
Natalia merasa badannya gemetar. Tak ada kata kata yang keluar dari mulut Natalia saat Mamanya berdiri dan beranjak dari meja makan. Mama Natalia kembali dengan membawa Album photo, Natalia menerima Album itu dengan tangan yang gemetaran, Natalia buka buka, album photo pernikahan ayah dan ibunya, dada Natalia naik turun, air matanya malah terjatuh, benar memang, ayahnya amat mirip dengannya, sangat mirip malah.
“ Hal yang paling mengkhawatirkan Mama adalah.. kamu bisa mengalami hal yang sama seperti Mama. “. Mama Natalia berusaha meneruskan makannya walau tampak agak terpaksa. “ Papa dan Mama juga dulu seperti kamu, beda keyakinan. Dan akhirnya bubar tak berbekas “.
Natalia tak bisa jawab, ia tetap terdiam dan terus memandangi photo photo itu sampai kebelakang, kemudian kembali lagi ke awal. Sudah sebesar ini Natalia baru melihat album photo ini, ini kali pertama Natalia memandang wajah ayahnya walau hanya dalam photo, tapi rindu itu menyeruak masuk kedalam dadanya, Natalia sesunggukan dan terus memandang photo ayahnya.
“ Papa kamu seorang muslim, sama dengan Haris “.
Natalia menatap Mamanya. “ Papa dimana ?”.
Mama Natalia geleng kepala. “ Dulu Mama yang meninggalkannya, waktu itu Mama masih mengandung kamu, Papa kamu tak tahu dan tak pernah lihat kamu sama sekali sayang. Ini semua karena nasib, Papa kamu tidak salah, susah beri penjelasan atas semuanya. Yang pasti Papa kamu adalah lelaki terbaik yang pernah Mama tahu, dan Mama sangat mencintainya, hingga kini“.
Natalia pusing mendengarnya. Natalia terus geleng kepala dan sesunggukan menahan pecah tangisnya. Natalia amat terpukul, ada rasa rindu yang terus bertahta dan membelenggu hatinya.
“ Papa Kamu orang Batak Li, tepatnya Tapanuli Selatan“.
Natalia angkat kepala sedikit. “Batak ?, maksudnya …”.
“Kamu bukan Orang Jawa seperti yang kamu tahu selama ini. Kamu punya marga sayang, Ayahmu punya marga”.
“Marga ?.. apa Ma ?”.
Mama Natalia husap air mata dengan jarinya. “ Papa Kamu marganya Nasution“.
"Nasution ?. Lia bermarga Nasution ?".
"Benar. Kamu punya marga sayang, kamu terlahir sebagai marga Nasution".
Natalia tak lagi mampu menjawab. Mata Natalia tetap kearah photo pernikahan yang ada ditangannya. Natalia memperhatikan dengan sungguh sungguh wajah wajah yang ada didalam photo itu, ada beberapa yang Natalia kenal, yang tua ini pasti Kakek dan Nenek, itulah yang ada dalam pikiran Natalia.
__ADS_1
“ Papa Kamu orang baik baik. Nasib membuat kamu harus berpisah dengannya. Pasti dia juga rindu kamu “.
Natalia tetap tak menjawab. Air mata Natalia makin deras, suara isak tangis Natalia terang terdengar, tentu membuat Mama Natalia sangat terpukul, tapi rasanya ia juga harus mengakui semua dengan jujur, tak ada lagi yang perlu ditutupi pada anak gadis yang sudah sebesar Natalia.
“ Kamu juga punya Kakak Laki laki Li, namanya Arianda “.
Kepala Lia naik menatap Mamanya, hanya sesaat, kembali kephoto yang ada ditangannya. Tapi Natalia kembali menatap Mamanya yang kini memasang wajah tertunduk, Natalia geleng kepal terus.
