Seberkas Asa Untuk Cinta

Seberkas Asa Untuk Cinta
BAB 127


__ADS_3

...***...


...Happy Reading...


...***...


Semenjak melamar Karin enam bulan yang lalu, lebih tepatnya saat pesta pernikahan sahabatnya Zakir dan Kartika, hari ini Edo tampil gagah dalam balutan jas putih yang membungkus tubuh kekarnya. Rasa haru dan bahagia tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata saat mulut dan tangannya baru saja melafazkan kalimat ijab dengan lantang di hadapan penghulu, dan keluarga besarnya.


Melihat kedatangan istri tercinta yang diapit oleh kedua sahabatnya, membuat Edo menatap kagum wanita yang baru saja halal untuknya beberapa menit yang lalu.


“Pelan-pelan, Bro. Santai," bisik Zakir mendekat.


“The last man, Bro,” timpal Harsa seraya menggendong baby By yang anteng dalam gendongannya.


Karin yang tampak anggun dalam balutan kebaya putih dari rancangan desainer ternama membuat penampilannya sempurna. Ditambah make up natural glowing yang membingkai wajah cantiknya membuat dirinya salah tingkah melihat tatapan Edo saat dirinya sudah berada di depan suaminya.


“Kamu cantik sekali, Sayang,” bisik Edo saat keduanya sudah saling bertukar cincin.


Sementara yang dipuja hanya tersenyum malu sembari menunduk, karena lagi-lagi Edo tidak berhenti memandanginya. Ya, siapa pun yang berada di posisi Karin saat ini pasti merasa malu, karena banyak pasang mata yang menyaksikan tingkah sang suami.


“Terima kasih, Mas,” jawab Karin lembut seraya tersenyum.


Melihat tingkah kedua pasangan pengantin itu membuat Zakir kembali usil. Laki-laki yang sedang menuju menjadi orang tua itu langsung berceletuk, “Kayaknya, pengantin kita udah nggak sabaran, nih!” canda Zakir yang membuat tamu yang ada di ballroom tertawa, karena keusilannya mengerjai pasangan pengantin.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan serangkaian prosesi akad, pasangan pengantin itu dan para sahabatnya memberi ucapan selamat dan doa kepada mereka berdua.


“Selamat Rin, Do. Semoga kalian berbahagia selalu.” Widya menyalami kedua sahabatnya itu dengan senang. Betapa tidak, ibu satu anak itu tidak menyangka jika circle persahabatan mereka berakhir menjadi circle pernikahan yang sangat indah. Tidak pernah terlintas dalam benak Widya, jika jodoh mereka ternyata sahabat mereka sendiri pada akhirnya. Rencana Tuhan memang indah. Widya sangat bersyukur memiliki sahabat seperti mereka.


“Terima kasih, Wid,” balas Karin dan Edo bersamaan.


Harsa yang masih menggendong baby By pun tidak lupa memberikan ucapan selamat. Penampilan Harsa sudah seperti ‘Hot Daddy’. Setelan kemeja batik coklat yang membalut tubuhnya membuat penampilannya semakin gagah. Apalagi saat ini ia kembaran dengan sang anak. Sehingga penampilannya kini membuat semua kaum wanita terpana melihatnya.


Zakir bersama istrinya Kartika yang tengah mengandung buah hati mereka yang baru berumur tiga bulan, juga turut memberi selamat kepada pasangan pengantin baru itu.


“Selamat, Bro. Akhirnya, lo akan nikmatin juga perjalanan yang sangat mengasyikkan dalam sejarah perumah tangaa’an.” Zakir memeluk erat sahabatnya, sembari menyusupkan sebuah bingkisan kotak persegi yang sangat tipis ke dalam kantong celana pengantin laki-laki. Sontak Harsa yang melihat hal tersebut hanya menggeleng melihat kelakuan kocak sahabatnya.


“Awas, lo kalau macem-macem!” bisik Edo sebelum pelukan mereka terlepas.


“Nggak, Yang. Ini aku terharu aja. Akhirnya sahabatku ini sold out juga setelah sekian lama melajang,” jelas Zakir. Ucapannya itu mendapat sentilan dari Kartika.


