
***Mansion Tempat tinggal Lusi***
Lusi menceritakan semuanya, apa yang dia bicarakan dengan Rania Kiandra? bagaimana Rania berani mengancam Lusi, agar tidak mendekati Ardian Adhitama.
Mereka juga bisa menebak kalau Rania Kiandra, tidak tahu sama sekali tentang Lusi dan Ardian, kalau mereka berdua adalah suami istri yang terpisah, terlebih lagi Rania tidak tahu kalau Lusi sebenarnya adalah Lidya Kiandra. Adik perempuannya yang sudah tiada, adik yang bukan sekandung.
Ayah Lusi diam-diam dalam hatinya, menyimpan rasa marah dan dendam pada keluarga Kiandra, terlebih lagi pada Rania Kiandra yang berani mengancam dan ingin merebut kebahagiaan serta keutuhan rumah tangga putrinya. Di dalam hatinya, ayah Lusi ingin membalas keluarga Kiandra, dan dia berencana ingin meminta bantuan kepada Nico dan teman-temannya.
Ayah Lusi akan dengan sekuat tenaga melindungi putri semata wayangnya, walaupun mempertaruhkan nyawanya sendiri. Apalagi saat ini semua misteri tentang kecelakaan Lusi yang ia curigai belum terkuak? tapi ayah Lusi ingin lebih ekstra lagi melindungi sang putri. Karena sudah cukup dia dan istrinya kehilangan satu putri. Lusi Arsinta yang sudah lama tiada, dan di gantikan oleh kembarannya luna Arsinta, yang saat ini Luna mengganti identitasnya menjadi Lusi Arsinta.
(ceritanya ada di episode 86, 87, dan 88 ya.)
Lusi pun telah selesai menceritakan segalanya.
"bagaimana denganmu Ardian, apakah kamu juga menyukai wanita itu?" tanya ibu Lusi ingin kejelasan untuk putrinya, bila Ardian memang menyukai Rania juga, lebih baik sebelum terlambat dan terlalu lama, hubungan mereka bisa berpisah sampai di sini.
Ardian melihat sang ibu mertua.
"mumpung hubungan kalian baru saja bersatu, di tambah Lusi belum bisa merasakan rasa cintanya yang dulu untuk mu, ibu takut kamu lama menunggu dan sabaranmu menghilang. Ibu tidak bisa melihat putri ibu terluka." ungkap sang ibu, dengan wajah sedihnya.
Ardian dapat mengerti perasaan ibu Lusi, tetapi Ardian yang memang tidak memiliki perasaan apapun terhadap Rania? dan sangat mencintai sang istri, tidak ingin berpisah lagi dengan Lusi.
"tidak ibu, aku sangat mencintai Lusi bagaimana pun keadaan dan kondisinya saat ini? dan aku tidak ada perasaan apapun pada Rania Kiandra." balas Ardian dengan memandang Lusi dan sang ibu mertua secara bergantian.
"apa itu benar Ardian, apa kamu tidak bohong? ibu tidak ingin kamu menghianati Lusi kedepannya."
"tidak Bu, aku berani bersumpah cintaku hanya untuk Lusi dan anak-anak. Keluarga kecilku adalah segalanya."
"lalu bagaimana dengan mamamu? dia sudah tidak setuju pada hubunganmu dengan Lusi." ucap ayah bertanya.
"aku akan menjelaskan sama mama semuanya, dan aku akan membuktikan kebusukan Rania pada mama sebagai bukti, bagaimana pun mama tidak akan mudah percaya bila tidak ada bukti yang akurat?" balas Ardian melihat kepada ayah mertuanya.
"aku akan pegang kata-kata mu, jika kau bohong dan berhianat pada putriku, aku tidak akan tinggal diam." tunjuk ayah Ardian dengan tajam dan sedikit ancaman di dalam perkataannya.
"tetapi kau harus siap dengan kemungkinan, kalau saat ini keluarga Kiandra akan terus mendekati Lusi. Dan ayah yakin mamamu pasti sudah menceritakan siapa Lusi sebenarnya pada Rania?" ungkap ayah Lusi, menatap tajam sang menantu.
