
"Lama nunggunya ?", tanya Intan begitu keluar melihat Bobby sudah menunggunya.
"Gak kok, aku barusan nyampe. Sudah selesai acaranya ?". Intan mengangguk sambil tersenyum membuat Bobby makin terpesona.
"Capek gak ?". Intan senyum lagi.
"Gak, aku udah biasa kok. Kita langsung balik yuk?", ajak Intan.
"Tunggu dulu, Kikan sudah keluar belum ?".
"Belum kayaknya, kenapa ?", selidik Intan.
"Gak pa-pa tanya aja kok", ucap Bobby lega tanpa Bobby sadari Kikan menyaksikan pertemuan mereka berdua dari kejauhan.
"Kamu laper gak ? makan dulu gak pa-pa kan ?", tanya Bobby begitu mereka sudah masuk ke dalam mobil.
"Sebenarnya tadi sudah dapet Snack sih, tapi it's ok dinner". Bobby tersenyum lega lalu segera melajukan mobilnya.
Dalam perjalanan mereka hanya diam sibuk dengan pikiran masing-masing. Bobby berulang kali melirik Intan yang duduk di sebelahnya. Bener-bener sosok seorang model Intan ini, tubuh rampingnya, tinggi proposialnya, wajahnya, semuanya sempurna. Pinter juga si Kikan milih Intan jadi modelnya dengan gitu kan menambah nilai gaun desainnya. Dasar Kikan.
"Ada yang lucu ya ?", tanya Intan melihat Bobby senyum-senyum sendiri. Bobby langsung kaget dan menoleh ke arah Intan sambil gelagapan.
"Gak pa-pa, cuman keingetan kejadian lucu aja". Intan hanya tersenyum melihat tingkah Bobby.
"Kamu mau makan apa ?", tanya Bobby lagi.
"Apa ya.... terserah deh aku bukan pemilih makanan kok, semua suka".
"Beneran ?". Intan mengangguk.
__ADS_1
"Tapi kok, kamu bisa bagus gitu badannya ", puji Bobby yang membuat pipi Intan merona.
"Bisa aja kamu Bob".
"Kalo gitu aku ajak ke tempat kesukaanku ya?". Intan mengangguk lagi.
Selang hampir 45 menit, akhirnya mereka tiba di resto yang katanya kesukaan Bobby.
"Yuk, kita naik biar bisa lihat bintang-bintang", ajak Bobby langsung meraih tangan Intan begitu mereka turun dari mobil.
Bobby sengaja milih resto dengan rooftop terbuka supaya romantis sih, untung saja saat ini sudah musim kemarau jadi angin yang bertiup tidak begitu dingin.
"Mau pesan apa mas ?", tanya pelayan menyambut mereka begitu mereka sudah duduk di salah satu kursi.
"Yang spesial hari ini apa mbak ?", tanya Bobby.
"Ada spaghetti carbonara, iga bakar madu, dan spesial dessertnya tiramisu mas".
"Kenapa sih dari tadi senyum terus ? Ada yang aneh ya aku ?", tanya Bobby bingung. Senyum Intan makin mengembang.
"Kamu emang bener-bener lucu kok Bob. Aku kira kamu orangnya cool gitu, ternyata lucu ya", ucap Intan akhirnya. Bobby hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya.
"Aku suka suasana resto ini, keren ya. Baru tahu kalo ada resto sebagus ini di sini."
"Syukur deh kalau suka, nanti bakalan aku ajak tiap hari kesini".
"Tiap hari ?".
"Tiap malam Minggu deh sekalian ngapel". Kembali Intan tertawa mendengar ucapan Bobby.
__ADS_1
"Aku serius loh, jangan diketawain", ucap Bobby.
Namun Intan makin tertawa sampai terpingkal melihat ekspresi serius Bobby. Bobby hanya diam dan sedikit manyun. Intan segera sadar perubahan sikap Bobby dan menghentikan tawanya.
"Maafin aku Bob, aku bener-bener terhibur saat bersamamu jadi gak bisa mengerem tawaku", ucap Intan akhirnya. Bobby hanya mengangguk.
Kemudian mereka saling diam, Bobby yang duduk dihadapan Intan memajukan badannya ke arah Intan.
"Aku boleh ngomong sesuatu gak ?", katanya. Intan langsung mengangguk dan serius menatap Bobby. Bobby langsung meraih tangan Intan kemudian menciumnya.
"Boleh gak kalo setiap saat aku memegang tangan ini ?", tanyanya. Intan terkesima mendengar ucapan Bobby.
"Apakah juga boleh kalo setiap saat aku mencium tangan ini ?", tanyanya lagi sambil mencium tangan Intan lagi. Intan hanya diam.
"Aku suka kamu Intan, aku ingin jadi orang spesial mu. Apa kamu mau menerimaku ?". Akhirnya Bobby menyatakan sukanya pada Intan. Intan diam sejenak menatap dalam kedua mata Bobby kemudian menarik tangannya perlahan dari genggaman Bobby.
"Aku .... aku gak tahu harus bilang apa Bob. Jujur saja aku juga tertarik denganmu apalagi dengan tingkah konyolmu membuat aku semakin suka kamu. Tapi ......". Intan tidak melanjutkan ucapannya kemudian mulai terisak. Bobby berdiri dan kemudian memeluk Intan. Mereka berpelukan cukup lama sampe Intan berhenti terisak.
"Kalo kamu keberatan tidak dijawab sekarang gak pa-pa kok, aku akan menunggu",ucap Bobby sambil mengusap kepala Intan. Intan diam kemudian melepaskan pelukan Bobby.
"Aku juga suka kamu Bobby, aku juga ingin jadi orang spesialmu ", ucap Intan sambil tersenyum. Bobby hanya bengong mendengar pernyataan Intan.
"Beneran ?", tanya Bobby. Intan mengangguk.
"Tapi kenapa tadi nangis ?. aku pikir bakalan ditolak".
"Aku terharu Bob ". Bobby tersenyum lalu kembali memeluk Intan dan mengecup keningnya.
"Kamu bikin orang spot jantung aja", seloroh Bobby disambut tawa Intan.
__ADS_1
"Permisi mas, ini pesanannya ...". Keceriaan mereka terhenti oleh pelayan yang membawakan pesanan makanan.