Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 49 Data Yang Di Lindungi.


__ADS_3

***Perusahaan Adhitama Group***


…Ruang presdir Ardian Adhitama…


"apa sudah ada kabar dari anak buahmu Gavin?" tanya Ardian yang sedang duduk pada kursi kebesarannya.


Gavin yang ditanya berdiri di depan meja presdir, dia dengan cepat menjawab pertanyaan Ardian.


"anak buah saya belum mendapatkan kabar apapun tuan, mereka sudah mencoba mencari alamat yang tertera di KTP, rumah tersebut memang benar rumah milik orang tua nona Lusi tetapi, rumah tersebut sudah lama kosong sekitar hampir setahun yang lalu, itu kata para tetangga mereka." jelas Gavin pada Ardian yang membuat alisnya mengerut memandang Gavin.


"lalu apa mereka juga tidak bisa mencari informasi pada para tetangga? mereka pindah kemana? apa rumah itu sudah di miliki oleh orang lain?" tanya Ardian yang masih menatap tajam pada Gavin, dia kecewa tidak mendapatkan informasi yang di inginkannya.


"tidak tuan, rumah itu kosong tanpa penghuni baru, karena para tetangga sekitar mengatakan bahwa rumah itu tidak pernah di jual sama sekali, mereka hanya mengatakan akan ada yang selalu datang untuk membersihkannya seminggu sekali, sehingga rumah itu tetap bersih dan rapi seperti berpenghuni." jawab Gavin.


"apa kalian juga tidak bertemu dengan tukang bersih-bersih nya?"


"sudah tuan, ada sekitar tiga orang yang datang untuk bersih-bersih, tetapi mereka sama sekali tidak tahu tempat tinggal keluarga Lusi yang baru? mereka mengatakan bahwa mereka tidak sekalipun pernah bertemu dengan pemilik rumah, bayaran mereka akan tetap di transfer dan kunci rumah mereka ada di ketua RT disana, setiap malam ada satu penjaga rumah yang akan berjaga di depan rumah itu." kata Gavin menjelaskan, sedangkan Ardian masih menatapnya datar.


"anak buah saya juga sempat bertanya pada penjaga disana, dan jawaban yang mereka dapat sama tuan, tukang jaga tidak tahu apapun tentang keluarga Lusi, sedangkan pak RT hanya menjawab ada seseorang yang akan datang untuk bertanya tentang keadaan rumah nona lusi."


"apa mereka sudah bertemu dengan orang itu?" tanya antusias Ardian.


"belum tuan, orang itu belum datang dan ketua RT tidak tahu kapan orang tersebut akan datang, karena dia datang tidak tentu bisa dua atau tiga bulan sekali." jawab Gavin apa adanya mengikuti dari laporan anak buahnya.


"dan bagaimana dengan anak buahmu yang ahli IT, apa dia juga sudah mendapatkan informasi data tentang Lusi dan keluarganya?" tanya Ardian yang mulai berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah jendela kaca memandang keluar jendela.


"maaf tuan tidak ada informasi apapun yang kami dapatkan, karena data nona Lusi dan keluarganya tidak bisa kami akses, sepertinya datanya termasuk dalam data yang di lindungi privasinya." jawab Gavin dengan hati-hati karena dia tidak bisa memberikan informasi apapun pada tuannya.


Ardian yang mendengar jawaban Gavin yang tidak mendapatkan informasi apapun tentang Lusi, segara berbalik badan dan memandang tajam pada Gavin asisten kepercayaannya yang tidak pernah gagal sekalipun, tetapi kali ini dia gagal total.


Gavin yang di tatap tajam pun hanya menatap tegas dan takut pada tatapan tajam tuannya.


"data akses yang di lindungi?" tanya Ardian.


"iya tuan data nona Lusi dan keluarganya sama sekali tidak bisa kami akses dan biasanya data yang di lindungi dan tidak bisa di akses, itu adalah data orang penting atau datanya tidak ada di negara ini, bisa jadi datanya ada di negara lain dan sudah di lindungi juga." jawab Gavin menjelaskan, Ardian berdiri tegak seraya memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.


"data orang penting, apa Lusi tidak memiliki nama belakang keluarganya?"


"tidak ada nama belakang keluarga di data nona Lusi yang saya dapatkan dari perusahaan Wirajaya group tuan."

__ADS_1


"apa kau yakin Gavin?"


"yakin tuan."


"apa kau juga berpikir, kalau Lusi sangat penuh rahasia Gavin?"


"iya tuan, saya rasa juga seperti itu, nona Lusi dan keluarganya yang tidak bisa kami lacak pasti penuh akan rahasia."


"kau harus tetap mencaritahu bagaimanapun caranya? dia benar-benar membuatku bertambah penasaran dan ingin tahu tentang siapa dia sebenarnya?" jawab Ardian memandang tajam ke arah Gavin.


"baik tuan."


"baiklah kau boleh keluar, tinggalkan aku sendiri, hari ini aku tidak ingin di ganggu sama sekali oleh siapapun." perintah Ardian yang berbalik badan menghadap jendela kaca.


