Sebuah Kisah Tentang Kikan

Sebuah Kisah Tentang Kikan
Kekhawatiran Bobby


__ADS_3

Ibu meraih hpnya lagi lalu menekan kontak mami Tiwi dan segera terdengar nada sambung.


 


"Assalamualaikum .... ", sapa suara di seberang.


"Waalaikumsalam, Bu saya ibunya Kikan ", jawab ibu kemudian.


"Iya Bu, ada apa ya ?", tanya mami Tiwi.


"Anu Bu, saya mau tanya apa Kikan sekarang di rumah Ibu ? atau tadi malam sempat telepon atau hubungi Ibu ?", tanya ibu lagi.


"Maaf Bu, saya mulai kemarin tidak di rumah, saya di luar kota. Memang ada masalah apa Bu ?", bohong Mami Tiwi.


"Oh begitu ya, ya sudah kalau begitu".


"Memang Kikan kenapa Bu ?".


"Eh, gak pa-pa Bu. Baiklah kalau begitu, maaf mengganggu waktunya ", ucap ibu mengakhiri telepon.


"Aku terpaksa berbohong ke ibunya Kikan, Pi ", ucap mami Tiwi setelah mengakhiri teleponnya.


"Sudahlah Mi, ini juga permintaan Kikan. Mungkin dia ingin tenang sebentar. Nanti kalau keadaan sudah tenang dan kondusif kita beritahu ke ibu Kikan keadaan sebenarnya ", jelas papi dan mami hanya manggut-manggut tanda mengerti.


"Bagaimana Bu, sudah telepon maminya Ranu ?", tanya ayah setelah melihat ibu mengakhiri teleponnya.


"Iya, tapi Maminya Ranu mulai kemarin di luar kota jadi tidak tahu tentang keadaan Kikan. Beliau malah tanya ada masalah apa kok sampai menanyakan Kikan ke dirinya. Aku jadi bingung jawabnya, Yah ".


"Oh gitu, tadi Ayah juga sudah telepon ke teman-temannya tapi tidak ada yang tahu dimana Kikan. Kira-kira dimana dia sekarang ?". Ayah dan ibu saling terdiam.


"Assalamualaikum Bulik ...Paklik .... ", tiba-tiba Bobby muncul ke ruang tengah.


Bobby yang bingung melihat keadaan ayah dan ibu Kikan pun segera bertanya,


"Paklik ... Bulik .... ada apa ? kok kelihatannya bingung gitu ?". Ayah dan ibu Kikan hanya terdiam.

__ADS_1


"Bob, kamu kemarin malam tidak melihat Kikan keluar kamar sama sekali kan ?", tanya ibu kini.


"Enggak Bulik, Bobby gak ngeliat Kikan keluar kamar. Waktu Bobby datang sempat sebentar ngeliat kamar Kikan tapi dia sudah tidur jadi Bobby urungkan masuk. Terus Bobby lanjut nunggu di taman belakang ", jawab Bobby.


"Selama di taman belakang kamu gak ngeliat Kikan keluar kamar ?", tanya ayah kini. Bobby kembali menggeleng.


"Memang kenapa dengan Kikan ?", tanya Bobby.


"Kikan minggat, Bulik baru tahu pagi ini ", jawab ibu.


"Apa ... Kikan minggat. Bulik sudah hubungi teman-temannya ? dan hubungi Maminya Ranu ?", tanya Bobby lagi.


"Sudah, sudah semua tapi tidak ada yang tahu. Bulik curiga Kikan semalam mendengar percakapan kami dan lalu memutuskan pergi dari rumah ". Bobby menunduk mendengar ucapan ibu Kikan.


"Maafkan Bobby, Bulik. Bobby yang telah memberitahukan tentang kehamilan Kikan ke ibu dan ayah sampai akhirnya jadi seperti ini. Bobby merasa bersalah Bulik ....", ucap Bobby menyesal.


"Sudahlah Bob, Bulik sudah paham kok. Sekarang kamu harus bantu kami mencari keberadaan Kikan ya ?". Bobby mengangguk.


"Seingat Bobby, Kikan punya sahabat akrab Winda namanya. Tapi Winda saat ini sedang cuti kuliah karena melahirkan. Tidak mungkin kalau Kikan ke rumah Winda ".


"Tapi, apa salahnya kau tanyakan Bob ?", pinta ayah.


"Oh ya, Paklik Bulik, tadi Bobby kesini karena disuruh ayah untuk memberitahukan kalau keluarga Pakde Citro besok akan datang untuk melamar Kikan".


