Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 10 Bertemu asisten Bayu.


__ADS_3

***** Hotel Wirajaya *****


Di dalam kamar hotel Wirajaya nomer 031 lantai 4, seorang wanita yang baru selesai dari rutinitas mandinya nampak segar dan cantik.


Rambut panjangnya yang setengah basah tergerai indah, berdiri di balkon hotel memandang keindahan malam kota Jakarta.


Ya wanita itu adalah Lusi Arsinta, wanita yang cantik dan cerdas, di tengah lamunannya dia merasakan perutnya yang sudah kelaparan minta di isi, karena terakhir makan dia hanya memakan roti manis yang di berikan oleh sekretaris Dewi tadi sore di tengah-tengah mereka bekerja, dengan mengenakan jaket Levisnya dia segera keluar dari kamar untuk menuju ke restoran hotel.


......................


*****Restoran Hotel Wirajaya *****


Lusi memasuki restoran hotel Wirajaya yang lumayan ramai dengan tamu yang makan malam, setelah mengedarkan pandangannya ke seluruh restoran, Lusi memilih meja yang ada di pinggir kaca pembatas restoran, Lusi segera memesan sirloin steak, salad buah dan jus jeruk manis untuk menunya makan malam.


Selama menunggu pesanannya datang, Lusi asyik bermain ponselnya, tanpa dia sadari di dalam restoran itu juga ada yang sedang memperhatikannya dari jauh, seorang pria tampan tersenyum melihatnya duduk sendiri di dalam restoran pada pukul 9 malam.


Pria tersebut ingin menghampirinya tetapi tidak bisa, karena dia masih menemani seseorang untuk makan malam, dia hanya bisa tersenyum melihat wanita yang baru saja di kenalnya.


"kenapa kau senyum senyum aneh begitu ?" tanya teman dari pria tersebut.


"ah...tidak ada, ini aku lagi lihat chat lucu dari teman WhatsApp ku !" dalihnya karena ketahuan tersenyum.


"jangan bohong Bayu, siapa yang kau ajak chatingan sampai tersenyum begitu ?" tanya teman pria itu, dan pria yang tersenyum melihat Lusi adalah asisten Bayu Satyawan.


"jangan bilang kau sudah punya pacar baru ? setelah sekian lama menjomblo ?" tanya temannya lagi.


"belum pacar sih...! tapi mungkin bisa jadi calon pacar, itu kalau ada jodohnya." jawab Bayu yang masih memandang Lusi yang sedang menikmati jus jeruk manis dan salad buahnya.


Temannya Bayu tidak menyadari kalau Bayu sedang memandang seorang wanita dari kejauhan, karena posisi duduk teman Bayu itu membelakangi meja Lusi.


Bayu merasa tertarik setelah melihat Lusi yang tersenyum ke arahnya tadi siang di lobby Hotel Rose, ada getaran di dalam hatinya melihat senyum manis dari wajah cantik Lusi, tetapi dia tidak berani berharap pada sesuatu yang belum pasti.


Takut akan perasaannya yang mungkin tidak terbalas, siapa yang tidak tertarik dan terpesona melihat wanita yang secantik Lusi Arsinta ? mungkin saja Lusi sudah memiliki pasangan ? anggap saja ini perasaan yang hanya mengagumi seseorang, itu yang ada di benak Bayu saat ini.


"kau tunggulah Bryan datang kesini, aku ke toilet dulu !" perintah temannya pada Bayu yang bangkit dari duduknya berjalan menuju ke toilet restoran.


"ok bos tenang saja !" jawab Bayu dengan memberikan isyarat jari jempol padanya.


"selagi bos ke toilet, ngak ada salahnya menghampiri Lusi sebentar." gumamnya bangkit dari duduknya dan berjalan menuju meja di mana Lusi sedang menikmati makan malamnya yang sesekali melihat ke arah ponselnya.


"selamat malam sekretaris Lusi !" sapa Bayu ramah dan tersenyum pada Lusi.


Lusi seketika menghentikan makannya dan memandang ke arah depan, Lusi terkejut dengan suara seseorang yang menyapanya di kota Jakarta.


Selain Presdir Maria, asisten Ari, sekretaris Dewi, nona Nadia, dan asisten Bayu yang baru tadi siang dia kenal, dia tidak mengenal siapapun di kota Jakarta, tapi begitu Lusi mengenali wajah asisten Bayu diapun lega, ternyata yang menyapanya orang yang tadi siang dia kenal walaupun tidak akrab.


"selamat malam asisten Bayu !" Jawab Lusi dengan tersenyum juga.


"boleh aku duduk disini ?" tanyanya sembari menunjuk ke arah kursi yang ada di depan Lusi.


