Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Bertemu Tuan Christian


__ADS_3

Paginya Baruna dan Snowy sarapan bersama. Kitty juga tampak menikmati makanan kucingnya yang di sediakan oleh Snowy.


"Kau akan ke sana sendiri?"


Tanya Snowy memastikan apa yang ingin di lakukan Baruna hari ini.


Baruna memilih mendatangi kantor palsu mereka sendirian tanpa Ethan. Setelahnya dia akan menemui Ethan di kantor pria itu.


Dia tidak mau merepotkan Ethan untuk bolak - balik menjemputnya. Karena setelah itu Baruna ingin pergi ke tempat lain.


"Ya. Pastikan jangan lagi datang mendadak ke sana seperti kemarin"


Ucap Baruna mengingatkan Snowy.


"Tenang. Aku akan membawanya ke tempat lain hari ini. Tidak akan ke sana"


Ucap Snowy meyakinkan Baruna.


Snowy memang di minta Zaky untuk menemaninya melihat - lihat mobil keluaran terbaru. Dan di pastikan keduanya akan menghabiskan waktu lama di showroom.


"Oke"


Ucap Baruna.


Mereka kemudian menikmati sarapan itu dengan tenang sebelum masing - masing mengerjakan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.


.


.


Baruna melangkah menuju lift menuju basement tempat mobilnya terparkir.


Baruna memasuki mobilnya dan langsung melajukan mobil menuju ke gedung kantor palsu yang mereka buat.


Sepanjang perjalanan di sisi kiri kanan tampak banyak mobil yang juga melaju. Baruna sadar dia keluar di jam para pekerja berbondong - bondong menuju ke kantor masing - masing.


Jadi sudah di pastikan Keadaan jalanan akan sangat ramai. Baruna melajukan mobil dengan kecepatan stabil di jalanan.


Begitu tiba di gedung kantor itu. Baruna segera menuju lantai yang memang di gunakan mereka untuk membuat kantor palsu.


Semua orang - orang palsu yang merupakan jelmaan makhluk milik Baruna langsung memberi hormat pada Baruna.


"Masukan semua dalam tas ini"


Ucap Baruna memberikan tasnya pada salah satu makhluk di sana. Dengan cepat makhluk - makhluk itu membantu memindahkan semua uang itu ke dalam tas Baruna.


Setelah memastikan uangnya sudah di masukkan semua Baruna mengunci rapat tasnya.


"Kalian tetap ada di sini hingga 5 hari ke depan. Setelahnya kosongkan semua barang di sini dan kalian kembali ke tempat masing - masing. Mengerti?"


Titah Baruna memberi instruksi pada semua makhluk di sana.


"Baik Nona"


Ucap semua makhluk jelmaan di sana serempak. Mereka kembali pada posisi masing - masing melakukan kegiatan seolah itu benar - benar sebuah kantor dengan banyak aktivitas.


Baruna segera menuju lift untuk turun dan pergi dari kantor itu. Dia masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobil menuju ke kantor Ethan.


Baruna memang akan menemui Ethan, karena hanya pria itu yang bisa membantunya untuk saat ini. Ethan yang membantu Baruna mengurus keluarganya saat ini.

__ADS_1


Dari Ethan pula Baruna bisa mengetahui perkembangan kesehatan sang Ayah yang sebelumnya mengalami kecelakaan.


Keluarga Baruna kini hidup jauh lebih baik dari sebelumnya. Keuangan keluarganya juga jauh lebih stabil karena bantuan dari Snowy juga Ethan.


Baruna bisa merasa lega dan tenang melihat kondisi keluarganya yang banyak mendapat kemajuan. Tentu itu menjadi sesuatu kabar baik bagi Baruna.


Mobil Baruna kini semakin mendekati gedung perusahaan Ethan. Dia memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah di sediakan.


Tak lama terlihat Ethan turun langsung menyambut kedatangan Baruna.


"Biar Aku yang bawa"


Ucap Ethan membantu Baruna mengangkat tas yang berisi uang tunai itu.


Keduanya berjalan beriringan memasuki gedung perusahaan milik Ethan.


Semua karyawan tampak menyapa dengan hormat pada Ethan dan Baruna.


Banyak yang berdecak kagum melihat kedekatan Ethan dengan Baruna.


Mereka tau jika keduanya pasti memiliki hubungan lebih di lihat dari Ethan yang tak segan menggandeng tangan Baruna memasuki lift.


Dengan dalih takut Baruna ketinggalan dan tersesat di gedung itu.


Astaga Ethan, Batuna bukan anak berusia 5 tahun yang akan dengan mudah tersesat. Jika pun tersesat pasti akan mudah untuknya mencari bagian resepsionis. Anak jaman sekarang jauh lebih pintar dan berani dari pada yang kita pikirkan!


