
***Mansion Kediaman Lusi***
Lusi dan Nathalia masih saling memandang, Nathalia menggenggam erat tangan mamanya. Dirinya merasakan takut di dalam hati karena di kejutkan oleh ibu Nania, Lusi sangat mengerti apa yang kini di rasakan oleh sang putri?
"kami baru saja mau masuk ke dalam, ibu malah ngagetin kami duluan." dalih Lusi mencoba mencari alasan.
Nampak ibu Nania, ayah Resvan dan Nathan memandang mereka curiga.
"kenapa tatapan kalian seperti itu?" tanya Lusi mencoba terlihat biasa saja.
"kenapa ngk langsung masuk? kenapa pakai mengintip dulu?" ucap ibu Nania tepat pada apa yang tadi Lusi dan Nathalia lakukan?
Lusi masih berusaha bersikap tenang, dia gengsi dong harus ketahuan mengintip di rumahnya sendiri. Terlihat tidak lucu, malah akan terkesan aneh, masa iya mengintip di rumah sendiri? itu sangat memalukan bagi Lusi.
"ngintip bagaimana? orang Lusi baru saja membuka pintu, ee…keduluan ibu datang ngagetin. Ngapain juga kami mengintip ayah dan Nathan. Iyakan… dek…?!" tanya Lusi sembari melihat pada sang putri dan memberikan isyarat pada genggaman tangan mereka.
"iya oma, mau lihat opa sama kakak di dalam, eh… Oma datang ngagetin adek sama mama." balas Nathalia tidak sepenuhnya bohong, karena dia tidak mengerti, kalau tadi dia dan sang mama sedang mengintip.
Yang Nathalia tahu, mereka memang ada niat untuk melihat opa dan sang kakak, sedang apa berdua di dalam ruang kerja opanya?
Ibu Nania, ayah Resvan dan Nathan kini lebih nampak percaya akan ucapan dari Nathalia.
"ada apa kalian mencari kami?" tanya ayah memandang Lusi dan Nathalia secara bergantian.
"iya ayah, Nathalia bilang kalau ayah dan Nathan sedang belajar bersama di ruang kerja ayah, dan aku tanya kenapa adek ngk ikut belajar bersama? adek bilang… kalau pelajaran yang sedang kalian lakukan tidak cocok untuk seumuran Nathalia? sebenarnya ayah dan Nathan sedang belajar apa sih?" tanya Lusi yang sudah tidak ingin menyembunyikan apapun?
Kalau sudah urusan anak-anaknya itu akan menjadi prioritas utama Lusi saat ini, dia tidak ingin kedua buah hatinya melakukan hal-hal di luar kemampuan umur mereka.
Tuan Resvan Melviano dan Nathan saling melempar pandangan mereka. Mereka melihat Lusi dan Nathalia secara bergantian.
"ayah hanya mengajarkan Nathan sedikit pelajaran matematika yang dia ingin tahu, kamu tahu nak…cucu ayah ini sangat cerdas sekali di usianya yang baru akan masuk 6 tahun. Nathan sudah bisa mengerti pelajaran matematika yang seharusnya belum dia pelajari, dia pasti akan menjadi pembisnis yang sukses ke depannya." ungkap tuan Resvan memuji dan membanggakan cucunya.
Lusi mengerutkan alisnya memandang sang ayah, bagaimana bisa Nathan yang masih sekolah TK akan mengerti pelajaran matematika? yang bahkan anak kelas satu atau dua SD masih tahap belajar. Lusi tidak percaya semua yang di ucapkan oleh tuan Resvan.
__ADS_1
"apa benar seperti itu? bagaimana bisa Nathan mengerti pelajaran yang belum dia dapatkan di Sekolah TK, ayah…apa ayah menyembunyikan sesuatu?" tanya Lusi curiga sembari memicingkan matanya.
Lusi berpikir sejenak untuk mencerna apa yang baru saja di ungkapkan oleh ayah Resvan? Lusi memandang ayah Resvan dan Nathan secara bergantian, dia mulai meyakini sesuatu dan mulai mengerti sekarang.
Lusi sangat tahu bila dirinya memang memiliki gen dari keluarga Melviano yang memiliki IQ tinggi di atas rata-rata, Lusi termasuk wanita cerdas dengan IQ tinggi dan mampu mempelajari apapun dengan mudah, jadi tidak menutupi kemungkinan Nathan juga mendapat sedikit gen dari keluarga Melviano, dan Nathan memiliki IQ tinggi sama seperti dirinya dan ayah Resvan Melviano.