“ Kamu punya Kakak Laki laki yang usianya dua tahun diatas kamu, sebab dulu Mama tinggalkan dia masih dua tahun, baru mulai pandai jalan “.
Natalia tetap tak bersuara, Natalia malah berdiri dan setengah berlari memeluk album menuju kamarnya. Mama Natalia tertunduk lesu, kenangan akan manisnya kehidupan dulu ikut menguasai kepalanya. Bagaimana Natalia tidak sedih, hingga waktu dia hendak menikah baru pernah melihat wajah ayahnya, itupun hanya dalam photo, dan bahkan tak tahu dimana rimbanya sekarang.
OO oo OO
Nasib kurang baik justru datang pada Jamil, sepeda motor yang melintas cukup cepat tanpa sengaja menyenggol pinggangnya hingga sedikit mengalami keretakan, Jamil sempat bergulingan ditepi jalan, jika Haris tak berada disana bisa saja ceritanya jadi amat lain bagi Jamil, sebab metro mini sudah amat dekat dengan kepalanya, metro mini berhenti karena teriakan Haris.
Haris langsung membawa Pamannya kerumah sakit terdekat. Natalia langsung berangkat ke Rumah Sakit begitu mendengar berita itu, sayang mama Natalia tetap tak bisa melihat kondisi Jamil, saat dia punya waktu jam besuk usai, saat mama Natalia berada dirumah sakit tak bisa masuk karena jam besuk belum ada, dan saat jam besuk ada, mama Natalia tak punya waktu, hingga Jamil keluar dari rumah sakit.
“ Baru aja Paman. Paman udah sembuh ?”.
“ Masih banyak yang sakit “.
Haris sumringah melihat Natalia ada dipinggir tempat tidur pamannya, Haris cukup gembira melihat perhatian Natalia yang tinggi pada Pamannya.
“ Paman tidur aja lagi “.
“ Maunya sih begitu Ris “.
“ Udah tidur aja dulu Paman “.
__ADS_1
Jamil hanya anggukkan kepala, Haris langsung menarik tangan Natalia menuju keluar ruang rumah sakit dan duduk diteras rumah sakit. Haris berdiri sebentar membeli teh botol dingin, memberi satu pada Natalia dan duduk berdampingan sambil memandang ke jalanan.
“ Mama kemarin jujur Bang “.
“ Jujur ? mengenai apa ?”.
“ Papa Lia “.
Kening Haris berkerut. “ Papa Lia ?”.
Natalia anggukkan kepala. “ Ternyata Lia juga Orang Batak Bang. Papa marganya Nasution“.
“ Oh ya.. hebat dong “.
Air mata Natalia justru turun. “ Mereka pisah sejak Lia dalam kandungan, mereka pisah karena tekanan keluarga, karena mereka sama dengan kita Bang “.
Kening Haris makin berkerut. “ Sama dengan kita gimana ?”.
“ Papa Lia seorang Muslim “.
“ What ?”.
Haris tak tahu mau bilang apa, yang bisa Haris lakukan hanya memeluk bahu Natalia yang langsung menyandarkan kepalanya kebahu Haris, Haris biarkan aja air mata Natalia turun deras, itu akan lebih baik, itu akan membuatnya puas, itu akan membuatnya lebih tenang.
“ Lia juga punya Kakak laki laki “.
Kening Haris makin berkerut. Tapi Haris terus memeluk bahu Natalia dengan lembut, berusaha menenangkan Natalia yang terus cerita sambil terisak, Haris terus membiarkan Natalia menumpahkan semua yang ada dalam hatinya, Haris hanya sesekali menggoyang bahu Natalia.
Yang jelas Haris sangat terkejut dengan semua yang ia dengar, cerita yang tentunya amat membuat Natalia terluka, Haris juga tak menyangka Natalia punya cerita separah itu. Dan Haris juga salut dengan Mama Natalia yang sanggup menutup semua itu hingga selama ini.
__ADS_1
.... BERSAMBUNG ....