
"Kikan, Kikan", seru Ranu sambil menepuk-nepuk pipi Kikan.
Kikan mengerjap-ngerjapkan matanya lalu perlahan membukanya. Silau dengan kerumunan orang yang pertama kali dilihatnya.
"Kamu gak pa-pa kan, sayang ?", tanya Ranu khawatir. Kikan hanya menggeleng sambil mulai mengingat apa yang telah terjadi tadi.
"Ayo, aku bantu kamu duduk. Mungkin kamu belum makan sejak tadi jadi langsung pingsan. Kamu kenapa tadi ?", tanya Ranu lagi. Kikan terdiam mulai mengingat kejadian sebelum dia pingsan.
"Tadi ... aku ngobrol dengan seorang gadis yang mengaku akan bertunangan dengan .... mu", kata Kikan akhirnya.
Ranu tersenyum mendengar ucapan Kikan. Kikan melotot melihat senyuman Ranu.
"Jadi benar ? jadi benar kamu mau tunangan dengan gadis itu dan sengaja mengundangku kesini untuk menghancurkanku, begitu ?", cercah Kikan. Ranu hanya diam mendengar ucapan Kikan sambil berusaha menahan tawanya.
"Kamu jahat mas, kamu pikir aku selama ini apa ?. Kamu bener-bener jahat", ucap Kikan lagi kini sambil memukul dada Ranu.
"Sayang .... dengerin penjelasan aku dulu jangan marah-marah gini. Malu tuh, diliat banyak orang", ucap Ranu sambil menangkap tangan Kikan yang membabi buta memukulnya.
__ADS_1
"Biarin, biar semua orang tau kalo kamu cowok terjahat di dunia, kalo kamu sudah ngehancurin hidupku. Aku benci kamu".
"Kikan dengerin aku dulu, jangan marah-marah terus".
"Darling .... gimana pacarmu masih marah ?", tiba-tiba sosok gadis yang mengaku tunangan Ranu sudah berdiri disamping Ranu menanyakan keadaan Kikan. Kikan yang melihat gadis itu langsung tambah marah.
"Ya, itu dia kan calon tunanganmu ? dia tadi yang bilang padaku kalo kalian akan mengumumkan pertunangan kalian hari ini", tutur Kikan.
Ranu diam saja sambil memandang gadis asing tadi lalu tersenyum sambil menggelengkan kepala.
"Mungkin ini saatnya aku harus pergi agar aku tidak lebih tersakiti lagi. Aku rasa kalian cocok kok dan aku ucapkan selamat buat kalian", ucap Kikan sambil beranjak bangkit namun segera dicegah oleh Ranu.
"Penjelasan apa lagi ? semua sudah jelas kok, aku gak ada artinya buatmu", Isak Kikan. Ranu kemudian menyeret tangan gadis yang mengaku tunangannya tadi ke hadapan Kikan.
"Ayo Irene, kamu harus bertanggung jawab dengan ulahmu ini !", kata Ranu.
Gadis yang mengaku tunangan Ranu itu hanya mengangguk lalu tersenyum ke arah Kikan.
__ADS_1
"Maafin aku Kikan, aku tadi hanya bercanda. Aku bukan tunangan Ranu tapi aku sahabat Ranu sejak kecil. Mungkin kamu tidak pernah melihatku karena aku memang baru saja datang ke Indonesia hari ini khusus untuk merayakan wisuda sobatku ini", jelas Irene akhirnya.
"Tapi ... kalian mesra banget saling peluk, cium dan panggilan darling tadi ..." kata Kikan lagi.
"Kami berteman sejak kecil Sayang, Irene sudah aku anggap seperti saudara sendiri. Kalau panggilan darling itu, awalnya dari keisengan Irene memanggilku akhirnya keterusan. Sudahlah, kamu jangan marah ya ?. Irene emang jagoan ngeprank kok", jelas Ranu.
"Sekali lagi aku minta maaf ya, ini prank kecil dariku sebagai sambutan awal perkenalan kita", ucap Irene lagi sambil mencium pipi Kikan. Kikan hanya mengangguk dan tersenyum.
"Ayo, kita ke dalam dari tadi mami Tiwi nyariin kamu ternyata kamu di prank Irene", kata Ranu sambil mengajak Kikan masuk ke dalam rumah.
"Kikan.... kamu gak pa-pa kan ?", sapa mami Tiwi begitu Kikan masuk ke dalam.
"Mami sudah gak setuju rencana Irene ngeprank kamu tapi dasar Irene, anak itu sudah gede juga gak pernah berubah sifat kekanak-kanakannya".
"Kikan gak pa-pa kok Mi, mungkin tadi antara shock dan belum sarapan jadi langsung pingsan".
"Tapi sekarang gak pa-pa kan ? Ayo kita makan dulu, gara-gara banyak tamu Mami sampai kelupaan sama kamu." Kikan tersenyum lalu duduk di sebelah mami Tiwi yang mulai mengambilkannya berbagai makanan.
__ADS_1
Ranu mengikuti duduk di sebelah Kikan lalu makan makanan yang sudah disiapkan maminya. Sedang Irene dengan ceria membagikan bingkisan untuk para tamu di taman depan. Para tamu yang mendapat bingkisan pun senang, gak tau kalo bingkisan itu juga bahan prank Irene. Bingkisan itu berisi balon udara yang diisi air soda yang sudah dikocok jadi siap-siap saja bakalan bikin basah, dasar Irene ... Irene.