
Tania memacu mobilnya dengan kecepatan penuh lalu memasuki sebuah parkiran apartemen. Tania bergegas memarkir mobilnya lalu sedikit berlari ia masuk ke apartemen tersebut.
"Siang ... Mbak ", sapa petugas receptionis. Tania hanya mengangguk lalu bergegas berjalan ke lift.
Tania tidak sabar menunggu pintu apartemen yang dituju terbuka, ia berulang kali menekan belnya. Lalu tak berapa lama pintu terbuka, tampak seorang pria berwajah kucel membuka pintunya. Sebenarnya pria itu cukup manis namun entah kenapa ia terlihat kucel hari ini.
"Mau apa lagi kamu kemari ?", ucapnya begitu Tania masuk menerobos.
Tania hanya diam kemudian sudah duduk di kursi sofanya.
"Bukannya kamu yang memintaku untuk tidak menemuimu ? kenapa sekarang kamu yang kesini ?", tanya pria itu. Ia tampak kacau sepertinya ia sedikit mabuk, ada aroma minuman keras dari nafasnya.
"Sudah diam kamu, aku mau bicara padamu ", ucap Tania sedikit kesal lalu menarik pria itu untuk duduk di sampingnya.
"Katakan padaku apa yang terjadi di malam terakhir kita bertemu. Bukankah saat itu aku sedang mabuk berat dan kamu yang mengantarku pulang tapi tidak pulang ke rumahku melainkan ke apartemenmu ini. Iya kan ?", ucap Tania. Pria itu hanya terkekeh mendengar ucapan Tania.
"Aku serius Kemal, jawab pertanyaan ku !", ucap Tania kesal. Pria itu hanya tersenyum mengusap wajah kucelnya lalu menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Memangnya kenapa ? Apa kamu masih ingin mengulangnya lagi ?. Aku yakin kamu tidak akan melupakan malam itu. Karena kita melakukannya penuh dengan gelora. Bukankah kamu yang memintanya saat itu, kamu bahkan melarangku untuk menggunakan pengaman. Kamu bilang, kamu ingin punya anak dariku sebagai kenang-kenangan cinta terlarang kita. Hehehe ", ucap Kemal sambil tersenyum lagi.
"Shit !", ucap Tania kesal sambil memukul kepalanya. Mungkin ia sangat mabuk saat itu sehingga tidak bisa mengontrol omongan dan sikapnya saat itu.
"Memangnya kenapa, Honey ?", ucap Kemal sambil membelai rambut Tania.
"Gara-gara itu, sekarang aku hamil dan sudah jalan 12 Minggu ", ucap Tania. Kemal terkejut bangun dari sandarannya.
__ADS_1
"Are you sure, Honey ?", tanya Kemal lagi. Tania hanya mengangguk.
"Memangnya dengan siapa lagi aku melakukannya selain dengan kamu ", ucap Tania lirih. Kemal tampak tersenyum senang lalu tangannya mulai mendekat dan mengelus perut Tania.
"Ada anakku, disini !", ucapnya sambil mengelus perut Tania. Tania hanya diam, bagaimanapun ia masih mencintai Kemal. Hanya karena perjodohan dengan Adrian dan pesona Adrian yang menggodanya hingga akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan Kemal.
"Aku akan menikah dua minggu lagi dan aku tidak ingin Adrian tahu tentang bayi ini ". Kemal terkejut mendengar ucapan Tania lalu menarik tangannya dari perut Tania.
"Aku akan menggugurkannya !", ucap Tania lagi. Kini Kemal sedikit berjingkat.
"Kamu gila ya !", ucap Kemal kesal.
"Aku tidak mau anak ini, aku ingin menikah dengan Adrian dan menjadi istri sahnya. Aku ingin menggugurkannya. Bantu aku cari dokter untuk menggugurkannya !".
"Dengar ya, hubungan kita itu sudah berakhir dan aku lebih memilih Adrian. Aku tidak ingin Adrian batal menikahiku hanya karena aku hamil anakmu. Aku tidak mau keinginanku menjadi istri seorang CEO setampan dan sekaya Adrian akan batal gara-gara aku hamil anakmu ".
"Kamu benar-benar terobsesi dengan Adrian. Kamu tidak mencintainya tapi terobsesi padanya. Kamu benar-benar gila, aku menyesal pernah mencintaimu dulu ".
