Sebuah Kisah Tentang Kikan

Sebuah Kisah Tentang Kikan
Perhatian


__ADS_3

"Mel ... sini deh ", bisik Rika menarik lengan Amel.


"Apaan sih Rik, pagi-pagi sudah ngajak curhat ", gerutu Amel.


"Ih ... siapa yang mau curhat. Eh , Mbak Kikan belum datang kan ?", tanya Rika lagi. Amel segera menggeleng.


"Belum, akhir-akhir ini Mbak Kikan sering siang datangnya. Memangnya ada apa sih ?", tanya Amel penasaran.


"Kamu tahu calon suaminya Mbak Tania, customer kita yang artis itu kan ?", ucap Rika.


"Iya, tahu. Mas Adrian kan ? ganteng banget ya ?. Udah gitu seorang CEO lagi. Aduh ... andai saja aku mendapat jodoh seperti dia ", ucap Amel sambil tersenyum-senyum.


"Ih ... dalam mimpi lu kali, Mel ". Amel hanya meringis.


"Memangnya kenapa dengan Mas Adrian ? naksir ya ?. Awas lu, gua bilangin pacar lu tau rasa deh ", cerocos Amel lagi.


"Duh ... Amel, ngapain juga aku naksir Mas Adrian".


"Terus ... ngapain kamu kok tanya-tanya tentang dia ?". Rika sedikit menarik nafasnya lalu duduk lebih dekat Amel.


"Kamu ingat waktu kita makan bareng Mbak Kikan di mall terus Mbak Kikan ada janji dan menyuruh kita pulang duluan ".


"Iya ... iya .. aku ingat. Kita ngintipin pacarnya kan ?. Tapi waktu itu aku gak seberapa jelas melihatnya ".


"Coba deh kamu ingat-ingat lagi, dia mirip gak dengan Mas Adrian ?". Amel terdiam lalu memejamkan matanya mencoba mengingat saat di mall beberapa bulan yang lalu.


"Aku lupa ... Rik ", ucap Amel setelah beberapa saat. Rika gemas dengan tingkah temannya satu ini.


"Makanya jangan makan aja yang diingat ", ucap Rika gemas.

__ADS_1


"Terus maksudmu Mas Adrian itu pacar Mbak Kikan, tapi bukannya Mas Adrian akan menikah dengan Mbak Tania. Berarti Mas Adrian dan Mbak Kikan putus ?", ucap Amel.


"Memang kamu gak melihat perubahan sikap Mbak Kikan, Mel ?. Dia sudah gak seceria dulu lagi, dia juga sering pulang lebih larut dari kita. Kapan hari aku sempat lewat depan butik sehabis makan dengan Rangga dan aku melihat lampu ruangan Mbak Kikan masih menyala padahal itu sudah larut. Kamu itu gak care banget sih dengan bosmu ?", ujar Rika kesal.


"Bukannya begitu Rika, aku hanya takut kalau terlalu mencampuri urusan Mbak Kikan. Apalagi Mbak Kikan orangnya tertutup, dia jarang menceritakan kehidupan pribadinya. Kenapa kamu bisa menyimpulkan kalau Mas Adrian adalah pacarnya Mbak Kikan ?".


"Sebenarnya Rangga pacarku adalah salah satu karyawan Mas Adrian. Aku pernah diajak Rangga ke acara perusahaannya dan disana ada Mas Adrian. Waktu itu dia juga sempat memberi sambutan, makanya aku ingat betul wajahnya. Kemarin pas kita ngintip Mbak Kikan dengan pacarnya di mall, aku merasa pernah melihatnya setelah kuingat lagi ternyata betul itu Mas Adrian. Tapi sekarang kok malah mereka putus dan Mas Adrian akan menikah dengan Mbak Tania ", terang Rika. Amel hanya mengangguk.


"Oh ... iya ... aku ingat kemarin waktu fitting baju, Mas Adrian juga tampak gugup dan Mas Adrian juga memanggil Mbak Kikan hanya dengan namanya saja tanpa embel-embel Mbak seperti customer kita pada umumnya. Aku sedikit terkejut tapi mungkin itu hal biasa, jadi itu alasannya ". Amel kembali manggut-manggut lagi.


"Aku bener-bener gak bayangin kalau harus jadi Mbak Kikan. Mendesain baju pernikahan untuk mantan pacarnya sendiri. Ah ... mungkin aku gak akan bisa melakukannya ", ucap Rika.


"Rik ... kamu kok bikin aku sedih sih. Aku kasihan dengan Mbak Kikan. Aku juga jadi merasa bersalah kemarin meminta Mbak Kikan untuk mengantar baju pesanan Mbak Tania untuk prewed. Ah ... pasti menyakitkan sekali menyaksikan orang yang pernah dicintai bersama wanita lain. Aku beneran gak tahu saat itu, Rik ", ucap Amel dengan nada sedih.


