Sebuah Kisah Tentang Kikan

Sebuah Kisah Tentang Kikan
Liburan


__ADS_3

"Sudah siap semua barang bawaanmu, nduk ?", tanya ibu melihat persiapan Kikan liburan.


"Sudah Bu, sudah aku siapkan sejak tadi malam kok", sahut Kikan sambil meneruskan sarapannya.


"Jam berapa kalian berangkat ?".


"Setengah 8-an Bu, tadi aku udah telepon Bobby dan Mas Ranu katanya udah perjalanan kesini".


"Hati-hati ya, jaga diri selama disana, jangan suka ngomong sembarang pamali apalagi kalo di daerah yang baru kita kenal harus bener-bener jaga kesopanan", nasehat ibu. Kikan hanya manggut-manggut.


Sudah 2 hari Kikan libur semester dan akhirnya hari ini dia bisa liburan ke luar kota. Apalagi liburan kali ini dia akan barengan dengan mas Ranu. Aku harus berterima kasih banget dengan Bobby yang sudah merencanakan liburan ini, pikir Kikan.


"Assalamualaikum ....", sapa Ranu.


"Waalaikumsalam, eh Nak Ranu sendirian ? Bobby mana ?", tanya ibu begitu melihat Ranu datang sendirian.


"Mungkin masih di belakang Bu".


"Oh ya sudah, kalau gitu sarapan dulu ya bareng Kikan itu. Ibu ambilin ya ?".


"Saya sudah sarapan Bu tadi di rumah", tolak Ranu.


"Oh, kalo gitu minum aja ya", kata ibu bergegas menuang teh ke cangkir kosong dan menghidangkan ke Ranu. Kikan hanya tersenyum sambil melirik ke arah Ranu.

__ADS_1


"Loh... masih sarapan toh, udah ditungguin anak-anak tuh". Tiba-tiba Bobby ngeloyor masuk sambil nyerocos seperti biasanya.


"Sudah datang semua ya ?", tanya Kikan.


"Iya, ayo cepetan makannya", ucap Bobby.


"Aku sudah selesai kok, aku pamit ya Bu", ucap Kikan bergegas bangkit lalu pamit ke ibunya dan menyeret lengan Ranu yang sedang menyeruput tehnya.


"Kami berangkat ya Bu", pamit Ranu.


"Iya, hati-hati ya jangan ngebut !". Kikan hanya manggut sambil melambaikan tangannya ke ibu.


Mereka lalu berangkat beriringan, ada 3 buah mobil yang berangkat. Mobil 1 ada Ranu dan Kikan, mobil 2 ada Bobby, intan dan Suci teman Intan, mobil 3 ada Iwan, Sonny dan Ratih. Mereka semua teman Bobby namun Kikan dan Ranu juga mengenal mereka.


"Wah ... pinter juga pilih lokasinya kamu Bob", ucap Sonny begitu sampai di tempat camping ground.


"Siapa dulu dong, Bobby ...", ucap Bobby sambil nyengir.


"Eh, kita siapin tenda dulu yuk yang cewek prepare buat makanan ya", ucap Bobby lagi.


Kemudian mereka mulai sibuk menurunkan barang-barang dari mobil, mendirikan tenda dan menyiapkan makanan. Hampir satu jam, akhirnya 4 tenda sudah berdiri dengan sempurna.


"Ntan, kamu satu tenda dengan Kikan ya, Suci sama Ratih, Iwan sama Sonny dan aku sama Ranu. Kita bersih-bersih badan dulu, trs lanjut makan siang tadi sudah disiapin kan", kata Bobby yang langsung disetujui teman-temannya.

__ADS_1


Kikan berjalan ke mobil mengeluarkan tasnya kemudian dengan susah payah menggendongnya.


"Sini Mas bawain, kamu bawa yang enteng aja", ucap Ranu tiba-tiba sudah disampingnya. Kikan tersenyum lalu menyerahkan ranselnya.


"Suka ?", kata Ranu ketika mereka sudah berjalan beriringan, Kikan mengangguk.


"Nanti kalau sudah nikah, aku bakalan ngajak kamu honeymoon ke tempat yang lebih indah dari ini", bisik Ranu di telinga Kikan.


"Beneran ?" tanya Kikan lagi yang langsung diiyakan oleh anggukan Ranu.


"Hei ... jangan pacaran dulu, kita bersih-bersih dulu makan baru bisa santai-santai", cerocos Bobby yang sudah berdiri di antara mereka.


"Apaan sih ... ganggu aja", gerutu Kikan.


"Ingat ya, Bulik ngijinin kamu ikut karena aku yang ngajak, jadi Bulik lebih percaya ke aku daripada kalian berdua. Makanya aku harus ekstra ketat ngawasi kalian".


"Emang jadi satpol PP ya sekarang ?", tanya Kikan disambut tawa Ranu. Bobby hanya merenggut.


"Sudah, aku cuman bantu bawain tas Kikan Bob, nanti habis ini balik ke tenda kok", ucap Ranu akhirnya.


"Ya sudah kalo gitu", ucap Bobby segera berlalu.


Dasar Bobby, umpat Kikan dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2