“Emang, si Edo patung mal-mal yang berdiri tanpa pasangan sehingga kamu meledek sahabatmu sendiri?” cecar Kartika. Emosi wanita hamil itu kadang naik turun dan agak sensitif. Melihat suaminya mengerjai sahabatnya di hari pernikahannya membuat Kartika emosi.


“Emang enak diomelin istri.” Edo yang merasa dibela oleh Kartika terkikik geli melihat Zakir yang mati kutu karena tidak bisa berkata-kata mendengar ucapan istrinya.


Kartika pun langsung menyalami Edo. “Do, satu pesan gue. Jaga sahabat kami. Awas, lo kalau sampai macem-macem. Ntar lo, bakalan gue cincang-cincang,” pesan Kartika.


Edo hanya mengangguk mendengarkan wanita hamil yang ada di depannya. Semenjak Kartika hamil semua sahabatnya sudah tahu kalau mood wanita berbadan dua itu sangat sensitif sekali. Setelah mendapat ucapan dari para sahabatnya pasangan pengantin itu masuk ke kamar untuk berganti baju untuk persiapan pesta nanti malam.

__ADS_1


...*** ...


Aula ballroom hotel bintang lima telah disulap menjadi istana megah malam ini. Pernikahan Edo dan Karin cukup menyita perhatian pada tamu yang hadir malam ini. Dengan mengangkat tema internasional, Karin dan Edo tampak serasi dalam balutan gaun putih yang memanjang dengan aksen mutiara yang sangat mewah. Rambut hitam panjangnya di biarkan terurai bergelombang membuat penampilan Karin bak putri disney. Sedang Edo, laki-laki berhidung mancung itu ibarat pangeran berkuda putih. Memakai jas hitam dengan dasi kupu-kupu warna senada, dengan rambut klimis yang dibalut pomade membuat penampilannya sempurna. Para tamu tak berhenti memuji pasangan pengantin bak raja dan ratu sehari itu saat memberi ucapan selamat.


Senyuman merekah tak pernah luntur sampai acara resepsi selesai. begitupun dengan para sahabat mereka. Harsa, Edo, Zakir dan Kartika. mereka sangat bersyukur akhirnya keenam anggota geng ‘sahabat selamanya’ sudah menemukan pasangannya masing-masing. Mereka tak lupa mengabadikan momen mereka dalam kamera masing-masing. Dalam waktu singkat aksi mereka merayakan pesta pernikahan langsung trending di halaman utama di semua lini sosial media. Para netizen pun ramai-ramai mengucapkan selamat kepada mereka. siapa yang tidak tahu tentang Harsa Mandala Corporation. Salah satu perusahaan yang begerak dalam bidang konstruksi saat ini sedang berada di puncak-puncaknya. Sehingga banyak netizen yang meninggalkan komentar positif pada postingan mereka karena, para net sudah mengetahui circle persahabatan mereka. Mulai dari sepak terjang Harsa Mandala corporation di awal meniti karir sampai bisa sesukses ini, tidak lepas dari dukungan para sahabatnya.


Setelah puas berfoto-foto para sahabatnya mulai berpamitan. “Kami, duluan ya. Silahkan nikmati malam pengantin kalian malam ini,” kata Zakir sambil mengedipkan sebelah matanya pada Edo.


Harsa pun pamit kepada kedua mempelai. “Selamat bersenang-senang. Gue dan Widya pamit, ya. Baby By sudah tidur.”


“Iya, Sa.” Terima kasih banyak atas bantuannya.”


Setelah semua tamu undangan pamit satu per satu kini, mama Carla mendekati sang anak. “Do, bawa istrimu ke kamar beristirahat!” perintah wanita paruh baya yang masih cantik itu.


“Baik, Ma.” Kini Edo menggenggam tangan istrinya menuntunnya menuju kamar mereka yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa. Keduanya masuk ke dalam kamar yang sangat cantik. Dimana taburan kelopak bunga mawar sudah tertata cantik di atas ranjang pengantin mereka.


Melihat hal tersebut Karin salah tingkah sampai semburat merah muncul di kedua pipinya. Dengan Lembut Edo menuntun sang istri duduk di tepi ranjang membuat Karin salah tingkah dengan sikap suaminya.


...***...


...To be continued...


...***...

__ADS_1


...Haduuuh, ini kenapa jadi pada musim nikah semua. Kan, kan, abis itu ... jadinya .... gimana besok ajalah, ya 🤧😂...


__ADS_2