Tak Perlu Ada Cinta

Tak Perlu Ada Cinta
Merajut Asa Bersama


__ADS_3

Malam pelantikan Presiden Mahasiswa. Natalia dengan kelompoknya sangat gembira sebab calon mereka H. Arianda menang mutlak, punya selisih ribuan dengan pesaingnya, mereka amat gembira malam ini, apalagi Natalia, ia sangat gembira sekali, hanya saja sampai H. Arianda menang mutlak, Natalia belum juga mengenalnya sama sekali. Hingga walau acara dimulai pukul 10.00 WIB, Natalia sudah ada diruangan mulai pukul 08.00 WIB. Tujuan Natalia yang paling utama adalah melihat wajah H. Arianda dan mengenalnya lebih dekat.


Mata Natalia jauh mengecil melihat orang yang dikenalnya sebagai Haris masuk ruangan dengan beberapa orang yang jelas jelas dikenalnya, Irfan, Jauhari, Masdiana, dan Lufti. Itu tim kampanye H. Arianda yang menghantarnya memenangkan pertarungan. Ada rasa aneh dihati Natalia, kenapa Haris ada diantara mereka, apa tujuan dan untuk apa Haris ada disana, Natalia terus merasa diburu pertanyaan, tapi tak ada yang mampu berikan jawaban. Saat Pak Rektor hadir diruangan acara langsung dimulai.


Dan Natalia langsung pucat, melihat Haris maju kedepan menerima pataka Kampus dari Presiden lama Muhammad Arfan. Natalia masih terus tak percaya saat proses pelantikan berlangsung, dan Natalia benar benar pucat saat Haris naik kepodium dan memandanginya dari sana plus senyum tipisnya, tapi senyum itu bagi Natalia bagai pisau silet yang menggores jantungnya hingga koyak, tatapan itu membuat Dada Natalia terus bergemuruh, berdegub kencang tanpa henti hentinya.


“ Akhirnya, Saya Haris Arianda mengucapkan ribuan terima kasih atas rasa percaya yang diberikan rekan seperjuangan semua pada saya. Ini adalah amanat paling berat yang pernah bertengger dipundak saya, buat sahabatku Irfan, Jauhari, Masdiana, dan Lufti, terima kasih berat atas perjuangannya. Disini saya juga meminta bantuan langsung dan tidak langsung dari Sauadaraku Arfan, Saudaraku Agung, Saudaraku Raihan, dan Saudariku Rasti untuk bergabung dengan team ini, team kita yang solid tentunya, kita harus tetap bergandengan tangan “.


Tepuk tangan bersahutan satu sama lainnya. Terlihat Agung, Raihan, Rasti, dan pimpinan lama Arfan mengacungkan jempol kearah Haris yang terus tersenyum manis. Haris anguk angguk kepala.


“ Mari kita jadikan kampus kita ini menjadi kampus yang benar benar kampus. Sekali lagi terima kasih, terima kasih, wassalamu alaikum “.


Haris menutup pidatonya yang kembali disambut tepuk tangan yang meriah dari semua orang yang ada dalam ruangan, tak terkecuali Pak Rektor, beberapa Pembantu Rektor, Para Dekan, dan Dosen yang hadir.


Tapi Natalia tak bisa, jangankan tepuk tangan, mengangkat tangannya pun rasanya tak mampu, segala tulang persendian Natalia sangat lemas, badan Natalia bagai patah tujuh belas, tak bisa bergerak, tak mampu digerakkan, Natalia benar benar terpukul dan terperanjat saat ini. Natalia belum pernah mengalami hal ini sebelumnya hingga Natalia benar benar jadi rapuh.


Muka Natalia benar benar merah, mungkin jika udang mentah jika saja ditempel ke pipinya pasti akan matang dalam waktu kurang dari satu menit. Bak lagu Spoon, malu semalu malunya, terbayang dibenak Natalia saat dia memberi penjelasan pada Haris yang tampak bodoh soal kehidupan kampus yang lumayan gemerlap. Dalam kondisi kehidupan, jika dunia hanya diisi oleh sekolah, maka selebritisnya adalah Mahasiswa, tapi Natalia ngomongin itu sebab Haris mengaku hanya tamat SMA dan sekarang bekerja sebagai Sales Promotion di sebuah perusahaan swasta yang lokasinya di kompleks Putri Tunggal.