"Ya sudahlah .... Bulik tidak perduli dengan hal itu. Wong Kikannya aja gak ada kok, terus mereka kesini mau melamar siapa ", jawab ibu ketus.


"Kalau Kikan sudah ketemu, apa Bulik akan menjodohkan Kikan dengan anak Pakde Citro ?", tanya Bobby ingin tahu.


"Itu hal terbodoh yang Bulik lakukan Bob. Bulik gak perduli kalau harus dicoret dari silsilah keluarga, Bulik sudah gak perduli lagi. Bulik hanya ingin Kikan hidup bahagia, sudah gak perduli dengan ayahmu lagi. Sekarang yang penting Kikan harus ketemu dulu. Bantu Bulik ya untuk mencari Kikan ?". Bobby mengangguk. Dia merasa bersalah, karena semua yang menimpa Kikan juga gara-gara mulut embernya. Akh, semoga saja Winda tahu dimana keberadaan Kikan.


"Kalau begitu Bobby pamit dulu ya Bulik. Bobby langsung ke rumah Winda, siapa tahu Kikan ada disana".


"Iya Bob, cepat kabari kami ya kalau Kikan disana !", pesan ayah. Bobby mengangguk dan bergegas pamit untuk mencari Kikan di rumah Winda.


Bobby menghentikan mobilnya di rumah pagar hitam. Betul ini rumah Winda, Kikan pernah memintanya mengantar ke rumah Winda. Bobby segera turun dan memencet bel rumahnya. Selang beberapa lama tampak seorang ibu separuh baya membukakan pagar.

__ADS_1


"Cari siapa mas ?", tanyanya sopan.


"Windanya ada Bu ?", jawab Bobby.


"Non Winda masih di rumah sakit, tadi malam baru saja masuk karena ketubannya pecah".


Bobby hanya diam mendengar penjelasan ibu itu, berarti tadi malam Winda melahirkan tidak mungkin Kikan kesini tapi apa salahnya aku tanyakan saja, pikir Bobby.


"Eh ... Bu saya mau tanya apa tadi malam ada teman cewek Winda yang kesini, Kikan namanya".


Ibu itu terdiam lama sambil mengingat-ingat.


"Sepertinya enggak ada yang kesini, Non Winda ke rumah sakit sejak habis maghrib setelah itu tidak ada tamu. Pagar langsung saya kunci sampai pagi tadi saya buka lagi waktu suami Non Winda pulang untuk mengambil pakaian. Memang kenapa mas ?", jelasnya kini balik bertanya.


"Gak pa-pa Bu, Kikan itu adik saya, dia sahabat Winda siapa tahu dia kesini untuk menjenguk Winda", bohong Bobby.


"Gak ada mas, gak ada yang datang tadi malam. Tapi saya gak tahu lagi kalau langsung ke rumah sakit ".


"Ya sudah kalau begitu Bu, saya permisi dulu. Maaf, mengganggu". Bobby segera pamit berlalu dan masuk ke mobilnya.


Winda ke rumah sakit sejak habis maghrib dan gak mungkinlah Kikan meminta tolong ke Winda yang sedang mau melahirkan. Lalu kemana Kikan pergi ?. Tadi Bulik sudah menelepon mami Ranu tapi ternyata beliau juga tidak tahu. Aduh ... Kikan kamu dimana sekarang ?. Mungkin lebih baik kalau aku ajak Intan saja. Dia lebih paham teman-teman Kikan. Segera Bobby mengambil hpnya dan menekan kontak Intan.


"Hallo ,Ntan. Kamu dimana ?", sapa Bobby begitu telepon sudah tersambung.


"Aku di kampus, ada kuliah. Ada apa Bob ?", tanya Intan.


"Kalau sudah selesai bantu aku ya nyari Kikan ?".


"Nyari Kikan ? memang Kikan kemana ?", kata Intan balik nanya.


"Kikan pergi dari rumah, aku gak tahu kapan dia pergi tahunya pagi ini pas ke rumahnya. Mungkin dia mendengar percakapan keluarga besar kami semalam tentang perjodohan dia jadi dia memutuskan pergi".


"Astaga .... kasihan Kikan. Apa sudah dihubungi teman-temannya ?".


"Sudah, ini malah aku di depan rumah Winda tapi Winda sekarang di rumah sakit, dia melahirkan. Gak mungkinkan Kikan kesini".

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu kamu jemput aku sekarang, kita cari Kikan. Aku juga akan tanya ke teman-teman yang di kampus siapa tahu ada yang tahu dimana Kikan ".


"Iya, aku meluncur kesana ya", ucap Bobby mengakhiri teleponnya lalu segera menjalankan mobilnya meluncur menuju kampus.


__ADS_2