Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 116. Seto Kiandra Dan Mr. X.


__ADS_3

***Mansion Keluarga Kiandra***


Kegaduhan terdengar jelas di dalam ruang kerja keluarga Kiandra, terdengar jelas suara kemurkaan Seto Kiandra pada semua anak buahnya. Perusahaan Kiandra hampir di ambang kebangkrutan, sahamnya yang tersisa 20% hanya tersisa 5% saja saat ini. Yang artinya Seto Kiandra tidak bisa menduduki meja Presdir perusahaan Kiandra Gruop.


Saham milik Lidya Kiandra sampai saat ini masih di ambil alih oleh pengacara dari rekan bisnis Seto Kiandra, yaitu orang yang memberikan 50% saham Kiandra Gruop pada Lidya Kiandra. Karena Lidya sudah meninggal otomatis anak kembar Lidya yang menjadi ahli warisnya.


Di karenakan si kembar masih kecil, jadi sang pengacara kepercayaan Lidya lah yang mengambil alih sampai umur si kembar mencapai 20 tahun.


"bagaimana bisa saham kita hilang begitu saja sebanyak 15%, apa saja yang kalian kerjakan?" teriak murka Seto Kiandra pada semua manager kepercayaannya.


"maafkan kami Presdir…bukankah 5% saham sudah kita jual pada perusahaan Adhitama Gruop, saat perusahaan Kiandra Gruop hampir jatuh. Dan 10% lagi anda sendiri yang menjadikan jaminan bekerjasama pada perusahaan Faresta Group, agar perusahaan kita dapat di terima oleh perusahaan tersebut." jawab seorang manager perusahaan Kiandra Gruop.


"itu aku tahu, 5% adalah milik menantuku, sedangkan 10% untuk jaminan mengapa juga bisa menghilang dan malah di ambil alih oleh Faresta Group? aku tidak pernah ada persetujuan untuk memberikan atau menjual 10% saham itu?" jawab Seto antusias.


"saham itu di jual oleh tuan Satrio, tuan…" ungkap salah satu manager perusahaan Kiandra Group.


Seto langsung menatap sang papa yang duduk santai pada sofa yang ada di dalam ruang kerja itu, Seto tidak pernah mendapat berita tentang penjualan saham tersebut.


"pa…apa itu benar…?" tanya Seto pada papanya tuan Satrio Kiandra.


"iya…papa yang menjual saham sebesar 10% itu, karena Faresta Group memberikan penawaran yang bisa membuat kita mengambil alih 25% saham Lidya dari sang pengacara." jawab Satrio dengan santainya.


"apa maksud papa…?" tanya Seto tidak mengerti.


Satrio Kiandra hanya diam menyeruput secangkir kopinya, dia memberikan isyarat melalui matanya untuk mengusir semua manager yang hadir. Seto pun mengerti.


"pergi kalian, selidiki apa tujuan Faresta Group berani membeli 10% saham kita?" perintah Seto pada anak buahnya. Semua manager yang hadir dengan cepat membubarkan diri mereka.


"apa maksud papa…?" tanya Seto pada sang papa saat ruang kerja itu telah kosong.


"papa sudah bicara secara serius dengan pengacara Lidya, dan mencapai kesepakatan. Pengacara itu mau menjual 25% saham milik si kembar, agar sahamnya bisa berkembang lebih banyak dan baik lagi. Dengan satu syarat 25% saham itu akan di jual dengan harga 2 kali lipat dari harga sebelumnya, dan papa setuju untuk membelinya." ungkap sang papa, Satrio Kiandra.


"lalu, apa hubungannya dengan menjual 10% salam kita pada Faresta Group yang jelas-jelas itu adalah jaminan untuk mereka." ungkap Seto Kiandra.

__ADS_1


"tuan Nico, mengatakan kalau tuan R.M tertarik untuk memiliki saham pada Kiandra Group, dan dia berani membeli saham kita 3 kali lipat dengan harga yang kita tentukan."


"untuk itu papa menjual saham kita pada Faresta Group."


"iya…dan kita sudah mendapatkan dana untuk membeli 25% saham yang di miliki oleh si kembar, dan di tambah 5% saham yang kita punya, jadi kita memiliki 30% saham di perusahaan Kiandra Group." ungkap Satrio memperjelas rencana dan maksudnya pada Seto.


"dengan begitu, kita masih bisa menjadi pemegang saham yang paling tinggi di dalam perusahaan Kiandra Group." ucap Satrio kembali.