Baruna membiarkan Ethan terus menggandengnya seperti hendak menyeberang jalan. Dia menganggap Ethan sengaja agar berita tentang dia dan Ethan bisa menyebar cepat dan membuat Frans semakin terganggu fokusnya.


Dan itu merupakan kesempatan untuknya menerobos masuk ke dalam kehidupan Frans dan memisahkannya dari cenayang itu.


Dengan begitu akan lebih mudah untuk Baruna membalaskan dendamnya pada Frans. Jika Rico masih melindungi Frans maka Baruna akan sulit menghancurkan pria bajingan itu.


"Duduklah. Kau mau minum apa?"


Tanya Ethan pada Baruna ketika mereka sudah berada di dalam ruangan kantor Ethan.


"Apa saja. Asal jangan mengajakku mabuk siang hari"


Ucap Baruna terdengar santai.


Perkataan Baruna membuat Ethan tertawa. Dia senang Baruna semakin hari semakin akrab bahkan mau bercanda kecil dengannya.


"Duduklah. Aku buatkan kopi"


Ethan dengan sigap membuatkan segelas kopi untuk Baruna menggunakan mesin kopi yang tersedia di dalam ruangannya.


"Kau sibuk?"


Tiba - tiba seorang pria paruh baya masuk ke dalam ruangan Ethan tanpa permisi.


"Ah. Papa"


Ucap Ethan terkejut melihat kehadiran Ayahnya.


Tuan Christian juga terkejut ternyata di dalam ruangan itu ada tamu Ethan. Dan yang lebih mengejutkan Tuan Christian adalah Ethan memiliki tamu wanita dan sangat cantik,


Tidak pernah Tuan Christian melihat Ethan membawa wanita ke kantornya mau pun ke rumah.


"Ah maaf. Apa Aku mengganggu kalian?"

__ADS_1


Tanya Tuan Christian pada Ethan dan Baruna.


"Tidak, Pa. Ada apa?"


Tanya Ethan dengan sopan pada pria yang sudah membesarkannya itu.


"Tentang lukisan wanita yang kemarin. Lukisan itu berubah Et"


Ucap Tuan Christian yang terlihat tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.


"Maksud Papa?"


Ethan benar - benar tidak paham dengan perkataan Tuan Christian.


"Nanti Kau lihat saja sendiri di rumah. Ah ya satu lagi. Sebenarnya Papa mau mengajak mu makan siang bersama rekan Papa. Dia mau mengenalkan putrinya pada mu. Tapi sepertinya hal itu tidak perlu lagi ya?"


Ucap Tuan Christian tampak tersenyum dan melihat sebentar ke arah Baruna.


Ethan hanya tersenyum menjawab pertanyaan sang ayah tercinta. Dia tentu tidak akan mau makan siang dengan orang lain yang bertujuan menjodohkannya saja. Dan sejak dulu dia memang begitu.


"Ya sudah. Papa pergi dulu. Jangan pulang terlalu larut. Mama mu khawatir belakangan Kau sepertinya terlalu keras bekerja, Et"


Ucap Tuan Christian sebelum keluar dari ruangan Ethan.


"Baik, Pa"


Ethan tersenyum dan mengantarkan Tuan Christian hingga memasuki lift. Setelahnya dia kembali ke ruangannya menemui Baruna.


"Maaf ya. Aku tidak tau Papa ku mau datang"


Ethan tampak merasa tidak enak pada Baruna. Namun Baruna menanggapinya dengan santai.


"Nanti uang - uang ini akan Aku atur secara bertahap untuk di bawa kepada keluarga mu. Kalau langsung jumlah besar takutnya mereka syok dan curiga"


Jelas Ethan pada Baruna tentang caranya memberikan uang hak milik keluarga Baruna itu kembali ke yang seharusnya.


"Terserah Kau saja. Aku percayakan urusan itu pada mu"


Jawab Baruna yang tidak masalah dengan usul Ethan. Dia yakin pria itu bisa di percaya dan melakukan semuanya dengan baik.


Baruna tampak terdiam seperti memikirkan sesuatu.


"Ada apa?"


Tanya Ethan yang heran dengan Baruna yang begitu diam secara mendadak.


"Aku mau melihat lukisan itu langsung. Boleh?"


Tanya Baruna pada Ethan. Mata Baruna menatap dalam pada Ethan.


Ethan tersenyum dan mengangguk. Tentu dia akan membiarkan wanita yang sangat dia cintai itu untuk melihat apa yang di inginkan.


"Kita ke rumah ku setelah aku selesaikan pekerjaan ini"


Ucap Ethan pada Baruna yang di jawab dengan anggukan kepala tanda setuju dari Baruna.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2