"baik tuan saya permisi." pamit Gavin yang menundukkan sedikit badannya tanda hormat, dan Ardian hanya menjawab dengan anggukkan kepala dan memandang Gavin dari pantulan di kaca.


Gavin pun keluar dari ruangan presdir dan menuju ke ruangannya yang ada di sebelah ruang presdir, tidak lupa dia juga berpesan pada sekretaris Ardian yang ada di depan ruangan presdir, bahwa tidak ada yang boleh masuk ke dalam ruang presdir dan mengganggunya karena Ardian ingin sendirian.


Gavin juga berpesan bila ada yang mencari tuannya, sekretaris itu harus menghubungi Gavin terlebih dahulu.


Sedangkan di dalam ruangan Ardian duduk di kursi kebesarannya, pandangan matanya menerawang jauh dan bibirnya bergumam.


......................


…ruang direktur Radhika Wirajaya…


Radhika dan Bryan duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.


"apa yang ingin kau katakan Radhika?" tanya tegas Bryan pada Radhika sahabatnya yang membuat dirinya kecewa karena tidak bisa percaya pada apa yang di katakan oleh Lusi sang kekasih.


"ada hubungan apa kau dengan sekertaris Lusi?" tanya balik Radhika pada Bryan yang membuat Bryan mengerutkan keningnya.


"mengapa kau bertanya seperti itu?"


"kau terlalu kentara untuk membelanya."


"bukan begitu maksudku, aku hanya bermaksud menengahi kalian." jawabnya untuk menghindari berkata kalau dia dan Lusi ada hubungan asmara, karena Radhika belum tahu kalau dia dan Lusi memiliki hubungan asmara.


Tetapi Bryan sudah berjanji pada Lusi untuk merahasiakan hubungannya untuk sementara waktu dari orang-orang terdekatnya, karena Lusi belum siap sepenuhnya menjadi kekasih seorang Bryan Aldevaro.

__ADS_1


"karena aku mengenal Lusi seperti apa orangnya, jadi aku tahu dia tidak akan mungkin bekerjasama dengan Ardian untuk menghancurkan perusahaan mu."


"apa kau mengenalnya sangat baik, padahal setahuku kau dan sekretaris Lusi baru saja bertemu kembali beberapa hari ini setelah lama tidak bertemu." tanya selidik Radhika.


"walaupun aku baru bertemu kembali dengan Lusi tetapi aku sudah lama mengenalnya."


Radhika menghela nafasnya, dia tahu Bryan menyembunyikan sesuatu padanya, karena Radhika tahu kalau Bryan saat ini menginap di hotel wirajaya, dimana Lusi juga menginap sementara disana.


Radhika curiga pada Bryan, mengapa Bryan harus repot-repot menginap di hotel Wirajaya? bila Bryan sendiri memiliki satu mansion dan dua apartemen mewah di kota ini.


"lebih baik kau jujur padaku Bryan ! kau tidak akan bisa menyembunyikan apapun dariku, apa tujuanmu menginap di hotel Wirajaya?" tanya Radhika tepat sasaran yang membuat Bryan terkejut kalau Radhika tahu dia menginap di hotel Wirajaya.


"bagaimana kau bisa tahu? apa begini cara kerja hotelmu menjaga privasi pribadi tamu hotelmu?" tanya kesal Bryan pada Radhika yang tahu dia tinggal di hotel.


Bagaimana Radhika tahu? kalau bukan dari para karyawan hotelnya? itu berarti karyawan hotel sudah melanggar aturan privasi pribadi tamu hotel.


"apa kau melupakan sesuatu? sebelum menuduh cara kerja hotelku?" tanya Radhika yang tidak terima perkataan Bryan tentang hotelnya.


"melupakan apa?" tanya heran Bryan.


Radhika hanya tersenyum tipis menanggapi keheranan Bryan.


"apa kau tidak sadar kalau kau sudah menggunakan kartu member VIP Gold R.W.C ? kau tahu sendiri kan bila kartu itu digunakan aku pasti tahu dimana dan siapa yang menggunakannya, karena aku memiliki akses tertentu untuk pengecekkan kartu tersebut, dan untungnya hanya aku yang tahu." jawab Radhika yang membuat Bryan tersadar dengan apa kesalahannya.


Bryan benar-benar lupa bila kartu member VIP Gold R.W.C adalah ciptaan dan program kerja dari sahabatnya ini, Bryan yang sudah sadar atas kekeliruannya pun memandang sahabatnya itu.


"baiklah aku mengakui kalau aku menginap di sana, tetapi apa tujuanku menginap di sana aku belum bisa memberitahukannya padamu." jawab Bryan yang masih tidak bisa memberitahukan sahabatnya tentang hubungannya dengan Lusi.


Bryan tidak mau melanggar apa yang di inginkan oleh Lusi, dia tidak ingin Lusi tidak mempercayainya lagi karena sudah melanggar janji mereka.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya...


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2