"25% milik si kembar, 10% milik Faresta Group, 15% milik Adhitama Group, 20% milik rekan bisnis kita dari Amerika, dan 30% milik kita. Kitalah pemegang saham terbesar di Kiandra Group." ungkap Satrio menjabarkan semuanya.


"apa papa tidak salah memperkirakan? apa benar pengacara brengsek itu benar-benar mau menjual 25% saham milik si kembar? bukankah itu bukan haknya untuk menjual saham yang bukan miliknya?" tanya curiga Seto, karena dalam hatinya ada suatu keganjalan.


Seto Kiandra tidak ingin sang papa salah jalan lagi, sudah dua kali Satrio Kiandra dan sang adik membuat perusahaan Kiandra hampir di ambang kebangkrutan karena ulahnya, Satrio Kiandra yang selalu tamak akan uang, harta, dan kedudukan tidak pernah berpikir panjang untuk memutuskan apapun? dia selalu memakai jalan pintas yang menurutnya benar akan membantu, tetapi nyatanya salah besar, dan selalu salah.


"apa maksudmu Seto? apa kau meragukan papa?" tanya Satrio merasa tersinggung.


"aku hanya ingin kita hati-hati dalam mengambil keputusan, aku tidak ingin papa di permainkan oleh pengacara brengsek itu. Papa tahu sendiri kan bagaimana setianya pengacara itu pada rekan bisnisku, bahkan dia berani mengancam akan memberitahukan semua harta warisan itu pada keluarga rekan bisnisku, bila kita berani macam-macam untuk memperalat si kembar kelak." ungkap Seto masih mengingat jelas bagaimana ancaman sang pengacara.


flashback on…


Beberapa tahun yang lalu, tepatnya 28 tahun yang lalu tuan Seto Kiandra mendapatkan masalah besar di perusahaannya. Perusahaan Kiandra Group hampir di ambang kebangkrutan, karena saudaranya sendiri telah menggelapkan nada perusahaan sebesar 50% saham perusahaan, mengikuti jual beli saham di sebuah perusahaan Amerika serikat.


Sang adik yang dulu adalah wakil presdir perusahaan Kiandra Group, dengan mudah memanipulasi dana dan saham perusahaan atas kepercayaan dari Seto sang kakak dan Satrio sang papa. Tetapi karena dia tergiur keuntungan saham yang besar, sang adik pun berani mempertaruhkan saham perusahaan sebesar 50%.


Karena pada saat itu perusahaan dari Amerika mengalami krisis global, sehingga harga saham menurun drastis. Saham 50% yang di miliki oleh perusahaan Kiandra Group pun hampir merosot dan jatuh tidak berbekas. Sang adik kabur dengan membawa serta keluarganya, karena tidak ingin bertanggung jawab.


Untuk menyelamatkan saham perusahaan, Seto Kiandra akhirnya memberanikan diri meminta bantuan dari seorang rekan bisnis yang pernah bekerjasama dengannya. Rekan bisnis misterius yang berasal dari Spanyol, perusahaan Spanyol yang bergerak di bidang pembuatan peralatan medis, obat-obatan dan memiliki beberapa rumah sakit besar di beberapa negara besar, serta masih banyak aset perusahaan lainnya yang ia miliki.


Bahkan banyak desas-desus yang beredar, rekan bisnisnya ini memiliki pasukan bawah atau anggota mafianya sendiri, yang di takuti di bagian Eropa. Hingga kekayaan asetnya akan terus bertambah dan tidak akan berani ada yang mengganggunya, atau sekedar mencari masalah dengannya.


Seto mendapatkan kesempatan dan bantuan dana darinya, bahkan dana yang di berikan mencapai 50% saham di perusahaan Kiandra Group, yang artinya dialah pemilik setengah dari perusahaan Kiandra Group.


Rekan bisnis itu mengatakan akan membantu dengan satu syarat, Seto bersedia untuk mengasuh seorang bayi perempuan dan menjadikan bayi perempuan itu putri dari keluarga Kiandra. Dengan syarat itulah perusahaan Kiandra Group bisa di selamatkan.

__ADS_1


Awalnya Satrio Kiandra dan istri Seto tidak setuju akan hal itu, tetapi demi menyelamatkan perusahaan akhirnya mereka terpaksa menerima tawaran tersebut. Dari sinilah Lidya Kiandra datang dan menjadi putri kedua keluarga Kiandra. Putri yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dan haknya sebagai seorang putri keluarga Kiandra.