"silahkan asisten Bayu."


Bayu yang mendapat izin dengan segera menarik kursi yang ada di depannya, dan langsung duduk menghadap Lusi.


"mari makan asisten Bayu !" ajak Lusi setelah memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"silahkan dilanjutkan makannya sekretaris Lusi, terima kasih, saya masih menunggu teman untuk makan malam." kata Bayu tersenyum memandang Lusi.

__ADS_1


Lusi hanya bisa tersenyum kikuk dengan situasi seperti ini, dia tidak biasa makan di hadapan orang yang baru saja dia kenal, dalam benaknya hanya ingin cepat selesai makan dan segera pergi dari sini, bukan artian dia sombong, hanya saja tidak dan belum terbiasa.


"anda makan malam sendiri sekretaris Lusi ?" tanya Bayu lagi karena tidak ada suara dari Lusi, Lusi hanya fokus pada makanannya.


"iya asisten Bayu, saya sendiri." jawabnya yang memandang asisten Bayu sekilas dan kembali pada makanannya.


"kenapa malam sekali makan malamnya ?"


"tadi di kantor ada lembur asisten Bayu, jadi makan malamnya juga telat."


"ini sudah malam, pulang dijemput atau pulang sendiri ?" tanya asisten Bayu dengan melihat jam dipergelangan tangannya yang menunjukkan hampir jam 10 malam.


Lusi dengan cepat menghabiskan makan malamnya, selesai meminum jus jeruk manisnya dia melap mulutnya dari sisa makanan yang mungkin menempel dengan serbet nepkin yang sudah tersedia.


"saya pulang sendiri asisten Bayu."jawab Lusi tersenyum tipis.


"aku antar ya ?"


"tidak usah, terima kasih asisten Bayu."


"ini sudah malam, ngk baik perempuan pulang sendiri, bilang aja di mana alamatnya, aku antar kamu." kekah Bayu.


"asisten Bayu tidak perlu antar saya, saya bisa jalan kaki pulang dari sini." baru asisten Bayu ingin menjawab Lusi berkata lagi. "saya tinggal di hotel ini, jadi dekat tidak perlu keluar ke jalan raya dan aman untuk pulang sendiri."


Baru ingin menjawab, Bayu melihat Bryan masuk ke dalam restoran.


"baiklah, kalau begitu sampai jumpa lagi." katanya bangun dari duduknya dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Lusi.


Lusi yang mengerti isyarat itu juga bangun dari duduknya dan langsung menyambut uluran tangan dari asisten Bayu.


Begitu selesai berpamitan Bayu dengan segera pergi untuk menyambut orang yang sudah di tunggu bosnya dari tadi, sedangkan Lusi pergi ke meja kasir restoran untuk membayar tagihan billnya, agar bisa segera pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


Pria tampan berkulit putih bersih, memiliki postur tubuh atletis, kekar dengan tinggi 180 cm, yang membuat kaum hawa berlomba-lomba untuk memenangkan hatinya supaya bisa menjadi pasangan sang pengeran Wirajaya, mereka juga rela walaupun hanya menjadi penghangat ranjang saja.


Tetapi seorang Radhika Wirajaya bukanlah pria yang suka mempermainkan wanita sesuka hati, karena dia selalu memegang teguh nasehat mamanya, kalau seorang wanita itu harus di sayang dan di cintai, bukannya di permainkan dengan sesuka hati.


Ini visual dari Radhika Wirajaya.



Bisa bayangin yang lain menurut selera ya..


" Hai Bryan apa kabar ?" tanyanya sembari berjabat tangan persahabatan dengan Bryan.


"aku baik, ku dengar kau ada di New York mengurus proyek hotel baru Wirajaya, kapan kau datang Dhika ?" tanya Bryan.


"baru tadi pagi aku tiba, kau sendiri kapan balik dari Inggris ?"


"2 hari yang lalu."


"hampir setahun lebih kau di sana, apa perusahaan papamu sudah tidak ada masalah lagi ?" tanya Dhika nama panggilan Radhika Wirajaya, dia sangat prihatin dengan temannya yang satu ini.


flashback on...


Perusahaan papa Bryan Aldevaro yang di Inggris mendapatkan masalah besar akibat ulah pamannya sendiri, adik dari papanya yang tinggal di Inggris.


Setahun yang lalu, perusahaan Aldevaro group yang bergerak di bidang perhotelan, kapal pesiar dan jual beli saham yang bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar seluruh dunia hampir mengalami kebangkrutan.

