Sebuah Kisah Tentang Kikan

Sebuah Kisah Tentang Kikan
Kangen mas Ranu


__ADS_3

"Sudah selesai nduk acaranya ?", sapa ayah begitu melihat Kikan masuk ke rumah. Kikan hanya mengangguk lalu duduk di sebelah ayahnya.


"Cuci kaki dulu sana loh Kikan baru datang kok langsung ndolosor gitu", omel ibu yang tiba-tiba datang sambil membawa kopi.


"Capek Bu ", ucap Kikan kini sambil menyandarkan kepalanya ke bahu ayahnya.


"Duh, wes gede kok Sik ngalem bocah iki".


"Biarin toh Bu, masak mas Ranu-nya saja yang disenderin. Gini-gini Ayah juga kangen loh kalau Kikan manja", ucap ayah akhirnya membuat ibu dan Kikan terpingkal.


"Besok acaramu jam berapa ?", tanya ayah lagi.


"Jam 7 malam yah, tapi Kikan sudah siap mulai jam 5 sore ".


"Ya wes, kalo gitu besok mobilnya kamu bawa. Ayah sama Ibu naik taxi aja kesana, nanti pulangnya bisa bareng ".


"Iya, Yah", jawab Kikan.


"Nak Ranu juga datang kan ?", tanya ibu.


"Gak tau Bu, Mas Ranu sibuk seminggu ini. Ini aja udah seminggu belum telpon Kikan".


"Heh, pantesan .... dari tadi kok manyun. Lagi kangen toh", goda ibu. Kikan hanya tersenyum.


"Kikan istirahat dulu ya bu ", ucap Kikan sambil beranjak berdiri. Ibu dan ayah hanya mengangguk.


Kikan langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur empuknya. Capek banget seharian ini, semoga acara besok berjalan lancar.


Mas Ranu lagi ngapain ya ?. Sudah seminggu ini, Kikan gak bertemu mas Ranu karena kesibukan masing-masing. Kira-kira dia bakal datang gak ya ?. Sedang asyik Kikan melamun tiba-tiba hpnya berdering. Dengan bergegas Kikan mengambil hp dari dalam tas dan wajahnya tampak sumringah begitu tau Ranu yang menelepon.

__ADS_1


"Assalamualaikum ...", sapa Kikan.


"Waalaikumsalam, gimana kabarnya Sayang ?", sapa Ranu di seberang.


"Aku kangen banget", ucap Kikan membuat Ranu tergelak.


"Kemana aja sih Mas kok gak nelpon sama sekali ?".


"Maaf Sayang, aku lagi sibuk banget. Sebenarnya aku juga kangen loh. Sehari aja gak ketemu kamu rasanya gimana gitu".


"Akh, udah jangan gombal. Mas itu gak pantes klo disuruh gombal-gombalin".


"Sekarang dimana ?".


"Aku sekarang dimana ya .... ayo tebak ..."


"Kamu sudah makan belum ?".


"Sudah tadi mas, habis GR mampir bentar ke soto ayam langganan sama Winda. Winda lagi hamil muda jadi masih ngidam-ngidam gitu, lucu deh Mas". Ranu terdiam mendengar ocehan Kikan.


"Kok diem mas ?".


"Besok mas bisa datang gak ke pagelaranku ?".


"Insya Allah ya, Mas usahain. Tapi Mami, Papi dan Galuh janji mau datang juga kok. Besok acaranya jam berapa ?".


"Besok jam 7 acaranya, tapi aku sudah disana mulai jam 5".


"Kamu dianter siapa ?".

__ADS_1


"Aku bawa mobil sendiri Mas, Ayah dan Ibu yang ngalah naik taxi ke acaraku".


"Oh ya sudah, hati-hati ya nyetirnya jangan ngebut".


"Siap bos ".


"Aku kangen banget, boleh sun sayang gak ?".


"Dih.... tumben-tumbennya genit gini", Kikan terkikih geli mendengar ucapan Ranu tadi.


"Emang gak boleh ya genit sekali-kali ?".


"Gak pa-pa sih, cuman kaget aja tumbenan kayak gitu ".


"Tapi, emang bener-bener kangen kok". Kikan hanya tersenyum sambil membayangkan kehadiran Ranu di sampingnya sambil memeluk nya.


"Kok diem ?", tanya Ranu akhirnya.


"Gak pa-pa lagi asyik bayangin aja kalo ada mas disini".


"Ya sudah.... kalau gitu Mas tutup dulu ya teleponnya. Kamu istirahat ya, biar fit besok pagi dan sukses acaranya ".


"Iya Mas, Mas juga istirahat ya. Semoga besok acaraku sukses dan Mas bisa datang ".


"Aamiin ... iya, aku usahain kok. Met bobok ya, mimpi indah, love you".


"Love you too ...", ucap Kikan lalu mengakhiri telponnya.


Kikan tersenyum bahagia, rasa kangennya sedikit terobati. Tanpa sadar, Kikan pun sudah terlelap di kasurnya. Dia bermimpi bertemu Ranu dan nelepas rindunya yang seminggu tidak bertemu.

__ADS_1


__ADS_2