"ayah tenang saja, aku tidak takut akan semua ancaman Rania dan keluarga Kiandra, bila mereka berani macam-macam, aku bisa menghancurkan perusahaan dan keluarga itu, karena 30 persen saham perusahaan Kiandra adalah milikku, dan setengahnya lagi milik dari seseorang yang masih di rahasiakan keberadaannya. Keluarga Kiandra hanya memiliki saham 20 persen saja." ungkap Ardian.
__ADS_1
Ardian ingin membuat tenang sang ayah mertua, Ardian mengatakan yang sebenarnya. Ardian tidak akan tinggal diam pada keluarga Kiandra yang berani mengancam Lusi. Apapun akan di lakukan oleh Ardian? untuk melindungi istri dan keluarga kecilnya. Tidak ada yang boleh menyentuh istri, anak-anak dan keluarganya.
"ayah akan pegang semua perkataan mu Ardian, ayah akan berusaha juga membantumu, nanti ayah akan meminta bantuan dari teman ayah, yang lumayan memiliki kekuasaan. Dia pasti akan mau membantu kita menghadapi keluarga Kiandra, saat ini kita hanya harus lebih ekstra melindung Lusi dan si kembar. Ayah takut keluarga Kiandra bisa melakukan apapun untuk melancarkan apa yang mereka mau? dan ayah yakin mereka tidak akan tinggal diam dan pasti akan bertindak cepat." balas ayah Lusi.
Ayah Lusi mengutarakan semua apa yang dia pikirkan saat ini? perkiraan yang dia utarakan pasti akan terjadi, dan dilakukan oleh keluarga Kiandra. Dan sebelum semua itu terjadi, ayah Lusi akan bertindak lebih dulu dengan bantuan dari Nico dan tuan Erick.
"tentu ayah, kita akan bekerja sama melindungi Lusi dan si kembar, terima kasih ayah masih mau mempercayaiku, semua akan aku lakukan untuk melindungi mereka." ungkap Ardian melihat pada ayah mertuanya dan Lusi secara bergantian.
"baiklah, sekarang hanya tinggal Lusi, bagaimana perasaan mu saat ini, yang sudah mendengar perkataan Ardian yang sangat mencintai mu nak…?" tanya ibu Lusi, melihat pada sang putri yang hanya diam mendengarkan dari tadi.
"jujur saat ini hatiku belum merasakan apapun untuk Ardian? Lusi hanya bisa berusaha percaya akan perkataan Ardian, karena bagaimana juga dia adalah suami Lusi." balas Lusi dengan melihat sang ibu.
Lusi tidak ingin bohong dengan perasaan hatinya saat ini.
"terima kasih, kamu masih menganggap ku sebagai suamimu saja, aku sudah sangat lega dan bersyukur." balas Ardian menatap lembut Lusi yang ada di hadapannya.
"maafkan aku bila belum bisa membalas perasaan mu, dan maafkan aku bila tanpa sengaja aku menyakiti hatimu, aku harap kamu masih bisa mengerti dan bersabar akan kondisi dan keadaan ku saat ini." ungkap Lusi membalas perkataan Ardian dengan tatapan yang juga lembut.
Ardian adalah suami dan papa dari anak-anaknya, bagaimana juga Lusi tidak bisa menghindari dan menolaknya.
"terima kasih, aku akan terus berusaha, setidaknya ini demi anak-anak, itu tidak apa-apa kan bagimu?"
"tentu saja, aku mengerti."
"baiklah…ini sudah siang, lebih baik kita makan siang dulu, pasti kalian belum makan siang kan? tanya ibu Lusi.
"Oya Ardian sampai jam berapa si kembar ada pada acara perpisahan sekolahnya? ibu sudah kangen sekali pada mereka, ajaklah mereka menginap di sini semalam." tanya ibu Lusi yang sangat bahagia bila mengingat si kembar.
"baby sister mereka bilang nanti sekitar jam 2 siang selesai Bu, aku dan Lusi yang akan menjemput mereka." ungkap Ardian melihat pada Lusi, Ardian ingin mencari alasan agar bisa berdua terus dengan sang istri.
