Takdir Atau Hidupku

Takdir Atau Hidupku
Episode 36 Lusi Atau Mamanya Si Kembar.


__ADS_3

***Hotel Wirajaya***


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Nathalia sudah tenang dan duduk manis di atas sofa.


Mereka bertiga masih duduk diam tanpa bicara sama sekali menanti Lusi kembali ke dalam kamar.


Terdengar suara ketukan di pintu kamar hotel, Nathalia segera berlari tanpa di perintah, dia nampak kesusahan membuka pintu kamar, dengan terpaksa Ardian bangun dari duduknya untuk membantu Nathalia membukakan pintu untuk Lusi, karena mereka pikir yang mengetuk pintu itu adalah Lusi, sebab Lusi tidak membawa kunci kamar dan ponselnya tertinggal dia atas meja kaca.


"mama...." panggil Nathalia yang langsung berlari memeluk sebuah kaki tanpa melihat siapa yang di peluk.


"maaf nak kamu siapa ?" tanya seseorang laki-laki yang di peluk Nathalia.


Nathalia yang mendengar suara asing laki-laki di telinganya pun menoleh ke arah atas untuk melihat siapa yang punya suara ? Nathalia dan laki-laki itu saling diam memandang.


"dia putriku." jawab Ardian menarik lengan Nathalia untuk melepaskan pelukkan putrinya dari kaki laki-laki itu yang tak lain adalah Bryan.


Bryan mengerutkan alisnya memandang Ardian yang ada di depan pintu kamar yang dia ketuk, sedangkan Ardian menatap tajam dan dingin ke arah Bryan yang berdiri di depan kamar Lusi.


Di dalam hati mereka masing-masing timbul pertanyaan.


'kenapa Ardian ada di kamar ini ? apa aku salah mengetuk pintu ?' gumamnya seraya melirik nomer pintu kamar dan dia tidak salah kamar, itu benar kamar Lusi.


'mengapa laki-laki ini ada di sini ? apa dia mencari wanita itu ?' gumam Ardian di dalam hatinya.


Mereka masih saling memandang dengan pandangan datar dan dingin mereka masing-masing, mereka memang rival sejati di dalam lingkup dunia bisnis, Bryan berusaha melihat dan mencari Lusi ke arah dalam kamar, Ardian yang tahu tingkah laku Bryan pun bertanya.


"siapa yang kau cari ?" tanya Ardian dengan nada dinginnya.


"aku mencari Lusi, kau sendiri sedang apa kau di sini ?" jawab Bryan dan balik bertanya.


"Lusi tidak ada, dia pergi dari tadi sore." jawab apa adanya Ardian yang masih dengan nada dinginnya.


"sayang kau masuk dulu ya...tunggu papa mau bicara sama om itu dulu." perintah Ardian pada Nathalia yang di jawab anggukkan kepala dan berjalan masuk duduk di samping kakaknya.


"Lusi pergi ke mana ?"


"dia tidak bilang pergi kemana." jawab Ardian seraya memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan berdiri angkuh mamandang dingin Bryan.

__ADS_1


Bryan tidak lagi bertanya, dia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya untuk menghubungi Lusi.


"dia tidak membawa ponselnya." kata Ardian yang tahu kalau Bryan pasti akan menghubungi Lusi, sedangkan Bryan yang tidak percaya kata-kata Ardian tetap berusaha menghubungi ponsel Lusi.


Terdengar ponsel Lusi berdering di atas meja kaca, Nathan yang melihat ponsel Lusi berdering pun mengambil ponsel tersebut dan membawanya untuk di berikan kepada Ardian.


"papa...ponsel mama berdering." ucap Nathan menyerahkan ponsel Lusi ke Ardian.


Ardian menoleh ke arah putranya dan mengambil ponsel milik Lusi.


Bryan mengerutkan alisnya tidak mengerti, ponsel siapa yang dia hubungi ? dan ponsel siapa yang berdering ? dia pun berusaha mencoba lagi menghubungi ponsel Lusi untuk memastikan kebenarannya.


Dan nomer yang Bryan hubungi tersambung, sedangkan ponsel yang Ardian pegang berdering, Bryan bertambah bingung 'mengapa ponsel mamanya anak dari Ardian yang berdering ?' gumam Bryan bingung.