Haris yang ada didepannya kini adalah Presiden Mahasiswa terpilih. Jelas Natalia jadi mati kutu, tapi Natalia terang amat kesal pada perbuatan Haris yang membohonginya selama ini. Terang, semua rayuan Haris yang mengajaknya pacaran senenarnya hanya menunggu waktu saja, Natalia hanya berpikir bagaimana tanggapan mamanya bila tahu dia pacaran dengan anak yang kerjanya Sales Promotion, mama Natalia yang besar gengsinya walau kadang membuat Natalia kesal tapi Natalia akhirnya nurut aja, buktinya sekarang Natalia hidup enak, pulang pergi kekampus naik mobil sendiri, walau sampai hari ini Natalia tak pernah tahu dimana ayahnya, Natalia hanya punya Ibunya, yang bekerja tanpa kenal lelah.


Natalia hanya diam saja pada saat Haris membelai rambutnya, bahkan Natalia cendrung manja, Natalia benar-benar takluk kini, Natalia tak bisa ngomong apa-apa lagi, Natalia tak bisa berbuat apapun kecuali cemberut dan pura pura merajuk.


“ Kok dian aja Na “.

__ADS_1


Bibir Natalia masih manyun, Natalia meronta kecil, kakinya ia hentak hentakkan kelantai, Haris hanya tersenyum saja melihat itu. Haris seperti mendapat angin segar langsung merapatkan duduknya dengan Natalia, saat kemudian Haris sudah merangkul bahu Natalia yang masih terus membisu.


“ Kok marah sih Na “.


Natalia melirik Haris. “Abang Jahat”


“ Jahat ?, masa, jahat apanya ?”.


“ Abang bohongin Lia selama ini “.


“ Bohong apaan ?”.


Natalia terus merengut panjang. “ Abang pura pura bodoh “.


Auditorium Kampus Haris dan Natalia, auditorium yang lumayan megah dengan ratusan kursi kosong, peugas yang membersihkan bekas bekas dekorasi, dan panitia yang masih sibuk dengan berbagai berkas menjadi saksi bisu, Haris dan Natalia berikrar untuk menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai.


“ Abang serius kalau abang sedang jatuh cinta “.


“ Tauk “.


“ Yah.. ternyata jatuh cinta itu mengasyikkan juga “.


“ Tauk “.

__ADS_1


Haris hanya tersenyum tipis mendengar jawaban Natalia yang itu itu aja, yang pasti sifat asli Natalia yang manja keluar dengan sempurna, Haris juga tak bisa mengatakan macam apa bentuk rasa bahagianya, amat sangat bahagia sekali, semua terasa bagai dalam taman yang indah.


“ Lia mau kan ?”.


“ Mau apaan ?”.


“ Berbagi sayang, saling cinta, dan.. janji setia “.


“ Tauk “.


Haris tertawa kecil. Haris berdiri dan menarik tangan Natalia untuk meninggalkan auditorium. Ada rasa yang membuat Haris terus dalam senyum yang mengambang sempurna. Natalia memang tak menjawab apapun yang Haris katakan sejak pertama bica tadi, tapi apa yang dilakukan Natalia yang dengan manja mengamit tangannya memberi sinyal yang jelas kalau rasa cinta Haris tak bertepuk sebelah tangan, uluran cinta itu disambut dengan hangat tentunya.


Istilah ada gula ada semut cukup cocok pada Haris dan Natalia, sebab ada Haris ada Natalia, kemana Haris kesitu Natalia, Haris sanggup menunggu diluar ruang kuliah Natalia sampai Natalia selesai kuliah, dan Natalia juga mampu memandangi bunga dan duduk dipot panjang dibawah pohon yang agak rindang itu hanya untuk menunggu Haris sama pulang, seberapa lamapun, seberapa capekpun, dan senyum pasti menyambut Haris manakala ia keluar dan mereka melangkah bersama.


“ Ris.. bentar lagi kau mirip sama Sunan Kalijaga “.


“ Ribut “. Rutuk Haris dengar komentar Hilman saat Haris masih duduk menunggu Natalia selesai kuliah.


“ Bedanya, Sunan Kalijaga karena perintah Gurunya, demi Ilmu, demi kebaikan yang bakal diterimanya, Kau.. demi cewek, heh !”.


“ Suka aku lah bah !”. Keluar gaya Medan Haris yang membuat Hilman menolak kepalanya dan berlalu pergi.


Haris hanya bisa pandangi Hilman yang berjalan menjauh. Tapi apa yang dikatakan Hilman sedikit banyak ada benarnya, tapi Haris senang bisa menunggu Natalia didepan ruangannya. Dan Natalia juga mau menunggunya kok kalau kebetulan Natalia yang duluan keluar, memang Haris lebih sering, tapi rasanya itu tak apa apa kok, semua Haris rasa masih dalam batas kewajaran saja.

__ADS_1


...... BERSAMBUNG ....


__ADS_2