Seberkas Asa Untuk Cinta

Seberkas Asa Untuk Cinta
BAB 60


__ADS_3


...***...


“Wid, kamu harus ikut pulang sama aku. Ada yang mau aku omongin sama kamu!” Nathan kembali menarik tangan Widya. Sebelum meninggalkan area parkiran, Nathan pamit pada Kartika dan Karin.


Walaupun rasa kesal bergemuruh dalam dada Widya. Ia tetap pasrah dibawa Nathan meninggalkan restoran tersebut. Dalam benaknya, ia terus memikirkan kata-kata Nathan yang mengatakan kalau laki-laki yang baru saja mereka temui adalah mantan tunangan Vina.


"Jadi yang tadi itu mantan tunangan Vina?" gumam Widya dalam hati. Sejenak, ia menoleh menatap Nathan yang fokus mengemudi mobil BMW terbarunya.


Diperhatikannya dengan lekat wajah tampan mantan kekasihnya itu. “Nathan nggak kalah ganteng dari Exel, tapi kenapa Vina lebih memilih Exel dibanding Nathan? Apa mungkin karena Exel lebih dewasa dari Nathan? Sudahlah, itu urusan mereka." Widya kembali membatin. Kemudian ia menyandarkan kepalanya pada kaca jendela mobil, mencoba untuk tidak peduli dengan cerita cinta Nathan, Vina, dan Exel.


Dalam sudut hati Nathan terselip rasa bahagia karena bertemu dengan Widya. Setelah sekian lama ia memberikan waktu untuk Widya menyembuhkan luka hatinya. Ia tidak menyangka, usai pertemuannya dengan Zacky di resto tadi membawa keberuntungan untuknya. Meski ada sedikit kekesalan di hati Nathan karena Exel yang kini tengah berada di Jakarta, setidaknya semua itu setimpal dengan pertemuannya dengan Widya. Rindunya sedikit terobati saat kini bisa berdua dengan Widya.


Nathan menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Widya. “Sayang, tidak bisakah kamu memikirkan kembali keputusanmu? Aku begitu merindukanmu, hidupku rasanya teramat kosong tanpa kamu.” Nathan menggenggam tangan Widya. Tatapan matanya begitu sendu.


Laki-laki itu masih tidak rela jika hubungannya dengan Widya berakhir begitu saja. Ia sudah memiliki sejumlah impian jika kelak mereka bersama sampai ke jenjang pernikahan. Nathan sudah menyediakan rumah yang mewah untuk dirinya dan Widya di masa depan. Ia ingin membangun rumah tangga yang bahagia bersama kekasih hatinya, sambil membayangkan kelak mereka dikelilingi anak-anak yang lucu dan menggemaskan.


Namun, harapan itu hanya tinggal angan semata, jika Widya tetap mengakhiri hubungan mereka. Ia tidak bisa membayangkan kisah asmaranya kandas begitu menyedihkan.


“Apakah kamu masih belum bisa mengerti, Nath? Aku butuh waktu dan keputusan aku saat ini sudah bulat. Jadi aku rasa sudah nggak ada yang perlu diomongin lagi. Mungkin hanya takdir yang bisa merubah keputusanku. Jika kamu memang takdirku, pasti kelak aku akan kembali padamu, tapi tidak untuk sekarang. Dan tolong berhenti memanggilku dengan kata sayang, kita sudah selesai, Nath.” Widya menarik tangannya dari genggaman Nathan dan keluar dari mobil. Tanpa menoleh ke belakang lagi, Widya terus melangkah masuk ke dalam rumah dengan air mata yang sudah membasahi wajah cantiknya. Meninggalkan Nathan yang masih sangat berharap kembali padanya.

__ADS_1


Kejadian itu tanpa sengaja dilihat oleh Arini yang ada di balik gorden. Sebagai ibu, ia turut prihatin dengan permasalahan yang dialami oleh sang anak. Arini berharap anaknya mengambil keputusan yang bijak dan tidak merugikan diri sendiri.


...***...


Sementara itu, Exel kembali mengunjungi Vina ke apartemennya. Ia ingin mengajak Vina bicara baik-baik, membahas hubungan mereka. Namun, Vina masih tetap menolak permintaan Exel. Malah gadis itu berkata, bahwa ia tidak takut jika semua kejahatannya dibongkar di depan Nathan.


Exel yang sudah diliputi rasa kecewa dengan sikap Vina, yang seolah tidak mengenal dirinya kini menantang balik.


“Baik. Kalau itu mau kamu. Aku harap kamu tidak menyesal dengan ucapanmu itu. Dan sikap sombongmu itu semoga saja masih tetap kamu pertahankan!” geram Exel. Lalu meninggalkan apartemen Vina.