"baiklah, Lusi kamu sekalian pergi belanja untuk keperluan anak-anak ya, dan juga bahan-bahan makan malam kita nanti, karena persediaan bahan makanan sudah hampir habis. Nanti kepala pelayan akan berikan kamu catatan belanja." ungkap sang ibu yang membuat Lusi terkejut.
Lusi yang tidak bisa melawan perkataan sang ibu, hanya mengangguk pasrah dan setuju saja. Hari untuk dirinya yang ingin menenangkan diri, pupuslah sudah. Tetapi Lusi bersyukur hari ini, dirinya sudah tidak sesedih tadi pagi, hari ini waktunya pull time untuk anak-anaknya. Lusi pun rindu pada mereka setelah dua hari tidak bertemu.
......................
Setelah makan siang selesai, Lusi dan Ardian berangkat menuju ke sekolahan anak-anaknya. Di dalam mobil saat perjalanan, Ardian memanfaatkan momen tersebut untuk berbicara dengan Lusi, membahas masalah sang mama, dan Ardian berharap Lusi tidak marah lagi pada mamanya.
__ADS_1
"sayang, maafkan sikap mamaku padamu !!" ungkap Ardian tulus dalam hatinya.
Lusi menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan.
"aku sudah memaafkan mamamu, aku mengerti mamamu bersikap seperti itu, karena dia menyayangimu, dan tidak ingin kau tersakiti, sama seperti ibuku menyayangi ku Ardian." balas Lusi juga tulus dalam hatinya.
"Ardian, kamu, aku…kamu masih saja tidak mau panggil nama panggilan sayang kita?" ungkap Ardian mulai merajuk, dan Lusi tahu itu.
"kamu mulai lagi." balas Lusi geleng-geleng kepala, melihat Ardian merajuk akan panggilan mereka.
"kamu lagi…?"
"baiklah…papa." balas Lusi mengalah, percuma melawan pada Ardian, itu pikiran Lusi saat ini.
Setidaknya Lusi sudah mulai belajar menerima kehadiran Ardian, dan mulai menghargai Ardian sebagai suaminya, agar tidak menjadi istri yang kurang ajar terhadap suaminya.
"nah gitukan…enak di dengar. terima kasih mama sayang." ungkap Ardian dengan senyum bahagianya melihat Lusi.
Dalam hati Ardian lega, Bahkan sangat lega Lusi mau dengan mudah memaafkan kesalahan dari mamanya, yang sudah dengan sangat kejam menghina Lusi. Ardian bersyukur hati Lusi masih selalu lembut dan baik hati seperti dulu. Sikap Lusi ini lah yang membuat Ardian jatuh cinta padanya, cinta mati pada Lusi.
Lusi hanya tersenyum tipis, dia masih merasa geli akan panggilan sayang Ardian padanya, dan merasa lucu akan panggilan sayangnya pada Ardian. Karena itu belum terbiasa ia lakukan.
Perjalanan mereka penuh akan obrolan-obrolan kecil, untuk saling mengenal antara satu sama lainnya. Ardian dengan sabar menjawab semua pertanyaan Lusi tentang dirinya dulu, tanpa mereka sadar mereka sudah sampai di sekolah si kembar. Si kembar yang sudah tahu akan di jemput oleh kedua orang tuanya, sangat bahagia dan sudah menunggu di depan gerbang bersama baby sister mereka.
Dengan antusias Nathalia berlari mendekati Lusi yang baru keluar dari mobil, Nathalia langsung memeluk Lusi. Lusi juga tidak lupa akan Nathan yang selalu bisa menjaga sikapnya, tidak seperti sang adik yang bisa dengan mudah mengekspresikan perasaan hati dan keinginannya.
Si kembar mempunyai sikap dan sifat kedua orang tuanya, Nathalia mirip sekali dengan Lusi, yang selalu ceria, mudah berekspresi, memiliki perasaan hati yang halus, dan mudah bergaul. Sedangkan Nathan sama persis seperti Ardian, tidak mudah untuk di dekati kalau bukan keinginannya, datar dan terkadang dingin pada semua orang, tetapi akan hangat pada anggota keluarga dan orang-orang yang ia sayangi.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1