Tak Perlu Ada Cinta

Tak Perlu Ada Cinta
Bubar


__ADS_3

Haris hanya diam saja, Haris masih bingung, pikirannya sangat kacau sekali menerima kenyataan ini. Rasanya Haris bagai berada diawang awang, badannya terasa bagai melambung diudara, ringan sekali seluruh tubuhnya. Justru Widya yang amat terkejut mendengar kata kata Mama Natalia itu, hingga Widya tanpa sadar menghentikan kipasannya dan terpelongo memandang Haris.


.................................................................................... 00


Wajah Natalia yang tampak drop malah membuat Haris bertambah pusing. Haris hanya mampu menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi, memandang langit langit ruang tamu yang unik sambil membuang nafas berat berulang kali. Ada banyak pertanyaan yang ada didalam otaknya, tapi tak satupun yang mampu keluar. Kini Haris harus menerima kenyataan bahwa wanita yang amat dicintainya 2 tahun ini ternyata adalah adik kandungnya sendiri.


Ireth masih belum juga mampu melepaskan pelukannya pada Haris, Haris juga tak mampu melepaskan diri dari pelukan itu. Haris terus seperti orang bingung, isak tangis Natalia menambah kerunyaman hati Haris. Dada Haris berdenyut sangat keras, sakit sekali. Tapi Haris merasa ia perlu menahannya sekuat tenaga, tak ada isak tangis yang keluar dari mulut Haris, tapi air matanya mengalir cukup deras.


Tangan Haris tanpa sadar mengelus bahu wanita yang ternyata adalah ibu kandungnya, berulang kali Haris mendaratkan ciumannya ke puncak kepala Ireth, perlakuan Haris membuat tangis Ireth bertambah kencang, pelukannya ke Haris bertambah erat, semua yang melihat hanya diam seribu bahasa, semua lesu dengan pikiran masing masing.


Miranda, Jul dan Jamil kini malah duduk berjejer dilantai sambil bersandar di dinding kemar, ketiganya memasang gaya yang sama menutup muka dengan kedua tangan ,masing masing. Jul dan Jamil tentu lebih mampu bertahan, keduanya hanya terus menerus membuang nafas berat, terduduk dengan meluruskan kaki seakan baru kembali dari pekerjaan berat yang mengurus seluruh tenaga, beda dengan Miranda yang dari tadi tangisnya hampir sama besar dengan Mama Natalia.


Widya akhirnya paham apa yang terjadi, kembali ia mengipas tubuh Natalia yang mulai sadar, Widya terus memanggil manggil nama Natalia perlahan. Kemudian mata Natalia terbuka sedikit demi sedikit.


“ Lia.. sadar dong “. Pinta Widya.

__ADS_1


Begitu melihat Widya, Natalia langsung memeluk Widya sangat erat, Widya membalasnya dan mengelus punggung Natalia.


“ Udah, sabar Lia, sabar “.


“ Sakit Wid, sakit, aku hancur, aku hancur, hancur Wid.. hancur.. “.


Natalia terus menggeleng gelengkan kepalanya, Widya akhirnya ikut menangis, apa yang ada pada Natalia saat ini memang berat, bahkan amat berat. Widya juga tak dapat membayangkan andai hal itu terjadi padanya, bisa jadi ia akan lebih parah dropnya ketimbang Natalia.


Akhirnya Natalia bisa duduk, ia terus tertunduk. Tak ada yang bisa lagi mereka katakan, semua memang harus dihentikan sampai disini, semuanya. Widya langsung keluar setelah Natalia sadar penuh, dan menemui teman temannya.


“ Kenapa Wid ?”.


“ Gila “. Semua serentak bertanya.


“ Gila, gila sekali “.

__ADS_1


“ Kenapa sih ?”. Firman penasaran.


“ Ternyata Haris dan Natalia saudara kandung. Mereka terpisah sejak kecil, malah sejak Lia dalam kandungan, ini ketahuan saat paman mereka Jamil ketemu dengan Mama Natalia, semua jadi terbuka “.


Semua teman-teman Haris yang juga teman Natalia menutup mulut dengan tangannya, hanya Firman yang terus terus menyebut nama Tuhan berulang kali dan menepuk jidatnya. Apa dosa Haris dan Natalia hingga mereka dapat cobaan yang seberat ini, bathin Firman dan kembali menyebut nama Tuhan.


OO oo OO


Malam sudah beranjak larut. Haris masih mendiamkan adiknya Natalia yang terus menangis, Natalia bukan lagi istrinya, semua surat surat yang dikeluarkan Kantor Catatan Sipil sudah dibakar Paman Jamil, kini Natalia adalah adiknya, adik kandungnya, adik semata wayangnya. Haris menepuk jidat beberapa kali, Haris terlalu jauh berubah memang dari yang seharusnya, di Bandar Lampung Haris nambah nama dan bahkan ikut marga Wak Jainal, hingga marganyapun menjadi Pulungan, bukan Hutagalung seperti marga ayahnya, padahal itu adalah kesalahan terbesar yang tidak seharusnya dilakukan.


Natalia termenung seorang diri dikamar, Natalia amat menyesal kenapa baru saat ini mereka tahu jika mereka saudara kandung, setelah Haris memeluknya, menciumnya, memasukkan tangan kebalik pakaiannya, dan segala perbuatan yang seharusnya tak mereka lakukan sebagai kakak beradik. Kenapa setelah mereka menjadi suami istri, kenapa setelah mereka melewatkan malam pertama sebagai sepasang insan yang saling mencintai. Ya, jika benih yang sudah tertanam dirahimnya tidak tumbuh dan berkembang, jika tumbuh ?, Natalia tak bisa berbuat banyak, menggugurkannya juga rasanya tidak mungkin, sangat tidak mungkin.


Sekarang adalah, Haris itu abang kandungnya. Jadi tak perlu ada cinta dalam kehidupan mereka. Yang perlu adalah kasih sayang, perlindungan, dan penghormatan antar sesama mereka.


Haris kini tak bisa lari dari perasaan menyesal. Menyesali semua apa yang telah terjadi, rasa sayangnya wawaknya Jainal dan Indah memberikan kepahitan pada akhirnya. Semua terlalu dipandang mudah, kenapa Haris harus sampai memakai marga yang bukan marganya, jika seandainya Haris tetap dengan marganya bisa jadi hal ini tidak perlu terjadi. Marga adalah ikatan yang sakral, kesalahan besar menanggalkannya.

__ADS_1


Tapi, dalam hal ini Haris juga merasa punya kesalahan, kenapa ia begitu saja menikmati apa yang diberlakukan Wak Jainal kepadanya, kenapa ia tidak mengembalikan jati dirinya yang sesungguhnya ia tahu betul ceritanya. Tapi Haris hanya dapat tertunduk lesu, tak ada yang dapat dijadikan orang yang paling bersalah, semuanya sama sama salah, dan ini adalah pelajaran berharga yang patut dijadikan perbandingan, jangan pernah melupakan sejarah diri sendiri dan memakai sejarah lain.


.... BERSAMBUNG ....


__ADS_2