Beberapa hari berlalu. Nathan datang ke sebuah kafe untuk menemui Exel, karena permintaan laki-laki tersebut. Awalnya Nathan menolak untuk bertemu dengan laki-laki yang sudah merebut Vina darinya di masa lalu. Namun, karena penasaran akan perkataan Exel yang ada di telepon kemarin, akhirnya ia menyetujui datang untuk menemui laki-laki yang mirip aktor Korea itu.


Exel menyunggingkan senyum di sudut bibirnya. Ia sudah terbiasa melihat sikap Nathan yang penuh dengan kesombongan dan tanpa basa-basi.


“Nggak usah terburu-buru. Mau pesan apa, Bro?” tanya Exel usai memanggil pelayan ke meja mereka. Ia pun mulai membuka buku menu.


“Nggak usah! Terima kasih. Gue, nggak punya waktu berbicara panjang sama lo. Cepat katakan! Apa maksud dari ucapan lo di telepon terakhir?”


"Oke, dengerin baik-baik!" Exel pun menceritakan kebusukan Vina saat Vina masih berpacaran dengan Nathan dan selingkuh dengannya. Sebenarnya ia tidak tega membeberkan aib dirinya dan Vina. Namun, karena sudah terlanjur kecewa dengan sikap Vina yang terus menolaknya tiada henti, akhirnya ia pun nekat untuk bertemu dengan Nathan dan mengatakan jika cinta Vina saat itu pada Nathan hanyalah sandiwara belaka.


Dari semua penjelasan yang dibeberkan oleh Exel, Nathan tidak langsung percaya. Ia tidak mudah tertipu dengan orang-orang yang hanya sekali bertemu. Seperti dalam dunia bisnis, tidak segampang itu menjalin kerjasama dengan klien yang baru saja bertemu dengannya. Terlebih dahulu ia harus memeriksa bebet dan bobotnya barulah ia menyetujui untuk menjalin kerjasama apa tidak.

__ADS_1


Nathan menarik sudut bibirnya. “Dulu gue sempat kesal karena Vina tiba-tiba memperkenalkan lo sebagai pacarnya. Bagaimanapun kami pernah bertunangan. Hanya karena masalah sepele, Vina langsung meninggalkan gue dan membiarkan pertunangan kami batal begitu saja. Tapi dengan lo membeberkan semua kebusukan Vina sama gue, apa gue bakal langsung percaya begitu saja sama lo?" cibir Nathan dengan nada datar.


Kedua bola mata Exel menatap Nathan yang terdiam setelah berkata panjang lebar. “Aku nggak berharap kamu bakal langsung percaya, tapi setidaknya kamu bisa mempertimbangkan ucapanku tadi. Aku dengar kamu putus dari pacarmu karena Vina, benar?” Rahang Nathan tiba-tiba mengeras kala kandasnya hubungannya dengan Widya diketahui oleh Exel. “Dengar, ya! Mau percaya atau tidak, hancurnya hubungan kamu dengan pacarmu itu tak lain juga karena ulah Vina,” lanjut Exel santai.


“Jangan sok tahu!” sarkas Nathan.


“Aku kira kamu adalah cowok yang pintar, tapi ternyata kamu masih bisa dibodohi oleh Vina. Pantas jika pacarmu itu lebih memilih meninggalkan kamu. Kamu benar-benar termakan oleh hasutan Vina. Asal kamu tahu, Vina itu jago berenang. Dia hanya pura-pura tidak bisa berenang untuk ambil simpati darimu dan kamu menyalahkan pacarmu,” terang Exel panjang lebar.


Meski ia juga tak tahu persis seperti apa kejadiannya, tapi ia sudah bisa menebak kurang lebih yang dilakukan oleh Vina dan jika tebakannya benar, maka Dewi keberuntungan tengah berpihak padanya.


Mendengar penuturan Exel kali ini, kedua tangan Nathan mengepal erat. “Lo nggak ada di sana waktu itu.” Nathan mencoba menahan emosinya.


“Ya. Aku memang tidak ada di sana, tapi Vina yang menceritakan sendiri padaku. Jadi, sebaiknya kamu cari tahu lagi kejadian yang sebenarnya seperti apa, jangan mudah dibodohi oleh Vina untuk ke sekian kalinya. Aku hanya sekadar mengingatkan kamu. Jika kamu memang pintar, tentunya kamu nggak akan masuk ke lubang yang sama. Aku kasihan sama pacarmu, pasti dia begitu terluka karena kamu lebih memihak Vina daripada dia. Aku sudah mengatakan apa yang harus aku katakan. Keputusan tetap ada padamu.”


Exel melangkah pergi meninggalkan Nathan yang termangu. Jelas sekali Nathan begitu terkejut dengan apa yang sudah diungkap oleh Exel. Nathan seperti dihantam palu, rasanya begitu sulit percaya bahwa Vina adalah dalang dari hancurnya kisah asmaranya dengan Widya.


...***...



Horeee, udah mau kebongkar kebohongan Vina. Gimana pendapat kalian? 😅

__ADS_1


__ADS_2