Sang Pewaris Lautan

Sang Pewaris Lautan
Acara Pesta


__ADS_3

"Apa itu? " Tanya Ethan terkejut melihat sekelebat cahaya hitam.


Mata Ethan memang belum bisa melihat dengan jelas makhluk apa itu tapi hatinya yakin itu merupakan makhluk berbahaya.


"Berdiri di belakang ku. Dia berbahaya" Ucap Baruna.


"Ah okey" Jawab Ethan lalu berdiri tepat di belakang Baruna.


Mata Baruna berubah menjadi hijau dan kuning. Seekor Naga keluar dari punggungnya dan langsung menerjang ke arah makhluk itu.


Kuyang itu tampak cukup kuat dan melawan Naga yang di lepas Baruna.


Baruna mengeluarkan seekor ular hijau dari tangan kirinya untuk menutup mata para tamu di rumah itu.


Setelah memastikan semua mata tertutup, Baruna segera melangkah dan berubah wujud aslinya dengan pakaian putih serta selendang hijau kuning.


Dengan sekali hentakan kaki dirinya terbang menuju kuyang itu dan menarik kepala itu turun dari atas atap rumah mewah yang mengadakan pesta.


"Lepas..... Grrrrr" Geram Kuyang itu dengan mata memerah.


"Kalau kau tak ingin hancur maka lebih baik kau katakan. Siapa yang kau incar dan apa tujuanmu! " Ucap Baruna tanpa mau melepas tangannya yang terus menekan dahi kuyang itu.


Kuyang itu tetap diam. Tak lama terdengar suara bayi menangis di rumah itu.


Baruna paham sepertinya Kuyang itu mengincar bayi di rumah itu.


"Pergi sebelum aku menghancurkan kepala mu! " Ucap Baruna dengan tegas lalu melempar kepala itu sekuat tenaga.


Baruna mencium sesuatu yang aneh dari Kuyang itu. Dia tidak bisa dengan sesuka hati menghancurkan kepala kuyang itu. Ada hal antara si pemilik rumah pesta itu dengan si kuyang. Setidaknya Baruna sudah mengusir dan melindungi bayi yang tidak bersalah.


"Ada apa? Kau melepasnya?" Tanya Ethan heran.


"Tidak bisa. Pemilik rumah ini juga membuat masalah dengan Kuyang itu. Aku sudah mengusirnya" Ucap Baruna.


Dia tidak bisa terlibat lebih jauh dengan masalah orang lain yang tidak berkaitan dengannya.


Naga dan Ular yang di lepas Baruna kembali masuk kedalam tubuhnya Baruna.


"Kita kembali kedalam sebelum orang curiga" Ucap Baruna menarik tangan Ethan.


Terlihat semua tidak menyadari Ethan dan Baruna tidak ada di ruang pesta selama lebih dari 30 menit.


Terlihat Zaky mendekat ke arah Baruna dan Ethan dengan gaya sombongnya.


"Hai Tuan Ethan. Apa kabar mu? " Tanya Zaky menyapa Ethan.


"Baik Zak. Kau sendiri? " Tanya Ethan berbasa-basi.


"Seperti yang kau lihat. Aku selalu baik dan semakin baik" Ucap Zaky dengan sombongnya.


Ethan hanya tersenyum menanggapi perkataan Zaky.


"Ah siapa gadis cantik ini? " Tanya Zaky melirik ke arah Baruna.

__ADS_1


"Dia Avisa, partner bisnis ku" Ucap Ethan.


"Oh. Hai Avisa. Aku Zaky. Senang bertemu dengan mu" Ucap Zaky menyalami Baruna.


Baruna menyambut salaman perkenalan dari Zaky dengan senyuman dan tenang.


"Hai. Senang berkenalan denganmu juga" Ucap Baruna tersenyum.


Baruna langsung menandai Zaky saat bersalaman dengannya.


"Kau tampak tidak asing. Apa kita pernah bertemu sebelumnya? " Tanya Zaky merasa heran.


"Sepertinya tidak pernah. Aku baru melihat wajah mu pertama kali ini Tuan Zaky" Ucap Baruna sambil berusaha tersenyum ramah.


"Ah begitukah. Tapi kau sangat cantik. Boleh kita berteman? " Tanya Zaky.


Baruna hanya tersenyum menanggapi perkataan Baruna.


"Ah. Ayo kita berfoto bersama" Ucap Zaky kepada Ethan dan Baruna.


Tentunya hal itu dia lakukan untuk pamer di media sosial bahwa dia mengenal si cantik Avisa Belenda dan Ethan Christian yang dikenal sebagai pewaris perusahaan sang Ayah juga memiliki bisnis pribadi.


"Ah terima kasih Ethan dan Avisa" Ucap Zaky tersenyum puas karena berhasil menaikan pamor nya di media sosial.


"Sama-sama Zak" Ucap Ethan sekedar sopan santun.


Ethan mengajak Baruna untuk menikmati sedikit makanan yang terhidang.


"Kau mau ini? " Tanya Ethan sambil menunjuk buah-buahan segar.


"Ini? " Tanya Ethan lagi menunjuk daging wagyu panggang yang masih panas selesai di panggang.


"Sedikit saja. Aku tidak terlalu lapar" Ucap Baruna.