Lidya Kiandra di perlakukan sangat berbeda dari Rania Kiandra, karena dia hanyalah anak titipan dari seseorang, yang sampai saat ini mereka tidak tahu siapa? rekan bisnis yang sampai saat ini menghilang dan menjadi misterius? hanya sang pengacara yang menjadi tangan kanannya saja yang tahu keberadaan dan keadaan pria itu.


Sang pengacara hanya mengatakan, anggap saja atasannya itu sudah meninggal dunia, dan jangan terus mencoba untuk mencari tahu tentang keberadaannya, bila ingin hidup selamat dan aman, cukup lindungi Lidya Kiandra. Hidup keluarga Kiandra akan selalu mendapatkan perlindungan dari tuannya, yang sering di sebut Mr. X.


Sang pengacara Chiko Alessio pernah mengatakan sesuatu, di saat pembacaan wasiat warisan untuk Lidya Kiandra yang sudah meninggal.


"50% saham perusahaan Kiandra Group yang di miliki atas nama Lidya Kiandra, akan di serahkan pada anak keturunan dari Lidya Kiandra. Nathan putra Adhitama dan Nathalia putri Adhitama, hingga umur mereka mencapai 20 tahun, sementara menunggu umur mereka mencapai 20 tahun, saya sebagai pengacara yang akan mengambil alih dan menjaga warisan ini untuk sementara. Apa tuan Kiandra dan tuan Adhitama keberatan?" tanya Chico Alessio menatap ke arah Seto Kiandra dan Ardian Adhitama yang memang hadir di sana.


"aku belum bisa percaya, bila istriku telah meninggal dunia, karena sampai saat ini jasadnya tidak di ketemukan. Jadi aku hanya setuju bila itulah wasiat dari istriku untuk putra dan putri ku. Aku setuju anda yang ambil alih sampai mereka dewasa." jawab Ardian Adhitama pada saat itu.


Ardian Adhitama masih berharap Lidya Kiandra sang istri masih hidup pada saat itu, dan akan mengambil alih sendiri warisan yang dia miliki. Ardian tidak akan ikut campur akan warisan yang di miliki oleh Lidya sang istri.


Sedangkan Seto Kiandra hanya bisa diam akan wasiat tersebut, dia tidak berani banyak bicara karena di sana masih ada Ardian Adhitama. Seto tidak ingin rahasianya terbongkar. Rahasia tentang Lidya Kiandra yang bukanlah putri kandungnya terbongkar di hadapan Ardian Adhitama sang menantu.


Setelah kepergian Ardian barulah Seto mencoba angkat bicara.


"tuan Chiko, apa maksud dari wasiat itu? setahu aku, Lidya sama sekali tidak tahu akan warisan kekayaan yang dia miliki. Karena kita sepakat untuk menyembunyikannya dari Lidya bila dia tidak bertanya. Jadi dari mana ada perubahan wasiat itu?" tanya Seto tidak terima, karena tidak mendapatkan apapun dari warisan yang di miliki Lidya Kiandra.


"perubahan ini sudah ada dari awal tuan Seto, Mr. X yang sudah mencantumkan syarat-syarat itu, dan saya hanya mengikuti semua yang di katakan oleh atasan saya. Bila nona Lidya Kiandra tidak memiliki keturunan atau suami, semua warisan yang nona Lidya miliki akan di berikan pada panti asuhan di bawah pengasuhan Mr. X. Ada satu wasiat lain yang pasti anda belum tahu." ungkap Chiko memandang datar Seto Kiandra.


"apa itu…?" tanya Seto penasaran.


Mr. X benar-benar manusia misterius yang tidak bisa dengan mudah untuk di selidiki sama sekali. Sampai saat ini Seto Kiandra dan semua anak buahnya tidak bisa mendapatkan indentitas, siapa sebenarnya Mr. X ? orang yang membawa dan memberikan Lidya Kiandra padanya, dan tujuan dan rahasia apa yang Mr. X miliki dari balik kelahiran Lidya yang di sembunyikan?


Semua masih menjadi misteri yang masih terus di ungkapkan oleh Seto Kiandra. Mr. X tidak bisa di jumpai seperti sudah mati di telan bumi, entah sosok Mr.X itu ada apa tidak? Seto pun tidak tahu pasti. Ini semua membuat Seto hanya bisa mengikuti alur yang sudah di tentukan oleh Mr.X.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2