimpi jika Kaimana di bunuh dengan tangan Pangeran Arvie sendiri. Ethan juga banyak melihat pertengkaran Pangeran Arvie dengan Kaimana. Juga bagaimana menderitanya Pangeran Arvie saat Kaimana sudah meninggal.
Baruna dan Ethan masih dalam pemikiran masing - masing tanpa berani menyuarakan apa yang mereka mimpikan dan mereka asumsikan. Keduanya merasa belum waktu yang tepat untuk membahas hal itu.
Masih ada tujuan utama yang di inginkan Baruna, dan Ethan paham akan hal itu.
"Hei kalian ayo sini! Banyak ubi bakar nih manis semua"
__ADS_1
Panggil Deni Margo kepada Baruna dan Ethan.
Keduanya serempak tersenyum dan mendekat ke arah kumpulan teman - teman mereka yang sedang mengelilingi api unggun sambil menikmati ubi bakar juga teh hangat. Selain itu ada juga snack yang mereka bawa dari kota.
Semuanya berbincang dan tertawa bersama di malam terakhir di desa Wanjiru.
Malam itu terasa tenang bahkan terlihat beberapa anak - anak sedang memainkan kembang api bersama. Kini desa menjadi lebih aman dan nyaman. Baik untuk warga maupun untuk makhluk tak kasat mata yang sudah lama mendiami dan berbaur di desa itu tanpa mengganggu warga lain.
.
.
.
Pagi menjelang, semuanya bersiap kembali ke kota karena itu merupakan hari Senin. Mereka takut jika jalanan macet karena sudah merupakan hari kerja bagi para pejuang rupiah.
Semuanya mulai merapikan barang - barang. Dan seperti di awal mereka datang, begitu pula aturan penumpang di dalam mobil masing - masing.
Sepanjang perjalanan pulang malah semuanya tertidur. Terkecuali yang bertugas mengemudi tentunya. Baruna tampak menikmati setiap perjalanan.
"Kau tidak tidur?"
Tanya Ethan sambil melirik Baruna melalui spion tengah.
Jawab Baruna singkat.
Keduanya kembali terdiam selama perjalanan menuju ke rumah Deni Margo dan Oliv Margo itu.
.
.
Di gunung tempat Snowy dan Zaky menginap keduanya tampak menuruni puncak gunung seusai menikmati sunrise bersama pagi - pagi tadi.
"Aku baru tau tempat di sini sangat indah"
Zaky tampak begitu terpukau dengan keindahan sunrise tadi pagi.
"Ya begitulah lumayan"
__ADS_1
Snowy tersenyum tipis mendengar kebahagiaan pria muda yang sebentar lagi akan merasakan kehancuran dalam hidupnya.
Ya Snowy akan memberinya sebuah pelajaran hari ini. Sengaja Snowy membawa Zaky melalui jalan lain yang curam dan berada di dekat jurang.
"Astaga. apa kita salah arah? Kita tersesat? Dari tadi kita berputar terus di sini saja"
Zaky mulai merasa cemas dan panik karena mereka terus berputar di tempat yang sama.
"Entahlah. Ini harusnya sudah benar. Ayo coba lewat sana"
Ucap Snowy menunjuk arah sebuah jalan setapak yang semakin dekat dengan jurang.
Di sana ada sarang anj1ng - anj1ng liar yang mungkin saat ini sedang keluar mencari makan.
Memang tujuan Snowy agar Zaky di serang oleh binatang berkaki empat itu.
"Zak! Awas!"
Teriakan Snowy membuat Zaky terkejut dan langsung melihat ke arah kanannya.
Seekor anj1ng tiba - tiba menyerang Zaky. Terlihat Snowy sibuk membantunya dengan memukul anj!ng itu dengan ranting.
Kaki Zaky di gigit hingga berdarah. Snowy terus mengusir anj1ng liar itu.
"Zak, kau tidak apa - apa?"
Snowy memapah Zaky dengan menunjukkan wajah cemas.
"Sial. Sakit sekali kaki ku"
Zaky meringis kesakitan. Tentu saja, gigitan anj1ng liar tadi sangat dalam. Berdoalah agar kakinya tidak infeksi karena di gigit anj1ng liar dan entah virus apa yang dia bawa.
Snowy memapah Zaky berjalan mencari jalan keluar dari tempat itu.
"Tahanlah. Aku akan cari jalan keluar"
Ucap Snowy sambil memapah tubuh Zaky.
.
__ADS_1
.
.