Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 40 Rania Kiandra.


__ADS_3

***Mansion Nyonya Meli***


Mereka sampai di mansion nyonya Meli mama dari Ardian Adhitama, dimana si kembar dan Ardian tinggal semenjak sang istri meninggal dunia, sedangkan mansion Ardian di mana tempat Lusi di bawa sewaktu pingsan adalah mansion tempat Ardian tinggal bersama sang istri semenjak baru menikah sampai sang istri meninggal dunia.


Lusi dan si kembar keluar dari mobil di bantu oleh asisten Gavin yang membukakan pintu mobil untuknya.


"terima kasih, selamat malam asisten Gavin !" sapa Lusi ramah tersenyum manis pada teman barunya itu.


"sama sama nona Lusi." balas Gavin tersenyum seraya menganggukkan sedikit kepalanya tanda hormat karena di sana ada sang bos besarnya sedang melihat.


Gavin menoleh ke arah mobil yang baru datang, berhenti tepat di belakang mobil sang atasan, dia sedikit terkejut karena yang dia lihat keluar dari dalam mobil adalah Bryan Aldevaro, tetapi dia dengan cepat kembali memasang wajah datar nya dan memberikan sedikit tanda hormat dengan menganggukkan kepalanya ke arah Bryan yang melihat kepadanya.


"sayang mama antarnya sampai di sini aja ya dek, mama langsung pulang." kata Lusi yang duduk berjongkok di hadapan Nathalia.


"mama masuk, ayo mama ke kamar Adek dulu." ajak Nathalia yang membuat Lusi memasang senyum kejut karena ini pasti drama baru dari Nathalia.


"sayang ini sudah malam, kasihan om itu lama nungguin mama." jawab Lusi seraya menunjuk ke arah Bryan yang berdiri tepat di belakangnya.


Nathalia tidak membalas perkataan Lusi dengan cepat dia berjalan ke arah Bryan, Nathalia meraih telapak tangan Bryan dan menariknya untuk merendahkan tubuhnya, Bryan yang mengertipun duduk berjongkok di hadapan Nathalia.


"ada apa sayang ?" tanya Bryan memandang wajah Nathalia yang memelas padanya.


"om ayo ajak mama masuk dulu, adek mau ajak mama lihat kamar adek, ada yang mau adek kasih ke mama." ajak Nathalia memelas.


Bryan malah memandang ke arah Lusi yang melihatnya seraya menggerakkan bahunya ke atas.


Bryan merasa sangat iba dengan tatapan Nathalia yang memelas


"hanya sebentar saja ya sayang." jawab Bryan yang memandang tersenyum pada Nathalia dan beralih ke arah Lusi.


Lusi yang senang dengan sikap hangat Bryan pada Nathalia, mau tidak mau dengan terpaksa Lusi setuju untuk ikut masuk ke dalam mansion.


"terima kasih om ganteng." jawab Nathalia yang langsung memeluk Bryan dan di balas oleh Bryan dengan mengusap sayang punggung mungil Nathalia.


Mereka masuk ke dalam mansion yang begitu besar, megah dan mewah, tidak kalah dari mansion yang di miliki Ardian tempat Lusi menginap semalam. Mereka masuk di iiringi dengan teriakkan dari Nathalia dan Nathan memanggil oma mereka.


"oma...oma dimana ? oma lihat siapa yang datang..." panggil Nathalia seraya menarik tangan Lusi dan menuntunnya memasuki ruang tamu.


Nyonya Meli terlihat duduk di sofa dengan seorang wanita yang hanya terlihat punggungnya, karena wanita itu duduk membelakangi arah kami datang masuk ke ruang tamu yang mewah.


"kalian sudah pulang." jawab nyonya Meli yang bangun dari duduknya dan melihat kepada kami yang datang masuk ke dalam ruang tamu.


" oma mama datang." jawab bersamaan Nathan dan Nathalia yang menggandeng tangan kanan dan kiri Lusi.


Nyonya Meli dan wanita yang sedang duduk di sofa pun ikut berdiri karena mendengar suara si kembar datang.

__ADS_1


Wanita itu memutar badannya menghadap ke arah kami yang masuk, seketika wanita itu menjatuhkan tas mewah yang di pegangnya, dan kedua telapak tangannya menutup mulutnya yang menganga terkejut melihat Lusi.


"Lidya." ucap wanita itu terkejut seraya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang dia lihat di hadapannya.


Lusi yang sudah tahu apa penyebab wanita itu terkejut melihatnya ? hanya menatapnya tanpa ekspresi karena dia melihat sorot mata terkejut sekaligus takut melihatnya, 'apa wanita itu takut seperti sedang melihat hantu ?' gumam lusi di dalam hati, karena ketakutan dan keterkejutan wanita ini berbeda dari orang yang pernah melihatnya, orang yang pernah melihat dan mengira dia adalah istri Ardian yang sudah meninggal hanya terkejut biasa.


Tetapi tidak dengan wanita ini yang sangat ketakutan sampai badannya gemetar, aku pun yang melihatnya heran tetapi aku bisa menyembunyikannya dengan memasang ekspresi wajah datar.


wanita itu melangkah mundur sampai terbentur meja kaca, dia hampir jatuh kalau saja dia tidak dengan cepat berpegangan pada tepi meja di belakangnya, dan sebagai gantinya vas bunga yang ada di meja yang jatuh karena meja yang tergeser kebelakang.


