
***Mansion Resvan Melviano***
Lusi memandang tidak percaya pada sang ayah, Nico dan tuan Erick. Lusi tidak percaya akan apa yang baru saja dia dengar? bagaimana mungkin ayahnya yang selama ini Lusi kenal sederhana, dan hanya seorang pemilik restoran di kota tempatnya selama ini dia tinggal.
Kini mengaku menjadi Presdir dari perusahaan Faresta Group, sebuah perusahaan raksasa yang sangat terkenal dan berkembang pesat di dalam maupun di luar negeri.
Ibu Lusi sangat tahu bagaimana kebingungan sang putri, atas apa yang di ungkapkan oleh suaminya saat ini?
"sayang apa yang ayahmu ucapkan semua adalah benar." ucap ibu Lusi sembari memeluk pundak Lusi dari samping.
Lusi melihat pada ibunya yang tepat duduk di sampingnya.
"tapi kenapa kalian rahasiakan ini?" tanya Lusi dan itulah pertanyaan yang ada di hatinya.
"ceritanya panjang sayang… tapi ibu akan menceritakan hal-hal pentingnya saja, agar kamu mudah mengerti dan percaya." jawab sang ibu menjelaskan secara perlahan dan lembut.
Ibu Lusi yang sebenarnya bernama Nania Mahendra Melviano adalah seorang putri semata wayang dari pengusaha ternama Rama Mahendra, yang sudah lama meninggal dunia karena kecelakaan pesawat, saat nyonya Nania baru saja menikah dengan tuan Resvan Melviano.
Perusahaan dari tuan Rama Mahendra, di ambil alih oleh putrinya, dan di jadikan satu dengan perusahaan milik Resvan Melviano sang suami, yang dulu nama perusahaannya adalah Melviano Group. Kini menjadi Faresta Group.
"nama ibu yang sebenarnya adalah Nania Mahendra. Ibu adalah putri semata wayang dari pengusaha ternama yang bernama Rama Mahendra. Nama yang di pinjam oleh ayahmu untuk menyembunyikan identitas aslinya." ungkap sang ibu secara perlahan.
"kakekmu Rama Mahendra dan nenekmu Sinta Nuri Mahendra meninggal dunia karena kecelakaan pesawat, setelah beberapa bulan ibu menikah dengan ayahmu Resvan Melviano." ungkap sang ibu dengan suara sedikit parau.
Lusi yang tahu ibunya mengingat kedua orang tuanya yang sudah meninggal dunia, pasti merasakan sedih di dalam hatinya. Lusi balik merangkul pundak sang ibu dan membelai lembut, memberikan kekuatan agar sang ibu tegar dan bisa merasa lebih baik lagi.
"ayahmu terpaksa meminjam nama Rama Mahendra, untuk bersembunyi dari beberapa musuhnya yang berusaha menyerangnya dengan menggunakan jasa anggota mafia. Awalnya ayahmu bisa melawan mereka dengan mudah, tetapi saat di mana bayi kembar kami di culik satu? di sana kami mulai merasa tidak aman. Kesedihan ibu terlalu dalam kehilangan seorang putri yang baru saja ibu lahirkan." ungkapnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"ibu jangan di teruskan, bila ibu tidak kuat untuk menceritakannya." ucap Lusi tidak tega melihat kesedihan di mata ibunya.
"tidak sayang, semuanya kau harus tahu." balas ibu Nania memandang teduh Lusi.
"Agar kesedihan ibu bisa sedikit berkurang, kami pindah keluar negeri ke Amerika. Saat tinggal di sana walaupun ibu tidak bisa melupakan putri ibu yang hilang, ibu bisa lebih mengontrol diri agar tidak sedih berlarut-larut. Agar putri ibu yang satu lagi tidak kekurangan perhatian dan kasih sayang ibu. Kami juga terus berusaha mencari putri yang hilang bertahun-tahun lamanya, tapi nihil tidak ada kabar baik sama sekali. Hingga saudara kembarmu Lusi tumbuh remaja dan memasuki masa kuliah. Di sinilah awal petaka yang membuat kami sebagai orang tua hancur." ungkap ibu Nania terus bercerita dengan suara paraunya.