Lusi curiga bila sang ayah, sudah mulai mengajarkan Nathan soal bagaimana cara menjadi seorang pembisnis. Lusi sangat mengenal tuan Resvan Melviano, dia adalah pembisnis yang sangat handal, dan cukup cerdas dengan IQ nya yang tinggi. Bagaimana tidak Lusi berpikir seperti itu? tuan Resvan Melviano sudah mulai belajar tentang bisnis sejak dia duduk di sekolah dasar kelas 4.
Flashback on…
Resvan Melviano mulai belajar bisnis sejak umurnya masih terbilang kecil, itu di lakukan oleh tuan Resvan karena mendapatkan dukungan penuh oleh sang ayah yaitu Ridwan Melviano. Yang telah merajai dunia bisnis pada zamannya, Resvan Melviano sebenarnya juga memiliki satu adik laki-laki yang sudah lama menghilang, karena suatu alasan yang menyangkut hati dan cintanya pada seorang wanita pujaan hatinya.
Adik laki-laki tuan Resvan menghilang tanpa jejak sama sekali hingga saat ini, tuan Resvan dan sang ayah tuan Ridwan Melviano telah berusaha keras mencari keberadaan sang adik, adik laki-laki satu-satunya yang dia miliki, adik yang bernama Rafael Melviano.
Resvan Melviano dan Rafael Melviano adalah dua putra dari keluarga Melviano, tetapi sayang yang lebih di kenal orang adalah Resvan Melviano putra pertama dari keluarga Melviano. Sedangkan Rafael Melviano yang memang berprofesi seorang dokter, tidak ingin menjadi seorang pembisnis seperti sang kakak dan ayahnya, dan hanya di kenal oleh teman, kerabat dekat dan keluarganya saja.
Rafael Melviano menjadi seorang dokter adalah pilihannya sendiri, karena alasan tertentu yang hanya Rafael yang tahu. Rafael Melviano termasuk dokter yang sangat jenius dan handal bertangan dingin, dia menjadi dokter terkenal tanpa embel-embel nama besar dari keluarganya, yaitu keluarga besar Melviano.
Keteguhan hati dan keinginan keras Rafael tidak bisa di bantah lagi, sehingga diapun di izinkan pergi oleh kedua orang tuanya. Selama dua tahun tidak ada kabar dari Rafael sama sekali, membuat ibu mereka cemas dan memutuskan menyusul Rafael bersama ayah mereka. Bukannya menemui Rafael, tetapi rumah sakit tempat Rafael bertugas mengatakan, bahwa tidak ada nama seorang dokter Rafael Melviano bekerja di sana dari dua tahun yang lalu.
Tentu saja kedua orang tua mereka terkejut, dan tidak percaya akan penuturan direktur rumah sakit tersebut. Jadi kemana Rafael pergi? sejak itulah kami mulai mengetahui Rafael menghilang, dan berusaha mencari keberadaannya. Semua usaha yang kami gunakan nihil, tidak ada hasil sama sekali. Rafael Melviano menghilang seperti di telan bumi, tanpa jejak dan kabar.
Hingga nyonya besar Melviano meninggal dunia, karena sangat merindukan dan bersedih berlarut-larut akan kehilangan Rafael. Rafael Melviano tidak dapat di temukan dimanapun? satu tahun kemudian tuan Ridwan pun meninggal dunia karena sakit dan sangat bersedih akan kehilangan seorang istri dan putra yang di cintainya.
Rafael Melviano tetap tidak di temukan juga, tidak ada kabar apakah dia masih hidup ataukah sudah meninggal? hanya Tuhan dan Rafael yang tahu. Satu hal yang sudah pasti, tuan Resvan sampai saat ini masih berusaha mencari keberadaan sang adik. Resvan masih berharap kalau Rafael masihlah hidup dan akan kembali lagi padanya.
Ini adalah salah satu rahasia terbesar tuan Resvan, hanya dia dan istri yang tahu. Rahasia lain yang tuan Resvan ingin ungkap suatu saat nanti, bahkan Lusi putrinya tidak tahu akan rahasia tersebut. Tidak tahu bila tuan Resvan Melviano memiliki seorang adik laki-laki, rahasia yang akan selalu tersimpan rapat sampai waktunya tiba, rahasia itu harus terungkap.