Kami semua yang baru datang hanya diam melihatnya, nyonya Meli yang dengan sigap memegangi lengan wanita itu, wanita itu menoleh ke arah nyonya Meli.


Nyonya Meli bertanya seraya memegangi lengan wanita itu, "kau baik-baik saja Rania ?"


"tante itu Lidya ?" ucap wanita itu yang bernama Rania Kiandra, kakak perempuan dari Lidya Kiandra yang tidak lain adalah kakak ipar perempun dari Ardian Adhitama.


Rania Kiandra wanita lajang yang berparas cantik dengan bentuk wajah tirus, tatapan mata tajam, hidung mancung kecil, bibir sensual, berkulit putih, dengan postur tubuh langsing dan tinggi bak model, wanita idaman setiap pria pastinya, pria mana pun yang melihatnya pasti akan tertarik dan jatuh cinta padanya.


ini visual dari Rania Kiandra.



bisa bayangin yang lain ya menurut selera...ini hanya bayangan dari Author.


"bukan, dia bukan lidya..dia lusi." jawab nyonya Meli yang mengelus halus punggung Rania.


"iya Rania, dia Lusi wanita yang wajahnya mirip dengan wajah Lidya."


"tapi tante dia sangat mirip sekali dengan Lidya, tidak ada perbedaan sama sekali."


"iya Rania tante juga merasa begitu, tetapi dia benar lusi dan bukan Lidya." jelas nyonya Meli.


Rania memandang selidik Lusi, dia mencari sesuatu perbedaan antara Lusi dan Lidya tetapi tidak melihat perbedaan itu sama sekali, Lusi dan Lidya sama persis bagaikan kembar identik.


"Lusi...Tante senang kamu bisa datang ke sini !" sapa nyonya Meli yang memeluk sayang Lusi, Lusi pun membalas pelukkan hangat nyonya Meli.


"iya Tante." jawab Lusi yang melepaskan pelukkan mereka.


"Oya Lusi...mari Tante perkenalkan." ucap nyonya Meli yang menarik tangan Lusi mendekati Rania.


"Lusi...perkenalkan ini Rania Kiandra, kakak ipar Ardian." kata nyonya Meli memperkenalkan Rania pada Lusi.


"Rania... perkenalkan ini Lusi Arsinta." ucap nyonya Meli memperkenalkan Lusi pada Rania.


Lusi mengulurkan tangannya untuk berkenalan."saya Lusi Arsinta."ucapnya.

__ADS_1


sedangkan Rania dengan ragu-ragu menyambut uluran tangan Lusi. "saya Rania Kiandra." ucap Rania kaku.


Dengan cepat Rania menarik tangannya dari genggaman Lusi, yang membuat Lusi heran mengapa Rania seperti sangat takut pada Lusi.


Nyonya Meli melihat ke arah Bryan, nyonya Meli mengenal wajah Bryan karena dia adalah rival bisnis dari putranya Ardian, sedangkan ini untuk pertama kalinya dia bertatap muka langsung dengan Bryan.


"anda bukannya tuan Bryan Aldevaro ?" tanya nyonya Meli seraya menunjuk ke arah Bryan.


Semua yang ada di sana termasuk Rania ikut melihat ke arah Bryan yang di tunjuk oleh nyonya Meli.


Bryan dengan segera dan sopan berjalan mendekati nyonya Meli untuk menyapa nyonya rumah.


Bryan berdiri di samping Lusi dan mengulurkan tangannya ke arah nyonya Meli. " selamat malam nyonya..saya Bryan Aldevaro, senang bisa bertemu dengan anda." sapa Bryan pada nyonya Meli.


"saya Meli, senang bisa bertemu dengan anda juga tuan Bryan Aldevaro." balas nyonya Meli dengan menyambut uluran tangan Bryan dan tersenyum manis.


Selesai berkenalan Bryan mengalihkan pandangannya pada Rania.


"selamat malam nona, saya Bryan Aldevaro." sapa Bryan ramah pada Rania yang langsung di sambut dengan cepat dan senang oleh Rania.


"saya Rania Kiandra, senang bisa berkenalan dengan anda tuan Bryan Aldevaro." balas Rania dengan tersenyum manis dan tatapan kagum ke arah Bryan.


Lain halnya saat Rania berkenalan dengan Lusi yang tidak ada ramah sama sekali, sehingga Lusi yang melihat tingkah laku Rania merasa tidak suka pada Rania, seperti ingin unjuk diri dan mencari perhatian pada Bryan.


"mama ayo ke kamar Adek." ajak Nathalia yang terus menarik tangan Lusi


"iya sayang tunggu dulu." balas Lusi menahan tarikkan tangannya.


"maaf Tante, apa saya bisa ikut Nathalia ke kamarnya sebentar." izin Lusi pada nyonya Meli.


"tentu saja, silahkan." jawab nyonya Meli dengan senyum ramahnya.


"tunggu sebentar ya Ryan, aku tidak akan lama." ucap Lusi melihat ke arah Bryan.


"iya sayang." balas Bryan dengan senyum dan anggukkan kepalanya.


Semua yang ada di sana kecuali Ardian terkejut dengan panggilan sayang Bryan kepada Lusi, mereka memiliki pertanyaan yang sama di dalam hati dan pikiran mereka masing-masing, 'ada hubungan apa tuan Bryan Aldevaro dengan Lusi ?'.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya....


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2