Tania hanya tersenyum mendengar ucapan Kemal. Sebenarnya Kemal cukup manis tidak kalah tampan dengan Adrian. Dia juga seorang produser rumah produksi dan seorang duda yang ditinggal mati isterinya.
"Lantas untuk apa kamu kemari dan memberitahukan berita kehamilanmu padaku ?", tanya Kemal.
"Aku hanya ingin memastikan kalau kamu yang melakukannya di malam itu. Karena aku benar-benar mabuk saat itu dan tidak ingat apa-apa ", ucap Tania sedikit mereda.
"Mengapa tidak kamu batalkan pernikahanmu ? bukankah kamu juga tahu kalau Adrian tidak mencintaimu dan dia bahkan sudah memiliki kekasih ?. Mengapa kamu tidak mengijinkan aku melamarmu dari dulu ?".
__ADS_1
"Sudahlah .. Kemal, aku tidak mau membahas lamaranmu. Kalau aku tidak mau membatalkan pernikahan ini karena aku suka Adrian dan aku harus memilikinya. Kamu jangan mengganggu lagi. Mungkin sebentar lagi rumah produksimu juga akan aku beli. Aku yakin dengan Adrian sebagai suamiku, aku bisa mendapatkan apa saja dengan mudah. Dia itu aset yang sangat langka. Sudah tampan, mempesona dan kaya. Hehehe".
"Kamu memang sudah gila, aku berharap Adrian mengetahui secepatnya dan membatalkan pernikahan kalian ".
"Hahaha ... Adrian tidak akan bisa membatalkan pernikahan kami. Kamu tahu kenapa ?". Kemal hanya menggeleng.
"Karena kelemahan Adrian itu di Mamanya. Dia tidak akan membiarkan Mamanya masuk rumah sakit lagi bila sampai membatalkan pernikahan kami. Sudahlah, kartu As sudah di tanganku semua. Tinggal eksekusi saja ", ucap Tania sambil tersenyum.
"Lalu bagaimana dengan anak yang kamu kandung itu ?. Bukankah Adrian akan tahu ".
"Dia tidak akan tahu kalau kamu tidak memberitahunya dan lagi pula aku akan menggugurkannya segera ".
"Tania ... tolong pikirkan sekali lagi. Resiko aborsi itu bahaya, apalagi kalau janin yang kamu kandung sudah mempunyai denyut. Itu sama saja dengan membunuh. Sadarlah ...., aku bersedia bertanggung jawab. Bukankah aku sudah bilang berulang kali ingin melamarmu dan menjadikanmu istriku. Tolong ... Tania pikirkan lagi tentang hal ini ", ucap Kemal kini sedikit melunak.
Tania hanya diam, memang sesungguhnya Tania juga masih mencintai Kemal dan ingin terus bersamanya. Namun pesona Adrian sungguh memikatnya dan membuat dia semakin terobsesi untuk memiliki Adrian seutuhnya.
"Honey .... aku masih mencintaimu, aku tidak pernah sedikitpun main-main denganmu. Aku juga ingin terus bersama kamu. Sesungguhnya tadi aku sangat senang ketika kau datang kemari lagi dan mengabarkan kehamilanmu. Aku benar-benar ingin memiliki anak itu. Aku benar-benar sayang kamu, Honey ", ucap Kemal sambil memeluk Tania yang hanya terdiam di sampingnya.
"Tapi ... bagaimana dengan Adrian ?. Aku akan menikah dengannya dua minggu lagi, bagaimana kalau dia sampai tahu ?", ucap Tania gugup. Sepertinya ia mulai goyah sekarang.
"Mungkin sebaiknya kamu yang membatalkan pernikahanmu dan terimalah lamaranku. Aku juga tidak ingin kehilangan kamu ", ucap Kemal sambil mencium pipi Tania lembut.
"Tapi ... tapi ... aku sangat ingin memiliki Adrian ".
"Huss ... stop bicara tentang Adrian. Aku ingin kamu tetap disini malam ini. Aku hanya ingin kamu disini. Aku benar-benar bahagia hari ini ", ucap Kemal sambil mulai mencium bibir Tania beralih ke leher dan bagian sensitif Tania yang lain. Hingga terulanglah kembali kejadian empat bulan lalu di mana Tania mabuk berat.
__ADS_1