__ADS_1
Air mata yang di tahan pun luluh ke pipinya, kesedihan mengingat akan putrinya yang sedang bahagia memasuki dunia remaja, terenggut oleh kematian.
"Lusi Arsinta Melviano, meninggal dunia saat serangan dari anggota mafia kiriman dari musuh ayahmu di kampusnya. Kami hancur dengan kenyataan itu. Putri yang dari kecil di culik belum kami temukan, di tambah lagi dengan kematian putri remaja satu-satunya yang kami miliki, membuat hati kami benar-benar hancur, terluka dan berduka cita selamanya." ungkap ibu Nania menangis tersedu sembari menghapus air matanya.
Tuan Resvan, ayah Lusi mendekati sang istri. memeluk pundak istrinya untuk memberikan dukungannya.
"Ayahmu, Nico dan tuan Erick menyembunyikan kematian Lusi, agar ayahmu bisa menemukan siapa dalang di balik penembak Lusi, saudarimu sayang.…" ucap ibu Nania melihat ke arah Lusi yang masih setia duduk di sampingnya.
"Ayahmu membawa ibu untuk berlibur ke pulau Bali sekedar melupakan sedikit kesedihan kami, dan liburan itu yang membawa kami bertemu dengan putri kami yang hilang, kamu sayang…" ungkap ibu Nania membalas memeluk Lusi.
Lusi hanya bisa tersenyum melihat ibunya tersenyum getir.
"Saat kami menemukan mu, kondisi mu sangat mengenaskan, bahkan kamu lupa ingatan. Kami pun membawamu ke tempat di mana banyak orang yang tidak mengenali kami sekeluarga. Dan memberikan identitas Lusi padamu. Kami sekeluarga memutuskan menyembunyikan jati diri kami yang sebenarnya untuk melindungi kamu nak…ayah dan ibu tidak ingin kehilangan satu putri lagi, sudah cukup satu putri kami yang hilang meninggalkan kami untuk selamanya." ungkap sang ibu melihat dan mencakup wajah Lusi, memandang Lusi dengan kehangatan.
"Hingga sampai saat ini, kami menyembunyikan identitas asli kami, untuk melindungi kamu Lusi…tetapi ayahmu melihat perkembanganmu yang sudah kuat, dan sudah bisa menjaga dirimu dari musuhmu, di tambah lagi kamu memiliki suami yang kuat dan sangat mencintai kamu, ayahmu yakin sudah saatnya mengungkap semua yang tersembunyi. Sudah waktunya kita muncul ke publik. Agar semua musuh bisa terlihat jelas."
Ibu Nania menghela nafasnya perlahan.
"sebenarnya ibu tidak setuju, ibu masih takut bila terjadi apa-apa padamu, di tambah lagi saat ini kamu sudah memiliki dua orang anak yang akan dalam bahaya, tapi ayahmu sangat yakin untuk muncul kembali ke publik. Sudah cukup untuk bersembunyi, memberikan pelajaran secara halus dan terang-terangan lebih baik dari pada harus bersembunyi terus seperti ini " ungkap ibu Nania melihat lesu sang suami.
"ibu… Lusi setuju apa yang ingin ayah rencanakan? tidak ada gunanya kita harus bersembunyi terus ibu, kita harus menjadi kuat untuk membalas mereka semua, sudah cukup kita mengalah dan menghindari mereka." ungkap lusi mendukung keputusan sang ayah, yang malah membuat sang ibu lesu.
"ibu…Lusi sudah cukup kuat untuk membantu ayah menghadapi musuh-musuhnya." ungkap Lusi teringat akan cerita Nico dan tuan Erick yang pernah cerita tentang tuan R.M beserta keluarganya pada Lusi.
Lusi tidak tahu bahwa mereka menceritakan tentang keluarganya yang sedang bersembunyi. Lusi saat ini sudah mengerti dan tahu alasan, kenapa kedua orang tuanya menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya? Lusi akan mendukung sepenuhnya apa yang ingin ayahnya lakukan selanjutnya?