__ADS_1


perusahaan Aldevaro group yang di Inggris awalnya hanya fokus untuk mengurus beberapa hotel dan kapal pesiar yang di miliki, tapi entah mengapa paman Bryan yaitu Lukas Aldevaro mencoba untuk membeli saham dari perusahaan yang berasal dari Amerika, yang tidak ada bekerja sama dengan Aldevaro group.


Awal dari membeli saham itulah perusahaan Aldevaro group yang di Inggris hampir di ambang kebangkrutan, dengan cepat Bryan dan papanya mengambil alih Perusahaan tersebut untuk bangkit kembali, dalam setahun dia berusaha untuk mengembalikan perusahaan seperti awal berjaya.


Dengan otaknya yang jenius Bryan dengan cepat memulihkan kondisi perusahaan dalam jangka waktu setahun, Bryan memang terkenal dengan sebutan pembisnis muda yang berdarah dingin dan berotak jenius, di Jakarta hanya satu yang bisa menjadi rival bisnisnya yaitu Tuan muda Ardian Adhitama.


flashback off...


"semua sudah baik-baik saja, begitu perusahaan kembali normal aku segera kembali ke Indonesia, tetapi semuanya sudah terlambat." jawabnya sedih karena kehilangan sesuatu.


"kamu masih berharap padanya ?" tanya Dhika yang tahu kisah sahabatnya ini.


Bryan pergi ke Inggris dengan meninggalkan cintanya yang masih diperjuangkan, dia mencintai seorang wanita yang belum bisa ia dapatkan.


"aku sangat mencintainya Dikha, belum pernah aku merasakan rasa cinta seperti ini di dalam hatiku." katanya sedih.


"kenapa tidak kau cari dia dan kau kejar lagi cintanya ?"


"aahhhh....!" Bryan menghela nafas berat.


"aku sudah terlambat dia sudah pergi, dan aku tidak tahu dia pergi kemana ?"


"maksudmu apa ?" tanya Dikha bingung.


"kemarin aku sudah pergi mencarinya, aku berusaha untuk mencari informasi tentangnya dari teman bisnis ku yang dulu mengenalkan aku dengannya, tetapi teman bisnis ku itu tidak ingin membantuku karena dia merasa aku hanya mempermainkan teman dari kekasihnya, aku hilang tanpa pamit dan tidak ada kontak apapun padanya, aku berusaha untuk mencari dia di tempat kerjanya, tetapi dia sudah berhenti bekerja disana, aku mencari ke rumahnya ternyata dia juga sudah pindah sebulan setelah aku pergi ke Inggris dan tetangganya tidak ada yang tahu keluarga itu pindah kemana." Bryan menjelaskan dengan mimik muka sedih dan kecewa.


"ini salahku, aku berjanji padanya untuk memperjuangkannya, tapi malah aku yang pergi, karena masalah perusahaan yang genting aku malah pergi tanpa pamit dan kehilangan kontaknya." katanya sangat sedih, pandangan Bryan jauh melayang keluar restoran, tiba-tiba dia bangkit dari duduknya yang membuat Bayu dan Dikha terkejut.


"ada apa Bryan ?" tanya Dikha terkejut melihat temannya tiba-tiba bangun.


"sepertinya aku melihat dia masuk ke lift lobby hotel...??" katanya mengerutkan alisnya. "tapi tidak mungkin dia ada di hotel malam-malam begini, dia bukan tipe wanita yang akan datang ke hotel malam-malam begini !!"serunya sambil menggelengkan kepalanya.


"dia siapa ?"tanya Dhika dan Bayu serempak.


"kekasih yang ku cari." jawab Bryan yang masih menerawang jauh sesosok yang tadi di lihatnya.


"mungkin karena kau ingat dia, sehingga terbayang melihatnya."kata Dikha menghibur sahabatnya.


"mungkin." kata Bryan mengangguk-anggukkan kepalanya.


Mereka duduk kembali.


"ahh sudah lah...kenapa malah aku yang jadi curhat begini." kata Bryan memandang ke arah Bayu dan Dikha.


"tidak apa-apa kawan, santai saja..."kali ini Dikha tersenyum menghibur.


"lebih baik kita bicarakan yang lain saja." ajak Bryan, karena dia tidak ingin terlalu larut dalam kesedihan memendam rindu pada sang pujaan hati di depan teman-temannya.


Mereka kembali membicarakan kerjasama bisnis yang akan mereka lakukan bulan ini.


Di tempat yang lain, di dalam kamar hotel di mana Lusi berada sudah tidur dengan nyenyak, mengarungi mimpi yang entah indah atau buruk, hanya Lusi yang tahu.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya....

__ADS_1


...sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya yang baik ya....


Jangan lupa vote dan like nya...


__ADS_2