Flashback off…
Tuan Resvan Melviano sebenarnya juga sedikit terkejut akan kecerdasan cucunya, di umurnya yang terbilang kecil Nathan sudah memperlihatkan bakat seorang pembisnis. Nathan mengingatkannya pada adik laki-laki yang sudah lama menghilang tanpa kabar sama sekali, apakah dia masih hidup ataukah sudah meninggal?
"itu benar Lusi, kalau kamu tidak percaya cobalah tes sendiri putra mu ini…!!" ucap tuan Resvan sembari melirik Nathan yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
Lusi melihat pada Nathan, mata Lusi manatap intens mata sang putra. Dia ingin mencari kejujuran pada sorot mata Nathan, dan itulah yang dia dapatkan !! tidak ada kebohongan sama sekali pada sorot mata bulat putranya.
"apa itu benar sayangku?" tanya Lusi sembari duduk berjongkok di hadapan Nathan.
"iya mama…kakak hanya minta opa mengajarkan pelajaran matematika, karena kakak suka berhitung, dan kakak sudah bisa mengerti." jawab Nathan dengan kejujuran yang sebenarnya.
Nathan adalah anak yang memiliki IQ tinggi di atas rata-rata anak seusianya, IQ itu dia dapatkan dari gen keturunan dari keluarga Melviano dan keluarga Adhitama. Keturunan keluarga yang sama-sama memiliki IQ tinggi dan kecerdasan di atas rata-rata.
"sayang…mama senang melihat kakak yang pintar dan cerdas, tetapi di usiamu ini seharusnya kakak pakai untuk bermain dan menikmati masa kanak-kanak. Nanti pada saat waktunya sudah tepat, kakak boleh kok belajar apapun yang kakak mau? yang terpenting kakak tidak di paksa dan terpaksa. Mama tidak ingin kakak kehilangan masa kanak-kanak yang hanya kakak alami satu kali seumur hidup, apakah kakak bisa mengerti? apa bisa kakak mendengarkan perkataan mama ini?" ucap pertanyaan Lusi yang menjurus ke sebuah permintaan kepada putranya.
Nathan melihat intens mata sang mama, sorot mata yang penuh kasih sayang kepadanya. Nathan pun bisa mengerti perasaan sang mama yang terlihat khawatir akan perkembangan dan pertumbuhannya. Nathan tidak ingin membuat mamanya kecewa, sedih, marah dan cemas padanya, sehingga dia hanya bisa menyetujuinya saja, agar mamanya bisa tenang.
"iya mama…maafkan kakak !!" ucap Nathan dengan pandangan melihat intens ke arah Lusi.
"tidak sayang, untuk apa kakak minta maaf, kakak tidak salah apapun? seharusnya mama yang meminta maaf padamu nak…maafkan mama membatasi semua keingintahuanmu, dan membatasi kemampuan diri kakak yang memang memiliki IQ tinggi di atas rata-rata anak seusia mu nak…mama hanya ingin kakak menikmati masa kanak-kanak saat ini, sampai waktunya tiba. Kakak mengerti…?!?" ucap Lusi sembari mengelus pucuk kepala sang putra.
"iya mama." setuju Nathan yang tidak ingin membatah pada Lusi, dia sangat menyayangi dan mencintai sang mama, jadi apapun yang Lusi katakan Nathan akan berusaha mematuhinya, walaupun itu bertentangan dengan hati dan keinginannya saat ini.
"putraku sayang, terima kasih sudah mau mendengarkan kata-kata mama." balas Lusi sembari membawa tubuh kecil Nathan masuk ke dalam pelukan sayang dan hangatnya.
Nathan bahagia bila melihat dan bisa membuat mamanya bahagia. Di dalam hatinya, Nathan akan melakukan apapun demi sang mama? mengikuti apapun yang di inginkan sang mama? agar mamanya selalu bahagia, sayang, cinta dan selalu bersama dengannya, sang adik dan papa yang sudah lama kehilangan Lusi Arsinta Melviano beberapa tahun yang lalu.
Lusi merasa senang dan lega karena Nathan bisa mendengarkan semua perkataan yang dia ucapkan. Lusi bahagia karena memiliki putra dan putri yang sehat, tampan, cantik, pintar, cerdas dan penurut. Tidak ada kebahagiaan dan harta apapun yang Lusi inginkan lagi? selain kedua anak kembarnya. Nathan putra Adhitama dan Nathalia putri Adhitama.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya ya.
__ADS_1