Ethan kemudian mengambil sepiring daging wagyu dan sepiring buah-buahan segar, lalu mengajak Baruna duduk di kursi dekat kolam renang untuk makan bersama.


"Ayo makanlah" Ucap Ethan.


"Kenapa cuman 1 piring? " Tanya Baruna heran.


"Kau bilang hanya akan makan sedikit. Kau makan lah dulu. Jika tidak habis biar aku yang habiskan" Ucap Ethan sambil tersenyum lembut.


"Tidak usah begitu. Makan saja bersama. Tapi gunakan garpu berbeda" Ucap Baruna.


"Baiklah. Aku paham" Jawab Ethan tersenyum kecil.


Ethan sudah menduga Baruna tidak mungkin membiarkannya makan sisa dari Baruna.


Hati kecil Ethan tergelitik dengan sikap Baruna yang menurutnya lucu jika sedang dalam mode galak dan dingin.


Selesai menyantap makanan. Ethan dan Baruna kembali berada bersama tamu-tamu lain.


Mata Baruna tertuju pada seorang pria bersama Frans. Baruna bisa merasakan hawa tidak mengenakkan dari Pria itu.

__ADS_1


Dan begitu pula Pria itu tampak seperti mencari sesuatu di sana.


' Dia cenayang! ' Batin Baruna cemas. Dia takut dirinya ketahuan.


Ethan melihat Baruna yang cemas dan Pria yang dia ketahui teman dari Frans itu mencoba mendekat, reflek Ethan langsung merangkul pinggang Baruna.


Seolah Ethan tau ada sesuatu yang buruk bisa terjadi jika Pria itu mendekati sosok Avisa saat ini.


"Ah Kau Ethan bukan? " Tanya Pria itu menyapa Ethan.


"Ya. Kau tahu nama ku? " Tanya Ethan penasaran.


"Aku Rico. Teman Frans. Apa kau lupa? " Ucap pria bernama Rico itu.


"Ah iya maaf aku sedikit lupa" Jawab Ethan tersenyum berbasa-basi.


"Kau bersama siapa gadis cantik ini? " Tanya Rico penasaran.


"Dia partner ku" Jawab Ethan tanpa membiarkan Rico memiliki kesempatan menyentuh Baruna.


"Oh ya. Aku pikir dia cenayang. Aku merasakan aura berbeda darinya" Ucap Rico terus terang penasaran..


Ethan yang paham arah pembicaraan Rico langsung berusaha melindungi identitas Baruna.


"Kau selalu seperti itu Aku ingat pertama kali bertemu kau juga mengatakan aku memiliki aura yang kuat dan berbahaya" Ucap Ethan mencoba mengalihkan pembicaraan Rico.


"Ah kau benar. Ya aku oernah bertemu dengan mu beberapa kali saat di tempat Frans ya. Hei apa jangan-jangan aura mu yang sangat kuat sampai aku salah mengira? Kau berguru dengan siapa? Seperti nya aura mu semakin bagus" Ucap Rico memuji. Tentunya Jika Ethan mengatakan dimana dia berguru pasti Rico akan mencari orang itu agar kemampuan nya sebagai cenayang semakin kuat.


"Haha. Tidak ada. Sudah aku katakan sejak dulu. Aku tidak percaya hal seperti itu Rico" Ucap Ethan sambil tertawa agar Rico tidak curiga.


"Jadi kau masih tidak percaya? Sayang sekali padahal kau sepertinya memiliki penjaga. Jika tidak di manfaatkan maka akan sia-sia" Ucap Rico.


"Ya sudah kami permisi dulu. Sudah cukup larut. Aku harus mengantarkan gadis cantik ini pulang dengan selamat" Ucap Ethan.


"It's Okay. Lain kali kita berbincang lagi" Ucap Rico membiarkan Ethan dan Baruna pergi dari sana


Saat Ethan dan Baruna berlalu dari hadapan Rico, Rico masih penasaran dengan sosok Avisa yang bersama Ethan. Dia masih yakin ada sesuatu yang berbeda.


"Sshhh. Sepertinya dia memiliki aura yang bagus. Wah hebat sekali jika Ethan yang sudah memiliki penjaga yang kuat di tambah aura dari gadis itu. Mereka bisa menjadi orang paling sukses di dunia ini. Bisa-bisa dunia di bawah kendali mereka. Ah aku harus mendekati gadis itu" Gumam Rico sambil tersenyum seolah mendapat cara untuk menambah ilmu cenayang nya.


Sedangkan di dalam mobil Ethan mengantarkan Baruna kembali.


"Ah. Kau tidak percaya pada hal gaib ya" Ucap Baruna mengejek.


"Maaf.Semua orang tahu aku seperti itu" Ucap Ethan merasa sudah menyinggung Baruna.


"Kalau begitu harusnya ku biarkan kau mati saja kemarin itu" Ucap Baruna dengan enteng.


"Kau tidak aka tega" Jawab Ethan singkat.


"ck! terlalu pede! " Ucap Baruna tidak mau melanjutkan pembicaraan itu.


Ethan tersenyum. Setidaknya Baruna mau berbicara dan saling mengejek dengannya.

__ADS_1


Padahal sebelumnya Baruna tidak akan berbicara apapun jika bukan tentang musuh-musuhnya.


'Aku harus lebih sabar' Batin Ethan.


__ADS_2