"Sudah ... kan sudah berlalu itu. Sekarang kita support Mbak Kikan supaya ceria lagi aja ".


"Caranya gimana ?".


"Eh .. iya-iya betul juga kamu, Rik. Kalau gitu sekarang aku buatin minum ya, kamu yang nyiapin camilan terus taruh di ruangannya ". Rika mengangguk.


Tak berapa lama, Amel sudah sibuk membuatkan teh untuk Kikan kemudian di letakkan di ruangannya. Sedangkan Rika sudah membelikan Kikan sebuah cheesecake dari toko kue sebelah.


"Sudah beres ?", tanya Amel. Rika mengangguk.


"Aku balik dulu ke tempatku ya !", ucap Rika sambil bergegas meninggalkan Amel yang sibuk mengatur manekin.


"Pagi Mel ", seru Kikan begitu masuk ke butik tepat setelah Rika kembali ke ruangannya.


"Pagi Mbak ", ucap Amel sambil tersenyum manis dan memperlihatkan semua giginya.

__ADS_1


"Kamu kenapa, Mel ?", tanya Kikan terkejut melihat senyum Amel yang terlihat aneh seperti orang meringis.


"Eh, gak pa-pa kok, Mbak ", ucap Amel masih memasang senyum full giginya. Kikan hanya menggeleng bingung melihat tingkah Amel.


Kikan segera beranjak ke lantai dua menuju ruangannya namun Amel ikut mengekor hingga di ruangannya.


"Kamu ada perlu dengan saya, Mel ?", tanya Kikan lagi setelah meletakkan tasnya di meja. Amel hanya tersenyum dan masih dengan full giginya.


Kikan hanya diam melihat tingkah Amel dan kembali terkejut saat ada secangkir teh dan cheesecake di atas mejanya.


"Memang ada yang ulang tahun ya, Mel ?", tanya Kikan sambil menunjuk cheesecake ukuran besar yang ada di mejanya.


Aduh Rika ... ngapain beliin kue yang besar sih. Beli yang ukuran slice kan ada, batin Amel.


"Itu Mbak, Rika yang ulang tahun ", jawab Amel bohong.


"Rika ? bukannya bulan lalu dia sudah ulang tahun malahan dapat surprise dari pacarnya di sini ", kata Kikan. Aduh ..., iya aku lupa kalau Rika barusan ulang tahun, pikir Amel lagi.


"Oh ... iya ya Mbak, lupa saya ", jawab Amel asal.


"Terus kue dari siapa itu ?", tanya Kikan lagi. Amel diam, kayaknya aku harus jujur deh kali ini. Pasti Mbak Kikan gak akan marah.


"Maaf Mbak, sebenarnya kue itu dari kami ... Saya dan Rika berinisiatif menyiapkan teh dan kue itu untuk Mbak Kikan. Akhir-akhir ini Mbak Kikan terlihat sedih tidak ceria seperti biasanya. Kami pikir kalau dengan memberikan sedikit perhatian ke Mbak Kikan mungkin bisa merubah moodnya dan jadi ceria kembali. Maafkan kami, Mbak ", ucap Amel akhirnya. Kikan tersenyum mendengarnya, ternyata Amel dan Rika sangat perhatian padanya.


"Terima kasih ya, atas perhatian kalian. Aku jadi terharu nih ", ucap Kikan sambil tersenyum lagi.


"Kalau Mbak Kikan ada masalah bisa kok cerita dengan saya atau Rika. Kami ingin jadi sahabat Mbak Kikan juga bukan sekedar karyawan saja. Dan kami jamin semua rahasia Mbak tersimpan rapi di kami ", ucap Amel lagi. Kikan kembali tersenyum.


"Aku tidak sedang ada masalah kok, mungkin hanya kecapekan sehingga jadi terlihat badmood dan sedih ya ", jawab Kikan bohong sambil tersenyum lagi.

__ADS_1


"Sekarang panggil Rika kemari, ayo kita makan kue ini sama-sama. Aku tidak mau menjadi gendut sendiri nantinya ", ucap Kikan lagi. Amel mengangguk dan bergegas lari ke lantai satu memanggil Rika.


Terima kasih, Amel, Rika atas perhatian kalian. Mungkin perubahan sikapku ini terlihat jelas di mata mereka. Dan rasanya aku harus segera menyelesaikan semuanya. Aku tidak ingin terus seperti ini, aku capek dimainkan perasaanku sendiri. Mungkin ini saatnya aku harus merelakanmu, Adrian. Mungkin itu satu-satunya cara yang tepat dan membuat hidupku tenang kembali.


__ADS_2