Terlihat jelas ini sangat berat bagi ibu Nania, rasa trauma berat yang selama ini ibu Nania alami dan jalani pastilah akan menyisakan ketakutan yang amat mendalam di hatinya. Tapi apa yang di putuskan oleh sang ayah adalah benar, dan bisa jadi akan menjadi obat yang baik untuk mengobati rasa trauma ibu Nania selama ini dia pendam dan rasakan.
"ibu jadilah kuat…untuk membalas mereka yang sudah jahat pada kita, jadilah kuat untuk membalas kematian kakak…jadilah kuat untuk masa depan Lusi, Nathan dan juga Nathalia." ungkap Lusi ingin membuat ibunya kuat.
Walaupun hidup ini tidaklah mudah untuk di jalani, terlebih lagi bagi mereka yang pernah merasakan trauma berat. Itu sangatlah sulit, tetapi belajar untuk bangkit dan keluar dari rasa trauma itu lebih baik dari pada hanya diam tanpa usaha apapun?
Ibu Nania memandang sang putri yang terlihat kuat dan bijak bicara padanya, membuat suatu kehangatan di dalam hatinya muncul. Ibu Nania melihat keteguhan dan keberanian pada sorot mata Lusi, ibu Nania luluh dan kalah akan semangat Lusi saat ini.
__ADS_1
"bila Lusi kuat, ibu akan kuat. Bila Lusi berani ibu juga akan berani. Bila kamu menginginkan ini dan sudah yakin, ibu juga akan selalu mendukung dan selalu bersama Lusi dalam suka dan duka."
"terima kasih ibu…ini baru ibu Lusi yang baik hati, kuat, tangguh dan berani." balas Lusi dengan membelai lembut pipi sang ibu.
Mereka sama-sama tersenyum lega dan bahagia. Tidak ada rahasia lagi dalam keluarga mereka yang di sembunyikan. Tidak ada lagi yang harus mereka hindari. Hidup mereka akan terus maju untuk masa depan yang cerah dan lebih baik lagi.
Semua hidup yang di jalani mereka adalah sudah takdir dari Tuhan. Hanya bisa menerima, berusaha dan menjalaninya saja.
"baiklah…lalu bagaimana pendapatmu tentang rahasia yang baru saja terungkap Lusi?" tanya tuan Resvan melihat ke arah putrinya.
Lusi memandang sang ayah yang kini memiliki identitas baru yaitu tuan R.M atau tuan Resvan Melviano, Presdir dari perusahaan raksasa Faresta Group. Lusi menghela nafasnya perlahan sebelum menjawab pertanyaan dari ayahnya.
"ini masih sangat membuat Lusi terkejut ayah…tapi inilah kenyataannya, Lusi hanya bisa menerimanya saja."
"ayah mau mulai sekarang kamu belajar mengenal semua Selak beluk perusahaan, ayah ingin kamu belajar mengambil alih semuanya, bagaimana juga kamu adalah satu-satunya ahli waris dari keluarga Melviano." ungkap sang ayah.
Apa yang ayahnya ungkapkan saat ini? seakan menjadi beban yang sangat berat, sekaligus kebenaran dari kewajibannya menjadi satu-satunya putri dari keluarga Melviano.
Lusi melihat ke arah Nico dan tuan Erick secara bergantian. Sekedar meminta bantuan dan saran dari mereka. Tetapi yang di lihat hanya menatap Lusi saja, tanpa ingin berbicara apapun?
"jujur ini terlalu tiba-tiba dan Lusi belum siap untuk itu ayah." balas Lusi mencari alasan yang tepat untuk meminta waktu.
"ayah tahu itu Lusi…maka dari itu Nico dan tuan Erick akan selalu membantu dan akan ada selalu di sampingmu. Ayah juga akan selalu membantu dan mendukung mu nak…!!"
Lusi melihat ketulusan dan harapan pada sorot mata sang ayah, Lusi tidak bisa menolaknya. Seberat apapun bebannya? dan sebesar apapun Lusi menolaknya itu sudah takdir yang harus Lusi terima dan jalani dengan ketulusan dan keikhlasan serta kegigihan. Semua pasti lebih mudah, ringan dan lancar. Demi masa depan, kebahagiaan serta ketenangan dari kedua orang tuanya dan keluarga kecilnya saat ini.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.