Bryan memutus hubungan telponnya kepada Lusi, dan ponsel yang di pegang Ardian pun tidak berdering lagi, Bryan memandang ke arah Ardian dan ponsel yang Ardian pegang secara bergantian, Bryan pun mencoba sekali lagi menghubungi nomer Lusi dan lagi-lagi ponsel yang di pegang Ardian yang berdering.


"kan sudah aku bilang dia tidak membawa ponselnya." kata Ardian yang menunjukkan ponsel Lusi yang berdering, Bryan bertambah bingung dengan maksud semua ini.


ponsel siapa sebenarnya yang ada di tangan Ardian ? ponsel Lusi atau ponsel mama anaknya Ardian ? itu pertanyaan yang ada di dalam benak Bryan.


"bukannya itu ponsel milik mamanya anak mu ? tanya Bryan menunjuk ke arah ponsel yang di pegang oleh Ardian.


"lalu ponsel Lusi di mana ? kau bilang dia tidak membawa ponselnya?" tanya Bryan yang masih bingung.


"ini ponsel Lusi." katanya seraya mengangkat dan menunjukkan ponsel yang ada di tangannya.


"kau jangan main-main Ardian, jawab yang benar ! itu ponsel milik Lusi atau milik mamanya anakmu ?" tanya Bryan yang berdiri tegak dan memasukkan satu tangan ke dalam saku celananya.


"ini benar ponselnya Lusi dan juga ponsel mamanya anak-anak ku." jawab Ardian tersenyum tipis.


"maksud mu ?" Bryan bertambah bingung di buat oleh Ardian.


"kau tidak tahu ya, kalau Lusi itu adalah mamanya anak-anak ku." jawab santai Ardian yang membuat Bryan terkejut dan langsung maju lebih dekat di hadapan Ardian.


"kau jangan sembarangan bicara tuan Ardian Adhitama." kata Bryan menunjuk ke arah Ardian.


"untuk apa aku sembarangan bicara, memang benar Lusi adalah mamanya anak-anak ku." jawab santai Ardian yang masih tersenyum tipis.

__ADS_1


"kau jangan sembarangan bicara Ardian." kata Bryan yang mulai kesal dan mencengkram kerah jas Ardian.


"untuk apa aku sembarangan bicara, memang kenyataannya seperti itu, Lusi adalah mamanya anak-anak ku." balas Ardian memegang lengan Bryan yang mencengkram kerah jasnya.


Mereka saling memandang tajam dan dingin.


"apa-apaan kalian berdua di depan kamarku ?" Tanya Lusi yang tiba-tiba datang melihat Bryan mencengkram kerah jas Ardian.


Bryan dan Ardian menoleh kearah Lusi yang berdiri di samping mereka, Bryan dengan segera melepaskan cengkramannya, sedangkan Ardian merapikan kembali jasnya yang berantakan.


"Lusi kau dari mana ?" tanya Bryan mendekati Lusi dan berdiri di depannya.


"aku keluar sebentar." jawab Lusi yang sekilas memandang ke arah Ardian yang menatapnya tajam dan dingin.


"kau tidak lupa kan dengan janji kita."


"iya tapi aku belum siap-siap."


Ardian menatap Bryan dan Lusi karena mendengar kata 'janji kita', sedangkan si kembar yang mendengar suara mama mereka ada di luar pun berlari menghampiri Lusi, Nathalia melewati Bryan dan langsung memeluk kaki Lusi.


"mama...mama dari mana ?" tanya Nathalia yang membuat Bryan terkejut akan panggilan putri Ardian pada Lusi.


Lusi menoleh ke arah Nathalia, Bryan dan Ardian secara bergantian.


'duh gimana ini ? kenapa mereka selalu membuat aku punya masalah sih ? apa pun yang akan terjadi aku harus hadapi.' gumam Lusi di dalam hati.


Lusi tidak ingin lari dari kenyataan dan berbohong kepada Bryan, karena dia sudah menyetujui untuk memberikan kesempatan pada hubungannya dengan Bryan, Lusi juga tidak ingin menyakiti hati si kembar yang tidak tahu apa-apa, jadi Lusi akan berusaha jujur tidak ingin menutupi apa pun.


Lusi akan berusaha untuk tidak menyakiti hati si kembar dan juga Bryan pria baik di matanya, sedangkan untuk Ardian Lusi tidak peduli akan keberadaannya, Lusi sangat membenci Ardian karena Ardian hanya bisa menghina dan menyakiti hatinya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya...


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2